Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Komisi IX DPR RI Ingatkan Pemerintah, Jangan Kejar Kuantitas Dokter dengan Korbankan Kualitasnya

Komisi IX DPR RI Ingatkan Pemerintah, Jangan Kejar Kuantitas Dokter dengan Korbankan Kualitasnya

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,MSINEWS.COM-Peningkatan jumlah dokter nasional tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan kualitas pendidikan kedokteran. Hal tersebut disampaikannya OLEH Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI dengan Menteri Kesehatan dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) di Ruang Rapat Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Ia menyebut bahwa, tantangan utama pembangunan sumber daya manusia kesehatan saat ini bukan semata-mata kekurangan jumlah dokter, melainkan bagaimana memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi yang terstandar dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang aman bagi masyarakat.

“Dalam profesi dokter tidak ada istilah setengah kompeten. Yang ada hanya kompeten atau tidak kompeten. Sama seperti pilot, karena menyangkut keselamatan dan nyawa manusia. Oleh karena itu, kualitas pendidikan tinggi, kualitas lulusan, kualitas praktik profesi, hingga kualitas pelayanan kesehatan harus menjadi satu sistem yang utuh,” kata Edy Wuryanto.

Penegasan ini merespons wacana pemerintah untuk memperluas kapasitas pendidikan kedokteran guna menjawab ketimpangan rasio dokter terhadap jumlah penduduk. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Indonesia masih menghadapi kekurangan tenaga dokter di berbagai daerah, terutama wilayah terpencil dan kepulauan. Namun, Edy mengingatkan bahwa solusi atas persoalan tersebut tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan kuantitas lulusan.

Ia mengaku khawatir apabila kebijakan penambahan program studi atau fakultas kedokteran dilakukan secara masif tanpa memastikan kesiapan sumber daya pengajar, rumah sakit pendidikan, serta sistem penjaminan mutu yang memadai.

“Saya juga khawatir ketika pemerintah ingin menambah ratusan perguruan tinggi kedokteran. Yang sekarang ada saja kualitasnya masih dipertanyakan. Hati-hati jangan sampai terjebak pada target kuantitas tetapi mengabaikan kualitas,” ujarnya prihatin.

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu menilai sistem pendidikan kedokteran Indonesia sesungguhnya telah dirancang dengan berbagai lapisan pengawasan mutu. Mulai dari perguruan tinggi yang menerbitkan ijazah dan sertifikat profesi, kolegium yang menerbitkan sertifikat kompetensi, konsil yang menerbitkan Surat Tanda Registrasi (STR), hingga pemerintah yang memberikan izin praktik.

Edy menyatakan bahwa, proses tersebut dibangun untuk memastikan bahwa setiap dokter yang melayani masyarakat benar-benar memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.

“Betapa panjang proses seorang dokter sejak masuk pendidikan tinggi hingga memperoleh izin praktik. Semua itu dibuat agar mutu profesi tetap terjaga karena profesi dokter berhubungan langsung dengan keselamatan masyarakat,” ujarnya menutup pernaytaan dalam Rapat Kerja Komisi tersebut.

Edy juga menyoroti pentingnya harmonisasi kewenangan antara kementerian, lembaga pendidikan tinggi, kolegium, dan konsil kesehatan. Ia mengingatkan agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan yang justru berpotensi menurunkan efektivitas sistem penjaminan mutu pendidikan kedokteran nasional.

Menurutnya, Kementerian Kesehatan dan Kemendiktisaintek harus membangun koordinasi yang kuat dalam mengawasi seluruh rantai pendidikan tenaga medis agar tetap kredibel dan akuntabel. “Kalau dalam sistem mutu ini terjadi benturan, saling mengambil kewenangan, atau terjadi tumpang tindih regulasi, maka persoalan akan semakin rumit. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat dalam sistem pendidikan dan kesehatan harus benar-benar menjaga kredibilitas quality system yang ada,” pungkasnya.

Dalam konteks transformasi kesehatan nasional, Komisi IX menilai peningkatan jumlah tenaga kesehatan memang menjadi kebutuhan mendesak. Namun demikian, upaya tersebut harus berjalan seiring dengan penguatan standar pendidikan, akreditasi institusi, kompetensi lulusan, serta sistem pengawasan profesi guna menjamin keselamatan pasien dan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.//Tim Redaksi.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia-Rusia Diharapkan Perkuat Kolaborasi Menguntungkan di Panggung Internasional

    Indonesia-Rusia Diharapkan Perkuat Kolaborasi Menguntungkan di Panggung Internasional

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal Polisi (P) Budi Gunawan menghadiri perayaan National Day Federasi Rusia di Hotel Mulia Senayan, Jakarta. Kehadiran Jenderal Budi Gunawan dalam rangka memenuhi undangan Duta Besar Rusia sebagai Tamu Kehormatan mewakili Pemerintah Indonesia. Dalam sambutannya, Budi Gunawan menyampaikan selamat kepada pemerintah dan rakyat Rusia serta menegaskan […]

  • DPRD Sumsel Bersama Gubernur Setujui Raperda Pertangungjawaban Pelaksanaan APBD Sumsel Tahun Anggaran 2023

    DPRD Sumsel Bersama Gubernur Setujui Raperda Pertangungjawaban Pelaksanaan APBD Sumsel Tahun Anggaran 2023

    • calendar_month Kamis, 4 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Palembang, msinews.com – DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) bersama Pj Gubernur Sumsel menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertangungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Sumsel Tahun Anggaran 2023. Hal tersebut tertuang dalam Keputusan Bersama antara DPRD Sumsel dan Gubernur Sumsel pada Rapat Paripurna LXXXIV (84), pembicaraan tingkat dua dengan agenda penyampaian laporan hasil pembahasan dan penelitian badan anggaran DPRD […]

  • Korban Bencana Tapanuli Utara Mulai Tempati Huntara yang Dibangun BNPB

    Korban Bencana Tapanuli Utara Mulai Tempati Huntara yang Dibangun BNPB

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Msinews.com – Sejumlah warga korban tanah longsor di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, mulai menempati hunian sementara (huntara) yang dibangun pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Sebanyak 40 unit huntara telah ditempati warga terdampak longsor yang berasal dari Desa Sibalanga dan Desa Pagaran Lambung I, Kecamatan Adian Koting. Warga Desa Sibalanga, Nurhaidah Aritonang, mengatakan dirinya telah […]

  • Komisi IX DPR Pastikan RUU Ketenagakerjaan Berpihak pada Buruh dan Pengusaha

    Komisi IX DPR Pastikan RUU Ketenagakerjaan Berpihak pada Buruh dan Pengusaha

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com —Undang-Undang Ketenagakerjaan diharapkan berpihak kepada buruh dan pengusaha. Hal ini ditegaskan oleh Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi NasDem, Irma Suryani Chaniago. Ia menegaskan bahwa pembahasan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru akan mengedepankan keseimbangan kepentingan antara pekerja dan pengusaha. Pernyataan tersebut saat menjawab pertanyaan serikat buruh terkait tindak lanjut DPR atas amanat Mahkamah Konstitusi (MK) […]

  • Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo Tunjuk Irjen Pol Andi Rian R Djajadi, Sebagai  Kapolda Sumsel

    Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo Tunjuk Irjen Pol Andi Rian R Djajadi, Sebagai Kapolda Sumsel

    • calendar_month Minggu, 22 Sep 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Palembang, msinews.com – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menunjuk Irjen Pol Andi Rian R Djajadi SIK MH (Kapolda Sulawesi Selatan; Sulsel) sebagai Kapolda Sumsel. Irjen Pol Andi Rian menggantikan Irjen Pol A Rachmad Wibowo yang kini menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang baru saja dilantik Jumat kemarin. Penunjukkan itu […]

  • Mensos Ajak Pemda se Jawa Barat Perkuat Sinergi Tindak Lanjuti DTSEN

    Mensos Ajak Pemda se Jawa Barat Perkuat Sinergi Tindak Lanjuti DTSEN

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Msinews.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berdialog dengan perwakilan dari kabupaten/kota se Provinsi Jawa Barat dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Kualitas Pembangunan Jawa Barat guna mewujudkan data yang akurat melalui pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). “Saya datang ke sini menindaklanjuti arahan Presiden agar bersinergi dan berkolaborasi, tidak hanya dengan kementerian/lembaga di tingkat […]

expand_less