Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini dan Feature » Renungan Jumat Agung: Salib, Derita, dan Harapan

Renungan Jumat Agung: Salib, Derita, dan Harapan

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
  • visibility 249
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : RD. Leo Mali

HARI ini, Gereja memasuki keheningan Jumat Agung—hari ketika langit menjadi kelabu, dan bumi seakan ikut menangis menyaksi kan Pencipta hidup disalibkan oleh ciptaan-Nya sendiri. Namun dalam keheningan dan duka itu, sabda Tuhan menuntun kita kepada kedalaman misteri kasih yang tak terhingga, yang mengubah salib dari simbol kutukan menjadi lambang harapan dan kemenangan.

Kitab Yesaya 52:13–53:12 menyingkapkan kepada kita gambaran seorang Hamba Tuhan yang menderita, “tertikam oleh karena pemberontakan kita, diremukkan oleh karena kejahatan kita” (Yes. 53:5).

Sosok Hamba ini bukan pahlawan yang dielu-elukan, melainkan pribadi yang wajah-Nya tidak dikenali, hinadan tak dihiraukan orang.

Namun justru melalui luka-luka-Nya, kita disembuhkan; melalui penderitaan-Nya, kita diperdamaikan dengan Allah. Renungan profetikini menjadi jendela yang terbuka menuju misteri salib Kristus.

Dalam terang Ibrani 4:14–16 dan 5:7–9, kita mengenal Yesus sebagai Imam Besar yang bukan hanya mempersembahkan korban, melainkan menjadi korban itu sendiri.

Dalam ketaatan-Nya, Ia menanggung keluh dan jerit umat manusia, “dengan ratap dan tangis” di hadapan Bapa. Ia taat sampai mati, dan dari ketaatan-Nya itu, lahirlah sumber keselamatan bagi semua yang percaya. Bukan karena kekuatan kita, tetapi karena kasih-Nya yang setia. Puncak dari semuanya terungkap dalam kisah sengsara menurut Yohanes 18:1–19:42.

Dalam Injil ini, Yesus tampak tidak sekadar sebagai korban, tetapi sebagai Raja yang agung, yang mengatur segala langkah menuju penggenapan kasih Allah. Ia tidak lari dari penderitaan, tetapi justru memeluk salib dengan penuhkeagungan.

“Sudah selesai” (Yoh. 19:30).

Kalimat ini bukan ungakapan kekalahan, tetapi deklarasi kemenangan. Sebab dalam saat kematian itu, selubung Bait Suci terbelah, kuasa dosa dan maut diruntuhkan, dan pintu Firdaus kembali terbuka.

Jumat Agung adalah undangan untuk memandang salib bukan dengan kengerian semata, melainkan dengan mata iman. Di atas kayu salib, segala luka dan derita dunia dipeluk oleh Allah sendiri. Derita bukan lagi akhir dari cerita hidup kita, melainkan jalan menuju pemurnian dan penyembuhan. Dalam salib, Allah tidak menjanjikan hidup bebas dari penderitaan, tetapi Ia hadir di dalamnya.

Ia menjadikan setiap air mata yang tumpah dari jatuh bangun perjuangan hidup kita bermakna. Iamengubah setiap luka menjadi pintu kasih. Bagi dunia yang sering kali kehilangan harapan—karena perang, kekerasan, penyakit, dan ketidakadilan—salib Kristus adalah cahaya yang tak padam.

Ketika manusia menyangka segalanya telah berakhir, Tuhan justru memulai sesuatu yang baru. Ketika harapan manusia runtuh, harapan ilahi bersinar: Roh Kudus kini berkarya dalam hati mereka yang terbuka, menerangi, menghibur, dan membarui dunia.

Salib bukan akhir dari hidup, melainkan jalan menuju kepenuhan hidup. Di dalamnya, kita belajar bahwa ketaatan kepada Allah tidak selalu mudah, namun selalumembawa buah keselamatan.

Kita dipanggil bukan hanya untuk mengagumi salib, tetapi untuk memikul salib kita setiap hari, dalam kesetiaan dan cinta, sebagaimanaKristus telah memikul salib-Nya untuk kita.

Hari ini, mari kita hening sejenak di bawah kaki salib. Lihatlah wajah Yesus yang berdarah namun penuh kasih. Dengarkan detak jantung-Nya yang masihberdetak untuk dunia.

Serahkan luka-luka hidup kita kepada-Nya, karena Dia telah memikul semua beban kita. Dan bangkitlah kembali dalam pengharapan: bahwadalam salib, kita menemu kan arti penderitaan; dalam derita, kita menemukankekuatan; dan dalam kematian Kristus, kita menemukan hidup yang tak akan pernahberakhir.

Salib adalah tanda penderitaan yang membawa harapan. Karena itu salibbagi orang-orang Yahudi adalah tanda penghinaan, salib bagi orang-orang Yunani adalah tanda kebodohan, tapi salib bagi kita orang-orang Kristen adalah tandakemenangan.

Sebab di dalam Kristus yang disalibkan, kita percaya: kasih selalu lebih besar daripada maut. **

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wacana Menko PMK Naik Haji 1 Kali, Begini Tanggapan Komisi VIII DPR RI

    Wacana Menko PMK Naik Haji 1 Kali, Begini Tanggapan Komisi VIII DPR RI

    • calendar_month Sabtu, 26 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Jakarta, Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengeluarkan wacana untuk melarang orang naik haji lebih dari sekali. Muhadjir mengatakan, Indonesia perlu melakukan transformasi penyelenggaraan haji. Dia beranggapan agar tetap dapat menjaga kesehatan jemaah selama beribadah hingga kembali pulang ke rumah masing-masing. “Wacana ini perlu dibahas karena jemaah haji yang semakin menua […]

  • BGN: Persis Penyokong Program MBG Tahap Awal

    BGN: Persis Penyokong Program MBG Tahap Awal

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 360
    • 0Komentar

      Msinews.com — Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmennya untuk memperkuat kemitraan strategis dalam percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi melalui kolaborasi dengan berbagai elemen bangsa, termasuk Persatuan Islam (Persis) Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan bahwa Persis merupakan salah satu penyokong dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi pada tahap awal peluncuran program tersebut. “Persis merupakan salah satu […]

  • Amnesti Tapol Papua adalah Pintu Mengakhiri Konflik Bersenjata di Bumi Cendrawasih

    Amnesti Tapol Papua adalah Pintu Mengakhiri Konflik Bersenjata di Bumi Cendrawasih

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com- Rencana Presiden Prabowo Subianto memberikan pengampunan (amnesti) kepada tahanan politik (Tapol) Papua mendapat dukungan banyak kalangan. Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Indrajaya menilai langkah Presiden Prabowo Subianto tersebut bisa menjadi pintu pembuka untuk mengakhiri konflik bersenjata secara permanen di Bumi Cendrawasih. “Kami menilai langkah Presiden Prabowo memberikan amnesti kepada […]

  • Ah, Ternyata Status Jakarta Masih Tetap DKI,Ini Penjelasan Stafsus Presiden

    Ah, Ternyata Status Jakarta Masih Tetap DKI,Ini Penjelasan Stafsus Presiden

    • calendar_month Jumat, 8 Mar 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Sempat beredar berita bahwa status DKI sudah berubah jadi DKJ sejak tanggal 15 Frebuari 2024 ternyata tidak benar. Hal itu dijelaskan oleh Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Hukum Dini Purwono, bahwa Jakarta hingga kini masih berstatus Daerah Khusus Ibu Kota (DKI). “Status hukum ibu kota DKI Jakarta belum berakhir,” kata Dini sebagaimana dikonfirmasi ANTARA […]

  • 120 Guru Besar UI Menyikapi Kegentingan,Ini Daftarnya

    120 Guru Besar UI Menyikapi Kegentingan,Ini Daftarnya

    • calendar_month Jumat, 23 Agt 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Menyikapi kegentingan situasi negara dalam dua hari terakhir ini, dengan penuh keprihatinan dan kesesakan yang mendalam, Dewan Guru Besar Universitas Indonesia (DGB UI) menilai bahwa tengah terjadi Krisis Konstitusi di Negara Kesatuan Republik Indonesia akibat dari pembangkangan Dewan Perwakilan Rakyat R.I. yang secara arogan dan vulgar telah mempertontonkan pengkhianatan mereka terhadap konstitusi. Akibatnya, Indonesia kini […]

  • Lantik 167 Bintara Polri,Kapolda Sumsel : “Pendidikan dan Pelatihan yang Melayani untuk Polri Presisi”

    Lantik 167 Bintara Polri,Kapolda Sumsel : “Pendidikan dan Pelatihan yang Melayani untuk Polri Presisi”

    • calendar_month Jumat, 12 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Palembang, msinews.com – Kapolda Sumatra Selatan (Sumsel) Irjen Pol A Rachmad Wibowo memimpin upacara pelantikan dan pengambilan sumpah kepada 167 Bintara Diktuba Polri gelombang I Tahun Angkatan (TA) 2024. Acara ini bertempat di SPN Betung Polda Sumsel Jalan Taja Jaya Raya I, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumsel, Kamis (11/7/2024). Pelantikan Bintara Diktuba Polri tersebut […]

expand_less