Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Info Daerah » World Water Forum ke-10 Resmi Ditutup, Indonesia Mendapat Apresiasi

World Water Forum ke-10 Resmi Ditutup, Indonesia Mendapat Apresiasi

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Sabtu, 25 Mei 2024
  • visibility 195
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Badung, msinews.com– Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Basuki Hadimuljono menutup World Water Forum ke-10 pada Jumat (24/5/2024) di Bali International Convention Center (BICC) Nusa Dua, Bali.

Seluruh agenda yang diusulkan Indonesia dikatakannya berhasil tercapai. Bahkan jumlah partisipan juga melampaui harapan yang awalnya sekitar 46 ribu orang terus bertambah hingga 64 ribu.

Meski begitu, Basuki yang juga Ketua Harian World Water Forum ke-10 tersebut menyatakan bahwa pekerjaan belum selesai dan masih banyak hal yang perlu ditingkatkan. Berbagai komitmen yang dihasilkan harus ditindaklanjuti dengan langkah nyata, dan rasa memiliki yang kuat.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah World Water Forum, Deklarasi Menteri memasukkan Compendium of Concrete Deliverables and Actions atau Ringkasan Hasil-Hasil dan Tindakan, yang mencakup 113 proyek air dan sanitasi senilai US$9,4 miliar dengan 33 negara dan 53 organisasi internasional sebagai pendukung, donor, serta penerima manfaat air dan sanitasi.

“Compendium yang diluncurkan pada pertemuan tingkat menteri harus diwujudkan agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, kata Menteri Ketua Harian World Water Forum ke-10.
Lebih lanjut, Basuki juga menekankan pentingnya meningkatkan sinergisitas antarpemangku kepentingan. Untuk tantangan air dan sanitasi juga perlu pendekatan yang holistik dan lintas sektoral.

Menteri PUPR pun mengajak setiap negara untuk berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing. Dalam agenda air global, setiap negara harus menjadi bagian dari solusi melalui kolaborasi dan saling melengkapi, bukan melalui kompetisi, kata Basuki.

World Water Forum ke-10 menghasilkan Deklarasi Menteri, yang memberikan arah yang jelas di tengah tantangan global. Usul Indonesia soal Hari Danau Dunia juga dicantumkan, serta  pembentukan Center of Excellence untuk  ketahanan air dan iklim, pengarusutamaan pengelolaan sumber daya air terpadu di pulau-pulau kecil.

Berbagai inisiatif lainnya, juga melengkapi agenda aksi di bidang air Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UN Water Action Agenda.

Forum yang digelar selama sepekan di Bali itu menjadi unik karena mempertemukan semua pemangku kepentingan yang terkait dengan agenda air mulai dari pemerintah, anggota parlemen,  organisasi internasional, LSM, hingga sektor swasta, dan pemuda.

Tak lupa Indonesia juga mendorong peran pemuda untuk berkontribusi dalam penelitian dan  inovasi serta peran penting pemuda di sektor air dengan memberikan penghargaan Bali Youth Water Prize dalam penyelenggaraan World Water Forum selanjutnya.
Saya yakin penghargaan ini akan memberikan dorongan bagi generasi muda sebagai agen perubahan, kata Menteri Basuki.

Pada kesempatan tersebut Menteri PUPR turut memberikan selamat kepada Coordination Youth Sanitation Concern Iffah Rachmi yang mendapat penghargaan Kyoto World Water Grand Prize 2024.

Sementara Wakil Presiden World Water Council (WWC) Eric Tardieu mengajak semua peserta untuk tidak  menyerah dalam upaya membangun kerja sama pengelolaan air yang lebih efisien, damai, dan berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut Tardieu turut menyebut nilai-nilai yang mengakar dalam masyarakat Indonesia untuk mencapai sebuah tujuan seperti gotong-royong dan sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

Saat Tardieu menyebutnya, seluruh peserta yang hadir dalam acara penutupan pun bertepuk tangan dengan meriah.

“Mari kita pulang dengan kesabaran, kearifan Bali terkait air, dan agenda positif, “kata Tardieu.

Presiden World Water Forum Loic Fauchon juga menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Indonesia dan seluruh masyarakat Indonesia atas keramahan serta dukungan pada terselenggaranya Forum Air Dunia ke-10 dengan sukses.
World Water Forum ke-10 dibuka dengan ritual Melukat, dan ditutup dengan upacara Melasti, yang keduanya merupakan tradisi penyucian dengan air di Bali.

Tercatat sebanyak 64 ribu orang dari 160 negara hadir berpartisipasi maupun berkunjung, menyajikan 278 sesi diskusi dan 254 stan dalam fair and expo.

World Water Forum di Bali Dihadiri lima kepala negara, Presiden Indonesia Joko Widodo, Presiden Fiji Wiliame Maivalili Katonivere, Presiden Sri Lanka Ranil Wickremesinghe, Perdana Menteri Maroko Aziz Akhannouch   dan Perdana Menteri Tajikistan Qohir Rasulzoda, Aziz Akhannouch.

Mantan Presiden Hungaria Janos Ader juga hadir sebagai utusan khusus. Sebanyak 51 Menteri hadir dan 57 pejabat tinggi, 27 organisasi internasional dengan total 135 pejabat tingkat menteri hadir.

Selain itu sebanyak 200 anggota parlemen dari 49 negara turut hadir. Sebanyak 150 wakil pejabat lokal dan kawasan dari 23 negara, serta 847 wakil dari sub-regional.

World Water Forum ke-10 merupakan rangkaian acara yang telah dimulai sejak dua tahun lalu, dimulai dari Acara National Stakeholder Forum sampai dengan Puncak Acara World Water Forum 10 yang dilaksanakan di Bali, 18–25 Mei 2024. Total keikutsertaan Peserta adalah 50.488 peserta.

Acara Puncak di Bali dihadiri oleh 19.686 peserta dari 160 negara. Pengunjung Expo and Fair pada 20–24 Mei 2024 sebanyak 23.718, termasuk peserta.

Total kehadiran peserta dan visitor selama lima hari pada 20–24 Mei 2024 yaitu sekitar 64 ribu orang. Selanjutnya, World Water Forum ke-11 akan digelar di Arab Saudi  pada 2027. Timed /DM.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Perkuat Sinergi dengan Pemegang HGU,Demi Hadapi Puncak Karhutla 2026

    Pemerintah Perkuat Sinergi dengan Pemegang HGU,Demi Hadapi Puncak Karhutla 2026

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 127
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM– Pemerintah memperkuat koordinasi lintas kementerian/ lembaga, pemerintah daerah dan perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penguatan koordinasi tersebut dibahas dalam rapat koordinasi antara pemerintah dengan perusahaan pemegang HGU dalam penanggulangan puncak karhutla Tahun 2026 yang berlangsung di Graha Marinir Panti Perwira, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026). Agenda ini […]

  • Komisi II Geram terhadap Biaya PBB yang Membengkak Akibat Sertifikat Tanah

    Komisi II Geram terhadap Biaya PBB yang Membengkak Akibat Sertifikat Tanah

    • calendar_month Rabu, 8 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Maros,msinews.com– Mahalnya biaya pembuatan sertifikat tanah membuat Anggota Komisi II DPR RI, Rosiyati MH Thamrin geram bahkan kecewa. Ia pun  mengecam kebijakan terkait sertifikat tanah yang merugikan masyarakat. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan keprihatinannya terhadap biaya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang melonjak drastis setelah penerbitan sertifikat tanah. “Sangat disayangkan melihat betapa besarnya biaya PBB yang […]

  • Gus Iqdam

    Gus Iqdam bagi Amalan Doa Amiapuh di Bulan Rajab untuk Pasangan yang Menanti Kehadiran Buah Hati

    • calendar_month Selasa, 23 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Ustdz sekaligus pendakwah kondang , Gus Iqdam Membagikan Rahasia Tips Cepat Hamil pada Pengajian, Berjanji Ampuh Jika Dilakukan di Bulan Rajab Di tengah harapan pasangan yang sedang menanti kehadiran buah hati, Ia memberikan tips cepat hamil dalam salah satu pengajiannya baru-baru ini. Menurut Gus Iqdam, amalan dan doa yang ia bagikan dapat […]

  • Tantangan Implementasi UU KIA dari Aspek Muatan Juga Daya Dukungnya

    Tantangan Implementasi UU KIA dari Aspek Muatan Juga Daya Dukungnya

    • calendar_month Sabtu, 8 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Dalam siaran pers  tentang Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan,Komnas Perempuan mengapresiasi  niat penguatan tanggung jawab pemerintah dalam memastikan kesejahteraan ibu dan anak. Bahwasanya, Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) memberikan catatan kritis muatan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada pada Seribu Hari Pertama Kehidupan (UU KIA) yang […]

  • Ke Kantor Pusat Dongfang Elektric di Tiongkok, Puan Diperlihatkan Produksi Mobil Hidrogen

    Ke Kantor Pusat Dongfang Elektric di Tiongkok, Puan Diperlihatkan Produksi Mobil Hidrogen

    • calendar_month Senin, 3 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Tiongkok, msinews.com-Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani menyempatkan diri untuk mengunjungi kantor pusat Dongfang Electric yang berada di Kota Chengdu, Provinsi Sichuan, Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Ia pun diperlihatkan produksi mobil bertenaga hidrogen. Puan Maharani bersama Delegasi DPR RI mengunjungi kantor pusat Dongfang Electric pada Jumat (31/5/2024). Untuk diketahui, Dongfang Electric Corporation Ltd (DEC) sendiri […]

  • Pemecatan 249 Nakes di Manggarai, Komisi IX DPR : Negara Belum Hargai Jerih Payah Ratusan Nakes dan Bidan

    Pemecatan 249 Nakes di Manggarai, Komisi IX DPR : Negara Belum Hargai Jerih Payah Ratusan Nakes dan Bidan

    • calendar_month Rabu, 17 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Kurniasih Mufidayati, menyoroti kasus pemecatan 249 Tenaga Kesehatan (Nakes) Non-ASN  dan gagalnya 500-an bidan pendidik yang sedianya akan diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Politisi dari Fraksi Partai PKS itu mengungkapkan, dua peristiwa ini mencerminkan jika penghargaan atas profesi tenaga kesehatan masih minim di Indonesia. Padahal belum lama […]

expand_less