Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Internasional » Bangsa dan Gereja yang Terluka

Bangsa dan Gereja yang Terluka

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
  • visibility 314
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Siapa yang menembak mati pilot Egon Irawan dan Co-Pilot Baskoro Adi Anggoro pada 11 Februari 2026 di Boven Digul?”

Oleh Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman

Wajah militer Indonesia di Tanah Papua Barat digambarkan dengan jelas dan terang oleh alm. Frans Lieshout, OFM tentang pengalamannya sekitar 62 tahun silam tepatnya pada 1 Mei 1963.

“Saya sempat ikut salah satu penerbangan KLM yang terakhir ke Hollandia, dan pada tanggal 1 Mei 1963 datanglah orang Indonesia. Mereka menimbulkan kesan segerombolan perampok. Tentara yang diutus itu merupakan kelolompok yang cukup mengerikan. Seolah-olah di Jakarta mereka begitu saja dipungut dari pinggir jalan. Mungkin benar-benar demikian.

Saat itu saya melihat amukan mereka. Menjarah barang-barang bukan hanya di toko-toko, tetapi juga di rumah-rumah sakit. Macam-macam barang diambil dan dikirim dengan kapal itu ke Jakarta. Di mana-mana ada kayu api unggun: buku-buku dan dokumen-dokumen arsip Belanda dibakar…” (Sumber: Pastor Frans Lieshout, OFM, Gembala dan Guru Bagi Papua: Markus Haluk, 2020, hal.593).

Alm. Herman Wayoi mengabadikan pengalamannya sebagai berikut:

“Pemerintah Indonesia hanya berupaya nenguasai daerah ini, kemudian merencanakan pemusnahan Etnis Melanesia dan menggantinya dengan Etnis Melayu dari Indonesia….Dua macam operasi yaitu Operasi Militer dan Operasi Transmigrasi menunjukkan indikasi yang tidak diragukan lagi dari maksud dan tujuan untuk menghilangkan Ras Melanesia di Tanah ini. Rakyat Papua yang terbunuh dalam operasi-operasi militer di daerah-daerah terpencil atau pelosok pedalaman dilakukan tanpa prosedur dan pandang bulu apakah orang dewasa atau anak-anak. Memang Ironis, ketidakberpihakan hukum yang adil menyebabkan nilai orang Papua dimata aparat keamanan Perintah Indonesia tidak lebih dari seekor binatang buruan”. (Sumber: Pemusnahan Etnis Melanesia: Memecah Kebisuan Sejarah Kekerasan Di Papua Barat: Yoman, 2007, hal.142-143).

A. C. Manulang : Pengamat Intelijen mantan Direktur Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN) pernah mengatakan:

“Bukan tidak mungkin dan jarang terjadi jika berbagai kerusuhan di berbagai daerah terlepas dari aktor intelektual dari Jakarta. Sangat mungkin kerusuhan ini didesain dari Jakarta dengan berbagai tujuan….”. (Sumber: Indopos, 04 November 2012…lihat Buku Otonomi Khusus Papua Telah Gagal: Yoman, 2012, hal. 215).

Semua konflik di Tanah Papua Barat diciptakan dan dirawat untuk kepentingan perampokan dan pencurian Sumber Daya Alam (SDA) dengan menyingkirkan dan memusnahkan Penduduk Orang Asli Papua Barat. Faktanya, penguasa Indonesia tidak tertarik dengan POAP dan POAP dilihat dan dinilai sebagai penghalang dan beban yang perlu ditiadakan dari Tanah leluhur mereka. Tanah Papua Barat harus dikosongkan dari POAP yang berkulit hitam dan berambut keriting dan rambut bergelombang.

Pada 24 Maret 2025, di depan Parlemen Inggris saya pertanyakan beberapa pertanyaan kunci tentang persoalan konflik di Papua Barat.

1. Siapa yang menembak mati Pilot Glen Malcolm Conning warga Negara Selandia Baru pada 5 Agustus 2024 di distrik Alama, Mimika, Papua Barat?

(2) Siapa yang menewaskan Rick Spier dan Edwin Burgon pada tanggal 31 Agustus 2002 di Timika?

(3) Siapa yang menembak Pieper Dietmar Helmut (55) warga negara Jerman di Pantai Base G pada 29 Mei 2012?

(4) Siapa yang menewaskan Graeme Thomas Wall pada 30 Maret 2020 di Kuala Kencana, Timika?

(5) Siapa yang menembak mati Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha
pada 25 April 2021 di Beoga, Puncak, Papua Barat?

(6) Siapa yang menembak mati Michelle Kurisi Doga pada 29 Agustus 2023 di distrik Kimbim/Assologaima, Wamena, Jayawijaya, Papua Barat?

(7) Siapa yang menembak mati Pilot Egon Erawan dan Co-Pilot Baskoro Adi Anggoro pada 11 Februari 2026 di Bandara Perintis Boven Digul Papua Barat?

Siapa pelaku seluruh kejahatan kemanusiaan dan motivasi apa?

Sejauh belum ada investigasi independen yang kredibel dan melibatkan komunitas internasional untuk investigasi , maka semua tuduhan negara dan aparat keamanan TNI dan Kepolisian Republik Indonesia kepada Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat adalah tidak benar dan tidak dapat dipercaya.

Pertanyaan mendasar yang lain saya sampaikan sebagai berikut:

(1) Mengapa pemerintah Indonesia tidak mengijinkan Komisi Tinggi HAM PBB, Wartawan Asing, dan Diplomat Asing berkunjung ke Papua Barat?

(2) Pemerintah Indonesia menutup akses Komisioner Tinggi HAM PBB wartawan dan diplomat asing masuk ke Papua Barat menimbulkan banyak kecurigaan dan pertanyaan.
Indonesia takut apa, bikin apa dan sembunyikan apa di Papua Barat?

Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno menyimpulkan dengan sempurna:

“…Ada kesan bahwa orang-orang Papua mendapat perlakuan seakan-akan mereka belum diakui sebagai manusia…Situasi di Papua adalah buruk, tidak normal, tidak beradab, dan memalukan, karena itu tertutup bagi media asing. Papua adalah luka membusuk di tubuh bangsa Indonesia.” “…kita akan ditelanjangi di depan dunia beradab sebagai bangsa biadab, bangsa pembunuh orang-orang Papua, meski tidak dipakai senjata tajam.” (Sumber:
Kebangsaan, Demokrasi, Pluralisme: 2015 hal. 255, 257).

Sedangkan Pastor Frans Lieshout, OFM, mengatakan:

“Orang Papua telah menjadi minoritas di negeri sendiri. Amat sangat menyedihkan. Papua tetaplah LUKA BERNANAH di Indonesia.” (Sumber: Pastor Frans Lieshout,OFM: Guru dan Gembala Bagi Papua, 2020:601).

Tim Lembaga Ilmu Pengerahuan Indonesia (LIPI) Muridan S. Widjojo (alm), Andriana Elisabeth, Amirudin Al-Rahab, Cahyo Pamungkas dan Rosita Dewi dalam buku Papua Road Map: Negociating the Past, Improving the Present and Securing the Future (2009)menemukan sumber-sumber konflik Papua dikategorikan dalam empat isu.

Pertama, masalah marjinalisasi dan efek diskriminatif terhadap orang asli Papua akibat pembangunan ekonomi, konflik, dan migrasi massal ke Papua sejak 1970. Untuk menjawab masalah ini, kebijakan afirmatif recognisi perlu dikembangkan untuk pemberdayaan orang asli Papua.

Isu kedua adalah kegagalan pembangunan terutama di bidang pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi rakyat. Untuk itu diperlukan semacam paradigma baru pembangunan yang berfokus pada perbaikan pelayanan publik demi kesejahteraan orang asli Papua di kampung-kampung.

Masalah utama ketiga adalah adanya kontradiksi sejarah dan konstruksi identitas politik antara Papua dan Jakarta. Masalah ini hanya bisa diselesaikan dengan dialog seperti yang pernah dilakukan untuk Aceh.

Isu keempat adalah pertanggungjawaban atas kekerasan negara di masa lalu terhadap warga negara Indonesia di Papua. Untuk itu, jalan rekonsiliasi di antara pengadilan hak asasi manusia (HAM) dan pengungkapan kebenaran adalah pilihan-pilihan untuk penegakkan hukum dan keadilan bagi Papua, terutama korban, keluarganya, dan warga Indonesia di Papua pada umumnya.

Solusinya ialah presiden Prabowo Subianto menunjuk Special Envoy dan menghentikan kekerasan militer di Tanah Papua Barat. (*)

Sumber: Oroginal Voice

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Paradoks Jalan Swadaya dan Ancaman Sistem Transportasi Nasional

    Paradoks Jalan Swadaya dan Ancaman Sistem Transportasi Nasional

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Oleh : Djoko Setijowarn  INFRASTRUKTUR Jalan adalah salah satu wujud pelayanan dasar yang hakiki dari negara untuk rakyat. Ketika hak atas mobilitas yang aman ini berbenturan dengan lambatnya birokrasi dan keterbatasan anggaran daerah, masyarakat kerap dihadapkan pada pilihan sulit, yakni membiarkan ekonomi lumpuh atau mendanai sendiri perbaikan fasilitas publik tersebut_ . Belakangan ini, fenomena masyarakat […]

  • Kaesang Tanggapan Minim Terkait Hasil Survei Litbang Kompas

    Kaesang Tanggapan Minim Terkait Hasil Survei Litbang Kompas

    • calendar_month Rabu, 13 Des 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep memberikan tanggapan minim terkait hasil survei Litbang Kompas yang memprediksi partainya gagal masuk DPR pada Pemilu 2024. Survei tersebut mencatat PSI dan delapan partai lain tidak memenuhi ambang batas parlemen. “Tidak apa-apa, itu jadi acuan kami untuk bekerja lebih giat lagi,” kata Kaesang singkat […]

  • Ancam Kebebasan Pres, Komisi I : Teror Kepala Babi ke Tempo Harus Diusut Tuntas

    Ancam Kebebasan Pres, Komisi I : Teror Kepala Babi ke Tempo Harus Diusut Tuntas

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 183
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM (Jakarta)- Teror kepala babi dan bangkai tikus ke Redaksi Tempo dikecam banyak kalangan. Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Syamsu Rizal menilai aksi tersebut merupakan bentuk teror terhadap kebebasan pres di tanah air. “Teror kepada redaksi Tempo ini mengancam kemerdekaan pers. Padahal perlindungan atas praktik kerja pers harus mendapat […]

  • Pentingnya Rencana Detail Tata Ruang Bagi Pembangunan Daerah

    Pentingnya Rencana Detail Tata Ruang Bagi Pembangunan Daerah

    • calendar_month Rabu, 8 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 165
    • 1Komentar

    Makassar,msinews.com– Tim Komisi II DPR RI melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) Reses ke Sulawesi Selatan dalam rangka mengevaluasi implementasi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di daerah tersebut. Dalam kesempatan itu, Anggota Komisi II DPR RI, Kamran Muchtar Podomi, mengatakan bahwa Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) itu sangatlah penting bagi tatakelola pembangunan sebuah daerah. Dikatakan bahwa, RDTR sebagai […]

  • Tim Indonesia Juara Festival Open Water Swimming Indonesia 2024

    Tim Indonesia Juara Festival Open Water Swimming Indonesia 2024

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Jimbaran,msinews.com-Tim Indonesia meraih medali emas di Festival Open Water Swimming Indonesia di Bali, 30 Juni 2024 dengan catatan waktu tercepat 1 jam 14 menit 18,4 detik. Peringkat dua diraih Tim Thailand dengan waktu 01.14.55,8 detik. Sementara, peringkat ketiga diraih Singapura dengan catatan 01.15.12,8 detik dan keempat Malaysia (01.20.53,8 detik). Pada nomor estafet 4×1500 meter kategori […]

  • KSAD: Jangan Dijadikan Polemik, TNI Patuh pada Keputusan Negara

    KSAD: Jangan Dijadikan Polemik, TNI Patuh pada Keputusan Negara

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 181
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., berdialog dengan awak media selepas mengunjungi Lahan Ketahanan Pangan di Puslatpur Baturaja dan penyerahan sertifikat tanah oleh Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid kepada Kasad atas lahan Puslatpur seluas 42.000 hektar yang dikelola oleh Puslatpur TNI AD. KSAD berkesempatan menyampaikan beberapa hal penting terkait […]

expand_less