Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » MSI NEWS » PDIP Siap Ajukan Gugatan ke PTUN Terkait Dugaan Kecurangan Pemilu Presiden 2024

PDIP Siap Ajukan Gugatan ke PTUN Terkait Dugaan Kecurangan Pemilu Presiden 2024

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Senin, 1 Apr 2024
  • visibility 177
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, MSINews.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Berencana Mengajukan Gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Terkait Dugaan Kecurangan Pemilu Presiden (Pilpres) 2024.

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tengah menimbang langkah hukum untuk mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait dugaan kecurangan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Saat ini, PDIP sedang melakukan kajian menyeluruh agar pembuktian dugaan kecurangan Pilpres 2024 dapat dilakukan dengan maksimal di PTUN.

Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat, mengungkapkan bahwa proses pembahasan dan penyusunan materi gugatan sedang berlangsung intensif di Media Center Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Jakarta Pusat pada hari Senin (1/4/2024).

Menurutnya, gugatan yang akan diajukan ke PTUN tidaklah bermaksud untuk membatalkan hasil Pilpres 2024, melainkan untuk memastikan bahwa kecurangan dalam proses pemilu tidak terulang di masa yang akan datang.

Baca juga : Kenaikan Harga BBM Non-subsidi untuk April 2024, Pertamina Patra Niaga Memastikan Stabilitas Harga

“Dengan mengajukan gugatan ke PTUN, tujuan kami adalah mencari keadilan dan mencegah terjadinya kecurangan dalam pelaksanaan pemilu yang akan datang. Terutama yang paling dekat adalah Pilkada 2024,” ungkap Djarot.

Selain itu, Djarot menegaskan bahwa rencana pengajuan gugatan ini adalah sikap PDIP semata, bukan merupakan inisiatif dari TPN. Namun, PDIP membuka peluang bagi partai lain yang mendukung Ganjar-Mahfud untuk mengikuti langkah mereka.

“Kami sudah memutuskan untuk mengajukan gugatan ke PTUN dan bagi partai lain yang merasa perlu, kami memberikan dukungan penuh untuk melakukan hal yang sama,” ucap Djarot.

Sebelumnya, Ketua DPR Puan Maharani juga memberikan klarifikasi terkait hal ini. Dia menegaskan bahwa tidak ada arahan atau instruksi dari fraksi PDIP terkait dengan upaya pengguliran hak angket di DPR terkait Pilpres 2024.

“Pada hari Kamis (28/3/2024), saya menyatakan bahwa tidak ada instruksi terkait hal tersebut. Kami masih menunggu perkembangan dan dinamika yang ada di lapangan,” jelas Puan.

Puan menambahkan bahwa meskipun hak angket merupakan hak anggota DPR, pihaknya masih ingin memastikan apakah langkah tersebut benar-benar akan bermanfaat dalam konteks politik yang sedang berlangsung.

“Hak angket adalah hak anggota DPR, namun kami perlu memastikan bahwa langkah ini akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan didukung secara politik,” tambah Puan.

Hingga saat ini, belum ada tindak lanjut konkret dari anggota DPR terkait upaya pengguliran hak angket. Puan menegaskan bahwa pihaknya masih akan mengamati dinamika politik yang ada sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

“Kami masih melihat dinamika politik di lapangan dan akan bertindak sesuai dengan perkembangannya,” tutup Puan.

Pengajuan gugatan ke PTUN oleh PDIP menjadi langkah signifikan dalam menegakkan demokrasi dan keadilan dalam proses pemilu di Indonesia. Masyarakat menanti perkembangan lebih lanjut terkait proses hukum yang akan dilakukan oleh partai tersebut. (Ata)

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jumat Agung, Peringatan Penyaliban dan Wafatnya Yesus

    Jumat Agung, Peringatan Penyaliban dan Wafatnya Yesus

    • calendar_month Jumat, 29 Mar 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Hari ini, 29 Maret 2024 umat Kristiani memperingati perayaan Jumat Agung,sengsara dan wafatnya Tuhan Yesus . Peristiwa Jumat Agung termasuk dalam Tri Hari Suci jelang perayaan Paskah yang jatuh pada Minggu (31/3/2024). Lalu apa makna dari Jumat Agung bagi umat Kristiani?  Dalam Injil Sinoptik (Matius, Markus, dan Lukas) arus utama tradisi Kristen menyatakan bahwa perjamuan […]

  • Mendagri Tito Terjunkan Tim Asistensi Pemanfaatan Bantuan Presiden untuk Korban Gempa NTT

    Mendagri Tito Terjunkan Tim Asistensi Pemanfaatan Bantuan Presiden untuk Korban Gempa NTT

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 141
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menerjunkan lima tim lapangan untuk mengasistensi pemanfaatan Bantuan Presiden bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan segera dimanfaatkan sekaligus dikelola secara akuntabel dan transparan. Adapun, Pembentukan tim tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 900.1.11/4923/IJ. Penerjunan tim tersebut dilakukan […]

  • Senator Sumut ini Berharap Bencana di Sumatera Dapat Ditetapkan Sebagai Bencana Nasional

    Senator Sumut ini Berharap Bencana di Sumatera Dapat Ditetapkan Sebagai Bencana Nasional

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 192
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM-Senator Dedi Iskandar Batubara memberikan bantuan kepada warga masyarakat yang terdampak bencana bajir di Kota Medan, pada Sabtu pekan lalu. Adapun, kegiatan bantuan kepada warga masyarakat yang tersampak bajir di Kota Medan, bersamaaan dengan rangkaian acara Doa dan Munajat Untuj Keselamatan Sumatera Utara di Kantor Pengurus Wilayah Al Washliyah Provinsi Sumatera Utara. Pada kesempatan itu, […]

  • Kemnaker Percepat Klaim JHT dan JKP bagi Eks Pekerja Sritex Group

    Kemnaker Percepat Klaim JHT dan JKP bagi Eks Pekerja Sritex Group

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 237
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM,(BOYOLALI) -Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus mempercepat proses klaim manfaat Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) bagi eks pekerja Sritex Group yang terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Sebagai bagian dari upaya percepatan, Kemnaker bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan menerjunkan tim layanan jemput bola guna mempermudah akses klaim bagi para pekerja terdampak. “Kami berusaha […]

  • Gawat! Over Kapasitas Lapas Capai 90 Persen, Perlu Penanganan Serius

    Gawat! Over Kapasitas Lapas Capai 90 Persen, Perlu Penanganan Serius

    • calendar_month Selasa, 2 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Komite I DPD RI pada kunjungan kerja ke lapas-lapas beberapa waktu lalu menemukan masalah over kapasitas hampir terjadi di semua daerah dan belum mendapatkan penanganan serius. Hal itu diungkapkan Komite I DPD RI pada rapat kerja dengan Kemenkumham RI membahas pengawasan atas pelaksanaan UU Nomor 22/2022 Tentang Pemasyarakatan. “Kami memandang, implementasi UU Pemasyarakatan di daerah […]

  • Megawati Soekarnoputri Kecam Kasus Intimidasi di Boyolali

    Megawati Soekarnoputri Kecam Kasus Intimidasi di Boyolali

    • calendar_month Minggu, 21 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Bandung, SINews.com – Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkapkan keprihatinannya terhadap kasus intimidasi oleh oknum TNI terhadap relawan Ganjar-Mahfud di Boyolali, Jawa Tengah. Saat kampanye di Lapangan Tegalega, Bandung, Megawati menyoroti perlunya pemimpin yang mengayomi rakyat, bukan menurunkan aparat penegak hukum secara diam-diam. Megawati menyatakan seorang pemimpin seharusnya membela dan melindungi rakyat, bukan malah mengintimidasi. […]

expand_less