Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Komisi IX DPR RI Ingatkan Pemerintah, Jangan Kejar Kuantitas Dokter dengan Korbankan Kualitasnya

Komisi IX DPR RI Ingatkan Pemerintah, Jangan Kejar Kuantitas Dokter dengan Korbankan Kualitasnya

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
  • visibility 224
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,MSINEWS.COM-Peningkatan jumlah dokter nasional tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan kualitas pendidikan kedokteran. Hal tersebut disampaikannya OLEH Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI dengan Menteri Kesehatan dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) di Ruang Rapat Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Ia menyebut bahwa, tantangan utama pembangunan sumber daya manusia kesehatan saat ini bukan semata-mata kekurangan jumlah dokter, melainkan bagaimana memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi yang terstandar dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang aman bagi masyarakat.

“Dalam profesi dokter tidak ada istilah setengah kompeten. Yang ada hanya kompeten atau tidak kompeten. Sama seperti pilot, karena menyangkut keselamatan dan nyawa manusia. Oleh karena itu, kualitas pendidikan tinggi, kualitas lulusan, kualitas praktik profesi, hingga kualitas pelayanan kesehatan harus menjadi satu sistem yang utuh,” kata Edy Wuryanto.

Penegasan ini merespons wacana pemerintah untuk memperluas kapasitas pendidikan kedokteran guna menjawab ketimpangan rasio dokter terhadap jumlah penduduk. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Indonesia masih menghadapi kekurangan tenaga dokter di berbagai daerah, terutama wilayah terpencil dan kepulauan. Namun, Edy mengingatkan bahwa solusi atas persoalan tersebut tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan kuantitas lulusan.

Ia mengaku khawatir apabila kebijakan penambahan program studi atau fakultas kedokteran dilakukan secara masif tanpa memastikan kesiapan sumber daya pengajar, rumah sakit pendidikan, serta sistem penjaminan mutu yang memadai.

“Saya juga khawatir ketika pemerintah ingin menambah ratusan perguruan tinggi kedokteran. Yang sekarang ada saja kualitasnya masih dipertanyakan. Hati-hati jangan sampai terjebak pada target kuantitas tetapi mengabaikan kualitas,” ujarnya prihatin.

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu menilai sistem pendidikan kedokteran Indonesia sesungguhnya telah dirancang dengan berbagai lapisan pengawasan mutu. Mulai dari perguruan tinggi yang menerbitkan ijazah dan sertifikat profesi, kolegium yang menerbitkan sertifikat kompetensi, konsil yang menerbitkan Surat Tanda Registrasi (STR), hingga pemerintah yang memberikan izin praktik.

Edy menyatakan bahwa, proses tersebut dibangun untuk memastikan bahwa setiap dokter yang melayani masyarakat benar-benar memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.

“Betapa panjang proses seorang dokter sejak masuk pendidikan tinggi hingga memperoleh izin praktik. Semua itu dibuat agar mutu profesi tetap terjaga karena profesi dokter berhubungan langsung dengan keselamatan masyarakat,” ujarnya menutup pernaytaan dalam Rapat Kerja Komisi tersebut.

Edy juga menyoroti pentingnya harmonisasi kewenangan antara kementerian, lembaga pendidikan tinggi, kolegium, dan konsil kesehatan. Ia mengingatkan agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan yang justru berpotensi menurunkan efektivitas sistem penjaminan mutu pendidikan kedokteran nasional.

Menurutnya, Kementerian Kesehatan dan Kemendiktisaintek harus membangun koordinasi yang kuat dalam mengawasi seluruh rantai pendidikan tenaga medis agar tetap kredibel dan akuntabel. “Kalau dalam sistem mutu ini terjadi benturan, saling mengambil kewenangan, atau terjadi tumpang tindih regulasi, maka persoalan akan semakin rumit. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat dalam sistem pendidikan dan kesehatan harus benar-benar menjaga kredibilitas quality system yang ada,” pungkasnya.

Dalam konteks transformasi kesehatan nasional, Komisi IX menilai peningkatan jumlah tenaga kesehatan memang menjadi kebutuhan mendesak. Namun demikian, upaya tersebut harus berjalan seiring dengan penguatan standar pendidikan, akreditasi institusi, kompetensi lulusan, serta sistem pengawasan profesi guna menjamin keselamatan pasien dan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.//Tim Redaksi.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puncak Peringatan Hari Bhayangkara ke 78 di Mapolda Sumsel, Kapolri Anugerahkan Penghargaan Tokoh Sumatera Selatan

    Puncak Peringatan Hari Bhayangkara ke 78 di Mapolda Sumsel, Kapolri Anugerahkan Penghargaan Tokoh Sumatera Selatan

    • calendar_month Selasa, 2 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Palembang, msinews.com – Polda Sumarera Selatan menggelar upacara puncak peringatan Hari Bhayangkara ke 78 tahun 2024 bertempat di lapangan Mapolda pada Senin pagi (01/07), bertema Polri Presisi Mendukung Percepatan Transformasi Ekonomi Yang Inklusif Dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas. Dalam upacara berlangsung penuh hikmat tersebut, Kapolda Sumsel Irjen A Rachmad Wibowo bertindak sebagai inspektur upacara menyerahkan […]

  • Tamanuri Optimis Pasangan Anies-Cak Imin Menang di Lampung 

    Tamanuri Optimis Pasangan Anies-Cak Imin Menang di Lampung 

    • calendar_month Rabu, 6 Sep 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Jakarta, Anggota komisi V DPR RI Tamanuri menyampaikan Optimisnya Pasangan Anis-Cak Imin menag didaerah sang Bumi Khua Jukai Lampung. Politisi Nasdem menilai dua figur tersebut merupakan paket ideal yang patut didukung masyarakat lampung untuk bisa dipilih dan bisa menang di Pilpres 2024 mendatang. Anggota Banggar DPR RI ini yakin, Partai pengusung pasangan dengan tagline ‘AMIN’ […]

  • Wamen  Fahri Hamzah : Prabowo Ingin DTSEN Tuntas untuk Pastikan Data Kemiskinan Lebih Akurat

    Wamen  Fahri Hamzah : Prabowo Ingin DTSEN Tuntas untuk Pastikan Data Kemiskinan Lebih Akurat

    • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Fahri Hamzah, menilai komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi langkah penting dalam perang melawan kemiskinan di Indonesia. Menurutnya, pendataan presisi dan terintegrasi akan memastikan program pemerintah berjalan lebih efisien dan tepat sasaran. “Pak Prabowo sangat ngotot agar kita punya sistem […]

  • Novel Baswedan

    Ketua KPK Sampaikan Alasan Beda Kejagung Terkait Usut Kasus Ditahun Politik

    • calendar_month Kamis, 24 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Jakarta, InfomsiNews–Ketua KPK Firli Bahuri menjelaskan alasan sikap KPK yang berbeda dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam mengusut kasus ditahun-tahun politik mulai dari capres, cawapres, Calon Gebernur dan Kepala daerah. Firli mengungkap bahwa penegakan hukum tetap konsisten meski saat ini banyak para pejabat kepentingan ikut dalam konstruksi di 2024 mendatang. “Tentu hak politik itu silakan berjalan, […]

  • Pengembangan Program MBG Diprioritaskan pada Wilayah dengan Risiko Gizi Tinggi

    Pengembangan Program MBG Diprioritaskan pada Wilayah dengan Risiko Gizi Tinggi

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 159
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM-– Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan bahwa pengembangan dan operasionalisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke depan akan semakin berbasis pada data risiko gizi. Langkah tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kementerian Koordinator Bidang Pangan sebagai bagian dari upaya memastikan intervensi gizi pemerintah lebih tepat sasaran dan memberikan dampak yang optimal […]

  • Luhut Minta Purbaya Anggaran Program MBG Jangan Dipotong

    Luhut Minta Purbaya Anggaran Program MBG Jangan Dipotong

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Msinews.com – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menilai serapan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin membaik. Dengan perkembangan ini, ia menegaskan tidak ada kebutuhan bagi Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudi Sadewa untuk menarik kembali dana program tersebut. “Tadi kami pastikan juga bahwa penyerapan anggarannya sekarang kelihatan sangat membaik, sehingga Menteri Keuangan […]

expand_less