Msinews.com – Empat kabupaten di Provinsi Aceh masih memperpanjang status tanggap darurat bencana banjir dan longsor.
Perpanjangan tersebut dilakukan karena proses pemulihan di wilayah-wilayah tersebut belum sepenuhnya rampung.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa dari total 18 kabupaten/kota terdampak di Aceh.
Masih ada empat daerah yang mempertahankan status tanggap darurat, yakni Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan Pidie Jaya.
“Masih ada 4 kabupaten/kota dari total 18 kabupaten/kota terdampak di provinsi Aceh yang masih memperpanjang status tanggap daruratnya,” ucap Abdul dalam konferensi pers, Jumat (9/1/2026).
Abdul menjelaskan, fokus utama penanganan di keempat kabupaten tersebut saat ini adalah pemulihan akses jalan darat serta percepatan distribusi logistik bagi masyarakat terdampak bencana.
Di sisi lain, sebanyak 14 kabupaten di Aceh telah menetapkan peralihan status dari tanggap darurat ke masa transisi darurat, seiring membaiknya kondisi lapangan dan stabilnya penanganan darurat.
Sejalan dengan kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Aceh juga memperpanjang status tanggap darurat di tingkat provinsi selama 14 hari ke depan.
“Untuk status provinsi sendiri tadi malam gubernur provinsi Aceh memperpanjang status tanggap darurat hingga 14 hari ke depan, jadi terhitung dari tanggal 8 hingga 22 Januari,” ujar dia.
Sementara itu, untuk wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Barat, seluruh daerah terdampak dilaporkan telah memasuki fase transisi darurat. Meski proses pencarian korban telah dihentikan, kesiapsiagaan tetap dilakukan.
“Nah, untuk Sumatera Utara dan Sumatera Barat, proses pencarian ini sudah dihentikan, tapi tim SAR masih terus standby,” kata Abdul.
“Artinya, jika ada informasi dari masyarakat,ada informasi lokasi atau posisi yang mungkin diidentifikasi sebagai korban, maka tim SAR akan melakukan pencarian di titik tersebut,” sambungnya.*

