Msinews.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah pengungsi akibat bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera mengalami penurunan signifikan seiring percepatan pemulihan pascabencana yang dilakukan oleh tim gabungan lintas sektor.
“Jumlah penduduk terdampak yang masih berada di lokasi pengungsian mengalami penurunan, dari sebelumnya 154.973 jiwa menjadi 135.696 jiwa,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dikutip di Jakarta, Senin.
Abdul Muhari menjelaskan, penurunan jumlah pengungsi paling besar tercatat terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang dengan penurunan sebanyak 19.988 jiwa. Namun demikian, BNPB juga mencatat adanya penambahan pengungsi di Kabupaten Nagan Raya sebanyak 711 jiwa.
Seiring berkurangnya jumlah pengungsi, tim gabungan terus mempercepat berbagai langkah pemulihan pascabencana. Upaya tersebut meliputi percepatan pembangunan hunian sementara (huntara), pembukaan dan pembersihan akses jalan serta jembatan, hingga pemulihan kawasan permukiman terdampak.
Percepatan pemulihan dilakukan agar wilayah terdampak bencana dapat kembali kondusif dan layak dihuni oleh masyarakat.
Lebih lanjut, Abdul Muhari menyampaikan bahwa seluruh kegiatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi basah di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara dilaksanakan oleh tim gabungan yang melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait.
Ia menegaskan, koordinasi lintas sektor terus diperkuat untuk memastikan proses transisi dari fase tanggap darurat menuju pemulihan awal dapat berjalan optimal.
“Upaya terpadu lintas sektor terus dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat terdampak sekaligus mempercepat transisi dari fase tanggap darurat menuju pemulihan awal,” kata dia.
Selain perkembangan jumlah pengungsi, BNPB juga melaporkan tidak adanya penambahan korban jiwa maupun korban hilang akibat bencana hidrometeorologi di tiga provinsi tersebut.
“Total korban meninggal dunia tercatat sebanyak 1.199 orang, sementara korban hilang sebanyak 144 orang,” ujar dia.

