Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Lambatnya Belanja Anggaran, Purbaya Ancam Bekukan Dana Kementerian Hingga Pemda

Lambatnya Belanja Anggaran, Purbaya Ancam Bekukan Dana Kementerian Hingga Pemda

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
  • visibility 308
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Msinews.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti lambatnya realisasi belanja anggaran oleh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah (pemda).

Purbaya enegaskan tidak akan ragu membekukan anggaran apabila dana yang telah dialokasikan tidak segera dibelanjakan secara optimal dan tepat sasaran.

Purbaya menyebut persoalan keterlambatan belanja anggaran bukan hal baru dan telah berlangsung selama puluhan tahun. Ia mengaku belum menemukan alasan pasti mengapa masalah tersebut terus berulang.

“Saya enggak tahu itu apa yang terjadi sebetulnya itu sudah terjadi puluhan tahun seperti itu, Kementerian Lembaga enggak bisa membelanjakan uangnya tepat waktu,” ungkap Purbaya saat acara Semangat Awal Tahun 2026 di Menara Global, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Ia menjelaskan, kondisi tersebut sebelumnya mendorong Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono membentuk Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4).

Langkah serupa juga dilakukan pada masa pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo. Namun, hingga kini belum terlihat evaluasi serupa di era Presiden Prabowo Subianto.

Meski demikian, Purbaya menegaskan tidak merasa terbebani dengan kondisi tersebut. Sebagai Bendahara Negara, ia menyatakan memiliki kewenangan untuk mengendalikan arus anggaran dan telah mengambil langkah tegas terhadap kementerian dan pemerintah daerah yang tidak segera membelanjakan dananya.

“Tapi enggak apa-apa kalau enggak ada yang jalankan itu ya saya jalankan dari tempat saya, saya lebih berkuasa lagi, kalau mereka enggak belanjain, gua potong aja anggarannya, bukan dipotong, saya kan stop, saya enggak kirim aja biar mereka teriak-teriak. Tapi tujuannya satu, biar mereka belanja tepat waktu, tepat sasaran dan enggak bocor,” beber dia.

Menurut Purbaya, keterlambatan belanja juga terjadi di pemerintah daerah. Ia menyoroti fakta bahwa hingga akhir tahun, saldo anggaran daerah masih mengendap dalam jumlah besar.

“Daerah juga sama, masih punya ratus-ratus triliun lebih di akhir tahun,” ucapnya.

Ia menilai kondisi tersebut tidak sejalan dengan permintaan daerah yang kerap mengajukan tambahan anggaran kepada pemerintah pusat.

“Ya enggak apa-apa, mereka selalu minta uang, minta uang, minta uang, udah seratus triliun di tempat lu, habisin,” tambah Purbaya.

Untuk mendorong belanja yang lebih optimal, Kementerian Keuangan berencana menempatkan perwakilan di berbagai instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah.

Purbaya menegaskan langkah tersebut bukan bentuk intervensi, melainkan sarana diskusi agar pengelolaan anggaran menjadi lebih efektif.

“Jadi tahun ini saya akan kirim orang-orang dari keuangan untuk diskusilah dengan mereka supaya mereka lebih bagus lagi belanjanya di daerah. Tapi bukan daerah aja, Pusat juga akan kita lakukan hal yang sama,” ujarnya.

Namun, ia mengungkapkan bahwa rencana tersebut justru memicu banyak menteri untuk mengajukan permintaan tambahan anggaran.

“Tapi begitu mereka dengar saya ngomong gitu rame-rame mereka mau ketemu saya sekarang, Menteri-menteri, mau minta anggaran tambah aja. Padahal belanjanya belum tentu baik, belum tentu sesuai dengan yang ditargetkan,” ungkapnya.

Meski begitu, Purbaya menegaskan langkah yang diambil bertujuan memastikan mesin fiskal nasional berjalan dengan baik.

“Tapi enggak apa-apa, yang penting arahnya ke sana kita pastikan bahwa mesin fiskal jalan dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Kementerian Keuangan sebelumnya juga mencatat rendahnya serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan belanja daerah hingga Oktober 2025 mengalami kontraksi sebesar 13,5 persen atau turun Rp126,1 triliun secara tahunan.

“Kalau kita lihat APBD komposisi belanjanya, belanja pegawai, belanja barang, belanja jasa, belanja modal dan belanja lainnya, ternyata yang terkontraksi itu belanja pegawai. Bayar gaji, bayar upah, itu on track Rp 343 triliun dibandingkan tahun lalu,” bebernya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Kamis (20/1/2025).

Suahasil mengatakan, penurunan terbesar terjadi pada belanja barang dan jasa, belanja modal, serta belanja lainnya. Secara keseluruhan, belanja APBD tahun 2025 tercatat Rp126,1 triliun lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia juga menyoroti besarnya dana pemerintah daerah yang mengendap di perbankan. Hingga Oktober 2025, simpanan pemda di bank tercatat mencapai Rp244 triliun, tertinggi sepanjang tahun.

“Dana simpanan pemda di perbankan masih tinggi, karena belum belanja. Maka itu kalau dilihat dari bulan Januari 2025, Rp 143 triliun, dana simpanan ini meningkat terus menjadi per September catatan kita adalah Rp 244 triliun,” kata Suahasil.

Pemerintah berharap belanja daerah dapat dipercepat agar dana yang telah ditransfer benar-benar memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah.*

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota Pansus RUU Ruang Udara Terima Aspirasi Maskapai

    Anggota Pansus RUU Ruang Udara Terima Aspirasi Maskapai

    • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com -Dewan Perwakilam Rakyat Republik Indonesia, melalui Panitia Khusus (Pansus) DPR RI kembali melakukan Rapat Dengan Pendapat terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengelolaan Ruang Udara, Selasa (1/7/2025) siang. Adapun, Pansus terdiri dari lintas komisi di DPR RI, mulai komisi I, III dan V mengadakan RDP bersama maskapai penerbangan seperti Sriwijaya, Garuda dan Lion Group di […]

  • Ketua MPR : Berpolitiklah Sekedarnya, Bertemanlah Selamanya

    Ketua MPR : Berpolitiklah Sekedarnya, Bertemanlah Selamanya

    • calendar_month Kamis, 11 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.Com – Profesi Notaris memiliki posisi pengaruh dan jaraingan untuk menyampaikan kepada masyarakat harus menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan. Terutama menurut Bamsoet, dalam menghadapi pesta demokrasi pada 14 Februari 2024 nanti. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua MPR RI, Dr. Bambang Soesatyo, saat menyampaikan pidato acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI untuk Ikatan Notaris […]

  • Legislator Itje Siti Dewi Kuraesin Lepas 400 Jemaah Haji Kloter Embarkasi Kertajati

    Legislator Itje Siti Dewi Kuraesin Lepas 400 Jemaah Haji Kloter Embarkasi Kertajati

    • calendar_month Senin, 13 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Indramayu,msinews.com-Anggota Komisi VIII DPR RI, Itje Siti Dewi Kuraesin melakukan Kunjungan Kerja Spesifik (Kunsfik) ke Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. Dalam kesempatan itu ia menjelaskan Kunsfik itu dalam rangka pelepasan Jemaah Haji kloter pertama pada Embarkasi Kertajati tahun 1445 H/2024 M di Provinsi Jawa Barat. Keberangkatan kloter pertama haji ini berjalan dengan lancar. Mengingat hari […]

  • SMK Di Lamsel

    SMK NI di Jati Agung Main Tahan Ijazah, Buntut SPP Belum Lunas

    • calendar_month Jumat, 15 Sep 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Lamsel – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nurul Islam (NI) lokasi Jl. Raya Sumber Jaya, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten (Kab) Lampung Selatan (Lamsel) diduga main sikat tahan ijazah. Pasalnya puluhan mantan murid sekolah tersebut belum menerima Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) buntut belum melunasi tunggakan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). Salah satu mantan murid SMK NI yang […]

  • Maulid Nabi, Korem 064/MY Meneladani Perilaku Rasulullah SAW.

    Maulid Nabi, Korem 064/MY Meneladani Perilaku Rasulullah SAW.

    • calendar_month Selasa, 10 Okt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 226
    • 0Komentar

      Jakarta, MSINews.com – Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1445 Hijriah, Masehi, Korem 064/MY menggelar acara yang menghimpun seluruh Prajurit Korem 072/Pamungkas. Acara berlangsung dengan khidmat di Masjid Maulana Yusuf. MY Brigjen TNI Tatang Subarna melalui Kasiren Korem 064/MY Kolonel Inf Dadang Alex menyampaikan acara maulid Nabi Muhammad SAW yang setiap tahun diperingati bukan sekedar […]

  • Lestari Moerdijat: Wujudkan Kesetaraan Bagi setiap Warga Negara

    Lestari Moerdijat: Wujudkan Kesetaraan Bagi setiap Warga Negara

    • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 211
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM-Wakil Ketua MPR RI, Dr. Lestari Moerdijat,S.S., M.MU, mengatakan, bahwa upaya untuk mewujudkan kesetaraan pada keseharian bagi setiap warga negara, termasuk perempuan, harus konsisten direalisasikan. “Bercermin dari masih berlangsungnya praktik diskriminasi di sejumlah sektor, perjuangan mewujudkan kesetaraan dalam keseharian harus menjadi kepedulian kita bersama, sebagaimana RA Kartini telah memperjuangkannya sejak ratusan tahun lalu,” kata Lestari […]

expand_less