Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Info Daerah » Kembali Ngadu ke Gubernur DKI, Camat, Lurah Tak Komitmen

Kembali Ngadu ke Gubernur DKI, Camat, Lurah Tak Komitmen

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Senin, 23 Okt 2023
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kembali Ngadu ke Gubernur DKI, Akibat Camat, Lurah Tak Komitmen.

 

Jakarta, MDINews.com – Dua warga taman kencana RT.001, RW.014 Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, kembali ngadu ke Gubernur DKI dan Walikota Jakarta Barat, Senin Siang. Mereka kembali menyampaikan aspirasi, karena upaya Camat Kalideres, Lurah Tegal Alur, lari dari kesepakatan.

Warga kembali ngadu ke Gubernur yakni Suhari dan mantan RT.001 Halim, mereka menyampaikan ketika upaya Camat dan Lurah mengudang rapat dirumah pribadi RW014. Ia menyebut kehadiran sejumlah pejabat pemerintah di Kantor RW014 Tegal Alur Iwan, menjadi pemandangan yang tak lazim.

Menurutnya rapat-rapat semacam ini biasanya diselenggarakan di kantor pemerintah yang memiliki fasilitas dan ruang yang lebih memadai.

“Saya merasa kaget dan ganjil bahwa pada rapat hari Rabu tanggal 19 Oktober 2023. pihak ASN kecamatan dan kelurahan melakukan rapat di kantor RW yang seharusnya dilaksanakan di kantor pemerintah,” kata Suhari pada awak Media, Senin 23/10/2023.

Baca Juga : Konflik: Kuasa Hukum RW14 Kecam Polisikan 2 Orang, MSPI Tantang Balik 

Suhari mengangap rapat di kantor RW itu jelas tidak objektif dikarnakan ada pihak yang tidak berkepentingan dihadirkan dalam rapat tersebut. Ia menilai mediasi camat dan lurah yang baru itu terkesan janggal.

“Saya bergapan RW014 membawa massa padahal, sebagai aparat pemerintah berkewajiban untuk menyelesaikan sesuai kewenangannya di kantor pemerintah dengan tidak memihak kepada siapapun,” tandasnya.

Suhari menilai alasan ketua rukunnya, kekeh pada keamanan warga kencana RT001, RW.014 Tegal Alur. Ia menganggap tugas dari kepolisian di semua wilayah yang menjamin.

“Keamanan lingkungan pastinya ada sekuriti dan kepolisian. Bukan tupoksi pihak RW yang membuat alasan-alasan keamanan. Jika lingkungan tidak aman, maka dapat dilakukan siskamling dan bergantian,” urainya.

“Seharusnya kan begitu, bukan harus bayar orang puluhan juta untuk keamanan jika pagar dibongkar (ada yang menyuarakan) hal ini sangatlah menyimpang,” imbuhnya.

Lebih lanjut Suhari minta agar pagar lama dibongkar, karena pagar baru sudah beroperasi dengan sangat baik. Ia menyebut jangan membuat alasan-alasan tentang keamanan hanya merendahkan tupoksi kepolisian yang sangat mampu, menjaga dan memelihara keamanan.

“Sebagai warga, sangat tidak etis untuk mencitrakan bahwa lingkungan perumahan tidak aman karena itu merugikan citra Pemkotamadya dan Pemda DKI Jakarta sekaligus aparat keamanan,” katanya.

Masih kembali ngadu ke Gubernur, Halim menyampaikan langkah persoalan baru yakni Fasos dan Fasum belum diserahkan ke pemerintah diluar masalah. Ia mengatakan dasar menyelesaikan persolan kesepakatan sudah disetujui, camat Kalideres, dan lurah Tegal Alur, sebelumnya.

“Kami minta adalah menjalankan kesepakatan saat Camat dan Lurah lama yaitu pagar baru dibuat dan pagar lama dibongkar. Ketika pagar baru sudah bisa beroperasi dengan baik. Namun pada kenyataanya, sampai saat ini tidak kunjung dibongkar dan jelas membuat kerisauan,” kata Halim.

Halim mengatakan, seharusnya penyampaian aspirasinya, yang cukup lama, berlarut-larut ini dikarenakan kesepakatan bersama sebelumnya tidak dikonkretkan pejabat baru.

“Saya kita meminta agar persoalan diselesaikan secara tuntas, kembalikan alih fungsi jalan ke awal semula sesuai kebutuhan warga untuk kepentingan bersama,” tegasnya.

Menganggi hal tersebut RW014 Iwan mengaku penyelesaian buka pintu akan dibuka ketika Pasilitas Umum (Pasum) dan Pasilitas Sosial (Pasos) sudah diserahkan pemerintah.

“Saya kira sudah selesai jadi pak Suhari dan teman yang lainya bisa menunggu setelah penyerahan Pasuam dan Pasos ke Pemerintah,” ucap Iwan menanggapi pertanyaan MSINews.com, Minggu 22/10/2023.

Baca Juga : Gegara Parkir Liar di Indomaret, Warga Lapor Polisi 

Kendati demikian dipertanyakan obrolan santai (meski awal bertegan meminta hak jawab_red), kapan akan diserahkan Pasus dan Pasom? RW Iwan belum bisa memastikan. Namu kata Iwan akan secepatnya pasum dan Pasos akan diserahkan pihak pengembang ke pemerintah.

“Saya sih belum bisa memastikan kapan Pasos dan Pasom diserahkan pengembang (taman kencana Tegal alur). Tapi informasi yang saya dapatkan segera kok. Saya harap semua teman bersabar,” ucapannya.

Sementara camatan Kalideres Wukir Prabowo mengatakan bahwa rapat tersebut sudah ada jalan keluarnya. Ia menyebut persoalan buka jalan atau bokar jalan taman kencana Tegal alur bisa direalisasikan ketika Pasum dan posos diserahkan.

“Saya kira apa yang saya sampaikan diacara kemarin tidak ada yang dirugikan dan pihak warga merugi. Kita tunggu dulu lah, pihak pengembang menyerahkan Pasum dan Pasosnya,” kata Wukir melalui dikonfirmasi via tlpnya, Jum’at 20/10/2023.

MSINews.com mempertahankan lurah sebelumnya sudah menepuh untuk membuat kesepakatan bahwa pintu jalan depan dipasang satu pintu, dan sepakat akses dibuka atau dibongkar? Kenapa pemerintah tidak peka terhadap Pasos dan Pasum guna kepentingan warga Tegal alur?

Wukir menepis dengan menutup telponnya, dikarenakan ada tamu dikantor” Maaf ya pak saya mau ada tamu nanti saya hubungi kembali,” kata Camat.

Sementara Lurah Tegal Alur Dwi sama belum bisa menjawab secara terinci dan pasti, adanya persolan buka akses jalan taman kencana Tegal alur itu.

“Sudah dibuat notulen hasil rapat dan sudah dilaporkan ke tingkat kecamatan dan walikota atas penyelesaian hal dimaksud. Terimakasih” kata lurah … pesan tertulisnya, Jum’at 20/10/2023.

Sementara pihak pengembang perumahan taman kencana Tegal Alur, Kacamata Kalideres, Jakarta Barat sudah lama untuk dikonfirmasi alhasil TLP seluler 0813….. Yus Iman belum bisa menjawab.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ID FOOD: Tak Ada Kebijakan Gadaikan Aset BUMN, Fokus pada Hilirisasi Pangan

    ID FOOD: Tak Ada Kebijakan Gadaikan Aset BUMN, Fokus pada Hilirisasi Pangan

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Msinews.com – ID FOOD menyatakan mengenai isu dugaan penggadaian aset perusahaan, memastikan tak ada kebijakan menggadaikan aset Badan Usaha Milik Negara atau BUMN. Pernyatan tersebut disampaikan SVP Sekretaris Perusahaan ID FOOD Yosdian Adi Pramono, di Jakarta, Sabtu (22/112025). Ia menegaskan bahwa langkah yang sedang ditempuh adalah penguatan program hilirisasi pangan melalui pendanaan mandiri maupun dukungan […]

  • Gus Imin Sebut Kritik sebagai Vitamin untuk Kemajuan Bangsa

    Gus Imin Sebut Kritik sebagai Vitamin untuk Kemajuan Bangsa

    • calendar_month Kamis, 10 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Jakarta, Infomsi.News–Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Imin) menyebutkan bahwa kritik sebagai bagian penting dalam proses pembangunan bangsa di era demokrasi seperti sekarang. Pasalnya demokrasi menuntut partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk ikut terlibat dalam pembangunan bangsa. “Demokrasi menjadi syarat agar semua rakyat terlibat. Jadi kalau ada jangan bingung. Kritik itu vitamin. […]

  • Kunjungi PT Elsewedy, Wamenaker Tekankan Pentingnya Pekerja Nyaman dan Terjamin

    Kunjungi PT Elsewedy, Wamenaker Tekankan Pentingnya Pekerja Nyaman dan Terjamin

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Msinews.com -Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, melakukan kunjungan kerja ke PT Elsewedy Electric Indonesia (Elsewedy), di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/10/2025). Dalam lawatannya, Wamenaker menyampaikan harapannya agar setiap perusahaan mampu menciptakan lingkungan kerja yang membuat pekerja betah, nyaman, dan terlindungi kesejahteraannya, sehingga meningkatkan produktivitas. “Tadi saya mendengar bahwa sudah ada yang bekerja sampai 30 […]

  • Kasus CSR BI: Misteri Keseriusan KPK di Balik Dalih “Sulitnya Bukti”

    Kasus CSR BI: Misteri Keseriusan KPK di Balik Dalih “Sulitnya Bukti”

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK kembali merilis narasi usang “tidak ada intervensi” dalam penyidikan dugaan korupsi dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI). Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Jakarta pada Kamis, 10 Juli 2025, berkelit bahwa “kompleksitas” kasus menjadi alasan lambannya pengungkapan. Dalih klasik ini tak lagi mempan menutupi fakta berbulan-bulan […]

  • Propam Polres Metro Jakpus

    Propam Polres Metro Jakpus Lakukan Pemeriksaan Intensif Pasca Kasus Kaburnya 16 Tahanan

    • calendar_month Jumat, 23 Feb 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Metro Jakarta Pusat melakukan tindakan tegas menyusul kasus kaburnya 16 tahanan dari Polsek Tanah Abang pada Senin (19/2). Dalam upaya menegakkan disiplin dan profesionalisme, Propam Polres Metro Jakarta Pusat telah melakukan pemeriksaan intensif terhadap para personel jaga terkait insiden tersebut. Menurut keterangan resmi dari Polres Metro Jakarta […]

  • Rina Saadah: Indonesia Punya Semua Syarat untuk Swasembada Pangan

    Rina Saadah: Indonesia Punya Semua Syarat untuk Swasembada Pangan

    • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Rin Saadah ini mengatakan potensi pertanian di Indonesia sangat besar. Hanya saja, potensi tersebut belum tergarap optimal sehingga Indonesia masih menjadikan impor sebagai solusi pemenuhan pangan. “Ini ironis. Negara agraris tapi kenapa masih impor terus? Indonesia mempunyai semua syarat untuk mencapai target swasembada […]

expand_less