Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga » Minimnya Tenaga Pelatih Profesional dan Rendahnya Gairah Sepak Bola di NTT

Minimnya Tenaga Pelatih Profesional dan Rendahnya Gairah Sepak Bola di NTT

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
  • visibility 289
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruteng,Flores,msinews.com-Minimnya pelatih profesional berlisensi dan rendahnya animo sepak bola merupakan salah satu penghambat kemajuan bidang sepak bola di provinsi kepulauan Nusa Tenggara Timur menuju ke level Nasional. Setidaknya itulah yang disoroti PSSI terkait perkembangan dunia olahraga sepak bola di NTT.

Demikian disampaikan oleh Educator Departemen Pelatihan PSSI, Coach Heriyansyah, di sela kegiatan kursus pelatih atau Coaching Course yang diselenggarakan oleh ASKAB PSSI Manggarai Timur di Stadion Golo Dukal, Rabu, 7 Mei 2025.

“Dari segi jumlah pelatih, NTT ini menurut saya jauh tertinggal. Kalau jumlah pelatihnya sudah banyak baru kita bicarakan mengenai kualitas. Untuk sepak bola NTT, banyak hal yang harus dibenahi. Ini baru satu sisi di kepelatihan,” kata Coach Heriyansyah.

Mantan pemain PSSI Pre Olympic Barcelona 92 U-23 itu, bahwa kurangnya jumlah pelatih profesional berlisensi merupakan masalah serius yang perlu dibenahi jika ingin sepak bola NTT terus maju. Sebab kalau tidak, maka NTT semakin jauh tertinggal dari level sepak bola Nasional.

“Sebenarnya masih banyak hal yang harus dibenahi di sepak bola NTT. Kalau pelatih tidak banyak, lalu tidak banyak kursus pada level D License ini maka susah untuk nantinya punya pelatih yang bisa banyak berbuat banyak untuk NTT. Menurut saya itu hal yang paling penting,” jelas Heriyansyah.

“Saya lihat tidak banyak pelatih berlisensi di NTT yang bisa pegang tim. Karena syarat dari PSSI, untuk keluar atau maju ke level nasional itu syaratnya B License,” ungkapnya.

Ia menambahkan, ada satu orang pelatih dari NTT berlisensi A, tetapi masalahnya animo sepak bola NTT tidak bergairah,

“Jadi pelatih-pelatih yang bagus kadang keluar. Membawa klub atau tim lain. Jadi untuk membangun NTT sendiri kurang. Pelatih profesional perbanyak dulu,” ungkapnya.

“Selain beberapa masalah yang saya sebutkan, NTT juga saya lihat tidak ada kompetisi. Tidak memiliki sekolah-sekolah sepak bola. Jadi ASPROV dan ASKAB perlu bekerjasama untuk menimbulkan animo sepak bola dengan mengadakan kompetisi,” sambungnya.

Runner Up U21-2012 tersebut berharap calon pelatih profesional yang mengikuti kursus pelatih lisensi D bersama PSSI MATIM di Stadion Golo Dukal bisa mendirikan klub bola dan membuka Sekolah Sepak Bola (SSB) dalam rangka menumbuhkan gairah sepak bola di NTT.

“Dengan adanya D License ini para pelatih ini mau ngapain setelah ini Kalau nggak ada kompetisi. Susah mengaplikasikan ilmunya. Saya berharap, setelah mengikuti kursus pelatih ini mereka juga bisa punya klub bola. Mendirikan SSB dan menggelar kompetisi. Dengan begitu sepak bola NTT bergairah,” ungkapnya.

Masih kata dia, bahwa pedoman pengembangan sepak bola harus berdasarkan semangat sepak bola Indonesia, dengan membina potensi pemain muda sejak masa fun face yaitu usia 6 – 9 tahun.

“D License khusus untuk melatih pelatih usia 6 – 9 tahun, walaupun di situ sudah diberikan materi kepelatihan untuk usia 10 – 13 tahun. Sebenarnya pertama itu masa fun face,” jelasnya.

Sementara Lisensi D kata dia, merupakan tahap awal, langkah positif menuju sepak bola NTT yang lebih baik.

“Masa kegembiraan di usia 6 – 9 tahun. Nanti di C License itu dibahas lagi usia 10 – 13 tahun itu untuk pengembang skills. Jadi menurut saya ini baru awal. Baru tahap awal ini,”bebernya.

“Sedangkan kalau bicara level sepak bola nasional seperti LIGA1, lanjut Heryansyah, itu levelnya lebih kompleks.Bukan hanya SDM tapi juga masalah keuangan atau finansial,” imbuhnya dilansir dari diantimur.

“LIGA1 level klub profesional. Tidak sedikit mengeluarkan dana setahun. Jadi paling penting untuk NTT adalah membina skill pelatih,” tutupnya. (*)

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gus Ipul Pastikan Calon Siswa Sekolah Rakyat Harus dari Keluarga Miskin

    Gus Ipul Pastikan Calon Siswa Sekolah Rakyat Harus dari Keluarga Miskin

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Padang — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan calon siswa sekolah rakyat haruslah mereka yang berasal dari desil satu arau mereka yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. “Arahan Presiden Prabowo, yang bisa sekolah di sini (Sekolah Rakyat) adalah mereka dari keluarga tidak mampu. Di statistik istilahnya itu miskin atau miskin ekstrem. Mereka […]

  • Prabowo Dorong Food Estate Sebagai Strategi pada Dialog Kadin

    Prabowo Dorong Food Estate Sebagai Strategi pada Dialog Kadin

    • calendar_month Jumat, 12 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Calon Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, menyatakan komitmennya terhadap pembangunan food estate sebagai strategi utama untuk meningkatkan produksi pangan di Indonesia. Pernyataan Prabowo dorong food estate disampaikan dalam acara dialog capres bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Djakarta Theater, Jakarta Pusat. Baca juga : Tingkat Kepuasan Publik atas Kinerja […]

  • Sebanyak 1,3 Juta Rekening Bansos Gagal Transfer, Kemensos Gandeng PPATK Selidiki Kendala Penyaluran

    Sebanyak 1,3 Juta Rekening Bansos Gagal Transfer, Kemensos Gandeng PPATK Selidiki Kendala Penyaluran

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Kementerian Sosial (Kemensos) tengah menghadapi kendala dalam penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) triwulan kedua tahun 2025 ini. Tercatat, sekitar 1,3 juta data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengalami kegagalan transfer dana bansos. Menyikapi hal ini, Kemensos akan menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk menelusuri akar permasalahan. […]

  • Kemensos-BP2MI Komitmen, Kolaborasi Perkuat Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

    Kemensos-BP2MI Komitmen, Kolaborasi Perkuat Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Kementerian Sosial dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menandatangani Nota Kesepahaman untuk memperkuat kolaborasi pelindungan pekerja migran Indonesia dan keluarganya. Nota Kesepahaman ini bertujuan untuk memastikan kesejahteraan, pencegahan masalah sosial, serta reintegrasi optimal bagi para pekerja migran. Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono menegaskan pentingnya kolaborasi dalam pelindungan bagi […]

  • Menimbang Motor Listrik Nasional, Antara Transisi Energi, Risiko Kemacetan, dan Keselamatan Jalan

    Menimbang Motor Listrik Nasional, Antara Transisi Energi, Risiko Kemacetan, dan Keselamatan Jalan

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 103
    • 0Komentar

    DI TENGAH tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang didominasi sepeda motor, hadirnya Program Motor Listrik Nasional (Molinas) membawa angin segar bagi transformasi industri otomotif dan keselamatan berkendara di Indonesia_ . Presiden Prabowo Subianto meluncurkan motor listrik nasional beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026). Langkah […]

  • Ribuan Delegasi World Water Forum ke-10 Harmonisasi Bersama Alam di Upacara Segara Kerthi

    Ribuan Delegasi World Water Forum ke-10 Harmonisasi Bersama Alam di Upacara Segara Kerthi

    • calendar_month Sabtu, 18 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Denpasar, msinews.com-Lebih dari 2.000 orang delegasi dan peserta World Water Forum ke-10 bersama umat Hindu Bali akan mengikuti ritual upacara Segara Kerthi, di kawasan Pantai Bali Turtle Island Development (BTID), Denpasar, Sabtu (18/5/2024). Selain mengikuti ritual, delegasi juga diajak bersama melepas 1.000 ekor tukik, 1.000 ekor burung, dan 5 ekor penyu. Segara Kerthi merupakan wujud […]

expand_less