Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum & Kriminal » Pria Tewas Diamuk Massa di Bali, DPR: Negara Jangan Biarkan Kemiskinan Berujung Main Hakim Sendiri

Pria Tewas Diamuk Massa di Bali, DPR: Negara Jangan Biarkan Kemiskinan Berujung Main Hakim Sendiri

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
  • visibility 177
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,MSINEWS.COM – Kasus tewasnya seorang pria berinisial KD yang diduga mencuri ayam setelah diamuk massa di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, pada Jumat (24/7) dini hari kembali memantik sorotan terhadap persoalan penegakan hukum dan kemiskinan.

Peristiwa tersebut tidak hanya menewaskan korban, tetapi juga menyisakan duka bagi keluarga, termasuk tiga anak yang ditinggalkan.

Anggota Komisi XIII DPR RI, Saadiah Uluputty, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban dan menilai tragedi tersebut menjadi cermin masih adanya persoalan serius dalam penegakan hukum dan perlindungan terhadap kelompok masyarakat rentan.

“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Apa pun dugaan perbuatannya, tidak ada seorang pun yang boleh kehilangan hak hidupnya akibat tindakan main hakim sendiri. Indonesia adalah negara hukum, bukan negara yang menyerahkan proses keadilan kepada massa,” kata Saadiah dalam keterangannya, Senin (27/7).

Menurut Saadiah, aksi main hakim sendiri menunjukkan bahwa sebagian masyarakat masih memilih kekerasan dibanding menyerahkan pelaku dugaan tindak pidana kepada aparat penegak hukum. Padahal, tindakan tersebut justru melahirkan tindak pidana baru dan menghilangkan hak seseorang untuk memperoleh proses hukum yang adil.

“Kalau masyarakat merasa berhak menghukum seseorang di tempat kejadian, itu menunjukkan ada persoalan serius dalam kesadaran hukum kita. Negara harus hadir memastikan setiap dugaan tindak pidana diproses melalui mekanisme hukum, bukan dengan pengeroyokan yang berujung pada hilangnya nyawa,” ucapnya.

Di sisi lain, Saadiah mengingatkan agar kasus ini tidak hanya dilihat dari aspek pidananya. Jika dugaan pencurian dipicu oleh tekanan ekonomi, menurutnya, pemerintah juga perlu melakukan evaluasi terhadap efektivitas perlindungan sosial bagi masyarakat miskin.

“Kemiskinan memang tidak pernah dapat dijadikan pembenaran untuk melakukan pencurian. Tetapi negara juga tidak boleh menutup mata ketika tekanan ekonomi membuat sebagian warga berada dalam kondisi yang sangat rentan. Penegakan hukum harus berjalan, tetapi kebijakan sosial juga harus diperkuat agar masyarakat tidak terdorong melakukan pelanggaran karena himpitan hidup,” jelasnya.

Saadiah juga meminta pemerintah daerah bersama kementerian terkait memberikan perhatian kepada keluarga yang ditinggalkan korban, khususnya anak-anaknya.

“Anak-anak tidak boleh menanggung akibat dari peristiwa ini. Pemerintah harus memastikan pendidikan mereka tetap berjalan, kebutuhan dasar mereka terpenuhi, dan pendampingan sosial maupun psikologis diberikan. Negara harus hadir melindungi anak-anak yang menjadi korban tidak langsung dari tragedi ini,” tegasnya.

Ia menambahkan, penanganan kasus ini harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya mengusut dugaan pencurian, tetapi juga menindak pelaku pengeroyokan sesuai ketentuan hukum.

“Keadilan harus ditegakkan secara utuh. Dugaan pencurian harus diproses sesuai hukum, tetapi tindakan main hakim sendiri yang menyebabkan hilangnya nyawa juga harus dipertanggungjawabkan. Hukum tidak boleh tunduk pada emosi massa, karena itu justru mengikis kepercayaan masyarakat terhadap negara hukum,” pungkasnya.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tips Aman Mudik

    Tips Aman Mudik dengan Sepeda Motor: Agar Perjalanan Tetap Nyaman dan Aman

    • calendar_month Sabtu, 6 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com  – Momen mudik merupakan saat yang ditunggu-tunggu bagi masyarakat Indonesia, namun penggunaan sepeda motor sebagai moda transportasi kerap membawa risiko kecelakaan yang tinggi. Meskipun pihak berwenang merekomendasikan untuk tidak melakukan mudik dengan sepeda motor, namun tidak dapat dipungkiri bahwa banyak pemudik yang memilih opsi ini. Baca juga : Puncak Arus Mudik di Pelabuhan […]

  • Agar Arus Balik Lancar, Kemenhub Sarankan, Pulang Lebih Awal, Jumat atau Sabtu Pekan Ini

    Agar Arus Balik Lancar, Kemenhub Sarankan, Pulang Lebih Awal, Jumat atau Sabtu Pekan Ini

    • calendar_month Jumat, 12 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Menteri Perhubungan Budi Karya menyarankan bagi pemudik Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah untuk balik lebih awal antara Jumat (12/4/2024) atau Sabtu (13/4/2024). Hal tersebut untuk menghindari penumpukan arus balik. “Seperti anjuran presiden waktu itu agar kembali lebih awal. Kalau bisa besok atau Sabtu,” kata Budi Karya saat jumpa pers di Pos Pantau KM 70 Tol […]

  • Ansy Lema : Sekolah Bambu Komodo Sebagai Integrasikan Pemberdayaan Ekonomi dan Pelestarian Lingkungan

    Ansy Lema : Sekolah Bambu Komodo Sebagai Integrasikan Pemberdayaan Ekonomi dan Pelestarian Lingkungan

    • calendar_month Kamis, 2 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Manggarai Barat,msinews.com – Sekolah Bambu Komodo di Kabupaten Manggarai barat,Flores, Nusa Tenggara Timur merupaka nsebuah lembaga yang mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi dan peloestarian lingkungan melalui pemanfaatan bambu sebagai komoditi lokal. Hal itu disampaikan oleh Anggota Komisi IV DPR RI, Yohanes Fransiskus Lema.  “Sekolah Bambu Komodo tidak hanya mengajarkan teknik-teknik pemanfaatan bambu tetapi juga mengintegrasikan pendidikan formal. […]

  • MA RI Galakan Kerjasama Hukum Arab Saudi, Lindungi Hak WNI

    MA RI Galakan Kerjasama Hukum Arab Saudi, Lindungi Hak WNI

    • calendar_month Rabu, 15 Nov 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – MA RI (Mahkamah Agung Prof. Syarifuddin, galakan pentingnya kerjasama antara lembaga peradilan Indonesia dan Arab Saudi, untuk memperkuat perlindungan hukum bagi WNI di Riyadh selama ini. “Kerjasama ini tidak hanya akan meningkatkan kapasitas para hakim, tetapi juga akan menciptakan lingkungan hukum yang lebih kondusif untuk warga negara kita,” kata Prof. Syarifuddin pada […]

  • Mukhlis Basri Diskusikan Ancaman Judi Slot dan Narkoba

    Mukhlis Basri Diskusikan Ancaman Judi Slot dan Narkoba

    • calendar_month Senin, 25 Des 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dapil Lampung satu Mukhlis Basri, mengadakan diskusi penting mengenai bahaya judi slot dan narkoba di wilayahnya. Diskusi ini menjadi sorotan karena mencerminkan keprihatinan terhadap isu-isu krusial yang memengaruhi masyarakat. “Hari ini saya diskusi santai bersama Gen-z Sumber jaya dan Kebun Tebu. Diskusi tentang bahanya judi […]

  • Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah Melalui APBD

    Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah Melalui APBD

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 224
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSI- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau langsung penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah di Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Tambora, Kota Jakarta Barat (Jakbar), Senin (15/6/2026). Peninjauan yang juga dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti tersebut untuk memastikan bantuan […]

expand_less