Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Bongkar Kasus BGN, Pakar Minta Kejagung Libatkan PPATK Terkait Aliran dana MBG

Bongkar Kasus BGN, Pakar Minta Kejagung Libatkan PPATK Terkait Aliran dana MBG

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
  • visibility 168
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,MSINEWS.COM-Pakar Hukum Pidana Universitas Al-Azhar Indonesia Suparji Ahmad meminta Kejaksaan Agung atau Kejagung melibatkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mengungkap kasus di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurutnya, Kejagung melibatkan PPATK untuk mengungkap kasus dilingkungan BGN merupakan hal penting untuk menulusuri transaksi pergerakan aliran dana program MBG yang selama ini dikelola BGN sebagai penanggung jawab, termasuk dugaan upaya penyembunyian dana atau aset yang mengarah ke tindak pidana pencucian uang.

“Harus menggandeng PPATK ya sekiranya. Untuk dapat kepastian tentang aliran dananya, ya tentang potensi disembunyikan, jangan sampe hanya di permukaan,” kata Suparji kepada wartawan di Jakarta, pada Rabu 3 Juni 2026.

“Maka harus berdasarkan dengan PPATK untuk mengusut tentang aliran dana dan dugaan dugaan terjadinya pencucian uang,” sambung Suparji.

Dalam kasus BGN ini, Suparji menilai karena ini menyangkut besarnya anggaran jumbo dari APBN yang digelontorkan oleh pemerintah untuk Program MBG.

Proses penegakan hukum yang tengah ditangani Kejagung harus dilakukan secara secara terbuka kepada masyarakat, agar publik memperoleh kepastian jelas mengenai perkembangan kasus di lingkungan BGN.

Suparji secara tegas Kejagung harus segera menyampaikan hasil penyelidikan maupun penggeledahan di kantor BGN pada publik, mencegah munculnya berbagai spekulasi.

“Perlu ada penjelasan dari Kejaksaan Agung untuk memastikan apa sebenarnya yang terjadi, hasil penggeledahan dan penyelidikan yang sudah diperoleh sebaiknya segera diumumkan agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi,” tegas Suparji.

Selain melibatkan PPATK, Suparji menekankan pentingnya koordinasi Kejagung dengan jajaran kejaksaan di daerah, mulai dari Kejaksaan Tinggi hingga Kejaksaan Negeri.

Langkah tersebut, penting dilakukan oleh Kejagung, karena anggaran Program MBG lebih besar dari pada lembaga lainnya, dan menjangkau hingga tingkat kecamatan.

“Kejaksaan agung perlu berkordinasi dengan aparat misal dengan kejaksaan tinggi, kejaksaan negeri untuk menelusuri potensi potensi korupsi di daerah, karena ini dananya merambah sampe level kecamatan, maka perlu diusut dari tingkat bawah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menyatakan bahwa pihaknya telah lama menjalin koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) terkait pengawasan, hingga penelusuran transaksi keuangan yang berkaitan program MBG.

“Kami koordinasi terus sejak lama,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai dugaan temuan transaksi mencurigakan selama sinergi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

Ia mengakui adanya dugaan indikasi transaksi yang perlu dicermati lebih lanjut dalam program MBG, “Iya,” kata Kepala PPATK.**

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dialog Imajiner dengan Dr. Riezky Aprilia, S.H, M.H.: Menepis Utopia Pertanian

    Dialog Imajiner dengan Dr. Riezky Aprilia, S.H, M.H.: Menepis Utopia Pertanian

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Palembang, msinews.com – Dr. Riezky Aprilia, S.H, M.H (akrab dipanggil Kikie) atau disingkat RA, sebagaimana telah masyarakat Sumatra Selatan (Sumsel) ketahui adalah Calon Wakil Gubernur Sumsel, mendampingi H. Ir. Eddy Santana Putra, M.T (ESP) sebagai Calon Gubernur Sumsel, periode 2025-2030. ESP dan RA maju sebagai kandidat Cagub dan Cawagub dalam bendera E-RA BARU, membawa semboyan […]

  • KAPMI: Blok Masela Harus Jadi Bukti Kedaulatan Energi dan Kesejahteraan Ala Prabowo

    KAPMI: Blok Masela Harus Jadi Bukti Kedaulatan Energi dan Kesejahteraan Ala Prabowo

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 101
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM [Jakarta]- Ketua Umum Badan Pimpinan Pusat Kamar Dagang Pengusaha Muda Indonesia (BPP KAPMI) Muliansyah Abdurrahman menyoroti belum adanya kepastian realisasi proyek Blok Masela di Maluku. Ia menilai proyek strategis nasional itu sudah terlalu lama menjadi wacana tanpa dampak nyata bagi masyarakat. “Blok Masela ini aset bangsa nilainya triliunan. Sudah belasan tahun dibahas tapi eksekusinya […]

  • Mensesneg dan Menag Siap Sinergi Kembangkan Perguruan Tinggi Keagamaan

    Mensesneg dan Menag Siap Sinergi Kembangkan Perguruan Tinggi Keagamaan

    • calendar_month Jumat, 25 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Jakarta, InfomsiNews–Menteri Sekretaris Negara Pratikno (Mensesneg) dan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas sepakat tentang pentingnya percepatan pengembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN). Mensesneg bahkan menyambut baik program-program yang telah dilakukan Menag Yaqut, utamanya untuk pengembangan Perguruan Tinggi binaan Kementerian Agama. “Saya siap membantu Gus Menteri untuk mengembangkan perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Agama,” […]

  • KPK Tunda Umumkan Tersangka Baru Korupsi BI-OJK, Janji Tak Kunjung Terealisasi

    KPK Tunda Umumkan Tersangka Baru Korupsi BI-OJK, Janji Tak Kunjung Terealisasi

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga saat ini belum juga mengumumkan penetapan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak, mengakui adanya hambatan internal yang memperlambat penanganan kkasus dugaan korupsi dana CSR Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa […]

  • IPO 2025: Agar Berfungsi Optimal, Pengelolaan Zakat dan Wakaf Perlu Kementerian Tersendiri

    IPO 2025: Agar Berfungsi Optimal, Pengelolaan Zakat dan Wakaf Perlu Kementerian Tersendiri

    • calendar_month Jumat, 6 Des 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Pengelolaan Zakat dan Wakaf saat ini dinilai belum terintegrasi dengan baik. Dampaknya, keempat instrumen ekonomi Islam tersebut belum dapat berfungsi lebih optimal dalam pemberdayaan ekonomi umat, pengentasan kemiskinan, dan pembangunan sosial yang lebih merata. Bahkan jika memungkinkan, pengelolaan zakat dan wakaf sebaiknya berada di bawah kementerian tersendiri. Hal ini diungkapkan dalam acara Islamic […]

  • Mendagri: Pemerintah Kembalikan TKD Rp10,6 Triliun untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

    Mendagri: Pemerintah Kembalikan TKD Rp10,6 Triliun untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Msinews.com — Pemerintah pusat memutuskan untuk mengembalikan dana Transfer ke Daerah (TKD) kepada Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Total dana TKD yang dikembalikan mencapai Rp10,6 triliun. Langkah ini ditempuh untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana banjir dan longsor di daerah tersebut. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas […]

expand_less