Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga » Minimnya Tenaga Pelatih Profesional dan Rendahnya Gairah Sepak Bola di NTT

Minimnya Tenaga Pelatih Profesional dan Rendahnya Gairah Sepak Bola di NTT

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
  • visibility 183
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruteng,Flores,msinews.com-Minimnya pelatih profesional berlisensi dan rendahnya animo sepak bola merupakan salah satu penghambat kemajuan bidang sepak bola di provinsi kepulauan Nusa Tenggara Timur menuju ke level Nasional. Setidaknya itulah yang disoroti PSSI terkait perkembangan dunia olahraga sepak bola di NTT.

Demikian disampaikan oleh Educator Departemen Pelatihan PSSI, Coach Heriyansyah, di sela kegiatan kursus pelatih atau Coaching Course yang diselenggarakan oleh ASKAB PSSI Manggarai Timur di Stadion Golo Dukal, Rabu, 7 Mei 2025.

“Dari segi jumlah pelatih, NTT ini menurut saya jauh tertinggal. Kalau jumlah pelatihnya sudah banyak baru kita bicarakan mengenai kualitas. Untuk sepak bola NTT, banyak hal yang harus dibenahi. Ini baru satu sisi di kepelatihan,” kata Coach Heriyansyah.

Mantan pemain PSSI Pre Olympic Barcelona 92 U-23 itu, bahwa kurangnya jumlah pelatih profesional berlisensi merupakan masalah serius yang perlu dibenahi jika ingin sepak bola NTT terus maju. Sebab kalau tidak, maka NTT semakin jauh tertinggal dari level sepak bola Nasional.

“Sebenarnya masih banyak hal yang harus dibenahi di sepak bola NTT. Kalau pelatih tidak banyak, lalu tidak banyak kursus pada level D License ini maka susah untuk nantinya punya pelatih yang bisa banyak berbuat banyak untuk NTT. Menurut saya itu hal yang paling penting,” jelas Heriyansyah.

“Saya lihat tidak banyak pelatih berlisensi di NTT yang bisa pegang tim. Karena syarat dari PSSI, untuk keluar atau maju ke level nasional itu syaratnya B License,” ungkapnya.

Ia menambahkan, ada satu orang pelatih dari NTT berlisensi A, tetapi masalahnya animo sepak bola NTT tidak bergairah,

“Jadi pelatih-pelatih yang bagus kadang keluar. Membawa klub atau tim lain. Jadi untuk membangun NTT sendiri kurang. Pelatih profesional perbanyak dulu,” ungkapnya.

“Selain beberapa masalah yang saya sebutkan, NTT juga saya lihat tidak ada kompetisi. Tidak memiliki sekolah-sekolah sepak bola. Jadi ASPROV dan ASKAB perlu bekerjasama untuk menimbulkan animo sepak bola dengan mengadakan kompetisi,” sambungnya.

Runner Up U21-2012 tersebut berharap calon pelatih profesional yang mengikuti kursus pelatih lisensi D bersama PSSI MATIM di Stadion Golo Dukal bisa mendirikan klub bola dan membuka Sekolah Sepak Bola (SSB) dalam rangka menumbuhkan gairah sepak bola di NTT.

“Dengan adanya D License ini para pelatih ini mau ngapain setelah ini Kalau nggak ada kompetisi. Susah mengaplikasikan ilmunya. Saya berharap, setelah mengikuti kursus pelatih ini mereka juga bisa punya klub bola. Mendirikan SSB dan menggelar kompetisi. Dengan begitu sepak bola NTT bergairah,” ungkapnya.

Masih kata dia, bahwa pedoman pengembangan sepak bola harus berdasarkan semangat sepak bola Indonesia, dengan membina potensi pemain muda sejak masa fun face yaitu usia 6 – 9 tahun.

“D License khusus untuk melatih pelatih usia 6 – 9 tahun, walaupun di situ sudah diberikan materi kepelatihan untuk usia 10 – 13 tahun. Sebenarnya pertama itu masa fun face,” jelasnya.

Sementara Lisensi D kata dia, merupakan tahap awal, langkah positif menuju sepak bola NTT yang lebih baik.

“Masa kegembiraan di usia 6 – 9 tahun. Nanti di C License itu dibahas lagi usia 10 – 13 tahun itu untuk pengembang skills. Jadi menurut saya ini baru awal. Baru tahap awal ini,”bebernya.

“Sedangkan kalau bicara level sepak bola nasional seperti LIGA1, lanjut Heryansyah, itu levelnya lebih kompleks.Bukan hanya SDM tapi juga masalah keuangan atau finansial,” imbuhnya dilansir dari diantimur.

“LIGA1 level klub profesional. Tidak sedikit mengeluarkan dana setahun. Jadi paling penting untuk NTT adalah membina skill pelatih,” tutupnya. (*)

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mendagri Fokuskan Pengendalian Komoditas Pangan untuk Jaga Inflasi

    Mendagri Fokuskan Pengendalian Komoditas Pangan untuk Jaga Inflasi

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Msinews.com – Pemerintah memfokuskan pengendalian harga komoditas pangan sebagai langkah utama menjaga stabilitas inflasi nasional agar tetap terkendali dan tidak berdampak pada daya beli masyarakat. Hal tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang dirangkaikan dengan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah di Gedung Sasana […]

  • BGN Tidak Memaksa Sekolah yang Menolak MBG

    BGN Tidak Memaksa Sekolah yang Menolak MBG

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Msinews.com – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, memastikan bahwa tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak boleh memaksa sekolah agar para siswanya menjadi penerima manfaat MBG. “Para Kepala SPPG tidak boleh […]

  • Ketua DPD RI Lantik Sekjen Baru, Ini Pesannya 

    Ketua DPD RI Lantik Sekjen Baru, Ini Pesannya 

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com — Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia resmi melantik Irjen Pol. Muhammad Iqbal sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) yang baru pada Senin (19/5/2025), menggantikan Rahman Hadi yang kini menduduki jabatan fungsional sebagai Analis Legislasi Ahli Utama. Pelantikan ini diselenggarakan secara sederhana di lingkungan Sekretariat Jenderal DPD RI, dihadiri oleh pimpinan DPD, pejabat tinggi, dan sejumlah […]

  • KPK Bongkar Aliran Dana Hibah Pokmas Jatim Tiga Saksi Diperiksa

    KPK Bongkar Aliran Dana Hibah Pokmas Jatim Tiga Saksi Diperiksa

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah membongkar dugaan praktik suap dalam pengurusan dana hibah Kelompok Masyarakat (Pokmas) di Jawa Timur. Penyelidikan KPK kini fokus pada indikasi adanya aliran dana yang disetorkan oleh pihak tertentu demi memuluskan jalan memperoleh dana hibah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2021-2022. […]

  • Sri Mulyani Resmi Setujui Tunjangan Uang Makan PNS dan PPPK

    Sri Mulyani Resmi Setujui Tunjangan Uang Makan PNS dan PPPK

    • calendar_month Jumat, 29 Des 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Menteri Keuangan, Sri Mulyani, telah secara resmi menyetujui pemberian tunjangan uang makan bagi guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mulai tahun 2024. Uang makan ini akan memberikan keringanan finansial bagi para pendidik yang berdedikasi, dengan besaran yang berbeda untuk golongan I hingga IV. Baca juga : […]

  • Mensos sebut, kemiskinan bukan soal angka,tapi tantangan peradaban

    Mensos sebut, kemiskinan bukan soal angka,tapi tantangan peradaban

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 152
    • 0Komentar

    BANDUNG,MSINEWS.COM-Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa kemiskinan bukan sekadar soal angka dan ekonomi, kemiskinan adalah tantangan peradaban. “Kemiskinan bukan sekadar masalah angka juga bukan sekadar ekonomi. Kemiskinan adalah tantangan peradaban. Mengatasi kemiskinan berarti menyelamatkan masa depan bangsa, memperkuat fondasi keadilan sosial, dan menunaikan amanah konstitusi,” kata Gus Ipul saat menjadi pembicara […]

expand_less