Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Info Daerah » Pemimpin Muda Akan Muncul di Maluku Barat Daya, Ini Ulasannya.

Pemimpin Muda Akan Muncul di Maluku Barat Daya, Ini Ulasannya.

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Sabtu, 7 Okt 2023
  • visibility 127
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, MSINews.com – Sosok tokoh inspiratif, Haris Samsudin menggugah harapan untuk pemimpin yang akan muncul sosok pemuda masa depan bersama masyarakat Maluku Barat Daya.

Pernyataannya hangat Harus menyoroti peran penting kaum muda yang memiliki visi dan produktivitas tinggi dalam memimpin wilayah Maluku Barat Daya menuju masa depan yang lebih cerah.

Baca Juga : Kasus Wafat Acuan Kontroversi, MSPI Menduga Tersangka Diloloskan 

Haris menekankan bahwa kaum muda memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif dalam pemerintahan daerah.

.”Kaum muda adalah kunci keberhasilan masa depan kita. Mereka membawa energi, inovasi, dan semangat yang diperlukan untuk menghadirkan perubahan positif.” kata Haris pada awak media, Sambil 7/10/1023.

Lebi dari pada itu ia juga menyoroti pentingnya memberikan dukungan dan peluang kepada kaum muda untuk mengembangkan diri dan berkontribusi secara aktif dalam pembangunan daerah.

“Keyakinan bahwa akan hadir figur asli putra daerah dikenal dengan dedikasinya dalam mendidik serta mengengebangkan potensi pemberdayaan masyarakat Maluku Barat Daya nantinya,” ujarnya.

Haris mengingatkan keberhasilan Maluku Barat Daya akan sangat bergantung pada pemimpin muda yang lebih berpotenssial dari pada pimpinan lebih tua.

Diaa menyebut harus bekerja bersama-saman menggabungkan kebijaksanaan semangat muda untuk mencapai tujuan bersama.

“Percaya bahwa dengan memanfaatkan potensi generasi muda yang visioner dan produktif, daerah ini akan mampu mengatasi berbagai tantangan dan mencapai kemajuan yang berkelanjutan,” ucapnya.

Haris Samsudin berpesan agar seluruh masyarakat Maluku Barat Daya bersatu dan bekerja keras dalam menciptakan masa depan yang lebih baik.

“Semangat kerjasama dan komitmen untuk mengembangkan potensi kaum muda, Maluku Barat Daya memiliki peluang yang cerah untuk menjadi daerah yang lebih makmur dan sejahtera di masa depan,” ucapannya.

Baca Juga : Aksi Masa Geruduk PT. Bank UOB, Duit Nenek 21 M Digelapkan

Peran Aktif Masyarakat Dibutuhkan

Haris mengajak semua pihak untuk berperan aktif mendukung munculnya generasi muda untuk bersama-sama membangun Maluku Barat Daya,yang lebih baik bagi semua warga.

Menyongsong era baru kepemimpinan lokal estafet kepemimpinan daerah perlahan mulai berubah. Fenomena ini ditandai dengan memudarnya citra maupun pengaruh kepemimpinan kaum tua.

Sementara, di waktu yang sama muncul pemimpin-pemimpin muda visioner yang menjadi jawaban atas penantian panjang era baru tersebut.

Memang, kalau dicermati, tokoh-tokoh pemimpin muda yang baru saja disebutkan di atas jarang muncul dari kawasan timur Indonesia seperti Maluku-Maluku Utara dan Papua.

Ini cukup dimengerti, mengingat tradisi kepemimpinan di wilayah timur sangat memegang erat tradisi sesepuh. Hal ini membuat rotasi estafet kepemimpinan masih belum sedinamis di wilayah tengah maupun barat Indonesia.

Namun, pergeseran citra kepemimpinan ini bukanlah sebuah proses yang ekslusif, apalagi isolatif, seakan hanya terjadi di belahan Indonesia barat dan tengah saja. Melainkan, ini sebuah fenomena holistik-integral, di mana cepat atau lambat akan segera merambat ke tempat lain, termasuk dalam hal ini di wilayah Maluku-Maluku Utara dan Papua.

Tentu, pembacaan pola situasional kepemimpinan ini dilandasi oleh sejumlah fakta dan data, alias tidak datang begitu saja bak menanti gerhana setelah menghilang sekian purnama. Dengan kata lain, sejumlah penyebab menjadi alasan kuat terjadinya pola pergerseran kepemimpinan tersebut. Pertama, banyaknya kasus, terutama korupsi yang menjerat para pemimpin tua.

Banyak Kaum Tua Terjerat Korupsi

Sejak reformasi digulirkan, tampuk kekuasaan tidak lagi tersentral pada keluarga besar Cendana. Ia mulai menyebar dan memberi kesempatan bagi semua kalangan untuk mengisi kursi-kursi lowong pasca otoritarianisme Suharto.

Namun, yang disayangkan, kesempatan terbaikku itu gagal dimanfaatkan generasi muda yang tidak terikat dengan sejarah masa kelam. Akhirnya ruang kosong itu justru kembal diisi oleh kaum-kaum tua yang notabene memiliki pertalian historis dengan kepemimpinan sebelumnya. Momentum emas bagi kepemimpinan muda sekejap menjadi hilang.

Hari berganti, musim berlalu, semua berjalan sesuai takdir sosial. Bahwa patahan sejarah yang tidak sempat terselamatkan itu kini mulai rapuh. Korupsi menjadi titik awal runtuhnya legitimasi kepemimpinan kaum tua yang ceroboh. Kita masih ingat bagaimana daya destruksi yang ditimbulkan imbas dari mega korupsi Hambalang yang menyeret sejumlah petinggi partai dan pejabat negara.

Tidak berhenti di situ, kasus BLBI hingga E-KTP juga mewarnai senarai megakorupsi pasca reformasi yang mengoyak-koyak citra kepemimpinan kaum tua itu sendiri. Belakangan, kasus korupsi ASABRI hingga Jiwasraya juga turut memperburuk citra kepemimpinan di era Reformasi. Bahkan, yang buat miris, lebih dari ratusan kepala daerah terbukti melakukan praktik korupsi pasca reformasi (detiknews.com, Kamis, 5/11/2020). Menariknya, mayoritas pelakunya adalah para pemimpin-pemimpin tua itu sendiri.

Peristiwa korupsi yang menyeret sejumlah pejabat dan kepala daerah ini tentu menarik untuk ditilik, menimbang fenomena ini merupakan penanda penting munculnya era baru kepemimpinan. Apa yang dialami generasi tua di ujung masa jaya kepemimpinan mereka ini persis seperti yang disinggung sejarawan Lord Acton bahwa kekuasaan punya potensi untuk korup, karenanya.

Kekuasaan yang terlalu lama (absolut) akan cenderung korupsi secara absolut pula. Dalil tersebut sepintas dianggap biasa saja, namun inilah fakta yang melanda generasi tua kita. Bahwa kekuasaan yang terlalu lama membuat mereka terlena bahkan serakah. Akhirnya, kekuasaan pula yang menjerumuskan mereka ke dasar kenistaan.

Bahaya Pembisik Kuasa

Runtuhnya trah kepemimpinan gen tua ini bukanlah sesuatu yang kebetulan. Ia dimulai dari orang-orang di lingkar kekuasaan. Penulis menyebut mereka sebagai pembisik berbisa yang amat berbahaya. Orang-orang di lingkar kekuasaan ini bisa berbagai rupa dengan latar yang berbeda.

Apakah mereka businessman, saudara, kerabat, aktor intelektual ataupun para pesuruh kekuasaan. Mereka inilah yang pada faktanya mendikte kebijakan dan seluruh agenda kekuasaan baik di pusat maupun daerah. Sekilas, orang-orang ini tidak akan pernah terlihat dengan pandangan mata, karena cara kerja mereka yang sangat misterius dan luput dari sorotan layar kaca.

Kendati demikian, memandang sebelah orang-orang ini tentu sesuatu yang keliru bahkan membahayakan bagi pemerintahan yang ada. Tulisan ini sengaja dibuat untuk mengajak seluruh pembaca, kembali merenung dan memikirkan ulang terkait dinamika politik dan pemerintahan yang terjadi, khususnya di aras lokal.

Sebab, jika membiarkan situasi ini terus berlarut, bukan tidak mungkin, mengharapkan lahirnya kebijakan berkualitas ataupun pelayanan bermutu dari setiap pemimpin yang lahir dari rahim demokrasi gagal terwujud.nl Salah satu jawaban untuk menyingkirkan benalu tersebut yakni dengan menyambut era baru kepemimpinan kaum muda itu sendiri.

Apa yang membuat manusia-manusia pembisik kekuasaan itu selalu eksis di lingkaran pemimpin-pemimpin tua, dikarenakan generasi tua adalah mereka yang sudah tergerus usia sehingga tenaga dan pikiran tidak cukup untuk mengemban tugas yang berat. Itulah alasan mereka perlu orang-orang lihai dan picik untuk menyetel nahkoda kebijakan.

Sayangnya, kepentingan dan orientasi mereka yang hanya ingin menguras rupiah membuat kepala daerah terkait sulit untuk menjinakkan mereka. Apalagi membuat mereka menjadi manusia-manusia yang baik. Naasnya, orang-orang di lingkar kekuasaan ini akan selalu berjuang untuk terus menempel pada generasi tua berikutnya yang berkesempatan untuk kembali berkuasa.

Harapan besar tentu ada pada semangat baru yang kini mulai menggelinding dari barat ke tengah, dan sebentar lagi akan mewujud di wilayah timur Indonesia. Itulah era baru kepemimpinan. Hadirnya kaum muda yang visioner dan produktif diharapkan menjadi solusi dari berakhirnya rezim tua yang busuk bersama orang-orang berbahaya di sekelilingnya. **

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menpar Widiyanti Beberkan 7 Capaian Sektor Pariwisata Indonesia di Tahun 2024

    Menpar Widiyanti Beberkan 7 Capaian Sektor Pariwisata Indonesia di Tahun 2024

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata atau Kemenpar menyampaikan hasil capaian sektor Pariwisata Indonesia di tahun 2024. Widiyanti Putri Wardhana menilai bahwa, pencapaian sektor pariwisata di tahun 2024 memberikan kontribusi nyata terhadap misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, pemerataan pembangunan, serta pelestarian alam dan budaya. Penegasan tersebut disamapaikan […]

  • Efek Jera, DPR Dukung Pemindahan Napi Korupsi Pakai Hp ke Nusakambangan

    Efek Jera, DPR Dukung Pemindahan Napi Korupsi Pakai Hp ke Nusakambangan

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 172
    • 0Komentar

      Msinews.com – Anggota DPR RI Kombes Pol (Purn) DR. Maruli Siahaan SH, MH turut menyikapi pemindahan narapida kasus korupsi yang kedapatan memliliki dan menggunakan alat komunikasi di dalam Rutan Kelas 1 Medan. Melalui keterangan tertulisnya kepada awak media, Maruli Siahaan mengatakan bahwa menggunakan alaf komunikasi di dalam lembaga pemasyarakatan maupun rumah tahanan adalah hal […]

  • Golkar Dinilai Lebih Cocok ke Prabowo, Berikut Penjelasan Menurut Pengamat

    Golkar Dinilai Lebih Cocok ke Prabowo, Berikut Penjelasan Menurut Pengamat

    • calendar_month Minggu, 13 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Jakarta, InfomsiNews–Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dinilai lebih cocok menjadi pendamping Calon Presiden (Capres) 2024 dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Hal tersebut disampaikan Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komaruddin, Selasa (13/6/2023). Ujang Komaruddin menilai Partai Golkar lebih cocok berkoalisi dengan poros Prabowo Subianto ketimbang poros Capres dari PDIP, Ganjar Pranowo. “Kemungkinan lebih sreg ke Prabowo, […]

  • Mari, Berwisata ke “Negeri Sayur Sukomakmur Magelang”, Prabowo Posting Gambar Ini

    Mari, Berwisata ke “Negeri Sayur Sukomakmur Magelang”, Prabowo Posting Gambar Ini

    • calendar_month Minggu, 22 Des 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Magelang,msinews.com– Ada tawaran wiata alternatif bagi mereka yang ingin memanfaatkan Liburan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Tawaran itu datang dari masyarakat petani di Sukomakmur,Kabupaten Magelang,Jawa Tengah. Apa itu? Bagi mereka yang sudah merencanakan untuk pigi-pigi ke luar negeri atau ke Bali dan lainnya, tak jadi soal karena sudah persiapkannya jauh-jauh hari. Namun,bagi mereka yang […]

  • Irma Suryani: Anggaran Kecil, Tanggung Jawab Besar, KemenP2MI Terbukti Solutif Tangani Masalah

    Irma Suryani: Anggaran Kecil, Tanggung Jawab Besar, KemenP2MI Terbukti Solutif Tangani Masalah

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 58
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM-Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago mengapresiasi kinerja kerja Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) di bawah kepemimpinan Menteri Mukhtarudin. Dia secara terbuka mengapresiasi dedikasi dan respons cepat jajaran KemenP2MI dalam menangani berbagai persoalan krusial yang dihadapi para Pekerja Migran Indonesia di luar negeri. Politisi senior Partai NasDem yang dikenal vokal dalam menyuarakan hak-hak […]

  • Catat, Besok 10 Desember Komnas Perempuan Gelar Acara Ini

    Catat, Besok 10 Desember Komnas Perempuan Gelar Acara Ini

    • calendar_month Senin, 9 Des 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mendefinisikan femisida sebagai “pembunuhan terhadap perempuan yang dilakukan secara langsung ataupun tidak langsung karena jenis kelamin atau gendernya, yang didorong superioritas, dominasi, hegemoni, agresi maupun misogini terhadap perempuan serta rasa memiliki perempuan, ketimpangan relasi kuasa dan kepuasan sadistik”. Hingga saat ini data terkait kasus pembunuhan belum terpilah […]

expand_less