Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Menteri Rini: Masyarakat Membutuhkan Layanan yang Mudah dan Terintegrasi

Menteri Rini: Masyarakat Membutuhkan Layanan yang Mudah dan Terintegrasi

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,MSINEWS.COM- Peresmian Mal Pelayanan Publik (MPP) bukanlah akhir dari upaya transformasi pelayanan publik. Kehadiran MPP harus diikuti dengan penguatan kualitas layanan, integrasi antarlayanan, serta evaluasi berkelanjutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini saat meresmikan delapan MPP baru secara serentak di Jakarta, Senin (15/6/2026). Dengan peresmian tersebut, jumlah MPP yang beroperasi di Indonesia meningkat menjadi 313 MPP atau sekitar 61,5 persen pemerintah daerah yang sudah menyelenggarakan.

“Masyarakat tidak datang kepada pemerintah untuk memahami bagaimana birokrasi bekerja. Masyarakat datang karena membutuhkan layanan. Yang mereka harapkan sesungguhnya sederhana, yakni layanan yang mudah diakses, informasi yang jelas, dan kepastian dalam setiap proses,” ujar Menteri Rini.

Menurutnya, MPP merupakan salah satu wujud transformasi pelayanan publik yang mengintegrasikan layanan pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, dan sektor swasta dalam satu tempat. Kehadiran MPP tidak hanya memudahkan masyarakat mengakses layanan, tetapi juga memperkuat kolaborasi antarinstansi dalam memberikan pelayanan yang lebih efektif dan responsif.

Menteri Rini juga menjelaskan MPP memiliki peran strategis sebagai instrumen integrasi layanan lintas instansi, wujud pelayanan yang mudah diakses dan inklusif, serta pengungkit peningkatan kualitas pelayanan dan kepercayaan masyarakat.

“MPP bukan hanya tempat menghadirkan berbagai layanan dalam satu lokasi, tetapi juga sarana membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang cepat, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan warga,” ujarnya.

Seiring perkembangan teknologi dan meningkatnya ekspektasi masyarakat, MPP juga terus diperkuat sebagai bagian dari ekosistem pelayanan publik omnikanal. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat dapat mengakses layanan melalui berbagai kanal, baik layanan langsung, pelayanan bergerak, pelayanan mandiri, maupun pelayanan digital.

“Masyarakat cukup mengakses layanan melalui kanal yang paling mudah bagi mereka, sementara pemerintah memastikan layanan tetap terintegrasi dan mengikuti kebutuhan warga,” jelas Menteri Rini.

Ia menambahkan bahwa MPP bukan lawan dari digitalisasi. Sebaliknya, MPP menjadi simpul yang menghubungkan berbagai kanal pelayanan dalam satu pengalaman layanan yang utuh sehingga pelayanan publik semakin mudah diakses, lebih dekat, dan lebih berkualitas.

Dalam pengembangan MPP ke depan, Menteri Rini menekankan terdapat dua penguatan yang perlu terus dikawal, yakni integritas layanan dan transformasi digital pelayanan publik. Integritas menjadi fondasi penting untuk membangun kepercayaan masyarakat, sementara transformasi digital dilakukan melalui penguatan MPP Digital Nasional yang terintegrasi ke dalam Portal Pelayanan Publik Nasional INAku sebagai single entry point layanan pemerintah.

Selain itu, Menteri Rini berpesan kepada seluruh kepala daerah dan penyelenggara MPP agar tidak berhenti pada peresmian semata. Menurutnya, kualitas pelayanan harus terus dijaga melalui penerapan standar layanan yang konsisten, penguatan integrasi antarlayanan, serta evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Jangan berhenti pada peresmian. Pastikan standar layanan aktif, mudah dipahami, dan dapat dipantau. Pastikan seluruh gerai yang hadir dalam MPP benar-benar memberikan layanan secara konsisten,” tegas Menteri Rini.

Ia juga meminta penyelenggara MPP untuk menghubungkan layanan fisik, digital, mandiri, dan jemput bola agar masyarakat tidak perlu mengulang proses layanan. Selain itu, berbagi data antarlayanan perlu diperkuat sehingga masyarakat tidak dibebani persyaratan dan dokumen yang berulang.

Menteri Rini menambahkan bahwa inklusivitas harus menjadi budaya layanan, bukan sekadar kewajiban administratif. Pengelola MPP juga didorong untuk terus melakukan evaluasi melalui survei kepuasan masyarakat, pengelolaan pengaduan, serta pemantauan kinerja layanan.

“Dengan peresmian ini, saya berharap MPP tidak hanya menambah jumlah layanan yang tersedia, tetapi benar-benar menghadirkan pelayanan yang mudah, terintegrasi, dan berdampak bagi masyarakat,” pungkas Menteri Rini.

MPP yang diresmikan

1. Kabupaten Indragiri Hilir : 107 Jenis Layanan dari 17 Instansi

2. Kabupaten Karimun; 215 Jenis Layanan dari 31 Instansi

3. Kabupaten Bangka Selatan : 139 Jenis Layanan dari 19 Instansi

4. Kabupaten Paser : 147 Jenis Layanan dari 41 Instansi

5. Kabupaten Tanah Bumbu : 155 Jenis Layanan dari 20 Instansi

6. Kabupaten Kotabaru, 113 Jenis Layanan dari 14 Instansi

7. Kabupaten Tana Toraj  53 Jenis Layanan dari 10 Instansi

8. Kabupaten Halmahera Selatan:63 Jenis Layanan dari 24 Instansi.

Timred.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pimpinan Komisi VIII DPR RI Dukung Aturan Tegas dan Blokir Konten LGBT di Media Sosial

    Pimpinan Komisi VIII DPR RI Dukung Aturan Tegas dan Blokir Konten LGBT di Media Sosial

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 33
    • 0Komentar

    JAKARTA,SINEWS.CO-Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, memberikan respons positif dan dukungan penuh terhadap desakan Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang meminta pemerintah dan DPR segera merumuskan regulasi tegas untuk menjerat pelaku dan pengkampanye Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Indonesia. Menurut Singgih, praktek mengampanyekan prilaku homoseksual atau LGBT dapat dijerat hukuman pidana jika […]

  • Polairud Amankan

    Polairud Amankan 8 Pekerja Migran Ilegal yang Datang dari Malaysia

    • calendar_month Senin, 5 Feb 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Pekanbaru, MSINews.com – Direktorat Polisi Air dan Udara (Polairud) Kepolisian Daerah Riau berhasil mengungkap dan mengamankan delapan orang pekerja migran Indonesia ilegal yang tiba dari Malaysia. Mereka menggunakan kapal kayu yang dikomandoi oleh seorang pria berinisial S (58) di Perairan Sungai Bagan, Kabupaten Rokan Hilir. Menurut Direktur Polairud Polda Riau, Komisaris Besar Polisi Wahyu Prihatmaka, […]

  • Catatan 26 Tahun Reformasi, Evaluasi Dan Refleksi

    Catatan 26 Tahun Reformasi, Evaluasi Dan Refleksi

    • calendar_month Kamis, 23 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Sebuah diskusi bertajuk “Catatan 26 Tahun Gerakan Reformasi, Antara Kenyataan dan Harapan” diselenggarakan di Jl. Diponegoro No.72, Jakarta Pusat,Tabu (22/5/2024). Merupakan  bagian dari peringatan 26 tahun Reformasi yang dihadiri oleh para aktivis 1998, akademisi, dan masyarakat sipil. Diskusi ini menyedot perhatian banyak pihak karena berfokus pada evaluasi perjalanan Indonesia sejak Reformasi 1998 hingga kini, serta […]

  • Wamendagri Ribka Jelaskan Langkah Kemendagri Mitigasi Potensi PSU Berulang

    Wamendagri Ribka Jelaskan Langkah Kemendagri Mitigasi Potensi PSU Berulang

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menjelaskan langkah mitigasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terhadap potensi berulangnya pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Hal ini disampaikannya saat Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan […]

  • Mendagri : Alumni IPDN Bekerja secara Profesional dan Berpegang Teguh pada Keilmuan

    Mendagri : Alumni IPDN Bekerja secara Profesional dan Berpegang Teguh pada Keilmuan

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Sumedang,msinews.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengimbau alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) agar bekerja secara profesional dan berpegang teguh pada keilmuan. Alumni IPDN harus memiliki kemampuan berpikir ilmiah yang berbasis pada data dan teori-teori yang telah teruji. Pernyataan tersebut disampaikan saat melantik Pamong Praja Muda lulusan IPDN Angkatan XXXII Tahun 2025 […]

  • Sosok Marsillam Simanjuntak yang Ditakuti Koruptor : Nilai Ujiannya Tertinggi di KPK Tapi Malah Ditolak DPR 

    Sosok Marsillam Simanjuntak yang Ditakuti Koruptor : Nilai Ujiannya Tertinggi di KPK Tapi Malah Ditolak DPR 

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 43
    • 0Komentar

    MENGAPA orang-orang berintegritas tinggi dan bersih justru kerap kali kesulitan mendapatkan ruang di negeri ini? Pertanyaan retoris itu tampaknya paling pas untuk menggambarkan sepak terjang Dr. Marsillam Simanjuntak, S.H. Bagi generasi muda saat ini, namanya mungkin terdengar asing. Namun di kalangan aktivis reformasi, pakar hukum tata negara, dan para koruptor kelas kakap era 2000-an, nama Marsillam […]

expand_less