Ketua BKO DPP Golkar Said Aldi bersama BMK 57 Bahas Kaderisasi Muda Menuju Indonesia Emas
- account_circle Media Sejahtera Indonesia
- calendar_month Senin, 10 Agt 2026
- visibility 214
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA,MSINEWS.COM-Ketua Bidang Kepemudaan dan Olahraga DPP Partai Golkar sekaligus Ketua Umum Angkat Muda Partai Golkar (AMPG), Said Aldi Al Idrus, mengadakan pertemuan dengan Barisan Muda Kosgoro 1957 (BMK 57) di Bandungan, Jawa Tengah.
Pertemuan ini berfokus pada strategi kaderisasi dan penguatan peran generasi muda di kancah politik.
Pertemuan tersebut digelar usai pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) BMK 57, yang menobatkan Rizki Maulana sebagai Ketua Umum BMK 57, menggantikan Kemas Ilham Akbar yang selama ini aktif memimpin organisasi tersebut.
Pertemuan ini sejalan dengan arahan Ketua Umum DPP Partai Golkar, H. Bahlil Lahadalia, yang menetapkan tahun 2026 sebagai tahun konsolidasi partai menuju visi Indonesia Emas 2045.
Said Aldi turut menyoroti perubahan zaman akibat disrupsi digital yang masif.
Menurutnya, hal ini berdampak pada menurunnya nilai-nilai kebangsaan di kalangan anak muda, sekaligus mengubah cara mereka memandang politik. “Perubahan pola komunikasi dan arus informasi digital yang begitu cepat membuat tantangan kebangsaan semakin kompleks. Karena itu BMK 57 bersama OKP Karya kekaryaan harus hadir untuk meningkatkan pemahaman kebangsaan serta pendidikan politik kepada generasi muda,” ujar Said Aldi Al Idrus dalam keterangannya, Minggu, (9/8/2026).
Said menjelaskan, generasi muda saat ini cenderung lebih menyukai organisasi yang berbasis hobi, profesi, komunitas, maupun kegiatan sosial, ketimbang bergabung dengan organisasi politik konvensional. Oleh karena itu, ia mendorong perlunya transformasi dalam proses rekrutmen kader muda. Langkah yang ditawarkan meliputi pembuatan konten digital politik yang kreatif, ringan, edukatif, dan mudah dipahami, serta memperluas ruang ekspresi bagi Gen Z dan Milenial agar merasa lebih dekat dengan politik kebangsaan.
“Pola interaksi kader dengan anak muda juga harus berubah. Tidak bisa lagi menggunakan pendekatan yang terlalu formal dan kaku. Harus lebih fleksibel, komunikatif, serta berbasis engagement,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Said Aldi di hadapan ratusan pengurus BMK 57 dari seluruh Indonesia. Dalam kesempatan itu, ia turut didampingi oleh sejumlah tokoh, di antaranya Kemas Ilham Akbar, Ubaidillah, Sedek Bahta, Ziko Odang, Rizki Maulana, Omar Syarif, Liana Piliang, dan Nuansa Rambe.**
Penulis Media Sejahtera Indonesia
Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik



Saat ini belum ada komentar