Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » MSI NEWS » Dana Kampanye Pemilu Diduga Ilegal, MAKI Akan Lapor ke KPK

Dana Kampanye Pemilu Diduga Ilegal, MAKI Akan Lapor ke KPK

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Kamis, 21 Des 2023
  • visibility 134
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, MSINews.com – Kordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, mengumumkan niatnya untuk melaporkan dana kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) yang diduga Ilegal yang berasal dari kegiatan penambangan nikel.

“MAKI akan melaporkan Dana Kampaye Pemilu dari kegiatan Penambangan Nikel sesuai temuan PPATK,” kata Boyamin usai hadir dalam undangan di  Gedung Merah Putih KPK untuk audiens pukul 13.00, Kamis 21/12/2023.

Baca Juga : Boyamin Tanggapi Putusan Praperadilan Firli Bahuri VS Polda Metro Jaya

MAKI akan hadir dengan membawa materi laporan dugaan penggunaan dana kampanye Pemilu berasal dari kegiatan ilegal sebagaimana disinyalir PPATK.

Laporan ini disusun berdasarkan temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang mengindikasikan adanya dugaan kerugian sekitar Rp. 3,7 triliun akibat aktifitas penambangan ilegal di Sulawesi Tenggara.

Menurut Boyamin, sebagian dana yang diperoleh dari kegiatan penambangan nikel ilegal tersebut diduga dialokasikan untuk mendanai kampanye Pemilu.

Dirinya menegaskan ini adalah pelanggaran serius terhadap integritas demokrasi dan menuntut adanya tindakan tegas untuk memastikan keberlanjutan proses demokrasi yang bersih dan bebas dari praktik-praktik korupsi.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mendeklarasikan komitmennya untuk tetap menangani perkara korupsi meskipun dalam masa kampanye dan Pemilu.

KPK juga secara resmi menyatakan niatnya untuk menindaklanjuti temuan yang disampaikan oleh PPATK terkait dugaan penyalahgunaan dana dari penambangan nikel ilegal.

“Kami akan melakukan penyelidikan menyeluruh terkait temuan PPATK ini. Korupsi tidak akan mendapat ruang di masa kampanye maupun selama proses Pemilu. Kami berkomitmen untuk menjaga integritas dan keadilan dalam demokrasi,” ujar juru bicara KPK.

Langkah MAKI dan respons positif KPK ini menjadi langkah krusial dalam menjaga transparansi dan keadilan dalam proses demokrasi Indonesia. Masyarakat menantikan tindak lanjut lebih lanjut dari lembaga penegak hukum terkait, dengan harapan bahwa tindakan hukum akan diterapkan secara adil dan tegas terhadap pelaku yang terlibat dalam dugaan praktik ilegal ini.

Sementara dilansir halaman CNN, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap temuan mengejutkan terkait dana kampanye yang diduga berasal dari tambang ilegal. Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, menjelaskan bahwa indikasi terkait praktik tambang ilegal telah disampaikan sebelumnya.

“Waktu itu pernah kita sampaikan indikasi dari illegal mining (tambang ilegal), dari macam-macam lah,” ujar Ivan Yustiavandana pada Jumat (15/12).

Temuan tersebut telah segera dilaporkan oleh PPATK kepada Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ivan Yustiavandana menegaskan pentingnya menghindari adu kekuatan uang dalam kontestasi politik, terutama berasal dari sumber yang melanggar hukum.

Baca juga : Gubernur Malut Ditangkap KPK Terkait Suap Proyek Infrastruktur

“Prinsipnya kita ingin kontestasi politik dilakukan adunya visi dan misi, bukan adu kekuatan uang. Apalagi ada keterlibatan dana dari hasil ilegal, itu kita tidak mau,” tegas Ivan.

PPATK menyoroti bahwa pesta demokrasi seharusnya menjadi ajang adu gagasan serta visi misi para peserta. Keterlibatan dana dari tambang ilegal dinilai sebagai tindakan yang tidak sesuai dengan semangat demokrasi yang seharusnya diterapkan di Indonesia.

Pihak PPATK berharap bahwa laporan ini dapat menjadi langkah awal untuk menjaga integritas dan kebersihan jalannya kontestasi politik di tanah air. Selain itu, diharapkan adanya langkah tegas dari Bawaslu dan KPU untuk menindaklanjuti temuan ini guna menjaga keadilan dan transparansi dalam proses demokrasi.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesan Menaker Yassierli Usai Lantik 10 Pejabat 

    Pesan Menaker Yassierli Usai Lantik 10 Pejabat 

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 156
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli melantik sepuluh pejabat baru di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Kegiatan tersebut bertempat di Ruang Tridarma, Kantor Kemnaker, Jakarta, Senin (15/6/2026). Adapun, Pelantikan mencakup Pejabat Fungsional Pengawas Ketenagakerjaan Ahli Utama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, hingga Pejabat Fungsional Arsiparis Ahli Muda. Dalam arahannya, Menaker Yassierli menekankan pentingnya akselerasi penerapan norma Keselamatan dan […]

  • Ponsel Aiman Disita Polisi, Bos MNC Grub Maju Tanya Kepastian Hukum

    Ponsel Aiman Disita Polisi, Bos MNC Grub Maju Tanya Kepastian Hukum

    • calendar_month Sabtu, 27 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Ponsel milik Jurnalis dan juga sebagai Jubir Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud Md Aiman Witjaksono disita oleh penyidik Polda Metro Jaya saat menjalani pemeriksaan. Pemilik MNC Group, Hary Tanoesoedibjo (HT), yang juga Ketum Perindo, mengungkapkan keberatannya terhadap langkah tersebut ketika mengunjungi Polda Metro Jaya malam ini. Hary Tanoe merasa keberatan lantaran […]

  • Polisi Ungkap Hasil Klarifikasi Kegiatan “Metamorfoshow” di TMII

    Polisi Ungkap Hasil Klarifikasi Kegiatan “Metamorfoshow” di TMII

    • calendar_month Minggu, 25 Feb 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Polisi masih terus mendalami kegiatan bertema “Metamorfoshow” yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan diduga terkait dengan organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap penyelenggara acara tersebut. Baca juga : Sandiaga Uno: Koalisi Solid dan Fokus […]

  • Pemerintah Diminta Gerak Cepat Tangkal Hoaks di Media Sosial

    Pemerintah Diminta Gerak Cepat Tangkal Hoaks di Media Sosial

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 48
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEQS.COM – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto meminta seluruh kehumasan Pemerintah Daerah (Pemda) secara aktif memantau dan menganalisis informasi yang berkembang di media sosial atau medsos. Hal ini disampaikan Wamendagri Bima Arya usai kegiatan Forum Koordinasi Optimalisasi Peran Humas Kementerian, Lembaga dan Pemda dalam Menghadapi DFK dan Disrupsi Informasi, di Graha Marinir […]

  • Hadiri WWF ke-10, Puan Tegaskan Komitmen Kuat Parlemen Terhadap Agenda Air

    Hadiri WWF ke-10, Puan Tegaskan Komitmen Kuat Parlemen Terhadap Agenda Air

    • calendar_month Senin, 20 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Nusa Dua, msinews.com-Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri pembukaan World Water Forum (WWF) atau Forum Air Dunia ke-10 di mana Indonesia bersama World Water Council (WWC) menjadi tuan rumah. Ia pun menegaskan komitmen parlemen yang siap mendukung setiap agenda mengenai ketahanan air. Pembukaan World Water Forum (WWF) ke-10 dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai […]

  • Komisi II DPR RI Lobi Pemerintah, Soal 2 Juta Honorer PHK

    Komisi II DPR RI Lobi Pemerintah, Soal 2 Juta Honorer PHK

    • calendar_month Sabtu, 26 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Jakarta, Wakil ketua komisi II DPR RI Fraksi PPP Syamsurizal mengatakan akan mencari jalan keluar, 2 juta tenaga honorer masih ada 2024 bisa jadi pegawai PPPK. “Hingga saat ini DPR telah meminta pemerintah agar para tenaga honorer tetap dipertahankan dan dialihkan untuk menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak ( PPPK),” kata Syamsurizal dalam keterangan tertulis, […]

expand_less