Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Lambatnya Belanja Anggaran, Purbaya Ancam Bekukan Dana Kementerian Hingga Pemda

Lambatnya Belanja Anggaran, Purbaya Ancam Bekukan Dana Kementerian Hingga Pemda

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
  • visibility 307
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Msinews.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti lambatnya realisasi belanja anggaran oleh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah (pemda).

Purbaya enegaskan tidak akan ragu membekukan anggaran apabila dana yang telah dialokasikan tidak segera dibelanjakan secara optimal dan tepat sasaran.

Purbaya menyebut persoalan keterlambatan belanja anggaran bukan hal baru dan telah berlangsung selama puluhan tahun. Ia mengaku belum menemukan alasan pasti mengapa masalah tersebut terus berulang.

“Saya enggak tahu itu apa yang terjadi sebetulnya itu sudah terjadi puluhan tahun seperti itu, Kementerian Lembaga enggak bisa membelanjakan uangnya tepat waktu,” ungkap Purbaya saat acara Semangat Awal Tahun 2026 di Menara Global, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Ia menjelaskan, kondisi tersebut sebelumnya mendorong Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono membentuk Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4).

Langkah serupa juga dilakukan pada masa pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo. Namun, hingga kini belum terlihat evaluasi serupa di era Presiden Prabowo Subianto.

Meski demikian, Purbaya menegaskan tidak merasa terbebani dengan kondisi tersebut. Sebagai Bendahara Negara, ia menyatakan memiliki kewenangan untuk mengendalikan arus anggaran dan telah mengambil langkah tegas terhadap kementerian dan pemerintah daerah yang tidak segera membelanjakan dananya.

“Tapi enggak apa-apa kalau enggak ada yang jalankan itu ya saya jalankan dari tempat saya, saya lebih berkuasa lagi, kalau mereka enggak belanjain, gua potong aja anggarannya, bukan dipotong, saya kan stop, saya enggak kirim aja biar mereka teriak-teriak. Tapi tujuannya satu, biar mereka belanja tepat waktu, tepat sasaran dan enggak bocor,” beber dia.

Menurut Purbaya, keterlambatan belanja juga terjadi di pemerintah daerah. Ia menyoroti fakta bahwa hingga akhir tahun, saldo anggaran daerah masih mengendap dalam jumlah besar.

“Daerah juga sama, masih punya ratus-ratus triliun lebih di akhir tahun,” ucapnya.

Ia menilai kondisi tersebut tidak sejalan dengan permintaan daerah yang kerap mengajukan tambahan anggaran kepada pemerintah pusat.

“Ya enggak apa-apa, mereka selalu minta uang, minta uang, minta uang, udah seratus triliun di tempat lu, habisin,” tambah Purbaya.

Untuk mendorong belanja yang lebih optimal, Kementerian Keuangan berencana menempatkan perwakilan di berbagai instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah.

Purbaya menegaskan langkah tersebut bukan bentuk intervensi, melainkan sarana diskusi agar pengelolaan anggaran menjadi lebih efektif.

“Jadi tahun ini saya akan kirim orang-orang dari keuangan untuk diskusilah dengan mereka supaya mereka lebih bagus lagi belanjanya di daerah. Tapi bukan daerah aja, Pusat juga akan kita lakukan hal yang sama,” ujarnya.

Namun, ia mengungkapkan bahwa rencana tersebut justru memicu banyak menteri untuk mengajukan permintaan tambahan anggaran.

“Tapi begitu mereka dengar saya ngomong gitu rame-rame mereka mau ketemu saya sekarang, Menteri-menteri, mau minta anggaran tambah aja. Padahal belanjanya belum tentu baik, belum tentu sesuai dengan yang ditargetkan,” ungkapnya.

Meski begitu, Purbaya menegaskan langkah yang diambil bertujuan memastikan mesin fiskal nasional berjalan dengan baik.

“Tapi enggak apa-apa, yang penting arahnya ke sana kita pastikan bahwa mesin fiskal jalan dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Kementerian Keuangan sebelumnya juga mencatat rendahnya serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan belanja daerah hingga Oktober 2025 mengalami kontraksi sebesar 13,5 persen atau turun Rp126,1 triliun secara tahunan.

“Kalau kita lihat APBD komposisi belanjanya, belanja pegawai, belanja barang, belanja jasa, belanja modal dan belanja lainnya, ternyata yang terkontraksi itu belanja pegawai. Bayar gaji, bayar upah, itu on track Rp 343 triliun dibandingkan tahun lalu,” bebernya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Kamis (20/1/2025).

Suahasil mengatakan, penurunan terbesar terjadi pada belanja barang dan jasa, belanja modal, serta belanja lainnya. Secara keseluruhan, belanja APBD tahun 2025 tercatat Rp126,1 triliun lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia juga menyoroti besarnya dana pemerintah daerah yang mengendap di perbankan. Hingga Oktober 2025, simpanan pemda di bank tercatat mencapai Rp244 triliun, tertinggi sepanjang tahun.

“Dana simpanan pemda di perbankan masih tinggi, karena belum belanja. Maka itu kalau dilihat dari bulan Januari 2025, Rp 143 triliun, dana simpanan ini meningkat terus menjadi per September catatan kita adalah Rp 244 triliun,” kata Suahasil.

Pemerintah berharap belanja daerah dapat dipercepat agar dana yang telah ditransfer benar-benar memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah.*

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PKS akan Bawa Nama Cawapres Anies ke Majelis Syura

    PKS akan Bawa Nama Cawapres Anies ke Majelis Syura

    • calendar_month Sabtu, 2 Sep 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Jakarta, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar konferensi pers terkait perkembangan di Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Sabtu (2/9/2023). Dalam keterangannya Presiden PKS Ahmad Syaikhu menyebut, sesuai mekanisme partai nama Cawapres yang akan mendampingi Anies Baswedan akan dibawa ke Majelis Syuro PKS. Syaikhu mengatakan nama Muhaimin Iskandar yang diusulkan sebagai Cawapres akan dibawa ke Musyawarah Majelis Syuro […]

  • Satgas PRR Dorong Sinkronisasi Pusat dan Daerah untuk Percepat Pemulihan Permanen

    Satgas PRR Dorong Sinkronisasi Pusat dan Daerah untuk Percepat Pemulihan Permanen

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 197
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM-Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mendorong pemerintah daerah di Provinsi Aceh untuk menyinkronkan seluruh program rehabilitasi dan rekonstruksi permanen agar dapat mengambil peran dalam pemulihan permanen pada sektor-sektor yang belum ditangani kementerian/lembaga (K/L) melalui Rencana Induk (Renduk) Pascabencana Sumatera. Tito menekankan Renduk merupakan acuan utama pemulihan […]

  • Pagu Anggaran Kementerian Perindustrian Tahun 2025 Sebesar Rp2,52 Triliun

    Pagu Anggaran Kementerian Perindustrian Tahun 2025 Sebesar Rp2,52 Triliun

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com- Komisi VII DPR RI menyetujui Pagu anggaran untuk Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia pada Tahun Anggaran 2025 senilai Rp2.519.612.734.000. Adapun, keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil penyesuaian yang dilakukan oleh badan anggaran DPR RI. “Komisi VII DPR RI menyetujui pagu anggaran Kementerian Perindustrian Republik Indonesia Tahun Anggaran 2025 berdasarkan hasil penyesuaian badan anggaran DPR RI sebesar […]

  • Kemenkes RI Catat 27 Kasus Kematian Petugas KPPS pada Pemilu 2024

    Kemenkes RI Catat 27 Kasus Kematian Petugas KPPS pada Pemilu 2024

    • calendar_month Minggu, 18 Feb 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat adanya 27 kasus kematian petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada pemilu 2024. Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) Hasyim Asy’ari memastikan pemberian santunan kepada keluarga petugas yang meninggal. Baca juga : KPK Sidangkan Bos Harita Group, Kasus Suap Gubernur Malut  “Santunan […]

  • Iskada Gelar Diskusi Beasiswa ke Turki

    Iskada Gelar Diskusi Beasiswa ke Turki

    • calendar_month Senin, 12 Agt 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Banda Aceh,msinews.com-Ikatan Siswa Kader Dakwah (Iskada) menggelar diskusi tentang beasiswa ke Luar Negeri tiap Senin, 12 Agustus 2024 di Markaz Iskada Lambhuk, Banda Aceh. Untuk sesi Senin ini adalah beasiswa ke Turki dengan narasumber Muhammad Haykal, alumni S2 Istanbul University dan juga peraih beasiswa YTB Pemerintah Turki. Selain menjelaskan tentang sistem pendidikan Turki, juga di […]

  • ID FOOD: Tak Ada Kebijakan Gadaikan Aset BUMN, Fokus pada Hilirisasi Pangan

    ID FOOD: Tak Ada Kebijakan Gadaikan Aset BUMN, Fokus pada Hilirisasi Pangan

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Msinews.com – ID FOOD menyatakan mengenai isu dugaan penggadaian aset perusahaan, memastikan tak ada kebijakan menggadaikan aset Badan Usaha Milik Negara atau BUMN. Pernyatan tersebut disampaikan SVP Sekretaris Perusahaan ID FOOD Yosdian Adi Pramono, di Jakarta, Sabtu (22/112025). Ia menegaskan bahwa langkah yang sedang ditempuh adalah penguatan program hilirisasi pangan melalui pendanaan mandiri maupun dukungan […]

expand_less