Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » TITIK TEMU :  Ayo Mengaku, Siapa Berani Bilang Sriwijaya Misteri?

TITIK TEMU :  Ayo Mengaku, Siapa Berani Bilang Sriwijaya Misteri?

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
  • visibility 90
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Syamsul N. Fajri 

SEORANG peneliti terkemuka tentang Sriwijaya dari EFEO Perancis, beberapa tahun silam menyatakan kemiskinan substansi atas esensi Sriwijaya. Pernyataan kontroversial tersebut tidak dapat dianggap asal bunyi alias asbun. Sebab, sang peneliti yang tentu saja berlatar belakang akademisi dan ilmuwan, yang namanya dalam Titik Temu ini sengaja tidak disebutkan secara eksplisit.

Kenapa tidak disebutkan secara tekstual? Sebab, tidak menyebutkan esensi sesuatu tidak berarti sesuatu di sekitar peneliti asal negeri jiran itu dapat dianggap misteri. Maksudnya buat sesama ilmuwan dan peneliti sejarah Sriwijaya, tokoh yang dianggap misteri tersebut bukan sesuatu misteri, apalagi misterius.

Baiklah, pernyataan tersebut merupakan pandangan kritis Pierre-Yves Manguin, seorang arkeolog dan sejarawan senior dari EFEO _(Ecole francaise d’Extreme-Orient)_, yang telah mendedikasikan puluhan tahun meneliti tentang Kedatuan Sriwijaya.

Maksud dari “kemiskinan substansi atas esensi Sriwijaya” bukanlah meremehkan arti penting Sriwijaya, melainkan suatu kritik akademis ilmiah terhadap keterbatasan sumber data dipunyai.

Poin penting mengapa pernyataan tersebut dianggap berdasar dan bukan sekadar asal bunyi, berkisar pada minimnya pemahaman sejarah Sriwijaya secara proporsional dan integral.

Salah satu penyebab utama pemahaman minim adalah sedikitnya atau terbatasnya informasi tentang analisis atau kajian ilmiah yang proporsional, holistik, dan integral.

Sebagian besar narasi besar tentang kehebatan Sriwijaya justeru direkonstruksi dari catatan luar negeri, seperti catatan perjalanan biksu Tiongkok (I Tsing) serta kronik Arab dan India.

Kajian atau analisis lokal yang dilakukan masih berkutat pada aspek kognitif dan belum menyentuh aspek afektif, apalagi konatif, volitif, motivatif, dan implementatif.

Hal ini membuat wujud semiotik “istana atau pusat ibu kota” Sriwijaya sulit dipetakan secara absolut dan absolut substansialnya masih terus diperdebatkan. Padahal sibuk menyoal wujud fisik istana Sriwijaya, seolah-olah lupa kerajaan-kerajaan yang jauh lebih belakangan juga belum jelas juntrungan istananya atau kratonnya.

Kritik dari peneliti EFEO ini sebenarnya menjadi pelecut bagi para arkeolog Indonesia dan dunia untuk terus melakukan ekskavasi dan tidak terbuai oleh romantisme sejarah, melainkan terus mencari bukti-bukti empiris baru di lapangan.

Ayo, cobalah terbuka, adil, dan jujur sedetik saja. Ayo mengaku: Siapa Berani Bilang Sriwijaya Misteri? Hampir setengah abad usia Indonesia merdeka, siapa paling bertanggung jawab yang cenderung menutup-nutupi dan membusukkan historiografi Sriwijaya? Baiklah mengaku secara gentleman. Ayo segera berbenah demi orisinalitas sejarah Nusantara cikal bakal Indonesia.*

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi V Pantau Tinjau Proyek Renovasi Istana Kepresidenan Tampaksiring

    Komisi V Pantau Tinjau Proyek Renovasi Istana Kepresidenan Tampaksiring

    • calendar_month Sabtu, 13 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Gianyar,msinews.com- Komisi V DPR RI melakukan peninjauan proyek renovasi Istana Kepresidenan Tampaksiring, Bali. Adapun, Aset Nnegara ini telah dilakukan sejak Desember tahun 2023 lalu, dan masih dalam proses perbaikan. Menurut Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Roberth Rouw  bahwa renovasi ini adalah bagian dari upaya menjaga kelestarian aset negara. “Ini adalah aset negara dan ini […]

  • Ada 7,39 Juta Peserta PBI JKN Dinonaktifkan, Mensos ; Diganti Warga Tak Mampu Sesuai DTSEN

    Ada 7,39 Juta Peserta PBI JKN Dinonaktifkan, Mensos ; Diganti Warga Tak Mampu Sesuai DTSEN

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan 7,3 juta peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) dinonaktifkan karena tidak tercatat dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan dinilai sudah sejahtera. “Penerima bantuan PBI JKN, ada alokasi Rp96,8 juta, usulan bupati/walikota se-Indonesia. Dari pemadanan data yang ada, terdapat Rp7,3 juta […]

  • Warga Palestina Hadapi Ramadan dengan Kekhawatiran di Tengah Ketegangan Israel-Gaza

    Warga Palestina Hadapi Ramadan dengan Kekhawatiran di Tengah Ketegangan Israel-Gaza

    • calendar_month Selasa, 12 Mar 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Warga Palestina menyambut bulan Ramadan dengan suasana yang suram di tengah ketegangan yang diperketat oleh Kepolisian Israel dan ancaman dari konflik berkepanjangan di Gaza. Bulan suci Ramadan, yang disucikan oleh umat Muslim, menjadi momen yang tegang bagi penduduk Palestina. Pembicaraan untuk gencatan senjata dalam perang Gaza saat ini terhenti, meninggalkan warga Gaza […]

  • ASEAN Perlu Bangun Kerangka Peringatan Dini Digital untuk Menjaga Perdamaian Kawasan

    ASEAN Perlu Bangun Kerangka Peringatan Dini Digital untuk Menjaga Perdamaian Kawasan

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 394
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM– Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, menegaskan bahwa ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) harus mengambil peran yang lebih strategis dalam membangun perdamaian kawasan yang inklusif di tengah berkembangnya berbagai ancaman non-tradisional. Hal tersebut disampaikan Habib Aboe dalam The 17th Meeting of the AIPA Caucus yang membahas penguatan kerja sama […]

  • Polisi Malaysia Selidiki Kasus Kaus Kaki Bertuliskan lafaz Allah

    Polisi Malaysia Selidiki Kasus Kaus Kaki Bertuliskan lafaz Allah

    • calendar_month Selasa, 19 Mar 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Polisi Kerajaan Malaysia (PDRM) sedang mengusut tuntas kasus kontroversial terkait penjualan kaus kaki dengan tulisan kalimah Allah di jaringan ritel KK Super Mart. Direktur Departemen Investigasi Kriminal PDRM, Mohd Shuhaily Mohd Zain, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membuka dua penyelidikan berdasarkan laporan penjualan produk tersebut di KK Mart Sunway. Baca juga : Budi […]

  • Kemendagri dan BP Tapera Teken Kerja sama, Bangun Hunian Layak bagi Pegawai Berpenghasilan Rendah 

    Kemendagri dan BP Tapera Teken Kerja sama, Bangun Hunian Layak bagi Pegawai Berpenghasilan Rendah 

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com–Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) untuk membantu pegawai berpenghasilan rendah mendapatkan hunian layak dengan harga terjangkau. Langkah ini merupakan bagian dari program penyediaan tiga juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Tomsi Tohir dan Deputi […]

expand_less