Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Komisi IX DPR RI Ingatkan Pemerintah, Jangan Kejar Kuantitas Dokter dengan Korbankan Kualitasnya

Komisi IX DPR RI Ingatkan Pemerintah, Jangan Kejar Kuantitas Dokter dengan Korbankan Kualitasnya

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
  • visibility 223
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,MSINEWS.COM-Peningkatan jumlah dokter nasional tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan kualitas pendidikan kedokteran. Hal tersebut disampaikannya OLEH Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI dengan Menteri Kesehatan dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) di Ruang Rapat Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Ia menyebut bahwa, tantangan utama pembangunan sumber daya manusia kesehatan saat ini bukan semata-mata kekurangan jumlah dokter, melainkan bagaimana memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi yang terstandar dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang aman bagi masyarakat.

“Dalam profesi dokter tidak ada istilah setengah kompeten. Yang ada hanya kompeten atau tidak kompeten. Sama seperti pilot, karena menyangkut keselamatan dan nyawa manusia. Oleh karena itu, kualitas pendidikan tinggi, kualitas lulusan, kualitas praktik profesi, hingga kualitas pelayanan kesehatan harus menjadi satu sistem yang utuh,” kata Edy Wuryanto.

Penegasan ini merespons wacana pemerintah untuk memperluas kapasitas pendidikan kedokteran guna menjawab ketimpangan rasio dokter terhadap jumlah penduduk. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Indonesia masih menghadapi kekurangan tenaga dokter di berbagai daerah, terutama wilayah terpencil dan kepulauan. Namun, Edy mengingatkan bahwa solusi atas persoalan tersebut tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan kuantitas lulusan.

Ia mengaku khawatir apabila kebijakan penambahan program studi atau fakultas kedokteran dilakukan secara masif tanpa memastikan kesiapan sumber daya pengajar, rumah sakit pendidikan, serta sistem penjaminan mutu yang memadai.

“Saya juga khawatir ketika pemerintah ingin menambah ratusan perguruan tinggi kedokteran. Yang sekarang ada saja kualitasnya masih dipertanyakan. Hati-hati jangan sampai terjebak pada target kuantitas tetapi mengabaikan kualitas,” ujarnya prihatin.

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu menilai sistem pendidikan kedokteran Indonesia sesungguhnya telah dirancang dengan berbagai lapisan pengawasan mutu. Mulai dari perguruan tinggi yang menerbitkan ijazah dan sertifikat profesi, kolegium yang menerbitkan sertifikat kompetensi, konsil yang menerbitkan Surat Tanda Registrasi (STR), hingga pemerintah yang memberikan izin praktik.

Edy menyatakan bahwa, proses tersebut dibangun untuk memastikan bahwa setiap dokter yang melayani masyarakat benar-benar memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.

“Betapa panjang proses seorang dokter sejak masuk pendidikan tinggi hingga memperoleh izin praktik. Semua itu dibuat agar mutu profesi tetap terjaga karena profesi dokter berhubungan langsung dengan keselamatan masyarakat,” ujarnya menutup pernaytaan dalam Rapat Kerja Komisi tersebut.

Edy juga menyoroti pentingnya harmonisasi kewenangan antara kementerian, lembaga pendidikan tinggi, kolegium, dan konsil kesehatan. Ia mengingatkan agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan yang justru berpotensi menurunkan efektivitas sistem penjaminan mutu pendidikan kedokteran nasional.

Menurutnya, Kementerian Kesehatan dan Kemendiktisaintek harus membangun koordinasi yang kuat dalam mengawasi seluruh rantai pendidikan tenaga medis agar tetap kredibel dan akuntabel. “Kalau dalam sistem mutu ini terjadi benturan, saling mengambil kewenangan, atau terjadi tumpang tindih regulasi, maka persoalan akan semakin rumit. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat dalam sistem pendidikan dan kesehatan harus benar-benar menjaga kredibilitas quality system yang ada,” pungkasnya.

Dalam konteks transformasi kesehatan nasional, Komisi IX menilai peningkatan jumlah tenaga kesehatan memang menjadi kebutuhan mendesak. Namun demikian, upaya tersebut harus berjalan seiring dengan penguatan standar pendidikan, akreditasi institusi, kompetensi lulusan, serta sistem pengawasan profesi guna menjamin keselamatan pasien dan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.//Tim Redaksi.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolda Sumsel Raih Penghargaan Bergengsi di Ajang CNN Award 2024

    Kapolda Sumsel Raih Penghargaan Bergengsi di Ajang CNN Award 2024

    • calendar_month Kamis, 11 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Palembang, msinews.com – Kapolda Sumsel Irjen A Rachmad Wibowo meraih penghargaan “Outstanding Leadersehip in Law Enforcement and Crime Prevention” dalam ajang penghargaan CNN Indonesia Awards 2024, di salah satu hotel di Palembang, Rabu malam (10/7/2024). Penghargaan bergengsi tersebut diberikan langsung oleh Direktur Transmedia Latif Harnoko kepada Kabid Humas Polda Sumsel yang mewakili Kapolda. Kapolda Sumsel […]

  • Ahok Diisukan Dirut Pertamina, Berikut Nama-nanma Disampaikan Erick Tohirick

    Ahok Diisukan Dirut Pertamina, Berikut Nama-nanma Disampaikan Erick Tohirick

    • calendar_month Sabtu, 29 Jul 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Jakarta_Beredar isu bahwa Direktur Utama (Dirut) Pertamina akan diganti. Jabatan isu digadang-gadang akan diisi oleh Basuki Tjahaja Purnama. Pada saat ini di Informasikan bahwa jajaran Komisaris PT Pertamina (persero) mengalami perombakan. Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekarang ditunjuk sebagai Wakil Komisaris Utama Pertamina, menggantikan Pahala Nugraha Mansury. Namun, ternyata posisi Dirut Pertamina masih […]

  • Narapidana Tewas dalam Lapas, DPR Desak Kepala Lapas Bukittinggi Dicopot

    Narapidana Tewas dalam Lapas, DPR Desak Kepala Lapas Bukittinggi Dicopot

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 193
    • 0Komentar

    JAKARTA, MSINEWS.COM-Anggota Komisi XIII DPR RI,  Raja Faisal Manganju Sitorus mengatakan, mendesak tindakan, tewasnya dua narapidana akibat pesta minuman keras atau Miras di Lapas Kelas II Bukittinggi Sumatera Barat menjadi catatan penting bagi kinerja kepala lapas bukittinggi. Politisi Partai Demokrat itu menilai, peristiwa tersebut bukan sekadar kelalaian, tetapi kegagalan total pengawasan. “Kepala Lapas dan Kepala Pengamanan […]

  • AS Bujuk Israel

    AS Bujuk Israel untuk Tidak Menyerang Iran, Namun Israel Abaikan Permohonan

    • calendar_month Sabtu, 20 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Jakarrta, MSINews.com – Amerika Serikat (AS) diduga memohon kepada Israel untuk tidak melakukan serangan balik terhadap Iran. Namun, keputusan Israel untuk mengabaikan permohonan Washington menjadi bagian dari tren yang memalukan, demikian dilaporkan oleh Sputnik dengan mengutip Politico dan seorang pejabat Amerika Serikat. Baca juga : Meutya Hafid : Pemerintah Harus Aktif Diplomasi Deeskalasi Konflik Tim-Teng […]

  • BNPB Salurkan Dana Stimulan Rp369,9 Miliar untuk 17.251 KK di Aceh dan Sumatera

    BNPB Salurkan Dana Stimulan Rp369,9 Miliar untuk 17.251 KK di Aceh dan Sumatera

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 272
    • 0Komentar

      Msinews.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI menyalurkan dana stimulan pembangunan rumah rusak ringan hingga sedang senilai Rp369,9 miliar kepada 17.251 kepala keluarga (KK) terdampak bencana di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Kepala BNPB Suharyanto mengatakan bantuan tersebut menjangkau 25 kabupaten/kota terdampak di wilayah Sumatera. “Bantuan stimulan rumah rusak […]

  • Bawaslu Kota Bengkulu

    Bawaslu Kota Bengkulu Periksa Saksi Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN oleh Pj Wali Kota

    • calendar_month Jumat, 19 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Bengkulu MSINews.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bengkulu mengintensifkan pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilakukan oleh Penjabat Wali Kota Bengkulu, Arif Gunadi. Pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah saksi dan pelapor guna mengumpulkan keterangan dan klarifikasi terkait kasus ini. Ahmad Maskuri, Koordinator Divisi Penanganan, Pemanfaatan, dan Pelanggaran Sengketa (Kordiv PPPS) […]

expand_less