Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Pemerintah Tegaskan Pentingnya Resiliensi Berkelanjutan Hadapi Bencana

Pemerintah Tegaskan Pentingnya Resiliensi Berkelanjutan Hadapi Bencana

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,MSINEWS.COM – Pemerintah Indonesia bersama komunitas internasional kembali membahas rumusan strategi penanggulangan bencana yang terintegrasi. Relevansi forum ini semakin kuat mengingat risiko bencana, khususnya di Indonesia, adalah ancaman harian yang membutuhkan aksi pencegahan nyata, bukan sekadar dialog.

Diskusi bersama tersebut terselenggara dalam The 3rd Global Forum for Sustainable Resilience (GFSR) di Jakarta pada 9-10 September 2026. Di tengah sejumlah bencana yang terjadi di Tanah Air, pembahasan bersama ini memberikan urgensi nyata bahwa risiko bencana bukanlah sekadar isu teoretis, melainkan ancaman harian yang memengaruhi kehidupan masyarakat, memutus mata pencaharian, dan merusak infrastruktur pembangunan.

Pada sambutan pembukaan GFSR, Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Raditya Jati menegaskan bahwa pengalaman dari bencana yang terjadi hari ini memperkuat pentingnya langkah kesiapsiagaan dan pencegahan sebelum bencana terjadi. GFSR merupakan momentum untuk mengingatkan semua pihak bahwa upaya prabencana dan tanggap darurat tidak dapat berjalan secara terpisah.

“Keduanya harus berjalan beriringan, saling mendukung, dan secara terus-menerus memperkuat resiliensi masyarakat secara keseluruhan,” ujar Deputi Raditya Jati, Rabu (9/9).

Di sisi lain, GFSR ini berlangsung di tengah masyarakat global memasuki periode yang kritis. Raditya mengatakan, 2026 hingga 2030 merupakan jendela implementasi terakhir menuju target Kerangka Kerja Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana (Sendai Framework for Disaster Risk Reduction) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), sementara Perjanjian Paris terus memandu aksi iklim global.

“Pada saat yang sama, perubahan iklim, risiko bencana, urbanisasi yang cepat, eksposur infrastruktur, kerentanan sosial-ekonomi, dan keterbatasan fiskal semakin berinteraksi satu sama lain,” tambahnya.

Menurut Raditya Jati, konsep resiliensi berkelanjutan dari Indonesia menjadi sangat relevan. Resiliensi berkelanjutan menyadari bahwa pengurangan risiko bencana, aksi iklim, dan pembangunan berkelanjutan harus didekati sebagai satu upaya yang terintegrasi.

Hal ini adalah tentang beralih dari intervensi yang terfragmentasi menuju sistem yang lebih koheren, yang menghubungkan tata kelola, investasi, infrastruktur, sains dan teknologi, informasi risiko, peringatan dini, kesiapsiagaan, tanggap darurat, pemulihan, dan aksi masyarakat.

“Di pusat sistem ini adalah individu dan masyarakat,” tegas Raditya.

Pada akhirnya, resiliensi diukur dari sejauh mana masyarakat menjadi lebih aman, apakah komunitas dapat mengantisipasi dan bertindak, apakah layanan esensial dapat terus berjalan, dan apakah hasil-hasil pembangunan dapat dilindungi dan dipertahankan.

Ini juga melatarbelakangi tema yang diangkat pada GFSR ke-3, “Global Resilience Recharged: From Fragmented Action to Aligned Impact”, sangatlah tepat waktu. Kata “recharged” (dibangkitkan kembali) tidak berarti bahwa masyarakat harus memulai dari awal.

“Kerangka kerjanya sudah ada. Yang kita butuhkan adalah memberi energi baru pada implementasinya, memperkuat koherensi, menyelaraskan sumber daya, dan berfokus pada hasil yang terukur,” ujar Deputi BNPB.

Forum yang dibuka Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung dirancang untuk bergeser dari sekadar ruang dialog dan perumusan konsep, menuju realisasi yang menghasilkan dampak nyata.

Sementara itu, narasumber pada forum diskusi ini berasal dari kementerian/lembaga serta berbagai mitra BNPB di tingkat regional dan internasional.

Topik bahasan yang disampaikan selama dua hari penyelenggaraan GFSR, di antaranya integrasi kelembagaan untuk resiliensi berkelanjutan, pembelajaran 20 tahun gempa Yogyakarta, penyelarasan agenda global pada aksi lokal dan nasional, kebijakan dan strategi implementasi di lapangan serta pembelajaran lokal menuju resiliensi berkelanjutan.

GFSR ke-3 dihadiri 200 peserta dari berbagai kalangan dan diikuti oleh publik secara daring melalui kanal YouTube BNPB.**

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rahani dan Rabani : Pohon Pengetahuan -Bagian kedua

    Rahani dan Rabani : Pohon Pengetahuan -Bagian kedua

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Oleh ; Syamsul Noor DEMIKIANLAH  pada hari ketujuh Tuhan telah menyelesaikan penciptaan langit dan bumi serta segala isinya. Pada hari ketujuh itu Tuhan berhenti Ia dari segala pekerjaan-Nya itu. Selanjutnya Tuhan memberkati hari ketujuh itu dan mensucikannya. Demikianlah sekerat kisah manakala Tuhan mewujudkan bumi dan langit serta segala isinya. Pada mulanya belum ada semak apa […]

  • Sandiaga Uno

    Sandiaga Uno Ajak Ayana Holding Investasi di Sektor Pariwisata

    • calendar_month Sabtu, 6 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Dubai, MSINews.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Kabaparekraf) Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno, melakukan pertemuan strategis dengan Chairman Ayana Holding, Abdullah Lahej, pada Jumat (5/1/2024). Pertemuan ini merupakan langkah konkret untuk menawarkan peluang investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia, dengan tujuan mempercepat pemulihan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja. […]

  • Momen Prabowo dan Erick Makan Siang, Tuai Pujian 

    Momen Prabowo dan Erick Makan Siang, Tuai Pujian 

    • calendar_month Kamis, 2 Nov 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Momen Prabowo Subianto dan Erick Thohir Makan Siang Bersama, Tukar Pujian dan Dukungan. Terlihat akun Facebook (FB) milik Prabowo Subianto membagikan momen istimewa di mana ia diundang oleh Erick Thohir dan keluarganya untuk makan siang di kediaman mereka. Pertemuan ini menciptakan momen yang penuh kehangatan dan harapan. Prabowo, melalui unggahan di akun […]

  • Golkar Dinilai Lebih Cocok ke Prabowo, Berikut Penjelasan Menurut Pengamat

    Golkar Dinilai Lebih Cocok ke Prabowo, Berikut Penjelasan Menurut Pengamat

    • calendar_month Minggu, 13 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Jakarta, InfomsiNews–Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dinilai lebih cocok menjadi pendamping Calon Presiden (Capres) 2024 dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Hal tersebut disampaikan Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komaruddin, Selasa (13/6/2023). Ujang Komaruddin menilai Partai Golkar lebih cocok berkoalisi dengan poros Prabowo Subianto ketimbang poros Capres dari PDIP, Ganjar Pranowo. “Kemungkinan lebih sreg ke Prabowo, […]

  • Mensos Gus Ipul Dorong 518 Lulusan Poltekkesos Bantu Atasi Masalah Sosial menuju Indonesia Emas 2045

    Mensos Gus Ipul Dorong 518 Lulusan Poltekkesos Bantu Atasi Masalah Sosial menuju Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Bandung,msines.com- Menteri Sosial Saifullah Yusuf mendorong lulusan Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekkesos) Bandung membantu mengentaskan masalah sosial demi mewujudkan Indonesia Emas 2045. Pernyataan ini disampaikan Mensos saat memberikan sambutan di hadapan 518 wisudawan di Sasana Budaya Ganesha ITB, Rabu (25/9/2024). Secara khusus, Mensos meminta para wisudawan yang merupakan generasi penerus bangsa agar menjadi generasi yang cerdas […]

  • Kemenaker Perkuat Kolaborasi dengan Industri KEK Mandalika melalui MagangHub dan Pelatihan Vokasi

    Kemenaker Perkuat Kolaborasi dengan Industri KEK Mandalika melalui MagangHub dan Pelatihan Vokasi

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 346
    • 0Komentar

    LOMTENG,MSINEWS.COM-Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak perusahaan-perusahaan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika bergabung dalam platform Program Magang Nasional (MagangHub) sebagai upaya memperluas serapan tenaga kerja sekaligus mencetak lulusan baru (fresh graduate) yang siap memasuki dunia kerja. Ajakan tersebut disampaikan Menaker Yassierli dalam diskusi Identifikasi Ketenagakerjaan dan Pelatihan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah, […]

expand_less