Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Info Daerah » Sri Mulyani Ungkap Sinyal Ekonomi 2023 Bakalan Seram Gelap Gulita

Sri Mulyani Ungkap Sinyal Ekonomi 2023 Bakalan Seram Gelap Gulita

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Selasa, 1 Agt 2023
  • visibility 264
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta_Infomsi.News–Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkap adanya sinyal kalau ekonomi dunia pada 2023 ini akan gelap gulita atau Mati Lampu. Kondisi ini membuat Indonesia harus kembali mengencangkan sabuk pengamannya.

Wanita asal Lampung itu menilai kondisi sedikit lebih baik dari yang diperkirakan awal dan sebelumnya organisasi dunia telah memproyeksikan pada 2023 ini akan banyak negara yang masuk ke dalam jurang resesi.

“Dunia akan gelap gulita 2023,” kata Sri Mulyani dalam acara Penyerahan Insentif Fiskal yang disiarkan secara langsung lewat, dikutip Kanal Youtube Kementerian Keuangan RI, Selasa 31/7/2023.

1. Sinyal-sinyal Ekonomi Gelap Gulita
Ani mengatakan, salah satu tanda yang paling terlihat ialah dari pertumbuhan dunia yang turun drastis. Adapun pada saat ini, pertumbuhan ekonomi dunia hanya sekitar 2,1%, turun drastis dari pertumbuhan tahun sebelumnya yang 6,3%.

Selain itu, pertumbuhan perdagangan dunia saat ini merupakan yang terendah, yakni hanya 2,1%. Angka ini jauh dibandingkan dengan tahun 2021 yang mencapai 10,7%. Dengan melihat kondisi ini, Ani menilai aktivitas perdagangan perlu terus didorong.

“Ini adalah lowest point, paling rendah, hanya 2,0%. Tahun 2021 pertumbuhan perdagangan global mencapai 10,7%. Kalau dunia tidak saling berdagang, pasti ada bagian dunia yang tadinya membutuhkan barang atau jasa tidak mendapatkannya, dan kemudian akan mendorong harga-harga menjadi naik,” jelasnya.

Kondisi ini berimbas pada terjadinya disrupsi baik dari sisi suplai maupun dari sisi perdagangan. Ani mengatakan, dari sisi disrupsi itulah akan sangat menentukan inflasi. Seperti yang terjadi pada 2022 silam, inflasi tertinggi dengan di masing-masing negara seluruh dunia mengalami kenaikan sangat tinggi. Dari inflasi 0%, inflasi dunia menyentuh 8,7%.

“Kalau permintaan turun, maka kegiatan produksi juga akan mulai menurun. Kita lihat di dunia saat ini indikator PMI (Purchasing Managers Index) manufaktur, yaitu indikator mengenai kegiatan manufaktur global,” kata Ani.

“Mayoritas negara 61,9% itu mengalami PMI manufaktur yang kontraktif. Ini negara-negara besar, Amerika, Eropa, Jerman, Perancis, Inggris, Jepang, Korea Selatan. Bahkan negara tetangga kita Malaysia, Vietnam, semuanya mengalami PMI manufaktur kontraktif,” sambungnya.

Ani mengatakan, kondisi ini merupakan gambaran dampak dari pelemahan ekonomi global, termasuk salah satunya inflasi yang menggerus daya beli, berdampak sangat besar terhadap negara tersebut. Demi mengendalikan inflasi, suku bunga dikerek naik, hingga akhirnya negara tersebut terpaksa ‘mengerem’ atau menghentikan sisi permintaan. Kondisi ini pun bisa memicu disrupsi suplai dan demand.

“Kalau inflasi tinggi, masyarakatnya tidak hepi. Tidak hepi berarti menjadi krisis politik di berbagai negara Eropa. Sekarang pemilunya sedang menghadapi kondisi yang tidak baik. Masyarakatnya tidak hepi, ada pengangguran dan juga ada imigrasi yang berasal dari negara-negara yang kemudian pindah,” kata Ani.

2. Gejolak Ekonomi di Sisa 2023
Lebih lanjut, Ani juga memberikan sinyal lampu kuning alias tanda hati-hati untuk paruh kedua 2023 ini. Kondisi ini disebabkan lantaran per akhir Juli ini Rusia telah mengakhiri perjanjian untuk distribusi di Laut Hitam yang merupakan lalu lintas gandum dan sunflower.

Rusia pun enggan memperbarui perjanjian untuk kembali membolehkan aktivitas distribusi tersebut. Kekhawatiran pun semakin bertambah dengan ancaman siklus El Nino yang diproyeksikan terjadi pada Agustus-September 2023 yang mengancam ketahanan pangan.

“Ini berarti bahwa pada paruh kedua tahun ini, kita akan sangat dipengaruhi ketidakpastian dari komoditas, hampir mirip 2022. Ditambah dengan nanti Ibu Qori akan membicarakan El Nino, ini akan menjadi sesuatu yang harus kita waspadai pada paruh kedua 2023 ini,” ungkapnya.

Ani menjelaskan, perang Ukraina-Rusia mendatangkan disrupsi bagi distribusi sejumlah komoditas dari kedua negara itu, utamanya biji-bijian. Kondisi ini berimbas secara global hingga mempengaruhi harga komoditas gandum serta crude palm oil (CPO).

Harga CPO, lanjut Ani, yang sempat melonjak naik hingga menyentuh angka US$ 1.733 per ton kini mengalami kontraksi dan telah berada di US$ 864 per ton. Walau demikian, Ani mengatakan trennya pada Juli ini agak merangkak naik kembali.

“Makanya CPO kita pasti kena, meningkat juga. Maka waktu itu krisis minyak goreng terjadi 2022 pada saat awal dari perang Ukraina. Ini yang saya sampaikan bahwa fenomena global akan mempengaruhi dan merembes ke seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia yang harus kita waspadai,” ujarnya.

3. Indonesia Masih Aman
Di sisi lain, tatkala dunia tengah begitu runyam dengan ekonomi yang melemah serta suku bunga yang melonjak tinggi, kondisi berkebalikan terjadi di Indonesia, yang mana telah menunjukkan pemulihan. Ani mengatakan, Indonesia mampu bertahan dengan pertumbuhan di atas 5% selama 6 kuartal berturut-turut.

“Ini dalam suasana dunia guncang tadi. Dan kalau kita lihat pertumbuhan ekonomi ini cukup sehat, didukung sisi demand, permintaan dan sisi suplainya. Dari sisi suplai tadi, kita termasuk PMI Manufaktur kita cukup positif dan sektor lain yang juga mulai pulih,” jelasnya.

Selain itu, Ani juga mengklaim pertumbuhan ekonomi RI cukup merata di setiap daerahnya. Di daerah Pulau jawa sendiri, pertumbuhan ekonominya telah mencapai 5,3% di 2022 lalu dan pada kuartal I 2023 sudah di atas 5%. Sementara pertumbuhan di Sumatera sendiri juga mencapai 4,8%, Kalimantan 5,8%, Sulawesi 7%, Bali dan Nusa tenggara 4,7%, serta Maluku dan Papua 2%.

“Ini hal yang bagus. Jadi, saya ingin mengatakan bahwa Indonesia memiliki kinerja ekonomi yang relatif baik, stabil dan perform, karena ada yang hanya perform satu semester atau 1 kuartal and then jatu lagi. Nah Indonesia ini 6 kuartal berturut-turut,” pungkasnya.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kembali Ngadu ke Gubernur DKI, Camat, Lurah Tak Komitmen

    Kembali Ngadu ke Gubernur DKI, Camat, Lurah Tak Komitmen

    • calendar_month Senin, 23 Okt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 201
    • 0Komentar

      Jakarta, MDINews.com – Dua warga taman kencana RT.001, RW.014 Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, kembali ngadu ke Gubernur DKI dan Walikota Jakarta Barat, Senin Siang. Mereka kembali menyampaikan aspirasi, karena upaya Camat Kalideres, Lurah Tegal Alur, lari dari kesepakatan. Warga kembali ngadu ke Gubernur yakni Suhari dan mantan RT.001 Halim, mereka menyampaikan ketika upaya […]

  • Target Penerimaan dan Belanja Negara 2024

    Target Penerimaan dan Belanja Negara 2024

    • calendar_month Jumat, 18 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Jakarta,Infomsi.org-Presiden Joko Widodo menargetkan penerimaan negara tahun depan bisa mencapai sebesar Rpp2.781,3 triliun. Angka tersebut terdiri dari penerimaan perpajakan Rp2.307,9 triliun dan PNBP sebesar Rp473,0 triliun, serta hibah sebesar Rp400 miliar. Sedangkan, belanja negara dialokasikan sebesar Rp3.304,1 triliun yang terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp2.446,5 triliun dan Transfer ke Daerah sebesar Rp857,6 triliun. Menurut […]

  • KPU RI Akui Kesalahan Input Data dalam Sirekap Pemilu 2024

    KPU RI Akui Kesalahan Input Data dalam Sirekap Pemilu 2024

    • calendar_month Selasa, 20 Feb 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) mengakui adanya kesalahan dalam menginput data pada Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) yang disebabkan oleh kesalahan manusia (human error) serta kesalahan sistem. Anggota KPU RI, Idham Holik, menjelaskan bahwa kesalahan tersebut terjadi karena sistem yang salah membaca angka numerik dari dokumen formulir Model C Hasil Pemilu […]

  • HUT ke-79 Kemnaker Jadi Momentum Perkuat Vokasi dan Transformasi Green Office

    HUT ke-79 Kemnaker Jadi Momentum Perkuat Vokasi dan Transformasi Green Office

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 168
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM-Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjadi momentum memperkuat transformasi sektor ketenagakerjaan melalui penguatan vokasi dan penerapan _Green Office_ sebagai fondasi birokrasi yang produktif, modern, dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat membuka Pekan Olahraga dalam rangka HUT ke-79 Kemnaker di Jakarta, Senin (27/7/2026). Menurut Menaker, penguatan vokasi terus dilakukan […]

  • Menaker Ajak Peserta Ikuti Pelatihan Sertifikasi Kompetensi untuk Perkuat Daya Saing

    Menaker Ajak Peserta Ikuti Pelatihan Sertifikasi Kompetensi untuk Perkuat Daya Saing

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 213
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM-Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengajak peserta Program Magang Nasional (MagangHub) Batch III untuk mengikuti sertifikasi kompetensi yang akan difasilitasi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) guna memperkuat daya saing mereka di dunia kerja. Ajakan tersebut disampaikan Menaker pada Penutupan Program Magang Nasional Batch III di Gedung Kemnaker, Jakarta, Kamis (18/6/2026). Yassierli mengatakan Kemnaker tengah menyiapkan program sertifikasi kompetensi bagi […]

  • Demi Harga Diri Malut, Pengusaha Muda Muliansyah Rencanakan “Malut United Versi Moloku Kie Raha

    Demi Harga Diri Malut, Pengusaha Muda Muliansyah Rencanakan “Malut United Versi Moloku Kie Raha

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 502
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM (TERNATE)– Semangat untuk mengembalikan kebanggaan sepakbola Maluku Utara kembali digaungkan. Muliansyah, pengusaha muda dan Pemilik tambang Nikel di Batu Group asal Malut sekaligus Ketua Umum BPP KAPMI, menyatakan niatnya untuk menghadirkan “Malut United Versi Baru” yang benar-benar berkarakter Moloku Kie Raha. Menurutnya, sudah waktunya klub kebanggaan Malut tidak hanya memakai nama, tetapi juga memiliki […]

expand_less