Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » MSI NEWS » Dana Kampanye Pemilu Diduga Ilegal, MAKI Akan Lapor ke KPK

Dana Kampanye Pemilu Diduga Ilegal, MAKI Akan Lapor ke KPK

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Kamis, 21 Des 2023
  • visibility 115
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, MSINews.com – Kordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, mengumumkan niatnya untuk melaporkan dana kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) yang diduga Ilegal yang berasal dari kegiatan penambangan nikel.

“MAKI akan melaporkan Dana Kampaye Pemilu dari kegiatan Penambangan Nikel sesuai temuan PPATK,” kata Boyamin usai hadir dalam undangan di  Gedung Merah Putih KPK untuk audiens pukul 13.00, Kamis 21/12/2023.

Baca Juga : Boyamin Tanggapi Putusan Praperadilan Firli Bahuri VS Polda Metro Jaya

MAKI akan hadir dengan membawa materi laporan dugaan penggunaan dana kampanye Pemilu berasal dari kegiatan ilegal sebagaimana disinyalir PPATK.

Laporan ini disusun berdasarkan temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang mengindikasikan adanya dugaan kerugian sekitar Rp. 3,7 triliun akibat aktifitas penambangan ilegal di Sulawesi Tenggara.

Menurut Boyamin, sebagian dana yang diperoleh dari kegiatan penambangan nikel ilegal tersebut diduga dialokasikan untuk mendanai kampanye Pemilu.

Dirinya menegaskan ini adalah pelanggaran serius terhadap integritas demokrasi dan menuntut adanya tindakan tegas untuk memastikan keberlanjutan proses demokrasi yang bersih dan bebas dari praktik-praktik korupsi.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mendeklarasikan komitmennya untuk tetap menangani perkara korupsi meskipun dalam masa kampanye dan Pemilu.

KPK juga secara resmi menyatakan niatnya untuk menindaklanjuti temuan yang disampaikan oleh PPATK terkait dugaan penyalahgunaan dana dari penambangan nikel ilegal.

“Kami akan melakukan penyelidikan menyeluruh terkait temuan PPATK ini. Korupsi tidak akan mendapat ruang di masa kampanye maupun selama proses Pemilu. Kami berkomitmen untuk menjaga integritas dan keadilan dalam demokrasi,” ujar juru bicara KPK.

Langkah MAKI dan respons positif KPK ini menjadi langkah krusial dalam menjaga transparansi dan keadilan dalam proses demokrasi Indonesia. Masyarakat menantikan tindak lanjut lebih lanjut dari lembaga penegak hukum terkait, dengan harapan bahwa tindakan hukum akan diterapkan secara adil dan tegas terhadap pelaku yang terlibat dalam dugaan praktik ilegal ini.

Sementara dilansir halaman CNN, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap temuan mengejutkan terkait dana kampanye yang diduga berasal dari tambang ilegal. Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, menjelaskan bahwa indikasi terkait praktik tambang ilegal telah disampaikan sebelumnya.

“Waktu itu pernah kita sampaikan indikasi dari illegal mining (tambang ilegal), dari macam-macam lah,” ujar Ivan Yustiavandana pada Jumat (15/12).

Temuan tersebut telah segera dilaporkan oleh PPATK kepada Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ivan Yustiavandana menegaskan pentingnya menghindari adu kekuatan uang dalam kontestasi politik, terutama berasal dari sumber yang melanggar hukum.

Baca juga : Gubernur Malut Ditangkap KPK Terkait Suap Proyek Infrastruktur

“Prinsipnya kita ingin kontestasi politik dilakukan adunya visi dan misi, bukan adu kekuatan uang. Apalagi ada keterlibatan dana dari hasil ilegal, itu kita tidak mau,” tegas Ivan.

PPATK menyoroti bahwa pesta demokrasi seharusnya menjadi ajang adu gagasan serta visi misi para peserta. Keterlibatan dana dari tambang ilegal dinilai sebagai tindakan yang tidak sesuai dengan semangat demokrasi yang seharusnya diterapkan di Indonesia.

Pihak PPATK berharap bahwa laporan ini dapat menjadi langkah awal untuk menjaga integritas dan kebersihan jalannya kontestasi politik di tanah air. Selain itu, diharapkan adanya langkah tegas dari Bawaslu dan KPU untuk menindaklanjuti temuan ini guna menjaga keadilan dan transparansi dalam proses demokrasi.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Taman Miniatur, Megalitik Pasemah 

    Taman Miniatur, Megalitik Pasemah 

    • calendar_month Sabtu, 22 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Oleh: Dr. A. Erwan Suryanegara, M.Sn. “Dirut…Dirut…Dirut jangan nanges, Bapang kah bejalan, bejalan dek kah lame…” Mengutip satu lirik dari Lagu Daerah di Sumatra Selatan, yang artinya lebih-kurang: Dirut…Dirut…Dirut jangan menagis, Ayah akan pergi, pergi tidak akan lama. Sebagai pembukaku saat membicarakan GAGASAN KEBUDAYAAN. Kebudayaan di Sumatra Selatan hasil studi lapanganku sepuluh tahun lehih, menurutku […]

  • Mensos Ajak Para Kepala Daerah Se- Kalteng  Entaskan Kemiskinan Ekstrem

    Mensos Ajak Para Kepala Daerah Se- Kalteng Entaskan Kemiskinan Ekstrem

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 131
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM, Palangka Raya — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak seluruh kepala daerah di Kalimantan Tengah untuk bersinergi dalam upaya pengentasan kemiskinan. Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor agar provinsi ini dapat semakin menurunkan angka kemiskinan yang saat ini sudah tergolong rendah. “Kalteng ini provinsi dengan tingkat kemiskinan yang relatif rendah, dan ini […]

  • Tindak Pelaku Serangan Fajar, Komisi II: Bawaslu Tidak Boleh Tebang Pilih

    Tindak Pelaku Serangan Fajar, Komisi II: Bawaslu Tidak Boleh Tebang Pilih

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 137
    • 0Komentar

    JAKARTA – Praktik serangan fajar menjadi ancaman serius bagi pelaksanaan Pilkada 2024. Anggota Komisi II Fraksi PKB DPR RI Mohammad Toha meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk menindak tegas pelaku money politic atau politik uang yang bisa merusak pesta demokrasi lima tahunan itu. Mohammad Toha mengatakan, larangan politik sudah sangat jelas diatur dalam Pasal 73 […]

  • Menteri KKP Janji Stop Impor Garam Akhir 2027, Komisi VI : Kelamaan!

    Menteri KKP Janji Stop Impor Garam Akhir 2027, Komisi VI : Kelamaan!

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Ermarini menyoroti keras target pemerintah yang menyatakan akan menghentikan impor garam pada akhir 2027. Menurutnya, kebijakan ini terlalu lambat dan tidak berpihak pada petani garam lokal yang selama ini terpinggirkan. “Kenapa harus menunggu sampai 2027? Kelamaan itu. Petani garam kita sudah cukup lama menjadi korban kebijakan impor yang tidak […]

  • Vonis Korupsi BTS 4G, Johnny G Plate 15, Anang Latif 18 tahun

    Vonis Korupsi BTS 4G, Johnny G Plate 15, Anang Latif 18 tahun

    • calendar_month Kamis, 26 Okt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Vonis Kasus Korupsi BTS 4G, Pengadilan Tipikor PN Jakarta Pusat memvonis Johnny G Plate dan Anang Latif. Keduanya mendekam dipenjara mulai dari 15 tahun dan 18 tahun. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat telah memutuskan vonis terhadap dua tersangka dalam kasus korupsi BTS 4G. Johnny G Plate […]

  • DPR RI Pantau Ketat Persiapan Haji 2024

    DPR RI Pantau Ketat Persiapan Haji 2024

    • calendar_month Rabu, 12 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Madinah,msinews.com-Wakil Ketua DPR RI Lodewijk Freidrich Paulus, mengungkapkan langkah-langkah yang diambil DPR RI dalam mempersiapkan pengawasan pelaksanaan ibadah haji tahun 2024. Lodewijk menjelaskan bahwa tim pengawas DPR telah mengidentifikasi beberapa area kritis yang memerlukan kunjungan dan pengawasan langsung. “Sebenarnya tadi sudah rapat kita dari tim pengawas DPR tadi kita sepakati objek apa saja yang harus […]

expand_less