BNPB Percepat Penanganan Kubangan Pascagempa di Sigi untuk Cegah Banjir Bandang
- account_circle Media Sejahtera Indonesia
- calendar_month Senin, 22 Jun 2026
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

BNPB Percepat Penanganan Kubangan Pascagempa di Sigi untuk Cegah Banjir Bandang
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SIGI,SINEWS.COM-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat penanganan empat kubangan yang terbentuk akibat gempa bumi di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi banjir bandang yang dapat mengancam permukiman warga di wilayah terdampak.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan penanganan kubangan menjadi salah satu prioritas pemerintah pascagempa karena keberadaannya berpotensi menimbulkan bencana susulan apabila tidak segera ditangani.
“Jadi alat berat yang susah masuk itu terkait dengan potensi ancaman bencana di atas gunung yang lokasinya masuk dalam kawasan di Taman Nasional Lore Lindu,” kata Suharyanto saat berada di Nokilalaki, Sigi, Sabtu.
Menurut Suharyanto, lokasi kubangan yang berada di kawasan pegunungan Taman Nasional Lore Lindu membuat proses penanganan harus dilakukan dengan metode khusus agar tidak merusak lingkungan konservasi.
Ia menjelaskan pemerintah bersama pihak terkait telah menyepakati penanganan longsoran di area tersebut tanpa menggunakan alat berat.
“Sudah ada kesepakatan bahwa longsoran di atas gunung itu akan dijebol menggunakan pompa alkon,” katanya menjelaskan.
Sementara itu, Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae menegaskan seluruh proses penanganan kubangan akan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
“Untuk penanganan ini harus berhati-hati dan memang harus ada izin khusus sebab berada di kawasan Taman Nasional Lore Lindu,” kata Rizal.
Di sisi lain, jumlah kerusakan akibat gempa bumi di Kabupaten Sigi terus bertambah. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi per 20 Juni, sebanyak 2.335 rumah mengalami kerusakan.
Rinciannya terdiri atas 1.955 rumah rusak ringan, 226 rumah rusak sedang, dan 154 rumah rusak berat.
Jumlah warga terdampak juga tercatat mencapai 8.586 jiwa atau 2.775 kepala keluarga. Selain itu, terdapat 17 korban luka berat, 108 korban luka ringan, serta tiga warga meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, Donggala, dan Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6) pukul 10.27 WIB.
Penulis Media Sejahtera Indonesia
Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik


Saat ini belum ada komentar