Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Info Daerah » Tim Penyidik KPK Temukan Bukti, Diduga Aliran Duit SYL ke Sudin

Tim Penyidik KPK Temukan Bukti, Diduga Aliran Duit SYL ke Sudin

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Minggu, 12 Nov 2023
  • visibility 68
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, MSINews.com – Tim Penyidik KPK telah berhasil menemukan sejumlah bukti elektronik dan catatan keuangan ketua komisi IV DPR RI Sudin, butut kasus SYL, terus berkembang. Temuan alat bukti KPK, menjadi sorotan utama dalam penyidikan keterkaitan ketua DPD PDIP kota Gajah.

“Penggeledahan yang dilakukan oleh Tim Penyidik KPK berlangsung di kediaman pribadi Sudin, terletak di Cimanggis, Depok, Jawa Barat,” kata. Kabag Pemberitaan Ali Fikri pada awak media, terbitkan Minggu (12/11/2023).

Baca juga : Kompak Indonesia Kecam Sudin, Soal Duit Korupsi SYL

Sebelumnya, rumah Sudin telah digeledah pada Jumat malam (10/11)

Ali Fikri, mengukap penggeledahan tim penyidik KPK berhasil menemukan berbagai dokumen dan catatan keuangan yang menjadi bagian penting dari perkara gratifikasi menjerat exs mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Bukti-bukti yang ditemukan saat penggeledahan, akan menjadi fokus utama penyidik KPK untuk mengungkap kasus korupsi melibatkan nama SYL hingga keterkaitan ketua komisi IV DPR, Sudin.

Ali Fikri menjelaskan bukti-bukti ini akan diproses lebih lanjut untuk memenuhi persyaratan berkas perkara penyidikan tersangka SYL Cs.

Selain sebagai objek penggeledahan, Sudin juga dijadwalkan untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus korupsi yang menjerat SYL. Pemeriksaan terhadap politikus PDIP dapil Lampung I, dijadwalkan berlangsung pada Rabu (15/11) pekan depan.

KPK juga telah memberikan alasan mengapa mereka memanggil Ketua Komisi IV DPR RI Sudin. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengungkap aliran uang dalam dugaan korupsi yang melibatkan SYL, serta mengikuti jejak dana yang diduga dikorupsi oleh pihak yang terlibat.

Sementara, Direktur Penyidikan KPK, Brigjen Asep Guntur Rahayu, menjelaskan, Tim KPK tidak hanya mengejar kasus pemerasan semata, tetapi juga berusaha melacak peredaran pundi-pundi duit haram itu.

“Kita mengikuti ke mana larinya uang-uang yang dikumpulkan atau dikorupsi oleh Saudara SYL, saat menjabat Mentri Pertanian,” ungkap Asep Guntur Rahayu, di gedung Merah Putih KPK Jakarta, Kamis lalu (9/11)

Asep Guntur mengukap, Tim KPK terus mengembangkan kasus exs. mantan Menteri Pertanian SYL. Langkah upaya pemeriksaan saksi-saksi terus dikejar guna menangkap pelaku lainya.

Tim Penyidik KPK menduga ada beberapa aliran Duit dari Kementrian Pertanian masuk ke DPR komisi IV, dibawah komando Sudin. Dugaan gratifikasi Ketua Komisi IV DPR Sudin, berakenaan pemulus anggaran dan proyek pengadaan barang dan jasa.

“Jadi ini juga seperti disampaikan Pak Alex. Sudah ada perkara-perkara lain, pengadaan barang dan jasa, ada juga melakukan penggeledahan di Ditjen Hortikultura, sehingga dari penggeledahan itu kemudian dari tadi masalah temuan-temuan keterangan para tersangka dan saksi,” ucap Asep.

Baca juga : KPK Geledah Rumah Kedua DPD PDIP Lampung, Sudin Menghilang

Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi di Kementerian Pertanian. Dia dijerat dengan pasal pemerasan, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang.

Penyidikan ini terus berlanjut sebagai bagian dari upaya KPK memberantas korupsi di Indonesia. Kasus ini akan terus dipantau dan menjadi perhatian publik karena implikasinya terhadap tindak korupsi di tingkat legislatif di Indonesia.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PSU Tiga Wilayah Siap 100 Persen, Wamenko Polkam Pastikan Aman

    PSU Tiga Wilayah Siap 100 Persen, Wamenko Polkam Pastikan Aman

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam), Lodewijk Freidrich Paulus, menyatakan persiapan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Serentak di tiga wilayah Provinsi Papua, Kabupaten Boven Digoel, dan Barito Utara, telah mencapai 100 persen. Demikian pernyataan Wamenko Polkam, Lodewijk Freidrich Paulus, seusai rapat koordinasi intensif bersama KPU, Kemendagri, TNI, Polri dan Bawaslu […]

  • MPR RI Siap Gelar Sidang Tahunan 16 Agustus 2023, Presiden Jokowi Dipastikan Hadir RI

    MPR RI Siap Gelar Sidang Tahunan 16 Agustus 2023, Presiden Jokowi Dipastikan Hadir RI

    • calendar_month Senin, 14 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Jakarta, Infomasi.org- Ketua MPR RI,Dr. H. Bambang Soesatyo, S.E.,S.H.,M.B.A, mengatakan, pihaknya siap menggelar Sidang Tahunan MPR RI Rabu 16 Agustus 2013 di Gedung Bundar MPR RI,Kompleks Parlemen Senayan,Jakarta. Hal itu disampaikansaat menggelar konferensi pers di gedung Nusantara IV Kompleks Parlemen,Jakarta, Senin (14/8/2023). Dalam keterangan pers di Gedung Nusantara IV,Kompleks Parlemen,Senayan,Jakarta Pusat, Senin (14/8/2023) dijelaskan bahwa […]

  • Gajih Pekerja China Pabrik Nikel Capai Rp.54 juta, Faisal Sebut Tak Ada Pajak ke RI

    Gajih Pekerja China Pabrik Nikel Capai Rp.54 juta, Faisal Sebut Tak Ada Pajak ke RI

    • calendar_month Rabu, 23 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Jakarta, InfomsiNews–Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Faisal Basri membeberkan besaran gaji pekerja asing khususnya China di pabrik smelter milik China yang berdiri di Indonesia. Faisal mengatakan bahwa besaran gaji antara tenaga kerja asing (TKA) dengan tenaga kerja Indonesia jauh berbeda. Dia mengatakan besaran gaji tenaga kerja China jauh lebih tinggi […]

  • Pimpinan MPR RI : Peningkatan Indeks Kinerja Harus Dorong Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan

    Pimpinan MPR RI : Peningkatan Indeks Kinerja Harus Dorong Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan

    • calendar_month Minggu, 23 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mwngatakan,peningkatan Indeks Kinerja Pariwisata /Travel Tourism Development Index (TTDI) Indonesia harus mampu mendorong proses pengembangan pariwisata yang berkelanjutan di tanah air. “Peningkatan penilaian sektor pariwisata nasional ini harus menjadi modal kita untuk merealisasikan percepatan pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan,” kata Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/6/2024). World Economic […]

  • Kemendagri Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila 

    Kemendagri Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila 

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Msinews.com- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2025 di Plaza Gedung A Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Rabu (1/10/2025). Upacara dipimpin oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri Safrizal ZA. Peserta upacara berasal dari seluruh pegawai Kemendagri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP). Baik inspektur maupun peserta upacara kompak […]

  • Suap Seleksi Bintara Polri: Warga Magetan Tertipu Rp.370 Juta

    Suap Seleksi Bintara Polri: Warga Magetan Tertipu Rp.370 Juta

    • calendar_month Rabu, 7 Feb 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Jawa Timu, MSINews.com – Sebuah kejadian memilukan mengguncang warga Magetan, Jawa Timur, warga melakukan segala cara agar anaknya lolos seleksi Bintara Polri. Namun, usahanya berakhir tragis ketika ia tertipu oleh seorang pria yang mengaku bisa membantu. Warga yang tidak ingin disebutkan namanya itu rela mengeluarkan uang ratusan juta demi menyuap orang agar anaknya dapat lolos seleksi. […]

expand_less