BGN dan Kemendikdasmen Perkuat Sinergi, MBG Dukung Kehadiran dan Karakter Siswa
- account_circle Media Sejahtera Indonesia
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat sinergi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan manfaat lebih luas bagi peserta didik. Manfaat tersebut tidak hanya mencakup perbaikan gizi, tetapi juga peningkatan kehadiran dan pembentukan karakter siswa.
Kepala BGN Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar menyampaikan bahwa dukungan sektor pendidikan menjadi bagian penting dalam keberhasilan pelaksanaan MBG. Menurutnya, program ini membutuhkan keterlibatan satuan pendidikan, khususnya dalam membangun kebiasaan hidup sehat dan memperkuat edukasi gizi kepada peserta didik.
Mas Dar juga menyampaikan apresiasi kepada Kemendikdasmen atas dukungan yang selama ini diberikan terhadap pelaksanaan program MBG di satuan pendidikan.
“Terima kasih atas dukungan dari Kementerian Dikdasmen, dukungan dari Pak Menteri,” ujar Mas Dar pada Penandatanganan PKS antara Kemendikdasmen dengan BGN, Jumat (30/10).
Dukungan tersebut diwujudkan Kemendikdasmen melalui penyediaan fasilitas pendukung di sekolah, seperti pembangunan wastafel, pengalokasian waktu khusus untuk pelaksanaan MBG, serta penguatan edukasi gizi melalui kurikulum pendidikan.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa sejak awal MBG telah menjadi bagian dari program strategis pendidikan, terutama dalam mendukung tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat.
Ia juga menilai MBG dapat menjadi sarana penanaman pendidikan karakter melalui pembiasaan mengantri, menjaga kebersihan, berdoa sebelum dan sesudah makan, serta menghargai makanan yang disajikan.
“Kami mengambil banyak sekali panduan tentang bagaimana makan bergizi gratis ini menjadi media untuk menanamkan karakter dan nilai-nilai serta kebiasaan dalam diri anak-anak, contohnya bagaimana mereka antri, bagaimana mereka membiasakan hidup bersih,” ujar Abdul Mu’ti.
Lebih lanjut, Mendikdasmen mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah penelitian yang mengkaji keterkaitan antara pelaksanaan MBG dan tingkat kehadiran anak di sekolah.
“Tidak hanya makanannya saja yang kita perbaiki, tapi juga semangat belajarnya meningkat. Ada banyak penelitian Pak Daryono, kaitan antara MBG dengan tingkat kehadiran anak ke sekolah, jadi banyak anak yang berangkat ke sekolah, itu karena makan sehat bergizi,” ujarnya.
Melalui sinergi ini BGN dan Kemendikdasmen berupaya memastikan MBG berjalan semakin tepat sasaran dan tepat waktu. Kolaborasi ini diharapkan dapat menyelaraskan pemenuhan gizi, pendidikan karakter, dan peningkatan kualitas pembelajaran sebagai bagian dari upaya membangun generasi Indonesia yang sehat dan cerdas.**
Penulis Media Sejahtera Indonesia
Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik



Saat ini belum ada komentar