Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Senator Agita Soroti Layanan Pasien BPJS dalam Tahap Reaktivasi dan Dampak Integrasi DTSEN

Senator Agita Soroti Layanan Pasien BPJS dalam Tahap Reaktivasi dan Dampak Integrasi DTSEN

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
  • visibility 195
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Msinews.com – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti menyampaikan sejumlah perhatian strategis dalam Rapat Kerja Komite III DPD RI dengan BPJS Kesehatan, Selasa (14/4), di Kantor DPD RI, Senayan, Jakarta Pusat.

Rapat ini dalam rangka inventarisasi materi pengawasan atas pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, khususnya terkait implementasi pengintegrasian Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Dalam forum tersebut, Agita menyoroti persoalan layanan kesehatan bagi masyarakat peserta BPJS Kesehatan yang kepesertaannya dinonaktifkan, namun sedang berada dalam proses reaktivasi. Menurutnya, persoalan ini menjadi perhatian serius, seperti di Jabar yang menghadapi tingginya angka peserta nonaktif serta tantangan pembiayaan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh pemerintah daerah.

“Berdasarkan hasil kunjungan reses yang lalu, rumah sakit itu tidak boleh menolak pasien BPJS yang dinonaktifkan yang sedang berada dalam tahap reaktivasi. Nah apakah ini berlaku untuk semua pasien dengan jenis penyakit tertentu atau hanya katastropik saja?” ujar Agita.

Ia menambahkan, kondisi tingginya kekurangan anggaran iuran JKN Pemerintah Daerah Jabar serta besarnya jumlah peserta nonaktif berpotensi menimbulkan kekhawatiran rumah sakit dalam menerima pasien yang sedang menunggu proses reaktivasi kepesertaan.

“Melihat dari tingginya kekurangan anggaran iuran JKN Pemda Jabar dan juga tingginya angka peserta yang nonaktif di Jabar, apakah ini mungkin menjadi kekhawatiran rumah sakit untuk menerima pasien yang dalam tahap reaktivasi? Sementara kesehatan masyarakat juga harus diutamakan,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menegaskan bahwa peningkatan kepesertaan aktif masih menjadi tantangan nasional yang membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Adalah tantangan kita bersama untuk bersama-sama meningkatkan mereka yang belum aktif (kepesertaan BPJS Kesehatan). Jadi itu adalah bagian daripada tantangan kami ke depan untuk bisa meningkatkan peserta aktif. Kalau target di RPJMN itu 83,5 (persen). Kita meningkatkan satu persen memang susah. Tapi sekali lagi ini tugas kami untuk nanti mohon dukungan Bapak/Ibu sekalian bersama-sama meningkatkan peserta aktif. Karena itu adalah bagian dari perlindungan pada rakyat kita,” jelas Prihati.

Ia juga menekankan pentingnya pemahaman yang sama di seluruh ekosistem layanan kesehatan bahwa penyelenggaraan JKN berorientasi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat melalui pelayanan yang berkualitas dan tepat sasaran.

“Ini harus dimengerti oleh semua ekosistem, semua stakeholder, bahwa kita melaksanakan program ini semata-mata untuk memenuhi kebutuhan. Pelayanan yang berkualitas pada rakyat yang dibutuhkan. Jadi layanan berkualitas ini sesuai yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan. Ini kadang-kadang bisa menjadi gap, yang menyebabkan miss komunikasi di lapangan,” tambahnya.

Agita menegaskan, pengawasan terhadap implementasi pengintegrasian DTSEN harus memastikan tidak ada masyarakat rentan yang kehilangan akses terhadap layanan kesehatan akibat persoalan administrasi maupun sinkronisasi data. Menurutnya, negara harus hadir menjamin pelayanan kesehatan tetap berjalan, khususnya bagi masyarakat yang paling membutuhkan.

Perhatian Serius Terhadap Penonaktifan Kepesertaan BPJS

Sebagai informasi, pada kesempatan itu, Komite III DPD RI memberikan perhatian serius terhadap proses penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi kelompok Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Penonaktifan itu telah menyebabkan keresahan dan kepanikan khususnya bagi penderita penyakit kronis yang membutuhkan layanan kesehatan segera dan berkelanjutan yang tidak boleh terputus. Secara tiba-tiba saat membutuhkan layanan kesehatan mereka ditolak oleh rumah sakit,” ucap Ketua Komite III DPD RI Filep Wamafma.

Menurutnya, penonaktifan status kepesertaan PBI Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tersebut merupakan implikasi dari diterapkannya kebijakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) bagi penyelenggaraan jaminan sosial. Hal itu sesuai Inpres No 4 Tahun 2025 tentang DTSEN.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito, mengungkapkan data bahwa tren peserta non-aktif terus mengalami peningkatan sepanjang periode 2024 hingga 2026.

“Wilayah terdampak tertinggi Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur mencatatkan angka peserta nonaktif tertinggi. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan program JKN karena memengaruhi stabilitas penerimaan iuran secara nasional,” paparnya.

Prihati juga menyatakan tengah menjalankan strategi reaktivasi dengan mengalihkan kepesertaan ke segmen lain.

“Kami mengalihkan peserta ke Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Pemda. Caranya kami advokasi kepada Pemda terkait data potensi peserta PBPU Pemda bersumber dari PBI jaminan kesehatan nonaktif,” tukas Prihati.*

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BGN: Guru Diberbagai Daerah Sudah Dapat Program Makan Bergizi Gratis

    BGN: Guru Diberbagai Daerah Sudah Dapat Program Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 119
    • 0Komentar

    msinews.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga para guru di sekolah, kebijakan ini sudah berjalan di sejumlah daerah. “Sampai sekarang pun guru sudah dikasih, beberapa daerah guru sudah diberi makan (Makan Bergizi Gratis),” kata Dadan usai rapat bersama DPR di Komplek […]

  • Cuaca Panas Mencapai 37 Celcius, Komisi V : BMKG Harus Update Info Potensi Bencana

    Cuaca Panas Mencapai 37 Celcius, Komisi V : BMKG Harus Update Info Potensi Bencana

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti mengatakan bahwa, musibah bencana alam tengah melanda beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya bencana lahar dingin yang melanda Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Terkait hal itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyampaikan sebanyak 58 orang tewas dan 35 orang hilang dalam musibah lahar dingin di Sumatera Barat tersebut […]

  • Rapat di Istana, Mensos Gus Ipul Lapor ke Presiden Penanganan Korban Unjuk Rasa

    Rapat di Istana, Mensos Gus Ipul Lapor ke Presiden Penanganan Korban Unjuk Rasa

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 128
    • 0Komentar

    msinews.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menghadiri Rapat Terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/9/2025). Dalam rapat tersebut Gus Ipul memaparkan sejumlah program prioritas Kementerian Sosial. Di antaranya tentang pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), pengembangan Sekolah Rakyat, hingga penyaluran bantuan sosial (bansos) reguler dan adaptif yang […]

  • Sebanyak 350 Peserta Program Magang di Parlemen 2024 Antusias Jalani Simulasi

    Sebanyak 350 Peserta Program Magang di Parlemen 2024 Antusias Jalani Simulasi

    • calendar_month Selasa, 14 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Sedikitnya 350 mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia mejalankan program magang di Rumah Rakyat DPR RI tahun 2024,Jakarta,Senin (13/5/2024). Adapun, Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Kampus Merdeka “Magang di Rumah Rakyat DPR RI Tahun 2024 secara resmi melaksanakan agenda simulasi persidangan. Sebelum dimulainya simulasi, acara diawali dengan ‘Kuliah Umum’ yang disampaikan secara eksklusif […]

  • Korlantas

    Korlantas Bagikan Sembako 1.070 Paket, Dukungan Masyarakat.

    • calendar_month Rabu, 20 Sep 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Jakarta – Korlantas Polri mengadakan bakti sosial dengan membagikan sembako sebanyak 1.070 paket, di Desa Kota Batu, Ciomas, Bogor, Jawa Barat. Pembagian semboka bersamaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Lalu Lintas. Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi mengungkapkan bahwa di Hari Ulang Tahun Korlantas, ia bersama jajaran polantas di seluruh Indonesia berkesempatan untuk memberi […]

  • Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di UNKRIS Maranatha Bandung, Ini Kata Bamsoet

    Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di UNKRIS Maranatha Bandung, Ini Kata Bamsoet

    • calendar_month Sabtu, 8 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Jakarta, msinews.com– Luka bangsa pada Pemilu 2019 dengan hadirnya “Cebong”, “Kampret”, dan “Kadrun”, menjadi peringatan bahwa pemilihan langsung memiliki dampak berganda (multiplier effect) bagi keharmonisan kehidupan kebangsaan. Selain ancaman terorisme, radikalisme, ideologi transnasional, dan Narkoba, bangsa Indonesia juga sedang menghadapi ancaman demokrasi yang tidak kalah hebat dampaknya terhadap persatuan dan kesatuan bangsa. Hal tersebut disampaikan oleh […]

expand_less