Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » MSI NEWS » Anies Sebut Demokrasi Beda di Orde Baru: Perlu Lawan Cara Baru

Anies Sebut Demokrasi Beda di Orde Baru: Perlu Lawan Cara Baru

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Sabtu, 9 Mar 2024
  • visibility 90
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, MSINews.com Calon Presiden (Capres) nomor urut 1, Anies Baswedan, mengungkapkan pandangannya terhadap tantangan demokrasi di Indonesia saat ini. Menurutnya, permasalahan yang dihadapi saat ini berbeda dengan masa pra orde baru, sehingga diperlukan pendekatan baru untuk mengembalikan semangat demokrasi.

Anies Baswedan menyampaikan pandangannya dalam acara diskusi Demos Festival berjudul ‘Omon-omon soal Oposisi’. Melalui sambungan WhatsApp, Anies menekankan perlunya terobosan dan cara baru dalam melawan permasalahan yang ada.

Baca juga : Menjelang Ramadan 2024, Israel Terus Membombardir Gaza, Ribuan Warga Palestina Tewas dan Terluka

“Problem yang kita hadapi hari ini berbeda dengan yang kita hadapi 25 tahun yang lalu… harus ada terobosan, harus ada cara baru,” kata Anies.

Lebih lanjut, Anies menegaskan bahwa demokrasi sejati bukanlah yang dimanipulasi dan bahwa perjuangan untuk mencapainya adalah perjuangan baru. Dia juga mencatat pentingnya keadilan dalam praktik demokrasi yang jujur.

“Kita menyadari rakyat Indonesia menginginkan adanya rasa keadilan, dan itu harus tercermin dalam praktik demokrasi yang adil dan jujur,” paparnya.

Anies menekankan perlunya koreksi terhadap masalah tersebut melalui perjuangan bersama, meskipun menyadari bahwa perjuangan baru tidak akan mudah.

“Kalau kita ingin melakukan terobosan dalam menghadapi tantangan sekarang, rasanya harus mencari cara baru yang berbeda yang pernah dikerjakan dulu-dulu,” tambahnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meyakini bahwa solusi baru dapat ditemukan melalui diskusi, tukar pikiran, dan perdebatan. Menurutnya, inspirasi muncul dari interaksi.

“Harapan saya adalah ‘thinking’ dan ‘thinkable art’, memikirkan yang tak terpikirkan. Mencari cara baru, mencari jalan baru untuk mengubah kondisi sekarang,” tegasnya.

Sebelumnya, Anies Baswedan juga mengungkapkan menggelar pertemuan rutin dengan Tim Hukum Nasional (THN) Timnas AMIN untuk meninjau hasil temuan pemilu 2024.

Diketahui, pengumuman hasil rekapitulasi suara pemilu 2024 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) tinggal hitungan hari, diikuti dengan proses sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).

Wacana hak angket pemilu 2024 di DPR RI juga masih bergulir, dengan partai koalisi pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Anies-Muhaimin menunggu sikap dari PDIP beserta koalisinya.

Anies Baswedan menegaskan perlunya pendekatan baru dalam menghadapi tantangan demokrasi saat ini. Dengan penekanan pada keadilan, diskusi, dan solusi baru, ia berkomitmen untuk memperjuangkan demokrasi yang lebih baik bagi Indonesia. (Ata)

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Franky Welirang ; Perhimpunan Filantropi Indonesia Siap Bantu Prabowo Berantas Kemiskinan

    Franky Welirang ; Perhimpunan Filantropi Indonesia Siap Bantu Prabowo Berantas Kemiskinan

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Ketua Dewan Penasihat Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI), Franciscus Welirang menjelaskan bahwa, Filantropi sebagai bentuk cinta terhadap sesama. Oleh karena itu, ia menegaskan aktivitas filantropi tidak bisa berdiri sendiri. Pihaknya berjanji, membantu Presiden Prabowo Subianto untuk mengentaskan kemiskinan di tanah air. “Filantropis memperkuat kontribusinya dengan terlibat aktif dalam mendukung implementasi rencana aksi nasional; tujuan pembangunan berkelanjutan; […]

  • Mendagri: Pemerintah Kembalikan TKD Rp10,6 Triliun untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

    Mendagri: Pemerintah Kembalikan TKD Rp10,6 Triliun untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Msinews.com — Pemerintah pusat memutuskan untuk mengembalikan dana Transfer ke Daerah (TKD) kepada Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Total dana TKD yang dikembalikan mencapai Rp10,6 triliun. Langkah ini ditempuh untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana banjir dan longsor di daerah tersebut. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas […]

  • Wamendagri Dukung Peran Aktif Penyuluh Pertanian dalam Program Irigasi

    Wamendagri Dukung Peran Aktif Penyuluh Pertanian dalam Program Irigasi

    • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Makassar,msinews.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendukung peran aktif penyuluh pertanian dalam program irigasi. Hal ini ditegaskan Bima pada Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Pangan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Tahun 2025. Rakor dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan diikuti kementerian/lembaga (K/L) terkait. Bima menekankan, keberhasilan program irigasi […]

  • Skandal Korupsi

    Skandal Korupsi di Kemenhub Terus Bergulir: Empat ASN Diperiksa Terkait Pengondisian Audit BPK

    • calendar_month Jumat, 23 Feb 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin mengintensifkan penyelidikan terhadap dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Hari ini, empat aparatur sipil negara (ASN) Kemenhub menjalani pemeriksaan terkait pengondisian audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Keempat ASN tersebut adalah Yunanda, Achyar Pasaribu, Zulkarnain, dan Anton Aprianto. Pemeriksaan dilakukan di […]

  • JarNas Anti TPPO Mengecam Putusan Kapolda NTT Soal Nasib Rudy Soik

    JarNas Anti TPPO Mengecam Putusan Kapolda NTT Soal Nasib Rudy Soik

    • calendar_month Minggu, 13 Okt 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Ketua Umum JarNas Anti TPPO, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, mengecam keras atas  Keputusan sanksi berupa pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH) dari Dinas Polri kepada Sdr Rudy Soik. Adapun, PTDH ini dilakukan oleh Komisi Kode Etik Polri, oleh Komisaris Besar Polisi Robert Antoni Sormin, S.I.K, Kabid Propam Polda NTT selaku Ketua sidang Komisi Kode Etik Polri, yang […]

  • Kisah Inspiratif Ade Lukman, Merawat Sang Ibu Terkena Depresi

    Kisah Inspiratif Ade Lukman, Merawat Sang Ibu Terkena Depresi

    • calendar_month Selasa, 7 Nov 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Kisah Inspiratif Ade Lukman: Rela Putus Sekolah demi Merawat Ibunya yang mengalami Depresi selama belasan tahun. Kisah ini terungkap di Kampung Pasir Timba, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Dalam sebuah kisah Inspiratif Ade Lukman yang memilukan dan menginspirasi untuk mampu menerima segala ujian yang diberikan dari Allah, SWT. […]

expand_less