Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Dituding Beraliran Radikal dan Terorisme, Begini Sikap Nur Setia Alam Prawiranegara

Dituding Beraliran Radikal dan Terorisme, Begini Sikap Nur Setia Alam Prawiranegara

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Senin, 9 Sep 2024
  • visibility 175
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bogor, msinews.com– Nur Setia Alam Prawiranegara, salah satu peserta seleksi Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) 2024-2018 yang dianulir lantaran tudingan serius beraliran radikal dan terafiliasi teroris, angkat bicara. Menurutnya, catatan BNPT tanpa konfirmasi itu telah mencemarkan nama baik diri dan keluarganya maka perlu diluruskan.

Nur Setia Alam Prawiranegara menuturkan, dirinya mengikuti Calon Anggota Kompolnas Periode 2024-2028, dengan mendaftar pada 18 Juli 2024 pukul 11.28 WIB, di Gedung Kompolnas dengan Nomor Pendaftaran No PK.087.

Sejak itu, dirinya dinyatakan lolos dalam beberapa tahapan, antara lain: tahapan ke-1, seleksi administrasi telah lolos berdasarkan pengumuman Pansel Kompolnas pada tanggal 22 Juli 2024 dan dapat mengikuti tahapan berikutnya yaitu tes tertulis yang dilaksanakan di Grand Kemang, Jakarta tanggal 30 Juli 2024.

Tahapan ke-2, lanjutnya, dirinya mengikuti tes tertulis telah lolos berdasarkan pengumuman pansel Kompolnas pada tanggal 1 Agustus 2024 dan dapat mengikuti tahapan berikutnya yaitu tes kesehatan jasmani dan rohani, yang dilaksanakan di Klinik Tribarata Mabes Polri oleh Team Pusdokkes Polri tanggal 5 Agustus 2024.

Kemudian di tahapan ke-3, kata Nur Setia Alam, ia dinyatakan lolos dalam tes kesehatan berdasarkan pengumuman pansel pada tanggal 7 Agustus 2024 dan dapat mengikuti tahapan berikutnya yaitu Tes Assesment dilaksanakan di Gedung Transnational Crime Center (TNCC) lantai 3 Mabes Polri oleh Team SSDM Polri pada tanggal 15 Agustus 2024.

“Dari 7 Pansel memberikan saya nilai 75, dari Kemenkopolhukam 80, nilai lainnya 72 dan 68,3 jadi total 660,3. Saya masuk rangking 3 dari 107 peserta untuk menghasilkan 50 orang,” ungkapnya, Senin (9/09/2024).

Untuk penilaian dari sisi kesehatan, kata advokat senior itu, dirinya diperiksa tim medis kesehatan independent dari Pusdokes Mabes Polri untuk memeriksa kesehatan jasmani dan rohani. “Saya diperiksa laboratorium darah, mata, gigi dan jantung serta torak. Karena bukan olahragawan, tapi tes psikotes bagus, total nilai 57 dan berada di rangking 11,” paparnya.

Selanjutnya, ia mengikuti serangkaian tes assessment dengan empat item berkelanjutan. Salah satunya problem analisis, diskusi kelompok, wawancara dan pengisian form isian untuk memberikan CV terkait aktivitasnya. “Yang terakhir adalah psikometric jadi psikotes untuk kinerja hasilnya pada tanggal 21 menyatakan saya clean dan potensial dengan nilai 71,8,” tuturnya.

Saat itu, Ia mendapat informasi bahwa dirinya tidak lolos karena adanya catatan BNPT (Badan Nsional Penanggulangan Terorisme) yang berisi keterkaitannya dengan ajaran radikalisme dan terorisme. “Saya sempat menanyakan apa isi catatan itu, hanya dibilang terafiliasi, ada keluarganya yang terafiliasi akun teroris gitu. Nah pengumuman langsung menyatakan saya tidak lolos,” tandasnya.

Mendapati itu, dirinya merasa tidak pernah dikonfirmasi oleh Pansel Kompolnas terkait catatan BNPT tersebut. Ia mengaku sangat terganggu dan keberatan atas tuduhan serius tersebut dan meminta Pansel Kompolnas dan BNPT mengklarifikasinya ke hadapan publik.

“Keluarga kami berasal dari tanah Sunda, tidak pernah tercatat sebagai kelompok radikal dan teroris. Bahkan selama ini kami mengabdi untuk NKRI. Saya pribadi telah menghibahkan tenaga dan harta serta pikiran saya untuk membantu masyarakat, khususnya perihal kekerasan terhadap perempuan,” tandasnya.

Saat ditelusuri lebih dalam, ia mengungkapkan bahwa catatan BNPT yang hanya dikerjakan dalam 2 hari tersebut, telah merusak kredibilitas diri dan keluarganya. “Hanya dua hari saya yang sudah 24 tahun saya sebagai advokat digoreng dengan tuduhan teroris dan radikal tanpa konfirmasi. Padahal dalam catatan BNPT itu jelas ada disclaimer untuk melakukan konfirmasi dan wawancara terkait catatan itu, Pansel tidak melakukannya,” urai Alam.

Ekstreamnya, Nur Setia Alam disebut memiliki jejak digital mengikuti akun penceramah Ustad Abdul Somad. BNPT merekomendasi namun tidak dikonfirmasi ulang kepada dirinya.

“Sepengetahuan saya, mengenai radikalisme itu ada beberapa kategori ada paham, ada pernyataan, ada tindakan hukum keputusan pengadilan. Saya tidak memiliki empat-empatnya pemikiran ideologi untuk menjadi radikal dan teroris kemudian pernyataan tersebut tidak ada bahkan keputusan pengadilan pun,” jelasnya.

Ia meminta BNPT dan Pansel Kompolnas untuk segera mengeluarkan surat clear glitter demi nama baik diri dan keluarga besarnya. “Jelas ini stigma fitnah. Baik buat saya maupun Ustad Abdul Somad yang dilakukan oleh Pansel dan BNPT. Bagaimana dengan 9,7 juta orang yang memfollow akun Abdul Somad. Ini harus diluruskan,” pungkasnya. (Sipres).

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Styrofoam Sebabkan Kanker, Ini Penggantinya yang Ramah Lingkungan

    Styrofoam Sebabkan Kanker, Ini Penggantinya yang Ramah Lingkungan

    • calendar_month Kamis, 7 Sep 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Jakarta, Persoalan sampah masih terus menjadi pekerjaan rumah akibat kenaikannya dari tahun ke tahun. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendata pada tahun 2022 jumlah sampah plastik di Indonesia mencapai 12,54 juta ton, naik dari tahun 2021 yang berjumlah 11,54 juta ton. Diantara sampah tersebut, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mendapati bahwa kemasan makanan seperti […]

  • AI Jadi Alat Bantu, Kemendikbud Dorong Siswa Belajar Efisien dan Efektif

    AI Jadi Alat Bantu, Kemendikbud Dorong Siswa Belajar Efisien dan Efektif

    • calendar_month Senin, 6 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Dalam era digital seperti saat ini pemanfaatan teknologi telah menjadi suatu keharusan dalam berbagai lini kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Menyadari potensi besar yang dimiliki oleh teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) terus mendorong pemanfaatan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran. Kepala Badan Standar, Kurikulum, […]

  • Wakili Kapolri, Komjen Agus Andrianto Hadiri Rapat Pleno KKIP 2023 di Kemenhan

    Wakili Kapolri, Komjen Agus Andrianto Hadiri Rapat Pleno KKIP 2023 di Kemenhan

    • calendar_month Kamis, 3 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Jakarta_Infomsi.News–Menteri Pertahanan Prabowo Subianto selaku Ketua Harian Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) memimpin Rapat Pleno KKIP Tahun 2023 di ruang Bhineka Tunggal Ika Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (3/8/2023). Rapat Pleno 2023 ini bertujuan sebagai persiapan untuk Laporan kepada Presiden RI selaku Ketua KKIP pada Sidang KKIP yang akan diselenggarakan pada akhir Tahun 2023. “Saya berterima […]

  • Ini Daftar 75 Anggota DPRD Sumsel 2024-2029

    Ini Daftar 75 Anggota DPRD Sumsel 2024-2029

    • calendar_month Senin, 22 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Palembang,msinews.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan (Sumsel) telah menetapkan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) terpilih pad pileg untuk masa bakti 2024-2029. Penetapan dilakukan usai perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi. KPU RI pada tanggal 25 Mei 2024 telah menetapkan 75 orang Anggota DPRD Sumatera Selatan dari 12 partai politik untuk masa bakti 5 […]

  • Elektabilitas Ganjar vs Prabowo

    Elektabilitas Ganjar VS Pranowo, Terpaut 11% dari Ketum Grindra

    • calendar_month Rabu, 15 Nov 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com  – Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa, Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, mengungkapkan, elektabilitas Ganjar Pranowo terpaut 11 persen. Hal tersebut di bawah capres Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto, menurut survei Indikator. Elektabilitas Ganjar, Andika menyatakan keingintahuan terhadap faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan tersebut. “Anda memang terlalu jauh itu di mana sih […]

  • DPD RI Terima Laporan IHPS Semester I Tahun 2024 dari BPK RI

    DPD RI Terima Laporan IHPS Semester I Tahun 2024 dari BPK RI

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com- DPD RI menerima Laporan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester I Tahun (IHPS) 2024 serta Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Periode Semester I Tahun 2024 yang telah dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan RI, pada Sidang Paripurna ke-7 DPD RI, di Gedung Nusantara V, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (28/10/2024). Pada sidang ini, Pimpinan DPD RI memberikan […]

expand_less