Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Cek, Berapa Banyak AK Petani Muda Indonesia Saat Ini

Cek, Berapa Banyak AK Petani Muda Indonesia Saat Ini

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Sabtu, 25 Mei 2024
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,msinews.com-Badan Pusat Statistik (BPS) merilisbhasil Sensus Pertanian 2023 menunjukkan bahwa petani muda (Generasi Z atau milenial) mengalami penurunan dalam 10 tahun terakhir.

Sebagai inform as I bahwa AK (Angka Kerja) usia 25 keatas per Frebuari Hi ng ga Augustus 2023 tercatat ada 17.213.504 orang. dan Augustus berjumlah 17.288.987 orang.

Dalam rilisanya BPS mencatat petani muda berusia 25-34 tahun turun dari 11,97% pada 2013 menjadi 10,24% pada 2023. Artinya minat orang muda dibidang pertanian di republic ini sangat sedikit. 

“Petani muda berusia 35 sampai 40 tahun juga mengalami penurunan dari 26,3% menjadi 22%. Terdapat kecenderungan bahwa dalam 10 tahun terakhir, petani muda semakin menjauh dari sektor pertanian,” kata Pengamat Pertanian Khudori dikutip RRI Pro 2 pertengahan January 2024.

Dijelaskan, di satu sisi, terjadi peningkatan jumlah petani berusia 55-64 tahun dari 20% pada 2013 menjadi 23,3% tahun lalu. Begitu pula, petani berusia 65 tahun juga mengalami peningkatan signifikan, dari 12,7% pada 2013 menjadi 16,5% tahun lalu.

Diungkapkan bahwa kecenderungan tersebut mencetminkan dinamika demografis,jumlah petani berusia 55-64 tahun naik dari 20% di 2013 menjadi 23,3% di tahun lalu.

Demikian juga dengan mereka yang berusia 65 tahun, mengalami peningkatan signifikan dari 12,7% pada 2013 menjadi 16,5% tahun lalu. 

Menurut Khudori, untuk mengetahui penyebab penurunan jumlah petani muda dalam 10 tahun terakhir, pemerintah disarankan melakukan survei lanjutan. Dimana lebih fokus dan terperinci berdasarkan hasil sensus pertanian tersebut.

Adapun, data dari survei tersebut dapat menjadi dasar untuk merumuskan kebijakan yang didukung oleh bukti konkret.

“Terus terang, saya tidak dapat memberikan jawaban yang pasti atau definitif,” Katanya.

“Jika pemerintah ingin mengetahui alasan atau penyebab masalah sehingga generasi muda enggan masuk ke sektor pertanian. Mestinya berdasarkan hasil sensus pertanian ini, pemerintah dapat melakukan survei lanjutan yang lebih fokus dan terperinci untuk menjawab penyebabnya,” bebernya. 

Hudori menyebut hasilnya bisa digunakan sebagai dasar untuk membuat kebijakan berbasis data dan bukti. Contohnya kebijakan yang telah diimplementasikan di Korea Selatan.

“Di negara tersebut, terdapat kepastian bagi petani muda yang masuk ke sektor pertanian, seperti jaminan lahan dan modal kerja. Selain itu, adanya wajib militer bagi semua warganya yang terlibat dalam sektor pertanian memberikan dimensi tambahan.

Indonesia (Mungkin) bisa menerapkan insentif serupa mungkin bisa dipertimbangkan. Untuk mendorong partisipasi generasi muda dalam pertanian.

“Barangkali kita dapat melihat beberapa kebijakan yang ada di Korea Selatan. Di sana, petani muda yang masuk ke sektor pertanian memiliki kepastian jaminan untuk mendapatkan lahan, modal kerja, dan wajib militer,” kata Hudori.

Sehingga, bagi semua warganya yang masuk ke sektor pertanian dapat insentif.

“Dan insentif-insentif serupa bisa dipertimbangkan untuk diterapkan di Indonesia,” imbuhnya, mengakhiri perbincangan Dengan Pro 2 RRI. 

* Editor : Dommy.

 

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Humas DPD RI Bahas Standar Pelayanan Informasi bersama Kemenpan RB

    Humas DPD RI Bahas Standar Pelayanan Informasi bersama Kemenpan RB

    • calendar_month Selasa, 28 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Standar Layanan Informasi Publik yang sesuai dengan UU KIP diharapkan dapat dijadikan pedoman dalam memberikan layanan, penyediaan, dan penyampaian Informasi Publik DPD RI kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bagian Humas dan Fasilitasi Pengaduan, Setjen DPD RI, Taufik Jatmiko di Ruang Majapahit, Gedung B, Lantai III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/5/2024). “Humas dan […]

  • Jokowi Sebut Fokus Perbaikan Iklim Investasi pada Rakernas

    Jokowi Sebut Fokus Perbaikan Iklim Investasi pada Rakernas

    • calendar_month Jumat, 8 Des 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews – Presiden Jokowi (Joko Widodo) telah mengeluarkan instruksi tegas kepada jajaran pemerintahannya untuk terus memperbaiki iklim investasi dan meningkatkan realisasi investasi di tingkat nasional maupun daerah. Jokowi menegaskan, pemerintah saat ini tidak berorientasi pada pemasaran semata, melainkan fokus pada penyelesaian masalah investasi di dalam negeri. “Dulu kita selalu berorientasi pada pemasaran terus, marketing […]

  • Surya Paloh Beri Sinyal Dukung RK di Pilkada Jakarta, Pengamat: NasDem Sudah Bergabung bersama KIM

    Surya Paloh Beri Sinyal Dukung RK di Pilkada Jakarta, Pengamat: NasDem Sudah Bergabung bersama KIM

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Jakarta, msinews.com – Partai NasDem adalah parpol sebelumnya mendukung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta, Namun menjelang pendaftaran Agustus ini melalui pernyataan Ketum Surya Paloh menyatakan memberikan dukungan kepada Ridwan Kamil (RK) dan bergabung ke parpol Koalisi Indonesi Maju (KIM). Lalu apakah ini sinyal jika Anies sudah benar ditinggal dan apakah NasDem sudah menyatakan resmi bergabung […]

  • Hari Ini, MK Hadirkan 4 Menteri di Sidang PHPU,Tidak Diperkenankan Intrupsi selama penjelasan

    Hari Ini, MK Hadirkan 4 Menteri di Sidang PHPU,Tidak Diperkenankan Intrupsi selama penjelasan

    • calendar_month Jumat, 5 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Mahkamah Konstitusi (MK) melanjutkan agenda sidang perselisihan hasil pemilu umum 2024 dengan menghadirkan 4 Menteri Kabinet Presiden Joko Widodo,Jumat (5/4/2024). Adapun, agenda sidang mendengarkan penjelasan dari 4 menteri kabinet Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Keempat menteri tersebut adalah Menko PMK Muhadjir Effendy, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Mensos Tri Rismaharini dan Menkeu Sri Mulyani. Ketua MK Suhartoyo mengatakan, […]

  • Rencana Kenaikan Tarif KRL Ancam Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

    Rencana Kenaikan Tarif KRL Ancam Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

    • calendar_month Selasa, 30 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Rencana Kenaikan tarif Commuter Line oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) dinilai dapat mengancam kesejahteraan ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah. Wacana tersebut juga akan menempatkan masyarakat Jabodetabek pada tantangan baru dan berpotensi mengancam kesejahteraan ekonomi mereka. Hal tersebut pun lantas menuai sorotan dari Anggota Komisi V DPR RI Toriq Hidayat. “Kenaikan tarif KRL Jabodetabek akan memberikan […]

  • Jokowi Ajak Masyarat

    Jokowi Ajak Masyarakat Lestarikan Bahasa Daerah demi Keberagaman Budaya Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 20 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Presiden Joko Widodo mendorong masyarakat Indonesia untuk fasih setidaknya satu bahasa daerah yang ada di Indonesia. Ajakan ini disampaikan saat menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Paguyuban Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma) di Ancol, Jakarta, Sabtu 20/1/2024. Baca juga : Pemerintah Siapkan Insentif Fiskal Usul Kenaikan Pajak 40-75%, Ini Rinciannya: “Bapak/ibu, saudara […]

expand_less