Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » DPR Soroti Kekurangan Dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi di Daerah

DPR Soroti Kekurangan Dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi di Daerah

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Rabu, 24 Jul 2024
  • visibility 136
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,msinews.com-Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina meminta pemerintah mencetak tenaga dokter ahli yang banyak untuk disebarkan di seluruh Rumah Sakit di Indonesia.

Dalam keterangan tertulisnya diterima awak media di Parlemen,Selasa (23/7/2024) Arzeti mengaku prihati atas kekurangan tenaga dokter spesialis di Indonesia.

Ia pun merespon peristiwa meninggalnya seorang dokter spesialis ortopedi dan traumatologi RSUD Sulawesi Barat (Sulbar), dr. Helmiyadi Kuswardhana. Karena itu, DPR mendorong Pemerintah untuk menciptakan lebih banyak dokter spesialis di Indonesia.

“Saya turut berduka cita atas meninggalnya dr. Helmiyadi yang menjadi andalan warga Sulawesi Barat. Saya harap ini menjadi evaluasi bagi Pemerintah untuk meningkatkan penciptaan dokter spesialis,” kata Anggota Komisi IX DPR Arzeti Bilbina, Selasa (23/7/2024).

Sebagaimana diketahui sebelumnya, dr. Helmi yang dikenal sebagai content creator kesehatan itu telah melakukan operasi sebanyak 10 kali dalam satu hari di dua rumah sakit.

Hal tersebut harus dilakukan karena dokter yang terbilang masih muda itu merupakan satu-satunya dokter spesialis tulang di Sulbar.

Arzeti Bilbina menyebut, data dari Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), Sulawesi Barat sendiri masuk ke dalam top 5 terbawah provinsi yang kekurangan dokter spesialis.

Selain Sulawesi Barat, ada juga Maluku Utara, Kalimantan Utara, dan Papua. Arzeti pun prihatin terhadap kondisi yang dinilainya cukup serius itu.

“Mendengar kabar bahwa almarhum harus melakukan operasi 10 kali dalam satu hari, itu cukup memilukan. Seperti ini-lah potret kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan kita, terutama di daerah,” tuturnya.

Indonesia diketahui menghadapi tantangan signifikan dalam kekurangan dokter
spesialis. Berdasarkan informasi, 266 dari 415 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di kabupaten/kota belum memiliki spesialisasi dasar yang mencukupi seperti spesialis anak, obgyn, bedah, penyakit dalam, anestesi, radiologi, dan patologi klinis.

Banyak rumah sakit di daerah tidak memiliki dokter spesialis yang lengkap, salah satunya karena sebagian besar dokter spesialis terkonsentrasi di kota-kota besar yang menyebabkan distribusi tidak merata dan kekurangan dokter spesialis di banyak daerah.

Arzeti mengatakan, kasus dr. Helmi menjadi salah satu contohnya.

“Ini semakin mengindikasikan bahwa Indonesia menghadapi tantangan yang signifikan dalam hal kekurangan dokter spesialis,” ungkap Arzeti.

Lebih lanjut, Arzeti mengatakan penyebaran dokter yang tidak merata juga menjadi permasalahan kesehatan Indonesia. Dari 59.422 dokter spesialis yang terintegrasi di Indonesia menurut data Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), hanya ada 11 dokter spesialis yang bertugas di Sulawesi Barat.

Jumlah tersebut pun sudah mencakup seluruh dokter dari 46 kelompok spesialisasi, mulai dari spesialis anak (Sp.A), spesialis bedah (Sp.B), sampai kelompok spesialis kedokteran gigi seperti ortodonti (Sp.Ort) dan odontologi forensik (Sp.OF).

“Dan ini terjadi juga di daerah-daerah lain. Kondisi tersebut sangat meresahkan karena dengan kurangnya dokter, pelayanan kesehatan kepada masyarakat pastinya juga tidak akan maksimal,” tukas Arzeti.

“Masalah kurangnya dokter spesialis sudah sering menjadi pembahasan kami di Komisi IX DPR dengan Menkes. Ini menjadi PR kita bersama agar bagaimana kekurangan dokter spesialis bisa segera teratasi,” lanjut Legislator dari Dapil Jawa Timur I itu.

Berdasarkan informasi, dr. Helmiyadi meninggal dunia usai terkena serangan jantung. Sosok dr. Helmiyadi sendiri dikenal sering mengedukasi masyarakat melalui konten media sosialnya tentang penyakit sendi atau tulang.

Konten-konten yang dibuat dr. Helmi mendapat respons positif dari masyarakat. Hal itu terlihat dari jumlah followers atau pengikut di Instagramnyanmencapai 523 ribu dan TikTok mencapai 1,2 juta pengikut.

“Sebuah kehilangan besar untuk dunia kesehatan Indonesia karena dr. Helmiyadi merupakan sosok insipratif yang selalu memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Banyak yang merasa kehilangan, meski bukan pasien alharhum langsung,” sebut Arzeti.

Arzeti pun memuji upaya dokter-dokter yang kerap memberikan edukasi kepada masyarakat dengan memanfaatkan media sosial, atau melalui sarana lainnya.

“Saat ini banyak dokter yang terpanggil melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di luar ruang-ruang kontrol atau rumah sakit,” ujarnya.

“Saya berharap semakin lebih banyak lagi dokter yang bersedia memberi edukasi kesehatan lewat media sosial yang mudah diakses masyarakat dan jangkauannya sangat luas,” sambung Arzeti.

Di sisi lain, Arzeti meminta Pemerintah segera menerbitkan rencana induk kesehatan nasional paling lambat pada Agustus 2024 seperti yang telah ditargetkan.

“Karena itu dapat menjadi pedoman Pemerintah serta pihak wasta untuk mendorong pembangunan sektor kesehatan, termasuk pendidikan dokter spesialis,” imbaunya.

Arzeti mengingatkan, selain meningkatkan penciptaan dokter spesialias, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan juga merupakan hal yang harus menjadi prioritas. Apalagi belakangan terjadi berbagai insiden yang mengindikasikan kurangnya peningkatan pelayanan kesehatan, terutama di daerah-daerah.

Adapun beberapa kasus yang membuat miris tentang buruknya kualitas pelayanan kesehatan di daerah seperti seorang ibu di Banyuwangi yang terpaksa melahirkan di mobil karena tidak ada tenaga medis saat ia datang ke Puskesmas.

Kemudian ada juga kasus sopir ambulans menurunkan jenazah bayi karena pihak keluarga tak bisa membayar uang tambahan yang diklaim untuk biaya kekurangan biaya BBM. Lalu ada pula pasien yang ditolak masuk IGD hingga meninggal dengan dalih rumah sakit penuh.

“Kejadian-kejadian tersebut harus menjadi evaluasi agar tidak lagi terulang di kemudian hari. Salah satunya dengan menciptakan sebanyak mungkin dokter spesialis,” kata Arzeti.

Anggota BKSAP DPR itu pun mendukung optimalisasi penciptaan dokter spesialis melalui program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit pendidikan (hospital based) dan berbasis universitas (university based). Arzeti menilai, berbagai upaya yang dilakukan untuk mencetak dokter spesialis dapat mengurangi ketimpangan distribusi dokter di Tanah Air.

“Karena banyak dokter yang terkonsentrasi di perkotaan sehingga masyarakat pedesaan dan wilayah terpencil tidak memiliki akses. Ketimpangan ini menjadi salah satu masalah utama dalam sistem layanan kesehatan di Indonesia. Harus kita atasi,” ucapnya.

Komisi IX DPR yang membidangi urusan kesehatan itu juga mendukung upaya Pemerintah untuk mengatasi kekurangan 29.000 dokter spesialis di Indonesia. Terutama karena mencetak dokter spesialis membutuhkan waktu yang tidak sebentar di mana Indonesia hanya mampu memproduksi 2.700 dokter per tahun.

“Kita harus temukan formula paling tepat agar bagaimana saudara-saudara kita di daerah mendapatkan pelayanan dokter spesialis demi majunya sistem pelayanan kesehatan Indonesia. Tentunya formula tersebut harus berkeadilan untuk semua pihak,” tutupnya.** Tim/DM.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakapolda Sumsel Tutup Pelatihan Pengamanan Pilkada dan Pelatihan Penanggulangan Karhutla

    Wakapolda Sumsel Tutup Pelatihan Pengamanan Pilkada dan Pelatihan Penanggulangan Karhutla

    • calendar_month Minggu, 28 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Palembang, msinews.com – Pada Sabtu (27/7/2024) Wakapolda Sumsel Brigjen M Zulkarnaen menutup secara resmi dua pelatihan personel yakni pelatihan pengamanan pengawalan (Pamwal) VIP dan pelatihan penanganan kebakaran hutan, kebun dan lahan (karhutla). Latihan pengamanan, pengawalan VIP dan latihan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan dikhususkan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan personel sesuai yang sudah direncanakan kegiatannya […]

  • Komisi VII Ingatkan Pertashop Jangan Sampai Buka Peluang Pengoplosan

    Komisi VII Ingatkan Pertashop Jangan Sampai Buka Peluang Pengoplosan

    • calendar_month Rabu, 3 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Komisi VII DPR RI mengingatkan kepada Badan Pengatur Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) agar berhati-hati membuat aturan tentang penjualan BBM jenis pertalite di Pertamina Shop (Pertashop). Hal itu disampaikan oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto. Menurutnya, Aturan yang dibuat BPH Migas harus bisa mengantisipasi kemungkinan penyalahgunaan izin penjualan pertalite di Pertashop. Mengingat, […]

  • Kasad Pimpin Sertijab 5 Jabatan Strategis TNI AD dan Terima Laporan Kenaikan Pangkat 34 Pati

    Kasad Pimpin Sertijab 5 Jabatan Strategis TNI AD dan Terima Laporan Kenaikan Pangkat 34 Pati

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Jakarta, msinews.com– Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., memimpin upacara serah terima lima jabatan strategis di lingkungan TNI AD serta menerima laporan korps kenaikan pangkat 34 Perwira Tinggi (Pati) TNI AD, yang digelar di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Selasa (27/5/2025). Adapun kelima jabatan yang diserahterimakan meliputi jabatan Kepala Pusat […]

  • Julianty Laporkan Dugaan Kecurangan Pamus Pemiliha Ketua Rt 03/Rw 010 Tower C Apartemen Green Bay ke Gubernur DKI Jakarta

    Julianty Laporkan Dugaan Kecurangan Pamus Pemiliha Ketua Rt 03/Rw 010 Tower C Apartemen Green Bay ke Gubernur DKI Jakarta

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Julianty, warga Rt 03/RW 010 Tower C Apartement Green Bay , Jakarta Utara, Melaporkan Dugaan Kecurangan Proses Pemilihan Calon Ketua RT 03/Rw 010 yang tidak Transparan dilakukan oleh Ketua Rw Jon dan Sekreraris RW 010 Zack Lie. Julianty merupakan salah satu bakal calon Ketua RT 03/RW 010, Kelurahan Pluit,Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara untuk periode […]

  • Kader Partai Golkar Purwakarta Tolak Pengusungan Dedi Mulyadi di Pilkada 2024

    Kader Partai Golkar Purwakarta Tolak Pengusungan Dedi Mulyadi di Pilkada 2024

    • calendar_month Sabtu, 3 Agt 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Purwakarta,msinews.com-Kader DPD Partai Golkar Purwakarta dirinya merasa kecewa sangat prihatin mendengar berita bahwa DPP Partai Golkar mengusung Dedi Mulyadi maju jadi Calon Gubernur (Cagub) di Pilkada 2024. “Dedi Mulyadi memasangkan dengan ATALIA di Pilkada Jabar, kami kader Golkar merasa kecewa andai kata itu terjadi, dan kami tidak akan mendukung apalagi memilih untuk menyukseskannya,” kata Wakil […]

  • Pertemuan Mendag dengan Menteri Majid, Bahas Ekspor Indonesia ke Arab Saudi

    Pertemuan Mendag dengan Menteri Majid, Bahas Ekspor Indonesia ke Arab Saudi

    • calendar_month Jumat, 25 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Jakarta, InfomsiNews–Menteri Perdagangan atau Mendag Zulkifli Hasan menyampaikan, hubungan antara Indonesia dan Arab Saudi terjalin sangat baik dan diharapkan dapat meningkatkan kinerja ekspor Indonesia. Kerja sama perdagangan Indonesia terus diintensifkan dengan para pengusaha besar Arab Saudi. Selain bertemu di Jakarta, beberapa bulan lalu juga dilakukan pertemuan top 10 pengusaha besar Arab Saudi dan Indonesia untuk […]

expand_less