Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Lambatnya Belanja Anggaran, Purbaya Ancam Bekukan Dana Kementerian Hingga Pemda

Lambatnya Belanja Anggaran, Purbaya Ancam Bekukan Dana Kementerian Hingga Pemda

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
  • visibility 181
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Msinews.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti lambatnya realisasi belanja anggaran oleh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah (pemda).

Purbaya enegaskan tidak akan ragu membekukan anggaran apabila dana yang telah dialokasikan tidak segera dibelanjakan secara optimal dan tepat sasaran.

Purbaya menyebut persoalan keterlambatan belanja anggaran bukan hal baru dan telah berlangsung selama puluhan tahun. Ia mengaku belum menemukan alasan pasti mengapa masalah tersebut terus berulang.

“Saya enggak tahu itu apa yang terjadi sebetulnya itu sudah terjadi puluhan tahun seperti itu, Kementerian Lembaga enggak bisa membelanjakan uangnya tepat waktu,” ungkap Purbaya saat acara Semangat Awal Tahun 2026 di Menara Global, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Ia menjelaskan, kondisi tersebut sebelumnya mendorong Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono membentuk Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4).

Langkah serupa juga dilakukan pada masa pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo. Namun, hingga kini belum terlihat evaluasi serupa di era Presiden Prabowo Subianto.

Meski demikian, Purbaya menegaskan tidak merasa terbebani dengan kondisi tersebut. Sebagai Bendahara Negara, ia menyatakan memiliki kewenangan untuk mengendalikan arus anggaran dan telah mengambil langkah tegas terhadap kementerian dan pemerintah daerah yang tidak segera membelanjakan dananya.

“Tapi enggak apa-apa kalau enggak ada yang jalankan itu ya saya jalankan dari tempat saya, saya lebih berkuasa lagi, kalau mereka enggak belanjain, gua potong aja anggarannya, bukan dipotong, saya kan stop, saya enggak kirim aja biar mereka teriak-teriak. Tapi tujuannya satu, biar mereka belanja tepat waktu, tepat sasaran dan enggak bocor,” beber dia.

Menurut Purbaya, keterlambatan belanja juga terjadi di pemerintah daerah. Ia menyoroti fakta bahwa hingga akhir tahun, saldo anggaran daerah masih mengendap dalam jumlah besar.

“Daerah juga sama, masih punya ratus-ratus triliun lebih di akhir tahun,” ucapnya.

Ia menilai kondisi tersebut tidak sejalan dengan permintaan daerah yang kerap mengajukan tambahan anggaran kepada pemerintah pusat.

“Ya enggak apa-apa, mereka selalu minta uang, minta uang, minta uang, udah seratus triliun di tempat lu, habisin,” tambah Purbaya.

Untuk mendorong belanja yang lebih optimal, Kementerian Keuangan berencana menempatkan perwakilan di berbagai instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah.

Purbaya menegaskan langkah tersebut bukan bentuk intervensi, melainkan sarana diskusi agar pengelolaan anggaran menjadi lebih efektif.

“Jadi tahun ini saya akan kirim orang-orang dari keuangan untuk diskusilah dengan mereka supaya mereka lebih bagus lagi belanjanya di daerah. Tapi bukan daerah aja, Pusat juga akan kita lakukan hal yang sama,” ujarnya.

Namun, ia mengungkapkan bahwa rencana tersebut justru memicu banyak menteri untuk mengajukan permintaan tambahan anggaran.

“Tapi begitu mereka dengar saya ngomong gitu rame-rame mereka mau ketemu saya sekarang, Menteri-menteri, mau minta anggaran tambah aja. Padahal belanjanya belum tentu baik, belum tentu sesuai dengan yang ditargetkan,” ungkapnya.

Meski begitu, Purbaya menegaskan langkah yang diambil bertujuan memastikan mesin fiskal nasional berjalan dengan baik.

“Tapi enggak apa-apa, yang penting arahnya ke sana kita pastikan bahwa mesin fiskal jalan dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Kementerian Keuangan sebelumnya juga mencatat rendahnya serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan belanja daerah hingga Oktober 2025 mengalami kontraksi sebesar 13,5 persen atau turun Rp126,1 triliun secara tahunan.

“Kalau kita lihat APBD komposisi belanjanya, belanja pegawai, belanja barang, belanja jasa, belanja modal dan belanja lainnya, ternyata yang terkontraksi itu belanja pegawai. Bayar gaji, bayar upah, itu on track Rp 343 triliun dibandingkan tahun lalu,” bebernya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Kamis (20/1/2025).

Suahasil mengatakan, penurunan terbesar terjadi pada belanja barang dan jasa, belanja modal, serta belanja lainnya. Secara keseluruhan, belanja APBD tahun 2025 tercatat Rp126,1 triliun lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia juga menyoroti besarnya dana pemerintah daerah yang mengendap di perbankan. Hingga Oktober 2025, simpanan pemda di bank tercatat mencapai Rp244 triliun, tertinggi sepanjang tahun.

“Dana simpanan pemda di perbankan masih tinggi, karena belum belanja. Maka itu kalau dilihat dari bulan Januari 2025, Rp 143 triliun, dana simpanan ini meningkat terus menjadi per September catatan kita adalah Rp 244 triliun,” kata Suahasil.

Pemerintah berharap belanja daerah dapat dipercepat agar dana yang telah ditransfer benar-benar memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah.*

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Catatan Ketua MPR Membangun Manusia Indonesia Dengan Program Makanan Bergizi

    Catatan Ketua MPR Membangun Manusia Indonesia Dengan Program Makanan Bergizi

    • calendar_month Minggu, 23 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Oleh : Dr.H.Bambang Soesatyo,Ketua MPR RI GAGASAN presiden terpilih Prabowo Subianto tentang program penyediaan Sarapan Bergizi Gratis untuk anak, dan program membuka akses seluas-luasnya bagi anak usia sekolah mengenyam pendidikan, sejatinya melekat pada kewajiban konstitusional negara menyejahterakan rakyat sebagaimana ditetapkan oleh konstitusi.  Dua program ini bisa direalisasikan  dengan meningkatkan efektivitas pemanfaatan APBN melalui refokusing anggaran, […]

  • Ketua MPR RI: Perempuan sebagai Kekuatan Strategis Masa Depan Indonesia

    Ketua MPR RI: Perempuan sebagai Kekuatan Strategis Masa Depan Indonesia

    • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani menegaskan pentingnya peran perempuan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045. Hal itu disampaikannya saat membuka seminar bertajuk “Kepemimpinan Perempuan untuk Indonesia Maju dan Sejahtera”  diselenggarakan oleh Korps HMI Wati (KOHATI) melalui Forum Alumni HMI-Wati (Forhati), di Gedung Nusantara V, […]

  • Kemensos kini membuat satu tantangan mendasar bagi penyandang disabilitas

    Kemensos Mampu Buat Disabilitas Netra Kenali Lingkungan

    • calendar_month Senin, 28 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Jakarta, Kemensos kini membuat satu tantangan mendasar bagi penyandang disabilitas sensorik netra untuk mampu melakukan pengenalan lingkungan. Tidak berfungsinya kemampuan visual, membuat mereka terkendala mengenali obyek di sekitarnya. Akibatnya, mereka bisa menabrak obyek di lingkungan sekitar, dan menghambat mobilitas mereka. Untuk itu mereka membutuhkan bimbingan bagaimana mengoptimalkan panca indera lain, sehingga membantu meningkatkan mobilitas. Untuk […]

  • Pemkot Kendari dan DP3A Gelar Pelatihan Kewirausahan Bagi Pelaku UMKM

    Pemkot Kendari dan DP3A Gelar Pelatihan Kewirausahan Bagi Pelaku UMKM

    • calendar_month Kamis, 11 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Kendari, msinews.com-Upaya untuk meningkatkan pelaku wirausaha terus diberdayakan oleh Pemerintah Kota Kendari,Sulawesi Tengah (Sulteng). Terkini, pada Rabu (10/7/2024), Pemerintah Kota Kendari bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kendari menggelar pelatihan kewirausahaan guna  meningkatkan usaha ekonomi perempuan Kota Kendari. Dalam kesempatan itu, Asisten III Sekretariat Daerah Kota Kendari, Makmur […]

  • Presiden Prabowo; Tunjangan DPR Dicabut dan Moratorium Kunjungan Kerja ke Luar Negeri

    Presiden Prabowo; Tunjangan DPR Dicabut dan Moratorium Kunjungan Kerja ke Luar Negeri

    • calendar_month Minggu, 31 Agt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Presiden Prabowo Subianto mengundang para Pimpinan Partai Politik dan tiga pimpinan DPR/MPR/DPD RI ke Istana Negara,pada Minggu 31 Agustus 2025. Lalu,apa saja pernyataan penting dari Presiden kepada tiga pimmpinan parlemen ;Ketua DPR.RI,Ketua MPR RI,  Ketua DPD RI, serta para Pimpinan Partai Politik dalam pertemuan khusus itu. Berikut redaksi menayangkan secara utuh pidato Presiden Prabowo di […]

  • Golkar Klaim Tidak Mendorong Revisi UU MD3

    Golkar Klaim Tidak Mendorong Revisi UU MD3

    • calendar_month Selasa, 9 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Anggota Baleg DPR Firman Subagyo mengklaim, pihaknya tak mendorong ketentuan pergantian ketua DPR RI direvisi. Hal itu disampikan merespon revisi Undang-Undang tentang perubahan keempat atas Undang-undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3), yang masuk ke dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas. “Bahwa dengan adanya (RUU) MD3 itu tidak […]

expand_less