Respon Ketua DPD RI Terkait Pidato Presiden Prabowo di Vladivostok
- account_circle Media Sejahtera Indonesia
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA,MSINEWS.CKM– Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin mengapresiasi pidato dan capaian diplomasi President Prabowo Subianto pada acara Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis waktu setempat.
Ia menilai, pidato President tidak hanya menyiratkan konsistensi sikap diplomatic Indonesia terhadap semua Negara terutama Russia, tapi juga memperkuat kerjasama ekonomi dan bisnis antara Indonesia dengan Russia dengan skema Perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA).
“Bagi Indonesia, Russia adalah merupakan salah satu kekuatan dunia yang sangat dihormati karena ketulusan para pemimpinnya dalam menjalin persahabatan. Sejak awal Bangsa Indonesia selalu menaruh kepercayaan pada niat baik Russia dalam membantu Indonesia,” kata Sultan dalam keterangan resminya pada Jum’at (4/9/2026).
Russia, kata Sultan, adalah Negara yang mapan dalam rekayasa teknologi. Hal ini penting dalam mendukung program hilirisasi sumber daya alam (SDA) di daerah.
“Kita mengapresiasi Presiden Prabowo telah memberikan kesempatan kepada Russia dalam membantu Indonesia menyelesaikan beberapa agenda krusial seperti pengembangan teknologi pupuk, Energy Nuklir dan eksplorasi blok migas di Indonesia,” ujarnya.
Menurut Sultan, capaian hasil kerjasama ekonomi dan bisnis Russia-Indonesia akan meningkatkan kualitas Pengelolaan SDA di daerah.
“Melalui pendekatan Perdagangan bebas, Insha Allah ke depan akan banyak sekali Pengusaha Russia yang bersedia melakukan investasi di Indonesia. Dengan demikian dapat secara langsung memberikan dampak perkonomian dan penyerapan tenaga kerja di Daerah-daerah terkait,” ujarnya.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada acara Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis. Ada beberapa hal yang ditekankan kepala negara dalam piato itu, seperti penguatan kerja sama, investasi, hingga posisi Indonesia di tengah fragmentasi geopolitik yang terjadi.
Prabowo menjabarkan nilai perdagangan bilateral Indonesia-Rusia mendekati US$5 miliar, naik 21,7% dibandingkan tahun sebelumnya, dan naik 33,7% dibandingkan 2023. Untuk itu dia juga mengajak agar Rusia serta anggota EAEU menargetkan peningkatan nilai perdagangan yang berlibat, melalui perjanjian perdagangan bebas (FTA).
“Di forum ini, saya mengusulkan agar Indonesia dan Rusia menetapkan tantangan yang jelas bagi diri kita sendiri. melipatgandakan perdagangan kita dalam periode peninjauan pertama Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Eurasian Economic Union (FTA),” tegas Presiden Prabowo. ** (tim).
Penulis Media Sejahtera Indonesia
Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik



Saat ini belum ada komentar