Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Reshuffle Tak Cukup Ganti Menkeu, Raja Juli Antoni Ikut Didorong Masuk Radar Prabowo

Reshuffle Tak Cukup Ganti Menkeu, Raja Juli Antoni Ikut Didorong Masuk Radar Prabowo

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
  • visibility 138
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,MSINEWS.COM – Reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto dinilai tidak boleh berhenti pada pergantian Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Analysis Center (IPAC) Dahlan Watihellu mendorong Prabowo mengevaluasi menteri yang dinilai bermasalah dalam kinerja, etika, hukum, maupun komunikasi publik, termasuk Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

“Reshuffle jangan hanya tambal sulam. Presiden harus melihat siapa yang gagal bekerja, siapa yang bermasalah secara etika, siapa yang mengganggu kredibilitas pemerintah, dan siapa yang komunikasinya justru menjadi beban Presiden,” kata Dahlan saat dihubungi Owrite, Selasa, 15 September 2026.

Menurutnya, reshuffle semestinya dijadikan momentum untuk memperbaiki kualitas kabinet secara menyeluruh, bukan sekadar mengganti satu atau dua posisi untuk memenuhi kebutuhan politik. Evaluasi, kata dia, harus didasarkan pada kemampuan setiap menteri dalam mencapai target pemerintahan.

Salah satu yang patut menjadi perhatian, kata dia, adalah kinerja Raja Juli dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Persoalan tersebut dinilai bukan kejadian yang sepenuhnya datang tiba-tiba karena wilayah rawan dan periode risiko kebakaran dapat dipetakan sejak awal.

“Karhutla bukan masalah yang tiba-tiba muncul. Pemerintah sudah tahu daerah rawan dan periode risikonya. Kalau kebakaran tetap terjadi dalam skala besar, Presiden harus mengevaluasi apakah strategi mitigasi dan pencegahan yang dijalankan Raja Juli benar-benar efektif,” ucapnya.

Dahlan mengakui pengendalian karhutla tidak sepenuhnya berada di tangan Menteri Kehutanan. Faktor cuaca, pemerintah daerah, perusahaan, masyarakat, hingga kondisi di lapangan turut memengaruhi terjadinya kebakaran.

Namun, menurut dia, posisi menteri tetap membawa tanggung jawab politik terhadap kebijakan dan kapasitas kementerian yang dipimpinnya. Karena itu, evaluasi tidak semestinya hanya mengukur keberhasilan memadamkan api setelah kebakaran terjadi.

“Presiden tidak bisa hanya menghitung berapa banyak api yang berhasil dipadamkan. Yang harus dilihat adalah apakah kementerian mampu mencegah kebakaran, memperkuat pengawasan, menyiapkan peralatan dan personel, serta mengurangi risiko sejak awal. Kalau targetnya tidak tercapai, menterinya harus bertanggung jawab,” jelasnya.

Selain persoalan kinerja, Dahlan menilai isu hukum yang bersinggungan dengan Raja Juli juga dapat menjadi pertimbangan Presiden dari sisi kredibilitas dan etika.

Meski demikian, ia menegaskan persoalan tersebut tidak serta-merta dapat dianggap sebagai bukti keterlibatan pidana.

“Presiden tidak harus menunggu seorang menteri menjadi tersangka untuk melakukan evaluasi. Ada standar hukum, tetapi ada juga standar etik dan kepantasan pejabat publik. Kalau persoalan hukum dan kontroversi terus mengganggu kredibilitas kementerian, Presiden berhak mempertimbangkan apakah menteri tersebut masih layak dipertahankan,” tuturnya.

Tak hanya itu, komunikasi publik Raja Juli juga menjadi sorotan. Dahlan menilai seorang menteri tidak cukup hanya mampu menjalankan program, tetapi juga harus bisa menjaga kepercayaan publik dan memastikan pernyataannya tidak justru menambah beban politik pemerintah.

“Seorang menteri adalah wajah pemerintah. Kalau komunikasi menteri berulang kali menimbulkan kontroversi dan akhirnya Presiden atau pemerintah harus memberikan klarifikasi, itu harus masuk dalam evaluasi. Komunikasi yang buruk bisa berubah menjadi beban politik bagi Presiden,” ungkapnya.

Lebih jauh, Dahlan meminta Prabowo tidak hanya melihat apakah seorang menteri pernah melakukan kesalahan. Presiden juga perlu membandingkan kapasitas pejabat yang ada dengan figur lain yang dinilai lebih mampu menjalankan agenda pemerintah.

“Kalau ada pejabat lain yang lebih kompeten, lebih kuat secara integritas, mampu menangani persoalan kehutanan dan lebih baik berkomunikasi dengan publik, Presiden tidak boleh ragu mengganti. Jabatan menteri bukan hak politik permanen, tetapi amanah untuk mencapai target pemerintahan,” lanjutnya.

Lebih jauh Dahlan, mempertahankan seorang menteri semata-mata karena pertimbangan politik justru berpotensi menambah beban pemerintahan.

Karena itu, ia mendorong evaluasi dilakukan terhadap seluruh anggota kabinet dengan menjadikan kinerja sebagai ukuran utama.

“Presiden harus berani memilih antara kenyamanan politik dan efektivitas pemerintahan. Kalau Raja Juli dinilai gagal menjalankan tugas, kredibilitasnya terganggu dan ada figur yang lebih mampu, maka reshuffle terhadap dirinya merupakan keputusan yang rasional,” pungkas Dahlan.** (tim redaksi).

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mensos dan Wamensos Hadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya

    Mensos dan Wamensos Hadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Msinews.com – Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono melaksanakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Rabu (1/10/2025). Upacara berlangsung khidmat dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertindak sebagai inspektur upacara didampingi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Inspektur […]

  • Sriwijaya Punya Modal Sejarah:  Dari Taman Miniatur Menjadi Destinasi Dunia

    Sriwijaya Punya Modal Sejarah:  Dari Taman Miniatur Menjadi Destinasi Dunia

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Oleh : Firman Satria, S,Pd, Gr, NAMA Sriwijaya sudah lama menjadi bagian dari cerita besar Nusantara. Kerajaan, prasasti, kapal dan  perdagangan menjadi bagian dari jejak sejarah yang masih dibicarakan sampai sekarang. Persoalannya, jejak itu berada di banyak tempat dan tidak selalu mudah dilihat dalam satu rangkaian. Buku, museum, situs dan peninggalan menjadi pintu untuk mengenalnya. […]

  • Johan Rosihan Tekankan Pentingnya Pancasila sebagai Nilai Hidup, Bukan Sekadar Dokumen Negara

    Johan Rosihan Tekankan Pentingnya Pancasila sebagai Nilai Hidup, Bukan Sekadar Dokumen Negara

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Sumbawa Besar,msinews.com – Anggota MPR RI, H. Johan Rosihan, ST, menggelar Peringatan Hari Lahir Pancasila, di Rumah Aspirasi Johan Rosihan, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Sabtu malam (1/6/2025). Kegiatan ini sekaligus berlangsung pentas  seni budaya dan diskusi kebangsaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Kegiatan yang diinisiasi Johan Rosihan yang bekerjasama dengan Komunitas Seni budaya Bale Sameto […]

  • Presiden Prabowo Targetkan Perbaikan Jembatan di Aceh 2 Minggu

    Presiden Prabowo Targetkan Perbaikan Jembatan di Aceh 2 Minggu

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 236
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM-Presiden Prabowo Subianto menargetkan seluruh jembatan yang rusak terdampak bencana alam di Aceh dapat diselesaikan dalam waktu 1-2 minggu. “Ini kita lihat salah satu Jembatan Bailey, mereka kerja terus, diharapkan satu minggu sudah bisa buka. Dan dari sini bisa terus untuk membuka tiga jembatan lagi ya. Yang menuju Bener Meriah dan Takengon ke atas,” kata […]

  • Menteri Erick

    Erick Thohir : Kesepakatan Divestasi Saham PT Vale Indonesia Ditandatangani Senin Depan

    • calendar_month Selasa, 20 Feb 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah mengonfirmasi bahwa kesepakatan mengenai divestasi saham PT Vale Indonesia kepada Indonesia akan ditandatangani pada Senin, 26 Februari. Penandatanganan tersebut diharapkan akan terjadi pada pukul 16.00 WIB di Jakarta. Baca juga : AHY Siap Jadi Menteri ATR RI Jika Dipanggil Negara, Demokrat Hormati Prerogatif […]

  • Prabowo Targetkan 5 Sektor Pariwisata RI di tahun 2025

    Prabowo Targetkan 5 Sektor Pariwisata RI di tahun 2025

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Presiden RI Ke-8,H.Prabowo Subianto menargetkan 5 sektor pariwisata Indonesia yang harus dikerjakan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang saat ini dipimpin oleh Widiyanti Putri Wardhana. Hal tersebut dalam rangka pengembangan sektor-sektor Pariwisata di Indonesia untuk tahun 2025. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendapat sejumlah target dari Presiden Prabowo Subianto dalam rangka pengembangan sektor pariwisata di Indonesia untuk […]

expand_less