Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Dukcapil Turunkan Enam Tim ke Tujuh Kabupaten, Untuk Tangani Tanggap Darurat Gempa NTT

Dukcapil Turunkan Enam Tim ke Tujuh Kabupaten, Untuk Tangani Tanggap Darurat Gempa NTT

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
  • visibility 117
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,MSINEWS.COM-Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Teguh Setyabudi memimpin koordinasi gerakan tanggap darurat menyusul gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Persoalan administrasi kependudukan ikut muncul di tengah situasi darurat. Dokumen hilang atau rusak, warga mengungsi, dan akses ke kantor pelayanan terputus. Di tengah kondisi itu, Direktorat Jenderal (Ditjen) Dukcapil Kemendagri bergerak jemput bola. Tidak hanya personel, Ditjen Dukcapil juga membawa perangkat pelayanan dan bahan habis pakai agar pencetakan dokumen dapat dilakukan langsung di lokasi.

Selama empat hari, mulai 24 hingga 27 Agustus 2026, Dirjen Teguh Setyabudi menurunkan enam tim pelayanan ke tujuh wilayah terdampak. Ketujuh kabupaten yang menjadi sasaran utama adalah: Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Langkah ini dilakukan atas perintah langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian untuk memulihkan layanan administrasi kependudukan yang lumpuh dan mengganti dokumen warga yang hilang atau rusak pascagempa.

“Ini juga bagian dari respons pemerintah untuk memastikan warga terdampak bencana tetap dapat memperoleh dokumen kependudukan yang mereka butuhkan. Bagi warga yang kehilangan KTP-el, misalnya, dokumen tersebut bukan sekadar kartu identitas. Ia dibutuhkan untuk mengakses berbagai layanan publik, bantuan sosial, layanan kesehatan, hingga keperluan administrasi lainnya,” kata Teguh menjelang keberangkatan di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (24/8/2026) pagi.

Di Nagekeo, yang merupakan salah satu wilayah terdekat dengan pusat gempa, pelayanan dipusatkan di Posko Gereja Aeramo. Sementara di Kabupaten Ngada, tim membuka layanan di Kelurahan Nangamese, Kecamatan Riung. Pada Selasa (25/8) tim dijadwalkan bergerak sejak pagi menuju titik-titik pelayanan. Dari Nagekeo, sebagian personel bergerak menuju Riung, Ngada, untuk melayani warga yang terdampak.

Kehadiran petugas di lokasi pengungsian menjadi penting, karena dalam situasi bencana warga tidak selalu memiliki kemampuan atau kesempatan untuk mendatangi kantor pelayanan. Sebagian masih berada di tenda pengungsian, sementara sebagian lainnya harus menghadapi kerusakan rumah dan fasilitas umum.

Tim yang dipimpin Sekretaris Ditjen Dukcapil Hani Syopiar Rustam bergerak di Kabupaten Manggarai Barat. Di wilayah ini, tim membawa satu set alat rekam KTP-el dan satu set alat cetak KTP-el. Peralatan tersebut digunakan untuk pelayanan jemput bola. Setelah pelayanan, dukungan juga diberikan kepada pemerintah daerah (Pemda) berupa dua outer blangko KTP-el, satu ribbon, satu film, dua rim kertas, dan satu printer inkjet.

Pola serupa diterapkan di Kabupaten Manggarai dengan Ibu Kota Ruteng. Tim dipimpin Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional (IDKN) Handayani Ningrum. Satu set alat rekam dan satu set alat cetak KTP-el dibawa untuk mendukung pelayanan di Labuan Bajo dan wilayah terdampak lainnya. Dukungan peralatan dan bahan pelayanan juga diserahkan kepada Pemda agar layanan tidak berhenti setelah tim pusat meninggalkan lokasi.

*Menjangkau Manggarai Timur*

Di Kabupaten Manggarai Timur, tim dipimpin Ketua Tim Kerja Wilayah III Zefanya Josua Jocom. Wilayah ini termasuk daerah yang mengalami dampak cukup berat, terutama di sejumlah kecamatan seperti Lamba Leda Utara. Tim membawa perangkat rekam dan cetak KTP-el serta menyerahkan dukungan berupa dua outer blangko KTP-el, satu ribbon, satu film, dua rim kertas, dan satu printer inkjet kepada Pemda.

Dukcapil daerah menjadi mitra utama dalam memastikan pelayanan dapat berlangsung cepat. Tim pusat membantu memperkuat kapasitas yang sudah dimiliki daerah, sekaligus memastikan kebutuhan warga terdampak dapat segera ditangani.

*Nagekeo dan Ngada: Dua wilayah dalam satu gerakan*

Untuk Kabupaten Ngada dan Nagekeo, pelayanan dikoordinasikan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Muhammad Nuh Al Azhar. Dua wilayah ini mendapat dukungan lebih besar karena tim melayani dua kabupaten sekaligus. Sebanyak dua set alat rekam KTP-el dan dua set alat cetak KTP-el dibawa ke lapangan.

Dukungan tersebut kemudian dilengkapi empat outer blangko KTP-el, dua ribbon, dua film, empat rim kertas, serta satu printer inkjet. Masing-masing kabupaten mendapatkan dukungan bahan dan peralatan sesuai kebutuhan pelayanan.

Di Ngada, tim berkoordinasi dengan Bupati Raymundus Bena dan jajaran Pemda. Sementara di Nagekeo, koordinasi dilakukan bersama Bupati Simplisius Donatus dan jajaran. Pertemuan dengan kepala daerah menjadi bagian penting dari gerakan tersebut. Sebab, pelayanan administrasi kependudukan dalam situasi bencana tidak dapat berdiri sendiri. Ia harus terhubung dengan posko penanganan bencana, pemerintah kabupaten, serta perangkat Dukcapil di daerah.

*Ende dan Sikka ikut diperkuat*

Gerakan jemput bola berlanjut ke Kabupaten Ende. Tim dipimpin Direktur Bina Aparatur Kependudukan dan Pencatatan Sipil (BAKPS) Erliani Budi Lestari. Satu set alat rekam dan satu set alat cetak KTP-el dibawa ke Ende. Pemda juga mendapatkan dua outer blangko KTP-el, satu ribbon, satu film, dua rim kertas, dan satu printer inkjet.

Di Kabupaten Sikka, pelayanan dikoordinasikan Plh. Direktur Pelayanan Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil (PPPS) Ahmad Ridwan.
Satu set alat rekam dan satu set alat cetak KTP-el disiapkan untuk pelayanan warga terdampak. Dukungan bahan pelayanan dengan jumlah yang sama juga diserahkan kepada Pemda.

Dengan demikian, dukungan Ditjen Dukcapil tidak berhenti pada pelayanan langsung kepada warga. Ada upaya memastikan daerah tetap memiliki amunisi untuk melanjutkan pelayanan secara mandiri setelah tim pusat kembali.

*Bukan hanya soal dokumen*

Gempa besar yang mengguncang Flores menimbulkan dampak luas. Sejumlah kabupaten mengalami korban jiwa, warga luka-luka, kerusakan bangunan, serta perpindahan warga ke lokasi pengungsian. Manggarai menjadi salah satu daerah dengan jumlah pengungsi terbesar. Nagekeo menjadi wilayah penting karena berada di sekitar pusat gempa. Manggarai Timur, Sikka, Ende, dan Ngada juga menghadapi dampak kerusakan dan korban dengan tingkat yang berbeda.

Di tengah penanganan darurat yang melibatkan BNPB, Pemda, TNI, Polri, tenaga kesehatan, dan berbagai unsur kemanusiaan, pelayanan administrasi kependudukan menjadi bagian yang tidak boleh terlewatkan. Sebab, ketika seseorang kehilangan dokumen kependudukan, yang ikut terancam bukan hanya selembar kartu atau selembar kertas. Ada akses terhadap hak-hak administratif warga yang harus tetap dijaga.

Karena itu, strategi Ditjen Dukcapil kali ini diarahkan untuk mendatangi warga, bukan menunggu warga datang ke kantor. “Dalam situasi bencana, negara harus hadir sedekat mungkin dengan masyarakat. Pelayanan administrasi kependudukan tidak boleh berhenti hanya karena warga sedang berada di pengungsian atau fasilitas pelayanan mengalami kerusakan,” ujar Teguh Setyabudi.

Ia menegaskan, jajaran Dukcapil di pusat dan daerah harus bergerak bersama. Perangkat pelayanan yang dibawa ke lapangan sekaligus menjadi dukungan agar Pemda dapat terus memberikan pelayanan setelah masa tanggap darurat berakhir.

Gerakan jemput bola di Flores menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut rumah, jalan, sekolah, atau fasilitas kesehatan. Identitas warga juga harus dipulihkan. Karena dari identitas yang valid, warga dapat kembali mengakses berbagai layanan dan haknya sebagai warga negara. Dukcapil hadir di tengah bencana, mendekatkan layanan, memulihkan identitas, dan memastikan warga tetap tercatat. ** (kapuspen kemendagri).

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nusron Wahid

    Nusron Wahid Bantah Isu Investasi Kekuasaan Pencalonan Gibran

    • calendar_month Selasa, 31 Okt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Nusron Wahid bantah isu intervensi terkait lencalonan Gibran Rakabuming sebagai Cawapres Prabowo Subianto dj Pilpres 2024 mendatang. Ia mengatakan menepis tudingan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto soal intervensi kekuasaan di balik pencalonan Gibran. Kepala Badan Pemenangan Pemilu Partai Golkar, Nusron Wahid menepis isu intervensi di balik pencalonan Gibran Rakabuming sebagai calon wakil presiden […]

  • Catat, Ini Insentif Guru Madrasah Non ASN Mulai Cair Akhir Juni 2026

    Catat, Ini Insentif Guru Madrasah Non ASN Mulai Cair Akhir Juni 2026

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 237
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM-Kabar baik datang dari Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama. Insentif bagi guru madrasah Non ASN akan mulai cair pada akhir Juni 2026. Kabar baik ini disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar sebelum melakukan Rapat Kerja dengan Komisi VIII, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. “Alhamdulillah, tahun baru ini kita awali […]

  • Peneliti PPKE

    Peneliti PPKE FEB Sebut Peran Bulog Penting Bisa Stabulisasi Harga Beras Saat Ini.

    • calendar_month Senin, 19 Feb 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Pusat Penelitian Kebijakan Ekonomi (PPKE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya menyoroti peran vital Perum Bulog dalam menjaga stabilitas harga beras di Indonesia. Menurut peneliti senior PPKE FEB Universitas Brawijaya, Joko Budi Santoso, kenaikan harga beras yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir perlu ditangani dengan serius. Di Kota Malang, Jawa Timur, […]

  • Sosok Marsillam Simanjuntak yang Ditakuti Koruptor : Nilai Ujiannya Tertinggi di KPK Tapi Malah Ditolak DPR 

    Sosok Marsillam Simanjuntak yang Ditakuti Koruptor : Nilai Ujiannya Tertinggi di KPK Tapi Malah Ditolak DPR 

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 238
    • 0Komentar

    MENGAPA orang-orang berintegritas tinggi dan bersih justru kerap kali kesulitan mendapatkan ruang di negeri ini? Pertanyaan retoris itu tampaknya paling pas untuk menggambarkan sepak terjang Dr. Marsillam Simanjuntak, S.H. Bagi generasi muda saat ini, namanya mungkin terdengar asing. Namun di kalangan aktivis reformasi, pakar hukum tata negara, dan para koruptor kelas kakap era 2000-an, nama Marsillam […]

  • Kapolri Jenderal Listyo

    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Lakukan Mutasi dan Rotasi Jabatan Ratusan Perwira Polri

    • calendar_month Kamis, 25 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi dan rotasi jabatan terhadap ratusan perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) dalam upaya penyegaran dan optimalisasi kinerja Polri. Mutasi tersebut diumumkan pada Kamis (25/1/2024) berdasarkan empat Surat Telegram bernomor ST/170/I/KEP./2024, ST/171/I/KEP./2024, ST/172/I/KEP./2024, dan ST/173/I/KEP./2024 yang diterbitkan pada 23 Januari 2024. […]

  • Terima Bantuan Kemensos, Penyandang Disabilitas di Solo Optimistis Usaha Jahitnya Makin Berkembang

    Terima Bantuan Kemensos, Penyandang Disabilitas di Solo Optimistis Usaha Jahitnya Makin Berkembang

    • calendar_month Minggu, 3 Sep 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Jakarta, Senyum bahagia mengembang di bibir Sri Hartanti. Nama penyandang disabilitas ini masuk salah satu penerima bantuan untuk usahanya dari Kementerian Sosial. Sudah sekian tahun sejak usaha menjahit ia tekuni, baru kali ini mendapat bantuan pemerintah. Ucapan syukur terlontar ketika Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso di Surakarta memberinya bantuan mesin obras berikut mejanya. Selain itu […]

expand_less