BNPB Targetkan Penyintas Banjir Aceh Tempati Huntara Sebelum Lebaran Idul Fitri
- account_circle Media Sejahtera Indonesia
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Msinews.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menegaskan pemerintah memprioritaskan pemulihan pascabencana, khususnya penyelesaian hunian sementara (huntara) bagi penyintas banjir di Aceh.
“Yang menjadi prioritas kita masih ada penyintas yang masih tinggal di tenda, kita terus mengupayakan agar lebaran idul fitri ini mereka bisa berlebaran di Huntara,” kata Letjen TNI Suharyanto dalam keterangannya yang diterima di Banda Aceh, Minggu.
Suharyanto menyampaikan pernyataan tersebut saat meninjau kompleks huntara korban banjir besar di Gampong Ulee Rubek Timu, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara. Ia memastikan salah satu lokasi di kecamatan tersebut telah rampung dibangun dan sudah ditempati warga.
“Di Aceh Utara sendiri Huntara diusulkan 5.000 unit dan sudah terbangun 4.000 lebih, dan ini terus berlanjut,” ujarnya.
BNPB mencatat kebutuhan huntara di seluruh Aceh mencapai sekitar 16 ribu unit.
Hingga saat ini, sekitar 10 ribu unit telah selesai dibangun. Pemerintah menargetkan seluruh unit dapat dihuni sebelum Lebaran agar penyintas tidak lagi bertahan di tenda darurat.
Memasuki bulan ketiga pascabencana banjir dan longsor di Sumatera, pemerintah tetap fokus menjalankan masa transisi darurat menuju pemulihan.
Kabupaten Aceh Utara termasuk daerah yang telah memasuki tahap tersebut.
“Kita terus berjuang dan mengejar target, karena yang bangun huntara bukan hanya BNPB. Tapi ada juga dari Danantara, Kementerian Pekerjaan Umum, rumah zakat, dompet dhuafa dan sebagainya,” tegas Suharyanto.
Di sisi lain, penyintas banjir Aceh Utara, Basri, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah melalui BNPB yang telah membangun huntara bagi dirinya dan keluarga.
“Rumah saya sudah hilang dibawa arus banjir. Semenjak tinggal di huntara, kami sebagian warga yang berprofesi sebagai nelayan memutuskan untuk kembali melaut mencari pendapatan ekonomi keluarga,” demikian Basri.
BNPB menegaskan percepatan pembangunan huntara menjadi langkah strategis agar pemulihan sosial dan ekonomi warga terdampak dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.*
Penulis Media Sejahtera Indonesia
Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Saat ini belum ada komentar