Pengelola Media Gereja Katolik Bangun Sinergitas Berjejaring
- account_circle Media Sejahtera Indonesia
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tahap Pemula
Sebagian besar peserta pelatihan mengaku baru di tahap pemula memproduksi konten yang “serius” seperti ini. Mereka cenderung terbiasa membuat konten sesuai tren media sosial yang kerap tanpa konsep dan hanya mengikuti viralitas.
Peserta kelas podcast, Robert, mendapat pemahaman, keberhasilan produksi konten tidak hanya ditentukan oleh daftar pertanyaan yang disiapkan. Tim harus menemukan host yang mampu membangun percakapan yang mengalir.
“Pelajaran paling berharga bagi saya adalah mengubah wawancara yang kaku menjadi percakapan yang natural. Kemampuan host dan kenyamanan narasumber sangat menentukan kualitas,” ujar Robert.
Peserta kelas video pendek, Brigita Alma, menyadari kreatif saja tidak cukup, jika tanpa kemampuan menarik perhatian penonton dan kemampuan mengemas pesan secara jelas dalam konten.
“Harus ada keterkaitan antara alur cerita, visual, dan pesan yang ingin kami sampaikan. Review dari mentor membuat kami melihat bagian-bagian yang masih kurang nyambung berkesinambung dalam video produksi kami,” ujarnya. **
Penulis Media Sejahtera Indonesia
Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik


Saat ini belum ada komentar