Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Info Daerah » Pemimpin Muda Akan Muncul di Maluku Barat Daya, Ini Ulasannya.

Pemimpin Muda Akan Muncul di Maluku Barat Daya, Ini Ulasannya.

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Sabtu, 7 Okt 2023
  • visibility 129
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, MSINews.com – Sosok tokoh inspiratif, Haris Samsudin menggugah harapan untuk pemimpin yang akan muncul sosok pemuda masa depan bersama masyarakat Maluku Barat Daya.

Pernyataannya hangat Harus menyoroti peran penting kaum muda yang memiliki visi dan produktivitas tinggi dalam memimpin wilayah Maluku Barat Daya menuju masa depan yang lebih cerah.

Baca Juga : Kasus Wafat Acuan Kontroversi, MSPI Menduga Tersangka Diloloskan 

Haris menekankan bahwa kaum muda memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif dalam pemerintahan daerah.

.”Kaum muda adalah kunci keberhasilan masa depan kita. Mereka membawa energi, inovasi, dan semangat yang diperlukan untuk menghadirkan perubahan positif.” kata Haris pada awak media, Sambil 7/10/1023.

Lebi dari pada itu ia juga menyoroti pentingnya memberikan dukungan dan peluang kepada kaum muda untuk mengembangkan diri dan berkontribusi secara aktif dalam pembangunan daerah.

“Keyakinan bahwa akan hadir figur asli putra daerah dikenal dengan dedikasinya dalam mendidik serta mengengebangkan potensi pemberdayaan masyarakat Maluku Barat Daya nantinya,” ujarnya.

Haris mengingatkan keberhasilan Maluku Barat Daya akan sangat bergantung pada pemimpin muda yang lebih berpotenssial dari pada pimpinan lebih tua.

Diaa menyebut harus bekerja bersama-saman menggabungkan kebijaksanaan semangat muda untuk mencapai tujuan bersama.

“Percaya bahwa dengan memanfaatkan potensi generasi muda yang visioner dan produktif, daerah ini akan mampu mengatasi berbagai tantangan dan mencapai kemajuan yang berkelanjutan,” ucapnya.

Haris Samsudin berpesan agar seluruh masyarakat Maluku Barat Daya bersatu dan bekerja keras dalam menciptakan masa depan yang lebih baik.

“Semangat kerjasama dan komitmen untuk mengembangkan potensi kaum muda, Maluku Barat Daya memiliki peluang yang cerah untuk menjadi daerah yang lebih makmur dan sejahtera di masa depan,” ucapannya.

Baca Juga : Aksi Masa Geruduk PT. Bank UOB, Duit Nenek 21 M Digelapkan

Peran Aktif Masyarakat Dibutuhkan

Haris mengajak semua pihak untuk berperan aktif mendukung munculnya generasi muda untuk bersama-sama membangun Maluku Barat Daya,yang lebih baik bagi semua warga.

Menyongsong era baru kepemimpinan lokal estafet kepemimpinan daerah perlahan mulai berubah. Fenomena ini ditandai dengan memudarnya citra maupun pengaruh kepemimpinan kaum tua.

Sementara, di waktu yang sama muncul pemimpin-pemimpin muda visioner yang menjadi jawaban atas penantian panjang era baru tersebut.

Memang, kalau dicermati, tokoh-tokoh pemimpin muda yang baru saja disebutkan di atas jarang muncul dari kawasan timur Indonesia seperti Maluku-Maluku Utara dan Papua.

Ini cukup dimengerti, mengingat tradisi kepemimpinan di wilayah timur sangat memegang erat tradisi sesepuh. Hal ini membuat rotasi estafet kepemimpinan masih belum sedinamis di wilayah tengah maupun barat Indonesia.

Namun, pergeseran citra kepemimpinan ini bukanlah sebuah proses yang ekslusif, apalagi isolatif, seakan hanya terjadi di belahan Indonesia barat dan tengah saja. Melainkan, ini sebuah fenomena holistik-integral, di mana cepat atau lambat akan segera merambat ke tempat lain, termasuk dalam hal ini di wilayah Maluku-Maluku Utara dan Papua.

Tentu, pembacaan pola situasional kepemimpinan ini dilandasi oleh sejumlah fakta dan data, alias tidak datang begitu saja bak menanti gerhana setelah menghilang sekian purnama. Dengan kata lain, sejumlah penyebab menjadi alasan kuat terjadinya pola pergerseran kepemimpinan tersebut. Pertama, banyaknya kasus, terutama korupsi yang menjerat para pemimpin tua.

Banyak Kaum Tua Terjerat Korupsi

Sejak reformasi digulirkan, tampuk kekuasaan tidak lagi tersentral pada keluarga besar Cendana. Ia mulai menyebar dan memberi kesempatan bagi semua kalangan untuk mengisi kursi-kursi lowong pasca otoritarianisme Suharto.

Namun, yang disayangkan, kesempatan terbaikku itu gagal dimanfaatkan generasi muda yang tidak terikat dengan sejarah masa kelam. Akhirnya ruang kosong itu justru kembal diisi oleh kaum-kaum tua yang notabene memiliki pertalian historis dengan kepemimpinan sebelumnya. Momentum emas bagi kepemimpinan muda sekejap menjadi hilang.

Hari berganti, musim berlalu, semua berjalan sesuai takdir sosial. Bahwa patahan sejarah yang tidak sempat terselamatkan itu kini mulai rapuh. Korupsi menjadi titik awal runtuhnya legitimasi kepemimpinan kaum tua yang ceroboh. Kita masih ingat bagaimana daya destruksi yang ditimbulkan imbas dari mega korupsi Hambalang yang menyeret sejumlah petinggi partai dan pejabat negara.

Tidak berhenti di situ, kasus BLBI hingga E-KTP juga mewarnai senarai megakorupsi pasca reformasi yang mengoyak-koyak citra kepemimpinan kaum tua itu sendiri. Belakangan, kasus korupsi ASABRI hingga Jiwasraya juga turut memperburuk citra kepemimpinan di era Reformasi. Bahkan, yang buat miris, lebih dari ratusan kepala daerah terbukti melakukan praktik korupsi pasca reformasi (detiknews.com, Kamis, 5/11/2020). Menariknya, mayoritas pelakunya adalah para pemimpin-pemimpin tua itu sendiri.

Peristiwa korupsi yang menyeret sejumlah pejabat dan kepala daerah ini tentu menarik untuk ditilik, menimbang fenomena ini merupakan penanda penting munculnya era baru kepemimpinan. Apa yang dialami generasi tua di ujung masa jaya kepemimpinan mereka ini persis seperti yang disinggung sejarawan Lord Acton bahwa kekuasaan punya potensi untuk korup, karenanya.

Kekuasaan yang terlalu lama (absolut) akan cenderung korupsi secara absolut pula. Dalil tersebut sepintas dianggap biasa saja, namun inilah fakta yang melanda generasi tua kita. Bahwa kekuasaan yang terlalu lama membuat mereka terlena bahkan serakah. Akhirnya, kekuasaan pula yang menjerumuskan mereka ke dasar kenistaan.

Bahaya Pembisik Kuasa

Runtuhnya trah kepemimpinan gen tua ini bukanlah sesuatu yang kebetulan. Ia dimulai dari orang-orang di lingkar kekuasaan. Penulis menyebut mereka sebagai pembisik berbisa yang amat berbahaya. Orang-orang di lingkar kekuasaan ini bisa berbagai rupa dengan latar yang berbeda.

Apakah mereka businessman, saudara, kerabat, aktor intelektual ataupun para pesuruh kekuasaan. Mereka inilah yang pada faktanya mendikte kebijakan dan seluruh agenda kekuasaan baik di pusat maupun daerah. Sekilas, orang-orang ini tidak akan pernah terlihat dengan pandangan mata, karena cara kerja mereka yang sangat misterius dan luput dari sorotan layar kaca.

Kendati demikian, memandang sebelah orang-orang ini tentu sesuatu yang keliru bahkan membahayakan bagi pemerintahan yang ada. Tulisan ini sengaja dibuat untuk mengajak seluruh pembaca, kembali merenung dan memikirkan ulang terkait dinamika politik dan pemerintahan yang terjadi, khususnya di aras lokal.

Sebab, jika membiarkan situasi ini terus berlarut, bukan tidak mungkin, mengharapkan lahirnya kebijakan berkualitas ataupun pelayanan bermutu dari setiap pemimpin yang lahir dari rahim demokrasi gagal terwujud.nl Salah satu jawaban untuk menyingkirkan benalu tersebut yakni dengan menyambut era baru kepemimpinan kaum muda itu sendiri.

Apa yang membuat manusia-manusia pembisik kekuasaan itu selalu eksis di lingkaran pemimpin-pemimpin tua, dikarenakan generasi tua adalah mereka yang sudah tergerus usia sehingga tenaga dan pikiran tidak cukup untuk mengemban tugas yang berat. Itulah alasan mereka perlu orang-orang lihai dan picik untuk menyetel nahkoda kebijakan.

Sayangnya, kepentingan dan orientasi mereka yang hanya ingin menguras rupiah membuat kepala daerah terkait sulit untuk menjinakkan mereka. Apalagi membuat mereka menjadi manusia-manusia yang baik. Naasnya, orang-orang di lingkar kekuasaan ini akan selalu berjuang untuk terus menempel pada generasi tua berikutnya yang berkesempatan untuk kembali berkuasa.

Harapan besar tentu ada pada semangat baru yang kini mulai menggelinding dari barat ke tengah, dan sebentar lagi akan mewujud di wilayah timur Indonesia. Itulah era baru kepemimpinan. Hadirnya kaum muda yang visioner dan produktif diharapkan menjadi solusi dari berakhirnya rezim tua yang busuk bersama orang-orang berbahaya di sekelilingnya. **

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengacara Desak Mabes Polri Segera Usut Kasus Roy Marten dan Dwi Yanuas Terkait ilegal Mining

    Pengacara Desak Mabes Polri Segera Usut Kasus Roy Marten dan Dwi Yanuas Terkait ilegal Mining

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Pengacara Frandy Septior Nababan dan Wisnu Eka Saputra bersama rekan mendesak Mabes Polri untuk segera mengusut tuntas kasus Roy Marten, Dwi Yanuas dan Herman Trisna terkait dugaan illegal mining. Frandy menyebut bahwa pihak Mabes saat ini belum periksa dua artis senior yakni Roy Marten dan dwi Yanuas, Didi dalam dugaan keterlibatan kasus ilegal […]

  • Oknum Dokter IGD Diduga Terlibat Narkoba, Komisi IX DPR : Harus Diberhentikan 

    Oknum Dokter IGD Diduga Terlibat Narkoba, Komisi IX DPR : Harus Diberhentikan 

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 47
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM – Anggota Komisi IX DPR, Irma Suryani Chaniago, menegaskan bahwa dugaan penyalahgunaan narkotika yang melibatkan seorang oknum dokter Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSUD dr. Mohammad Zyn, Sampang, Jawa Timur, merupakan pelanggaran berat yang harus ditindak tegas. Menurut Irma, apabila dugaan tersebut terbukti, oknum dokter yang bersangkutan tidak layak lagi menjalankan profesinya sebagai tenaga […]

  • Komite IV DPD RI Raker bersama Gubernur Bank Indonesia dan Ketua Dewan Komisioner OJK

    Komite IV DPD RI Raker bersama Gubernur Bank Indonesia dan Ketua Dewan Komisioner OJK

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 111
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM-Komite IV Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia menggelar Rapat Kerja bersama dengan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar di Kompleks Parlemen, Senin (17/11/2025). Adapun, Rapat ini digelar sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, khususnya terkait kebijakan moneter, intermediasi perbankan, serta pengawasan […]

  • Nah Lo… Utang Pemerintah Rp.344M, Aprindo Ancam Stop Minyak Goreng

    Nah Lo… Utang Pemerintah Rp.344M, Aprindo Ancam Stop Minyak Goreng

    • calendar_month Senin, 21 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 208
    • 0Komentar

     VJakarta, InfomsiNews–Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey mengatakan pihaknya akan mengambil sejumlah langkah dalam penyelesaian utang rafaksi minyak goreng yang tak kunjung dibayarkan pemerintah. Dilangsir Tempo Pemerintah yang dalam hal ini Kementerian Perdagangan masih memiliki utang sebesar Rp.344 miliar kepada Aprindo. Roy mengaku kecewa berat atas sikap Kementrian Perdagangan (Kemendag) yang dinilai […]

  • Kontroversi Tutup Jalan Memanas, Warga Siap Polisikan RW Iwan

    Kontroversi Tutup Jalan Memanas, Warga Siap Polisikan RW Iwan

    • calendar_month Kamis, 12 Okt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 142
    • 0Komentar

      Jakarta, MSINews.com – Munculnya kontroversi sehubungan penutupan akses jalan umum warga Taman Kencana Tegal Alur, Jakarta Barat, memicu perasaan resah warga. MSPI (Monitoring Saber Pungli Indonesia) telah mengungkapkan niat mereka untuk mengambil tindakan hukum terhadap Ketua Rukun, Iwan Pratama Susanto. Direktur Hubungan Antar Kelembagaan (Dirhubag) dari MSPI, Thomson Gultom, menjelaskan bahwa penutupan jalan umum […]

  • Flores Timur Akan Helat Festival Bale Nagi 2024

    Flores Timur Akan Helat Festival Bale Nagi 2024

    • calendar_month Jumat, 22 Mar 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Larantuka, msinews.com-Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur,NTT akan menggelar Festival Bale Nagi (Kembali ke Kampung-red) di Kota Larantuka,NTT. Adapun,  Festival tahunan dalam Karisma Even Nusantara (KEN) itu berlangsung pada tanggal 2-6 April 2024. Penjabat Bupati Flores Timur Doris Alexander Rihi,mengatakan bahwa pelaksanaan Festival Bale Nagi ini mengambil tema “Mari Torang Bua Bae Nagi Tana” […]

expand_less