Pernyataan Pers Bersama Presiden RI Prabowo Subianto dan PM Singapura Lawrence Wong pada Leaders’ Retreat di Jakarta
- account_circle Media Sejahtera Indonesia
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA,MSINEWS.COM-Presiden RI, Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura menggelar pernyataan pers bersama dalam acara Leaders’ Retreat di Jakarta,Senin 6 Juli 2026. Berikut adalah naskah utuh pernyataan pers bersama yang dilansir dari laman resmi BPMI Setpres.
Presiden RI, Prabowo Subianto;
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita sekalian,
Syalom,
Salve,
Om swastiastu,
Namo Buddhaya,
Rahayu, rahayu.
Yang saya hormati Yang Mulia Perdana Menteri Lawrence Wong, Perdana Menteri Republik Singapura, bersama para delegasi dari Singapura dan dari Indonesia;
Saudara-saudara sekalian.
Pertama, saya ucapkan terima kasih kepada Perdana Menteri Lawrence Wong atas kunjungan beliau bersama para delegasi ke Indonesia untuk melaksanakan Leaders’ Retreat Indonesia-Singapura. Ini adalah retreat kedua bagi saya, dan pertemuan ini, sekali lagi, menunjukkan hubungan khas, hubungan istimewa antara Indonesia dan Singapura.
Sebagai tetangga dekat, Indonesia dan Singapura sudah menjadi mitra, mitra dekat. Kita memiliki kepentingan bersama, karena kita berada di kawasan yang sama, sehingga stabilitas dan kemakmuran menjadi kepentingan kita bersama. Dan, kita paham dan mengerti bahwa kemakmuran tidak akan pernah datang tanpa perdamaian dan stabilitas. Dan, perdamaian dan stabilitas adalah suatu upaya yang terus menerus harus kita lakukan tanpa istirahat. Stabilitas dan perdamaian bukan sesuatu yang akan datang dengan sendirinya. Kita sepakat bahwa kepentingan kita harus sama-sama dijaga dan harus kita lakukan kerja sama terus-menerus untuk menguntungkan kedua belah pihak.
Yang saya hormati Saudara-saudara sekalian,
Kita tadi telah melakukan pertemuan intensif dan sangat produktif dari hati ke hati, terbuka, dan berorientasi ke depan. Kita sepakat bahwa kalau ada salah paham atau salah persepsi, kita akan selesaikan sebagai sahabat dengan terbuka. Sebagaimana tadi disaksikan, pertemuan kali ini menghasilkan 26 capaian nyata, capaian konkret di berbagai bidang, 18 kesepakatan kerja sama antarpemerintah dan 8 kesepakatan antara business to business. Capaian-capaian ini mencerminkan semakin luas dan mendalam kerja sama kita.
Saudara-saudara sekalian,
Kerja sama ekonomi kita tetap menjadi pilar utama dalam hubungan kita. Di semua bidang, kita melihat peningkatan kerja sama. Perdagangan, konektivitas, hampir di semua sektor. Indonesia telah menunjuk BPI Danantara untuk implementasi kerja sama perdagangan listrik lintas batas, juga untuk kegiatan-kegiatan di bidang perdagangan, dan selanjutnya. Di bidang energi, di bidang ekonomi digital, ekosistem digital, keamanan cyber, kita telah melakukan diskusi dan capaian-capaian yang cukup konkret. Kita bersepakat untuk terus kolaborasi juga di bidang pangan, rantai pasok. Di bidang pertahanan keamanan, kita juga akan implementasi perjanjian kerja sama pertahanan kita.
Saudara-saudara,
Kemitraan yang kuat, dibangun atas dasar kepercayaan, tidak hanya antara pemerintah tapi juga di antara rakyat kedua negara. Karena itu, konektivitas, pariwisata, pendidikan, kerja sama antara pemuda menjadi sangat penting.
Saudara-saudara,
Di luar agenda bilateral kita, kita telah bahas juga masalah global, masalah regional, hal-hal yang akan mempunyai dampak kepada kehidupan kita. Kita menegaskan bahwa ASEAN berpandangan setiap sengketa harus kita selesaikan secara damai melalui dialog dan diplomasi, tidak hanya di kawasan kita tapi di semua kawasan.
Pembahasan kita hari ini, tidak hanya menjadi respons terhadap tantangan saat ini tapi juga mempersiapkan kemitraan kita untuk masa depan. Tahun depan kita akan memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Singapura dan kita melihat hubungan ini harus langgeng di masa-masa yang akan datang.
Sebagai penutup, saya ucapkan sekali lagi, terima kasih kepada Perdana Menteri Lawrence Wong dan semua delegasi atas komitmennya untuk terus memelihara persahabatan, kerja sama, dan kolaborasi dengan Indonesia.
Sekali lagi, saya tegaskan di sini bahwa Leaders’ Retreat hari ini menunjukkan kematangan kepercayaan dan nilai strategis hubungan Indonesia dan Singapura. Sebagai contoh, kita tegaskan kembali sikap Indonesia dan Singapura masalah Selat Malaka. Indonesia dan Singapura adalah negara yang langsung berbatasan di Selat Malaka, kita berkepentingan untuk menjaga Selat Malaka sebagai lintasan yang bebas untuk semua pihak. Kita harus pelihara keamanan, perdamaian, di selat itu, juga tentunya keamanan dari polusi, dari kecelakaan, dan juga dari perompakan atau dari piracy. Ini merupakan kepentingan yang vital antara negara-negara di sekitar Selat Malaka. Kita akan terus koordinasi dengan Malaysia dan Thailand untuk menjaga, agar sesuai dengan UNCLOS 1982, Selat Malaka selalu akan terbuka untuk semua, aman, dan dapat diakses oleh siapa pun yang memerlukan akses.
Saya kira itu ketegasan kita, dan saya yakinkan kepada kawan-kawan di Singapura, sikap Indonesia dan sikap saya pribadi dari sejak dulu, saya kira sudah saya buktikan selama berapa puluh tahun secara pribadi, komitmen saya, keyakinan saya, bahwa Singapura dan Indonesia harus menjadi mitra yang baik, harus kerja sama yang baik. Dengan kerja sama yang baik ini, akan menguntungkan tidak hanya rakyat Indonesia dan rakyat Singapura tapi akan menyumbang stabilitas pertumbuhan dan kemakmuran di seluruh Asia Tenggara.
Saya kira itu dari saya. Sekali lagi, Perdana Menteri Lawrence Wong, terima kasih atas kunjungan Saudara dan rombongan Saudara, dan terima kasih atas persahabatan Saudara.
Terima kasih.

Presiden Ri,Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Republik Singapura Lawrence Wong. Foto; Dok.Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
Perdana Menteri Republik Singapura Lawrence Wong:
Your Excellency, President Prabowo Subianto;
Distinguished Ministers in both the Indonesia and Singapore Delegations;
Ladies and Gentlemen.
Thank you once again, Bapak Presiden, for the warm and generous hospitality extended to me and my delegation. The Leaders’ Retreat is a unique feature of the Singapore-Indonesia relationship. It reflects the special relationship between our two countries, one that is characterised by close ties, as well as mutual trust, respect, and understanding, and I am very happy today to have had the opportunity to have very fruitful, open, candid, heart-to-heart talk with President Prabowo on how we can take our partnership even further.
As I shared earlier over lunch, Singapore has every confidence in Indonesia’s future. We want Indonesia to succeed because our futures are closely linked, and our confidence in Indonesia is reflected in our actions. That is why Singapore has been investing consistently in Indonesia over many years, and we will continue to do so. These investments are more than just capital flows. They create businesses, downstream industries, digital infrastructure, opportunities, and good jobs for Indonesians, and our companies continue to see many opportunities here, and that is evident also from our flagship collaborations.
For example, investor interest in the Batam, Bintan, and Karimun (BBK) region remains strong. The BBK is rapidly transforming into a vibrant digital hub and attracting leading companies to invest there. Both sides are also exploring new opportunities in advanced technologies and the economy. The Kendal Industrial Park celebrates its 10th anniversary this year and that’s also another success story. It has reached full capacity and will now expand by another 1,000 hectares. This expansion will catalyse more investments, create more jobs, and support Indonesia’s continued development and growth.
With more trade and investment links, we are also committed to strengthening our supply chain resilience, so that our two countries can better support one another as we navigate any external shocks. And, even as we advance our existing projects, we both agreed, Bapak Presiden and I, that we must continue looking ahead. By working together, we can create many more opportunities for our peoples, strengthen our resilience, and make our two countries as well as our region in ASEAN more competitive. And, you can see that commitment to additional cooperation from the many agreements and MOUs that we signed today.
Let me just highlight briefly the three areas where we are doing more together. First, in the energy sector. Recent developments in the Middle East have reminded us of the importance of energy security and diversification. Indonesia has tremendous potential in renewable energy and Singapore would like to partner Indonesia in unlocking this potential. That’s why we are jointly constructing one of Indonesia’s largest solar projects in Morowali, in Central Sulawesi. This will unlock the clean supply of electricity to power industries there. Today, we have also signed MOUs between Danantara and Keppel Electric, Sembcorp Industries, and the Singapore Energy Interconnections (SGEI), and this will provide a clear roadmap for negotiations and discussions between the parties paving the way for our cross-border electricity project. We believe such a project is a win-win for both countries and it will also be an important building block for a wider ASEAN power grid that will strengthen energy security across our region.
Second, President Prabowo and I agreed to continue deepening people-to-people ties, which are the bedrock of our bilateral relationship. President Prabowo’s Garuda Schools programme has taken off. We want to promote more exchanges with the Garuda Schools, so that our youths can learn from one another. In fact, our universities welcomed students from SMA Taruna Nusantara in Central Java in April this year, and they plan to make a reciprocal visit next month. Such programmes build friendships and understanding between our people, and with more people-to-people exchanges, we also look forward to better connectivity. Our carriers have just launched direct flights between Singapore and Pontianak in West Kalimantan, last week. We hope to see more flight connections to different parts of Indonesia that will enable tourists to experience the beauty of Indonesia, support business travel, and facilitate more interactions between our people.
Finally, President Prabowo and I also agreed to strengthen the institutional links between our two countries. In particular, good relations between the SAF (Singapore Armed Forces) and the TNI foster trust between our two countries. And here, I again want to thank and particularly highlight President Prabowo’s contributions and the important role he played in fostering strong ties between our militaries when he was defence minister. Under our Defence Cooperation Agreement, the SAF and the TNI are exploring the co-development of training facilities in Baturaja, West Kalimantan, and the Siabu Air Weapons Range (AWR Siabu). These initiatives will provide even more mutually beneficial opportunities for us to train together and deepen our long-standing defence relations.
Singapore will also continue to support Indonesia’s development priorities through capacity building programmes, including in areas like healthcare and agricultural technology. The President and I also had very good discussions on regional and global developments. We agreed on the importance of ASEAN and ASEAN centrality. And next year, as Singapore gets ready to be the Chair of ASEAN, we will engage and consult with Indonesia closely to shape the agenda for our chairmanship year.
We also discussed developments in the Middle East and how they have implications for Singapore, especially in the Straits of Malacca. As littoral states bordering the Straits of Malacca and Singapore, both Singapore and Indonesia are strategically aligned. We both share interests in upholding navigational rights and freedoms and keeping sea lines of communications open to all, including the unimpeded right of transit passage of vessels in accordance with UNCLOS, which is also customary international law. So, both President Prabowo and I agreed that we will do our part, together with the other littoral states, to ensure that the Straits of Malacca and the Straits of Singapore remain safe, open, and accessible to all.
As you can see from our discussions, Singapore and Indonesia are trusted partners. Trusted partners with a shared stake in one-another’s success. Our partnership is deep, it is forward-looking, and full of potential, and together we can create more opportunities than either of us could achieve alone.
So, once again, Bapak President, I thank you for your friendship, I thank you for your partnership and your support for stronger Indonesia-Singapore relations. As we look forward to celebrating 60 years of diplomatic ties next year, we also want to prepare ourselves to work closely with you and your team to mark this milestone and to take Singapore-Indonesia ties to even greater heights.
Once again, thank you. Terima kasih, Bapak Presiden.
Sumber ; Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
Penulis Media Sejahtera Indonesia
Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik


Saat ini belum ada komentar