Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Senator Agita Soroti Layanan Pasien BPJS dalam Tahap Reaktivasi dan Dampak Integrasi DTSEN

Senator Agita Soroti Layanan Pasien BPJS dalam Tahap Reaktivasi dan Dampak Integrasi DTSEN

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
  • visibility 269
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Msinews.com – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti menyampaikan sejumlah perhatian strategis dalam Rapat Kerja Komite III DPD RI dengan BPJS Kesehatan, Selasa (14/4), di Kantor DPD RI, Senayan, Jakarta Pusat.

Rapat ini dalam rangka inventarisasi materi pengawasan atas pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, khususnya terkait implementasi pengintegrasian Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Dalam forum tersebut, Agita menyoroti persoalan layanan kesehatan bagi masyarakat peserta BPJS Kesehatan yang kepesertaannya dinonaktifkan, namun sedang berada dalam proses reaktivasi. Menurutnya, persoalan ini menjadi perhatian serius, seperti di Jabar yang menghadapi tingginya angka peserta nonaktif serta tantangan pembiayaan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh pemerintah daerah.

“Berdasarkan hasil kunjungan reses yang lalu, rumah sakit itu tidak boleh menolak pasien BPJS yang dinonaktifkan yang sedang berada dalam tahap reaktivasi. Nah apakah ini berlaku untuk semua pasien dengan jenis penyakit tertentu atau hanya katastropik saja?” ujar Agita.

Ia menambahkan, kondisi tingginya kekurangan anggaran iuran JKN Pemerintah Daerah Jabar serta besarnya jumlah peserta nonaktif berpotensi menimbulkan kekhawatiran rumah sakit dalam menerima pasien yang sedang menunggu proses reaktivasi kepesertaan.

“Melihat dari tingginya kekurangan anggaran iuran JKN Pemda Jabar dan juga tingginya angka peserta yang nonaktif di Jabar, apakah ini mungkin menjadi kekhawatiran rumah sakit untuk menerima pasien yang dalam tahap reaktivasi? Sementara kesehatan masyarakat juga harus diutamakan,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menegaskan bahwa peningkatan kepesertaan aktif masih menjadi tantangan nasional yang membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Adalah tantangan kita bersama untuk bersama-sama meningkatkan mereka yang belum aktif (kepesertaan BPJS Kesehatan). Jadi itu adalah bagian daripada tantangan kami ke depan untuk bisa meningkatkan peserta aktif. Kalau target di RPJMN itu 83,5 (persen). Kita meningkatkan satu persen memang susah. Tapi sekali lagi ini tugas kami untuk nanti mohon dukungan Bapak/Ibu sekalian bersama-sama meningkatkan peserta aktif. Karena itu adalah bagian dari perlindungan pada rakyat kita,” jelas Prihati.

Ia juga menekankan pentingnya pemahaman yang sama di seluruh ekosistem layanan kesehatan bahwa penyelenggaraan JKN berorientasi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat melalui pelayanan yang berkualitas dan tepat sasaran.

“Ini harus dimengerti oleh semua ekosistem, semua stakeholder, bahwa kita melaksanakan program ini semata-mata untuk memenuhi kebutuhan. Pelayanan yang berkualitas pada rakyat yang dibutuhkan. Jadi layanan berkualitas ini sesuai yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan. Ini kadang-kadang bisa menjadi gap, yang menyebabkan miss komunikasi di lapangan,” tambahnya.

Agita menegaskan, pengawasan terhadap implementasi pengintegrasian DTSEN harus memastikan tidak ada masyarakat rentan yang kehilangan akses terhadap layanan kesehatan akibat persoalan administrasi maupun sinkronisasi data. Menurutnya, negara harus hadir menjamin pelayanan kesehatan tetap berjalan, khususnya bagi masyarakat yang paling membutuhkan.

Perhatian Serius Terhadap Penonaktifan Kepesertaan BPJS

Sebagai informasi, pada kesempatan itu, Komite III DPD RI memberikan perhatian serius terhadap proses penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi kelompok Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Penonaktifan itu telah menyebabkan keresahan dan kepanikan khususnya bagi penderita penyakit kronis yang membutuhkan layanan kesehatan segera dan berkelanjutan yang tidak boleh terputus. Secara tiba-tiba saat membutuhkan layanan kesehatan mereka ditolak oleh rumah sakit,” ucap Ketua Komite III DPD RI Filep Wamafma.

Menurutnya, penonaktifan status kepesertaan PBI Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tersebut merupakan implikasi dari diterapkannya kebijakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) bagi penyelenggaraan jaminan sosial. Hal itu sesuai Inpres No 4 Tahun 2025 tentang DTSEN.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito, mengungkapkan data bahwa tren peserta non-aktif terus mengalami peningkatan sepanjang periode 2024 hingga 2026.

“Wilayah terdampak tertinggi Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur mencatatkan angka peserta nonaktif tertinggi. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan program JKN karena memengaruhi stabilitas penerimaan iuran secara nasional,” paparnya.

Prihati juga menyatakan tengah menjalankan strategi reaktivasi dengan mengalihkan kepesertaan ke segmen lain.

“Kami mengalihkan peserta ke Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Pemda. Caranya kami advokasi kepada Pemda terkait data potensi peserta PBPU Pemda bersumber dari PBI jaminan kesehatan nonaktif,” tukas Prihati.*

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pastikan Dampak Nyata, Kementerian PANRB Terus Perkuat Tata Kelola Program MBG

    Pastikan Dampak Nyata, Kementerian PANRB Terus Perkuat Tata Kelola Program MBG

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 215
    • 0Komentar

      Msinews.com – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) terus memperkuat tata kelola pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Melalui penyusunan Rancangan Peraturan Presiden tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG dan Rancangan Perpres Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian PANRB memastikan sistem penyelenggaraan […]

  • Istri Menteri Agus Gumiwang Gagal Bayar Utang Rp 76,96 miliar, Begini Kisahnya

    Istri Menteri Agus Gumiwang Gagal Bayar Utang Rp 76,96 miliar, Begini Kisahnya

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Kasus hukum yang melibatkan PT Asiana Senopati, perusahaan properti milik Loemongga Haoemasan, istri Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, digugat. Diketahui, Perusahaan tersebut resmi diajukan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) oleh pengusaha Muhammad Marzuki di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. pengajuan tersebut didaftarkan pada 12 Agustus 2025 dengan nomor perkara 237/Pdt.Sus-PKPU/2025/PN Niaga Jkt.Pst. Pihak wajib […]

  • Pejabat Vatikan di PBB,Mgr. Gabriele Giordano Caccia, Desak Pembangunan Berkelanjutan

    Pejabat Vatikan di PBB,Mgr. Gabriele Giordano Caccia, Desak Pembangunan Berkelanjutan

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 209
    • 0Komentar

    New York,msinews.com-Pengamat Tetap Takhta Suci untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Mgr. Gabriele Giordano Caccia, pada debat umum Forum Politik Tingkat Tinggi Dewan Ekonomi dan Sosial PBB pada 22 Juli 2025, mendesak pembangunan berkelanjutan. “Untuk memajukan perdamaian dan keamanan, mendorong kerja sama internasional, melindungi hak asasi manusia, dan memajukan kemajuan sosial dan ekonomi bagi semua orang . […]

  • Cegah Kebocoran,Pemerintah Perkuat Sinergisitas Penyelundupan

    Cegah Kebocoran,Pemerintah Perkuat Sinergisitas Penyelundupan

    • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Surabaya, msinews.com– Untuk memperkuat arahan Presiden Prabowo Subianto mencegah kebocoran dan penyelundupan, pemerintah terus memperkuat sinergi dan resource sharing dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyelundupan. Hal tersebut disampaikan Menkopolkam, Budi Gunawan saat konferensi pers usai Rapat Koordinasi tingkat Menteri Desk Pencegahan dan Pemberantasan Penyelundupan yang digelar di Surabaya pada Rabu, (5/2/2025). Rapat ini dihadiri oleh […]

  • Puan Maharani Klaim, DPR Selesaikan 14 RUU Bersama Pemerintah

    Puan Maharani Klaim, DPR Selesaikan 14 RUU Bersama Pemerintah

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Ketua DPR RI Puan Maharani mengklaim capaian kinerja pembentukan undang-undang pada tahun pertama masa keanggotaan DPR RI periode 2024-2029. Hingga saat ini, DPR RI bersama Pemerintah telah menyelesaikan pembahasan 14 rancangan undang-undang (RUU). “Hingga saat ini, DPR RI bersama dengan Pemerintan telah menyelesaikan pembahasan 14 (empat belas) Rancangan Undang-Undang (RUU). Dengan rincian Komisi I menyelesaikan […]

  • Dukung Pemerintah Pusat

    DWP Lambar Dukung Pemerintah Pusat Menekan Angka Stunting Hingga 14 persen

    • calendar_month Rabu, 20 Sep 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Lambar – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lampung Barat (Lambar) berkomitmen mendukung target Pemerintah Pusat dalam menekan angka Stunting hingga 14 persen di tahun 2024. Menurut Zelda hal tersebut dikarenakan prevalensi stunting di Indonesia masih cukup tinggi termasuk Kabupaten Lampung Barat. Ia mengatakan stunting sampai dengan saat ini masih menjadi isu strategis, baik di tingkat […]

expand_less