Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Internasional » Hadiri Bilateral Meeting di Beijing, Puan Maharani Tegaskan Soal Peringatan 75 Tahun Hubungan Diplomatik

Hadiri Bilateral Meeting di Beijing, Puan Maharani Tegaskan Soal Peringatan 75 Tahun Hubungan Diplomatik

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Kamis, 30 Mei 2024
  • visibility 195
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Beijing,msinews.com-Ketua Parlemen RI ,Dr (H.C) Puan Maharani mengadakan pertemuan bilateral dengan Chinese People’s Political Consultative Conference/CPPCC yang merupakan Badan Penasihat Politik Tiongkok.

Diketahui, Pertemuan Puan dengan CPPCC digelar di Gedung Great Hall of The People (Balai Agung Rakyat) Tiongkok yang terletak di tepi lapangan Tiananmen, Beijing, Selasa (28/5/2024). Ia diterima langsung oleh Ketua CPPCC, Wang Huning, seorang teoretikus politik Tiongkok dan salah satu pemimpin papan atas Partai Komunis Tiongkok (PKT).

“Saya ingin sampaikan apresiasi atas sambutan hangat bapak Wang Huning, Ketua CPPCC, untuk menerima kunjungan saya dan delegasi DPR RI di Beijing, kota yang modern dan dinamis ini,” kata Puan mengawali pertemuan.

Adapun, Bilateral meeting tersebut berlangsung dengan hangat selama hampir satu jam di Ruang Anhui, Gedung Great Hall of The People. CPPCC yang kerap disebut sebagai Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat (MPPR) Tiongkok sendiri merupakan bagian sentral dari sistem front persatuan Partai Komunis Tiongkok.

Anggota MPPR memberikan nasihat dan mengajukan proposal mengenai isu-isu politik dan sosial kepada badan-badan pemerintah Tiongkok. Namun CPPCC atau MPPR adalah badan yang tidak memiliki kekuasaan legislatif yang nyata karena meskipun konsultasi dilakukan, hal tersebut diawasi dan diarahkan oleh PKT.

Kedatangan Puan didampingi oleh sejumlah anggota DPR, di antaranya Ketua Komisi IV DPR RI Sudin, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris, Wakil Ketua BURT DPR RI Dede Indra Permana, Anggota Komisi III DPR RI Johan Budi, Anggota Komisi IX DPR RI Krisdayanti, dan Anggota Komisi XI DPR RI Masinton Pasaribu.

Sementara itu, Wang Huning menerima rombongan delegasi DPR RI bersama Wakil Ketua MPPR, Shi Taifeng dan Shao Hong, Ketua Komisi Bangsa dan Agama MPPR Zhang Yijiong, Deputi Sekjen MPPR Mrs. Zou Jiayi, serta perwakilan National People’s Congress/NPC (Dewan Legislatif) China yakni Anggota Komisi Pertanian dan Pedesaan NPC Mrs. Zhao Lixin dan Deputi Sekjen NPC Hu Xiaoli.

Kepada MPPR, Puan berharap pertemuan ini dapat membuka peluang untuk memperluas kerja sama antara Indonesia dan RRT.
“Dan tentunya saya berharap pertemuan ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama antarkedua negara yang lebih berkualitas, sehingga dapat memberikan dampak konkret dan bermanfaat bagi Indonesia dan RRT serta bagi para pelaku usaha kecil dan menengah,” ucapnya.

Persahabatan Indonesia dan Tiongkok diketahui telah memasuki babak baru dengan memasuki peringatan 75 tahun hubungan diplomatik pada 2025 mendatang. RRT pun merupakan salah satu mitra terpenting bagi Indonesia karena Tiongkok adalah salah satu mitra perdagangan dan investasi terbesar di Indonesia.

Puan mengatakan, RRT adalah mitra strategis yang mampu mewujudkan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan ASEAN, Indo-Pasifk serta serta di tingkat global. Ia berharap kerja sama bilateral antara Indonesia dan Tiongkok dapat difokuskan untuk mengimplementasikan Plan of Action for Strengthening the Comprehensive Strategic Partnership 2022-2026 yang telah ditetapkan bersama.

“Saya berpandangan bahwa konsultasi kedua negara perlu dilakukan pada berbagai level. Pertemuan saya dengan Ketua CPPCC bernilai penting karena kita masing-masing memiliki pengaruh yang cukup kuat di negara kita,” tutur Politisi Fraksi PDI-Perjuangan dalam keterangan tertulis diterima wartawan parlemen di Jakarta.

“Saya berharap melalui kesempatan ini kita bisa terus mendukung hubungan politik yang baik, terutama dalam hubungan antarparlemen. Saya juga ingin mendorong penguatan kerja sama antarparlemen melalui mekanisme dialog yang rutin dan saling kunjung antar pimpinan dan anggota parlemen,” lanjut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR tersebut.

“Saya juga ingin mendorong penguatan kerja sama antarparlemen melalui mekanisme dialog yang rutin dan saling kunjung antar pimpinan dan anggota parlemen”.

Secara khusus, mantan Menko PMK ini menyoroti sejumlah hal. Puan menilai perkembangan ekonomi dunia yang menunjukkan gejala fragmentasi dapat menjadi peluang untuk meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara.

“Saya mendorong peningkatan perdagangan kedua negara di tengah berbagai ketidakpastian global yang terjadi saat ini,” ungkapnya.
Sejak tahun 2021, perdagangan Indonesia dan Tiongkok mencatat kenaikan signifikan pertama kali melebihi US$ 100 miliar. Pada tahun 2023 perdagangan kedua negara tercatat sebesar US$ 127 miliar. Meski demikian, potensi perdagangan masih dapat terus dikembangkan.

“Di bidang investasi, saya mendorong lebih banyak investasi Tiongkok di Indonesia. Indonesia tentu siap untuk menjadi bagian rantai pasok global (global supply chain) dalam hubungan ekonomi yang saling menguntungkan,” sebut Puan.

Dalam kaitan ini, Puan mengharapkan investasi Tiongkok di Indonesia memperhatikan aspek berkelanjutan (sustainability) dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Termasuk dalam peningkatan standar Environmental, Social, and Governance (ESG).

Lebih lanjut, Puan menggarisbawahi tentang Regional Comprehensive Economic Corridor sebagai bagian penting Kemitraan Strategis Komprehensif kedua negara.

“Dukungan RRT sangat krusial bagi percepatan implementasi, proyek strategis di Kawasan Industri Kalimantan Utara, khususnya investasi di bidang Petrokimia. Saya juga mendukung peningkatan kerja sama pembangunan untuk infrastruktur, hilirisasi industri, manufaktur, transisi energi, ketahanan pangan dan investasi,” urainya.

Puan pun menyatakan menyambut baik berbagai isu kunci yang mendukung peningkatan hubungan dagang antara Indonesia dan Tiongkok, di antaranya peningkatan kerja sama di bidang ekonomi digital seperti melalui kerja sama di bidang e-commerce, pembayaran dengan QRIS, dan mendorong transformasi digital di Indonesia.

“Kemudian dukungan RRT terhadap pembangunan hijau di Indonesia melalui kerja sama di bidang transisi energi dan energi terbarukan,” terang Puan.

Terkait sosial dan budaya, Puan berharap kerja sama pendidikan dan pembangunan kapasitas antara Indonesia dan Tiongkok dapat diperkuat melalui pemberian beasiswa bagi mahasiswa Indonesia baik di bidang riset maupun vokasi.

Lalu juga dalam hal penyediaan pelatihan Bahasa Mandarin, dan pelatihan training of trainer di bidang industri yang sudah berjalan dua angkatan serta mendorong untuk terus dilanjutkan.

Di sisi lain, Puan mengatakan DPR mendukung penuh akan implementasi PoA kesehatan, pusat penelitian, pengembangan vaksin genomik, dan kerja sama alat kesehatan dalam upaya akselerasi kerja sama kesehatan.

“Termasuk penguatan kerja sama penelitian dan pengembangan tanaman herbal, serta transformasi sistem dan tata kelola pelayanan kesehatan,” ujar cucu Bung Karno itu.

Terkait upaya peningkatan kerja sama di bidang pariwisata, Puan berharap agar dibukanya lebih banyak penerbangan langsung dan fasilitas kunjungan timbal balik wisata, bisnis dan investasi, serta kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok.

“Saya juga mendorong people-to-people contact yang lebih intensif. Hubungan antar masyarakat adalah fondasi bagi kokohnya hubungan antar negara,” jelas Puan.

Dalam pertemuan ini, Puan juga menyinggung soal situasi keamanan global, khususnya di Timur Tengah. Ia mengajak CPPCC untuk terus memperkuat kerja sama bagi penyelesaian masalah di Palestina.

“Saya mengharapkan dukungan Yang Mulia untuk adanya gencatan senjata secara permanen dan segera, dan dibukanya akses terhadap bantuan kemanusiaan ke Gaza. Dengan tujuan akhir adalah implementasi adanya 2 (two) states solution,” tutur Puan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua CPPCC Wang Huning menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan Puan dan delegasi DPR ke Beijing. Ia menyatakan China juga mendukung segera terealisasinya perdamaian di Palestina.

“Kami berharap kunjungan ini semakin meningkatkan hubungan Indonesia dan RRT yang mempunyai sejarah panjang. Semoga kunjungan ini bermanfaat bagi negara serta rakyat Indonesia dan Tiongkok,” tutup Wang Huning. ** Editor : DM.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Milleneal Cyber Park, Program Unggulan E-RA Menjawab Problematika Gen-Z

    Milleneal Cyber Park, Program Unggulan E-RA Menjawab Problematika Gen-Z

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Palembang, msiews.com – Kreativitas Konseptual dan kreativitas Fungsional/Sosial dari Milleneal Cyber Park (MCP) kali pertama dicetuskan sebagai ide brilian Ir. H. Eddy Santana Putra, M.T (ESP). Cakrawala pemikiran atau mindset membangun bernuansa metaverse memang umumnya tidak lahir dari kalangan politisi praktis kebanyakan. Postulat dan pameo publik itu terbantah oleh kreativitas ESP tentang MCP. Tepat sebagaimana […]

  • Anggota Komisi V DPR,Irenne Yusiana Bicara Soal Kebijakan Tapera

    Anggota Komisi V DPR,Irenne Yusiana Bicara Soal Kebijakan Tapera

    • calendar_month Sabtu, 8 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Anggota Komisi V DPR RI Irene Yusiana Roba Putri mempertanyakan kebijakan Komite BP Tapera yang dipimpin Menteri PUPR Basuki Hadimuljono tersebut. Irene melontarkan dua pertanyaan. “Pertama , adalah hitungan gap atau kebutuhan yang bisa dipenuhi oleh Tapera itu seperti apa? Saya mohon ada perhitungan detail dari Dirjen Perumahan misalnya untuk ASN bagaimana? untuk pekerja swasta juga […]

  • 64 Tewas Dalam Operasi Besar Polisi di Brasil

    64 Tewas Dalam Operasi Besar Polisi di Brasil

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 206
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM-Polisi Brasil melakukan penggerebekan besar-besaran di kawasan favela dekat bandara internasional Rio de Janeiro, Brasil, Selasa (28/10/2025). Dilansir dari The Guardian, operasi secara besar-besaran oleh Polisi setempat menewaskan sedikitnya 64 orang tewas dalam kekerasan yang paling mematikan di Rio Brasil. Diberitakan bahwa, lebih dari 2.500 petugas polisi dan pasukan khusus dikerahkan dalam operasi tersebut. Giat […]

  • Puan Maharani : DPR Beri Masukan dan Kajian Putusan MK soal Pemisahan Pemilu

    Puan Maharani : DPR Beri Masukan dan Kajian Putusan MK soal Pemisahan Pemilu

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Dewan Perwakilan Rakyat RI melalului Komisi III akan menelaah hasil putusan Mahkamah Konstitusi soal pemisahan Pemilu. Terkait itu, Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengatakan bahwa hasil tersebut disusun dalam bentuk kajian dan masukan. Adapun, hasil kajian tersebut disampaikan melalui surat resmi Komisi III kepada pimpinan DPR dan telah dibacakan dalam Rapat Paripurna ke-25 Masa Persidangan […]

  • Pengamat Ungkap

    Pengamat Ungkap Prabowo Tak Sembarang Buka Data Konfidensial Kemhan

    • calendar_month Senin, 8 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Pengamat hubungan internasional, Teuku Rezasyah, menegaskan bahwa calon presiden (capres) sekaligus Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, tidak bisa sembarangan membuka data Kementerian Pertahanan (Kemhan) kepada publik. Rezasyah menyatakan bahwa terdapat data yang bersifat konfidensial, yang tidak boleh diungkapkan tanpa pertimbangan yang matang. Pernyataan Pengamat, Rezasyah ini merespons Debat Ketiga Capres Pemilu 2024 di […]

  • Komisi XI Sentil Pemerintah soal Pemberian PMN terhadap BUMN dan Bank Tanah Bermasalah

    Komisi XI Sentil Pemerintah soal Pemberian PMN terhadap BUMN dan Bank Tanah Bermasalah

    • calendar_month Selasa, 2 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Anggota Komisi XI DPR RI Vera Febyanthy mengkritisi standar yang digunakan oleh Kemenkeu dalam menentukan pemberian PMN. Dia menekankan pentingnya transparansi dalam penggunaan dana publik untuk BUMN, agar tidak terjadi pemborosan atau penyalahgunaan. “Saya belum mendapatkan indikasi atau standar apa yang dipakai Kemenkeu dalam memberikan PMN. Ini penting agar kita dapat pemahaman utuh terkait uang […]

expand_less