Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Komite IV DPD RI Berkomitmen Kawal RAPBN 2027,Berpihak Pada Kesejahteraan Daerah

Komite IV DPD RI Berkomitmen Kawal RAPBN 2027,Berpihak Pada Kesejahteraan Daerah

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
  • visibility 175
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,MSINEWS.COM-Ketua Komite IV DPD RI, Nawardi, menegaskan bahwa pembahasan KEM-PPKF 2027 harus mampu menjawab tantangan ekonomi global sekaligus memastikan APBN menjadi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.

Hal tersebut disampaikan saat Komite IV DPD RI menggelar  Rapat Kerja dengan Menteri Keuangan RI, Menteri PPN/Kepala Bappenas RI, Gubernur Bank Indonesia, dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI dalam rangka membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2027 sebagai landasan penyusunan RAPBN Tahun Anggaran 2027.

“DPD RI memandang APBN bukan sekadar instrumen fiskal, tetapi alat perjuangan untuk melindungi rakyat, memperkuat ekonomi daerah, dan mewujudkan kesejahteraan yang merata. Karena itu, setiap kebijakan ekonomi dan fiskal harus berpihak pada kepentingan masyarakat dan daerah,” ujar Nawardi di Ruang GBHN Komplek Parlemen Senayan, Senin (22/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa yang hadir dalam forum tersebut menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi yang tertinggi di kawasan ASEAN.

“Pada Triwulan I Tahun 2026, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61 persen secara tahunan, menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan ASEAN dan G20. Sementara itu, inflasi Mei 2026 tercatat 3,08 persen dan surplus perdagangan telah berlangsung selama 72 bulan berturut-turut. Hal ini menunjukkan bahwa daya tahan ekonomi nasional tetap kuat di tengah gejolak global,” jelasnya

Menurut Komite IV DPD RI,  target pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 5,8–6,5 persen harus dibarengi strategi yang jelas agar pertumbuhan tidak hanya tinggi secara agregat, tetapi juga berkualitas, inklusif, dan merata. APBN juga diharapkan semakin berpihak kepada sektor-sektor yang menjadi penopang ekonomi daerah, seperti pertanian, perikanan, UMKM, dan ekonomi desa.

Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy yang turut hadir, menyoroti pembangunan Indonesia melalui Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2027.

“RKP Tahun 2027 kami susun sebagai tahun akselerasi pembangunan. Setelah fase konsolidasi pada 2025 dan penguatan fondasi pada 2026, tahun 2027 menjadi momentum untuk memastikan seluruh instrumen pembangunan, baik APBN, pemerintah daerah, BUMN, maupun sektor swasta akan bergerak secara terpadu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. RKP 2027 bukan sekadar dokumen anggaran, tetapi peta kerja nasional untuk memastikan arahan Presiden dapat diterjemahkan menjadi hasil pembangunan yang dirasakan rakyat,” ujar nya.

Selain itu, Komite IV menyoroti sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi pemerintah, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, pelemahan nilai tukar rupiah, potensi kenaikan biaya utang, hingga dampaknya terhadap ruang fiskal nasional dan daerah.

Karena itu, DPD RI mendorong pemerintah menyusun peta risiko fiskal yang transparan agar keberlanjutan program prioritas nasional, transfer ke daerah, dan pelayanan publik tetap terjaga.

Adapun,dalam pembahasan bersama BPS, Komite IV DPD RI juga menekankan pentingnya data statistik yang akurat dan kredibel sebagai dasar penyusunan kebijakan ekonomi dan fiskal. Berbagai aspirasi dari daerah menunjukkan masih adanya kesenjangan antara data statistik dengan kondisi riil masyarakat, terutama terkait kemiskinan, pengangguran, dan kesejahteraan masyarakat.

“Data statistik bukan sekadar angka. Data adalah dasar pengambilan keputusan negara. Karena itu, seluruh asumsi ekonomi makro dan target pembangunan harus didukung data yang akurat dan mampu menggambarkan kondisi masyarakat di seluruh daerah Indonesia,” tegas Nawardi.

Sedangkan, Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi, mengaku BPS menggunakan prinsip yang hasilnya relevan dan dapat dipercaya.

“BPS berkomitmen menjaga independensi dan kualitas statistik resmi Indonesia dengan berpegang pada mandat undang-undang, prinsip statistik resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta metodologi statistik internasional. Karena itu, data yang dihasilkan BPS tidak hanya relevan untuk kebutuhan pembangunan nasional, tetapi juga dapat dibandingkan secara global dan dipercaya oleh masyarakat internasional,” ujarnya.

Sonny menambahkan bahwa saat ini BPS hadir hingga tingkat kabupaten dan kota untuk memenuhi kebutuhan data di Indonesia.

“Melalui 539 satuan kerja dengan dukungan lebih dari 20 ribu pegawai, serta sekitar 601 ribu mitra statistik yang membantu proses pendataan lapangan. Kami terus memperkuat kualitas data melalui sensus, survei, kompilasi data administrasi, dan pemanfaatan teknologi baru seperti big data, kecerdasan buatan, serta citra satelit,” terangnya.

Komite IV DPD RI mendorong penguatan sistem statistik nasional yang lebih transparan dan adaptif, termasuk integrasi data antar kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, agar kebijakan pembangunan semakin tepat sasaran dan mampu mengurangi kesenjangan antarwilayah.

Masih dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komite IV Shinta Rosma Yenti mempertanyakan aspirasi daerah terkait dengan dana bagi hasil (DBH) saat ini masih terjadi pemotongan DBH yang berimbas pada pembangunan infrastruktur daerah.

“DBH yang diatur dalam UU No. 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah, saat ini masih terjadi pemotongan hingga 70 persen untuk Provinsi Kalimantan Timur. Terkait dengan Transfer ke Daerah (TKD) Kaltim sebesar Rp10 Triliun tapi pemotongannya hingga Rp7 triliun, sementara Pak Menteri juga sempat sampaikan akan ada penambahan TKD diawal tahun sebesar Rp40 triliun sampai Rp.90 triliun, namun sampai hari ini TKD Kaltim masih Rp2.9 triliun dari Rp10 triliun di tahun 2026,” kata dia.

Merespon hal tersebut Menteri Keuangan Purbaya menjelaskan bahwa pemotongan tersebut berdasarkan Undang-undang APBN, namun hal tersebut tergantung pada kondisi tertentu.

“Terkait dengan pemotongan TKD, itu berdasarkan Undang-undang APBN namun tergantung pada kondisi keuangan negara, nah saat ini saya sudah perintahkan pak Dirjen untuk menghitung pembayaran secara bertahap untuk TKD sejak 2023 dan tambahan akan ditambahkan pada bulan Juli 2026,” jelas Purbaya
Ketua Komite IV DPD RI, Nawardi menegaskan bahwa hasil rapat kerja ini akan menjadi bahan penting bagi DPD RI dalam menyusun pertimbangan terhadap KEM-PPKF dan RAPBN 2027.

“Kami ingin memastikan bahwa RAPBN 2027 benar-benar mengakomodasi aspirasi daerah. Pembangunan harus semakin inklusif, ketimpangan antarwilayah berkurang, dan kesejahteraan rakyat menjadi tujuan utama dari setiap kebijakan ekonomi dan fiskal,” pungkasnya.

Komite IV DPD RI berkomitmen untuk terus mengawal penyusunan KEM-PPKF dan RAPBN 2027 agar kebijakan ekonomi dan fiskal nasional semakin adaptif terhadap tantangan global, berbasis data yang kredibel, berpihak pada daerah, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan.//dsl.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gempa Magnitudo

    Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Sumedang, Puluhan Rumah Rusak

    • calendar_month Senin, 1 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sumedang, MSINews.com – Penjabat Bupati Sumedang, Herman Suryatman, melaporkan bahwa gempa bumi dengan magnitudo (M) 4,8 mengguncang wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Minggu malam, menyebabkan kerusakan signifikan pada puluhan rumah. Gempa tersebut menyebabkan kerusakan terutama di wilayah Babakan Hurip, Tegalsari, dan Cipameungpeuk. Herman menjelaskan bahwa sebanyak 53 rumah di Babakan Hurip mengalami kerusakan, sementara […]

  • BNPB Minta Warga Jawa Timur Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem dan Banjir Susulan

    BNPB Minta Warga Jawa Timur Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem dan Banjir Susulan

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Msinews.co- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta warga Jawa Timur meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. BNPB menyampaikan imbauan tersebut meski banjir di sejumlah wilayah terdampak mulai surut. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyatakan ketinggian muka air di beberapa daerah terus menurun. Kabupaten Pasuruan yang […]

  • Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi, PLN Jalin Kerja Sama Strategis dengan KKP

    Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi, PLN Jalin Kerja Sama Strategis dengan KKP

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 143
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM– PT PLN (Persero) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat sinergi untuk mendukung pengembangan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional. Kolaborasi ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi melalui penyediaan infrastruktur ketenagalistrikan yang terintegrasi dengan pengelolaan ruang laut. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang […]

  • DPR Setujui Tambahan Anggaran Kemendag  Rp 2,4 Trilun di 2025

    DPR Setujui Tambahan Anggaran Kemendag Rp 2,4 Trilun di 2025

    • calendar_month Sabtu, 15 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Kabar baik datang dari Komisi VI DPR RI untuk Kementeran Perdagangan (Kemendag) atas usulan tambahan anggaran sebesar Rp 2,4 trilun di 2025. Adapun, Persetujuan usulan tambahan anggaran tahun 2025 Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebesar Rp2,4 triliun dibacakan oleh Wakil Ketua Komisi VI Martin Manurung untuk tiga sektor. Pertama, adalah untuk peningkatan peran 46 Perwakilan Perdagangan di […]

  • Perempuan ICMI Siap Dukung Program Unggulan Presiden RI Terpilih

    Perempuan ICMI Siap Dukung Program Unggulan Presiden RI Terpilih

    • calendar_month Sabtu, 27 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perempuan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) menyatakan siap mendukung program unggulan Presiden Republik Indonesia yang sudah sah terpilih untuk periode mendatang, khususnya Program Makan Siang dan Susu Gratis bagi siswa sekolah karena diyakini akan membantu perkembangan anak dengan kecukupan gizi. “Program Makan siang dan susu gratis ini sangat bagus dampaknya […]

  • Bioenergi : Energi Alternatif di Massa Depan

    Bioenergi : Energi Alternatif di Massa Depan

    • calendar_month Sabtu, 28 Des 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Oleh Syamsul Noor BIOENERGI adalah salah satu jenis energi terbarukan sebagai energi alternatif dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa contoh bioenergi di Indonesia adalah biodiesel, biogas, bioethanol dan pure vegetable oil. Bioenergi adalah energi terbarukan dalam perkembangan di Indonesia. Bagaimana tidak? Energi fosil nyaris ditelan bumi akibat kegiatan eksploitasi berlebihan. Penggunaan energi fosil harus secara bijak. Sebab, […]

expand_less