Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » PPATK Ungkap Peran Orang Perbankan Dalam Kasus Kredit Fiktif

PPATK Ungkap Peran Orang Perbankan Dalam Kasus Kredit Fiktif

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • visibility 399
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Msinews.com – Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap keterlibatan oknum internal perbankan dalam praktik kredit fiktif. Lembaga tersebut menemukan peran “orang dalam” menjadi faktor kunci lolosnya pengajuan kredit bermasalah hingga pencairan dana.

Perwakilan PPATK, Hesti, menyatakan keterlibatan pegawai internal bank menjadi pintu awal terjadinya kejahatan tersebut. Ia menegaskan, berbagai persyaratan ketat dalam pengajuan kredit dapat dilanggar melalui intervensi oknum internal.

“Jadi kalau kita melihat kasus-kasus kredit fiktif yang sudah-sudah gitu ya, kita memang melihat orang dalam itu menjadi salah satu pintu masuk yang memiliki resiko terjadinya kredit fiktif,” ungkap Hesti dalam program Jadi Tahu Liputan6.com bertajuk Alarm Kredit Fiktif dan Korupsi Perbankan, dikutip Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, kredit fiktif kerap lolos karena adanya manipulasi data hingga persetujuan terhadap debitur yang sebenarnya tidak layak menerima pinjaman. Bahkan, dalam beberapa kasus, kredit diberikan kepada pihak yang tidak jelas keberadaannya.

“Kredit ini bisa cair karena biasanya ada campur tangan dari pihak internal, karena biasanya kredit ini tidak layak, dibitur itu tidak layak untuk diberikan pinjaman misalkan seperti itu, atau ada data-data yang dimanipulasi seperti itu, atau sebetulnya tidak ada krediturnya. Jadi untuk kredit itu cair biasanya memang kita melihat ada keterlibatan orang dalam,” jelas Hesti.

PPATK juga menelusuri aliran dana hasil pencairan kredit sebagai bagian dari penguatan indikasi keterlibatan internal. Lembaga tersebut mencurigai adanya praktik imbal balik atau kickback kepada oknum bank.

“Apakah kemudian setelah kredit itu dicairkan, ada kickback yang didapatkan oleh oknum-oknum internal tersebut. Jadi misalkan baik langsung maupun tidak langsung,” ucap dia.

Ia menambahkan, indikasi lain terlihat dari transaksi keuangan yang tidak sesuai dengan profil pendapatan oknum internal, seperti pembelian aset bernilai tinggi dalam waktu singkat setelah kredit dicairkan.

“Jadi kita melihat setelah kreditnya cair, tidak lama setelah itu oknum ini ada pembilian aset misalkan yang mana diluar dari profil penghasilannya dia.
Nah ini juga kita melihatnya seperti itu, mungkin ada keterkaitannya kita melihat dari transaksi yang terjadi,” bebernya.

PPATK menegaskan tidak bekerja sendiri dalam mengungkap kasus ini. Lembaga tersebut menggandeng berbagai kementerian dan institusi terkait untuk memperkuat analisis aliran dana serta membangun sistem keuangan yang berintegritas.

“kita membangun sinergi dengan semua kementerian terkait gitu ya, supaya ini menjadi langkah kita untuk membuat sistem keuangan yang berintegritas di Indonesia,” tandasnya.

Sebelumnya, PPATK mengungkap modus kredit fiktif yang memanfaatkan sistem perbankan nasional. Dana kredit yang dicairkan dalam sejumlah kasus justru dialihkan ke rekening pribadi, bukan untuk kegiatan usaha sebagaimana pengajuan awal.

“Sinyal mungkin bisa saja dideteksi, tapi itu ketika bank sudah melakukan deteksi di awal. Jadi misalkan ketika dana itu dicairkan, ternyata dana itu tidak digunakan sesuai dengan kesepakatan awal,” kata Hesti.

Ia menegaskan aliran dana ke rekening pribadi menjadi indikator kuat adanya penyimpangan dalam penggunaan kredit.

“Misalkan digunakan, malah masuk ke rekening-rekening orang-orang tertentu. Tidak digunakan, misalkan mereka bilang kredit ini untuk usaha, tapi ternyata masuknya malah ke rekening pribadi,” tutur Hesti.

PPATK menyatakan akan menindaklanjuti setiap indikasi yang muncul setelah menerima laporan dari perbankan, masyarakat, maupun aparat penegak hukum.*

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi XI DPR RI Terima Laporan Keuangan dari 4 Lembaga Ini, TA 2023

    Komisi XI DPR RI Terima Laporan Keuangan dari 4 Lembaga Ini, TA 2023

    • calendar_month Jumat, 23 Agt 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Komisi XI DPR RI menerima laporan keuangan BPKP, LKPP, BPS, dan BPK dalam APBN Tahun Anggaran 2023 dalam rapat kerja yang dilaksanakan di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (22/8/2024). Dalam kesempatan itu, Komisi XI memberikan beberapa catatan yang ditujukan pada empat instansi tersebut. Adapun,dalam kesimpulan rapat yang dibacakan oleh Wakil Ketua Komisi […]

  • Ketum TP Posyandu: Posyandu Kini Jadi Pusat Pelayanan 6 Bidang SPM di Desa

    Ketum TP Posyandu: Posyandu Kini Jadi Pusat Pelayanan 6 Bidang SPM di Desa

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 133
    • 0Komentar

    KUPANG,MSINEWS.COM— Ketua Umum Tim Pembina (TP) Posyandu Tri Tito Karnavian menegaskan bahwa Posyandu kini tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi menjadi pusat pelayanan masyarakat di tingkat desa/kelurahan melalui implementasi enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Hal tersebut disampaikan Tri saat membuka Sosialisasi Implementasi Posyandu 6 Bidang SPM Tahun 2026 di Aula Rumah Jabatan […]

  • BNPB Targetkan Penyintas Banjir Aceh Tempati Huntara Sebelum Lebaran Idul Fitri

    BNPB Targetkan Penyintas Banjir Aceh Tempati Huntara Sebelum Lebaran Idul Fitri

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Msinews.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menegaskan pemerintah memprioritaskan pemulihan pascabencana, khususnya penyelesaian hunian sementara (huntara) bagi penyintas banjir di Aceh. “Yang menjadi prioritas kita masih ada penyintas yang masih tinggal di tenda, kita terus mengupayakan agar lebaran idul fitri ini mereka bisa berlebaran di Huntara,” kata Letjen TNI Suharyanto […]

  • Senator DKI Jakarta, Fahira Idris : Penguatan DPD RI Bukan Sekadar Penambahan Kewenangan Legislasi

    Senator DKI Jakarta, Fahira Idris : Penguatan DPD RI Bukan Sekadar Penambahan Kewenangan Legislasi

    • calendar_month Kamis, 24 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Jakarta,Infomsi.org-Senator Provinsi DKI Jakarta, Dr. Fahira Idris menegaskan, bahwa penguatan fungsi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI terus menjadi salah satu agenda utama para anggotanya yang juga sering disebut senator. Menurut Fahira, bahwa penguatan DPD RI bukan sekadar persoalan penambahan kewenangan legislasi, pengawasan dan anggaran saja, tetapi lebih kepada penguatan fungsi lembaga ini sebagai perwakilan territorial […]

  • Rakor Inflasi Minggu IV Juli, Sekjen Kemendagri Minta Pemda dengan Inflasi Tinggi Segera Lakukan Pengendalian

    Rakor Inflasi Minggu IV Juli, Sekjen Kemendagri Minta Pemda dengan Inflasi Tinggi Segera Lakukan Pengendalian

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir mengingatkan pemerintah daerah (Pemda) yang mencatat tingkat inflasi tinggi agar segera mengambil langkah nyata untuk menekan laju inflasi, terutama bagi daerah yang realisasi inflasinya melebihi rata-rata nasional sebesar 1,87 persen secara year-on-year (YoY) pada Juni 2025. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Rapat Pengendalian Inflasi yang […]

  • Dapat Bantuan PENA dari Kemensos, Bolu Kukus Watashi Cake Makin Legit

    Dapat Bantuan PENA dari Kemensos, Bolu Kukus Watashi Cake Makin Legit

    • calendar_month Rabu, 30 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Tangerang, Manis dan lembutnya kue bolu kukus watashi cake membuktikan bahwa kerja keras dan semangat menjalankan bisnis Wiartati. Ketekunan dan keuletan membuat bisnis perempuan 40 tahun itu terus berkembang. Usahanya makin meningkat setelah Kementerian Sosial memberikan bantuan Program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA). Warga kelurahan Cibodas Baru, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang itu, menyatakan siap keluar dari […]

expand_less