Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » BNPB Gerak Cepat Tangani Banjir dan Longsor di Jawa Tengah

BNPB Gerak Cepat Tangani Banjir dan Longsor di Jawa Tengah

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Msinews.com- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan penanganan bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Jawa Tengah dilakukan secara maksimal dan setara dengan daerah lain di Indonesia.

Pemerintah mengerahkan berbagai langkah mitigasi, mulai dari operasi modifikasi cuaca hingga rencana normalisasi sungai, guna menekan risiko bencana berulang.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan, negara hadir tanpa membedakan wilayah ketika bencana terjadi. Begitu laporan diterima, jajaran BNPB langsung turun ke lapangan untuk memastikan penanganan berjalan optimal.

“Masyarakat yang terdampak di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia mempunyai hak yang sama untuk mendapat bantuan, mendapat perhatian apalagi ketika terjadi bencana,” kata Suharyanto saat meninjau daerah terdampak di Kabupaten Kudus dan Jepara, Jumat (16/1/2026), serta Kabupaten Pati dan Demak, Sabtu (17/1/2026).

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Suharyanto berdialog langsung dengan warga terdampak. Ia memastikan kebutuhan dasar pengungsi dalam kondisi terpenuhi. Namun, masyarakat menyampaikan harapan agar dilakukan penanganan jangka panjang guna mencegah banjir kembali terjadi.

“Artinya, kebutuhan dasar terjamin, tetapi mereka meminta normalisasi Sungai Juwana supaya bencana serupa tidak terjadi di kemudian hari,” ujarnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala BNPB menyatakan akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana, Kementerian Pekerjaan Umum. Normalisasi Sungai Juwana dinilai menjadi agenda penting dalam upaya pengurangan risiko bencana banjir di kawasan tersebut.

Suharyanto menjelaskan, banjir yang kerap melanda Jawa Tengah dipicu oleh perubahan daya dukung lingkungan. Kondisi itu membuat bencana sulit dihindari, meski pemerintah terus berupaya melakukan langkah-langkah perbaikan.

Sebagai solusi jangka pendek, BNPB telah menjalankan operasi modifikasi cuaca sesuai arahan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Nah, untuk Jawa Tengah, atas arahan dari BMKG kita lakukan (modifikasi cuaca). Dari sejak kemarin sampai sekarang ini ada satu pesawat yang terus melaksanakan operasi modifikasi cuaca,” ungkapnya.

Sementara itu, solusi jangka menengah dan panjang difokuskan pada penanganan akar persoalan, termasuk normalisasi sungai dan perbaikan infrastruktur pendukung.

Kepala BNPB juga memastikan kebutuhan dasar para pengungsi akan terus dipenuhi. Bantuan mencakup kebutuhan pangan, air bersih, pakaian, tempat tinggal sementara, hingga perlengkapan kebersihan.

“Kalau memang nanti pemerintah kabupaten mengeluarkan anggaran dan itu anggarannya memang tidak bisa (mencukupi), itu bisa sistem reimburs diajukan pemerintah pusat lewat BNPB,” kata Suharyanto.

Di Kabupaten Kudus, Suharyanto menggelar rapat koordinasi bersama Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, serta jajaran Forkopimda. Sementara di Jepara, ia meninjau langsung lokasi banjir dan longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, yang berada di kawasan Pegunungan Muria.

Untuk mencapai lokasi, Suharyanto harus menempuh perjalanan sekitar tujuh kilometer menggunakan sepeda motor trail karena akses jalan masih tertutup sisa longsoran. Di desa tersebut, tercatat delapan rumah rusak, 13 kepala keluarga terdampak langsung, dua warga sakit, dan tidak ada korban jiwa.

“Tolong ya, meskipun sulit, ini sudah SOP itu, kalau sudah terjadi bencana, apalagi rumahnya tadi sudah kena batu, itu mau tidak mau, suka tidak suka (harus) direlokasi,” tegasnya.

Relokasi dapat dilakukan melalui skema yang ditentukan pemerintah maupun relokasi mandiri oleh warga dengan dukungan pemerintah. BNPB akan membantu pembangunan rumah di lokasi baru yang aman.

Suharyanto juga mengingatkan pemerintah daerah untuk memanfaatkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam penanganan bencana, serta segera mengajukan dukungan tambahan ke pemerintah pusat jika diperlukan.

Selain itu, pemulihan akses transportasi menjadi perhatian utama mengingat jalur yang terdampak longsor merupakan akses vital bagi sekitar 3.500 kepala keluarga.

Dalam kunjungan di Kabupaten Pati, Suharyanto meminta pemerintah daerah dan provinsi ikut berperan aktif dalam upaya mitigasi, termasuk operasi modifikasi cuaca, mengingat intensitas hujan masih tinggi dan awan tebal masih menyelimuti sejumlah wilayah di Jawa Tengah.

BNPB juga meninjau dapur umum di Balai Desa Sidoharjo, Pati, serta menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Pati, banjir melanda 136 desa di 12 kecamatan, berdampak pada lebih dari 70 ribu warga, dan menyebabkan dua orang meninggal dunia akibat hanyut.

Status tanggap darurat bencana di Pati telah ditetapkan pada 10–24 Januari 2026. Anggota Komisi VIII DPR RI Sri Wulan pun mengapresiasi langkah cepat BNPB dalam menangani bencana di Kudus, Jepara, Pati, dan Demak.

“Saya akan mengawal agar bantuan terlaksana dan diwujudkan dengan baik,” ujarnya.*

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antisipasi Dampak El Nino, Ombudsman RI Minta Pemerintah Naikkan Kuota Pupuk Bersubsidi

    Antisipasi Dampak El Nino, Ombudsman RI Minta Pemerintah Naikkan Kuota Pupuk Bersubsidi

    • calendar_month Jumat, 4 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Jakarta, InfomsiNews–Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika meminta agar pemerintah menaikkan kuota dan anggaran pupuk bersubsidi tahun ini, sebagai antisipasi terhadap dampak El Nino yang dapat menurunkan produktivitas pertanian. Yeka mengatakan, pemerintah sebaiknya menaikkan kuota pupuk bersubsidi yang semula 9 juta ton menjadi 18 juta ton. ”Untuk mengantisipasi turunnya produktivitas pertanian akibat El Nino, Ombudsman […]

  • Mensos Bakal Sikat Habis Panti Asuhan yang Bermasalah, Izinnya Dicabut

    Mensos Bakal Sikat Habis Panti Asuhan yang Bermasalah, Izinnya Dicabut

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com- Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan  pihaknya (Kemensos) akan menertipkan   panti asuhan seluruh Indonesia, perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi terhadap anak di lembaga dipastikan tak akan ada lagi. “Anak-anak kita perlu dilindungi, dipenuhi hak-haknya, dan tidak boleh terjadi hal-hal di lingkungan panti asuhan seperti perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi,” kata Mensos saat konperensi pers […]

  • BP POM Rilis 4 Jenis Prodak Kosmetik Tidak Sesuai dengan Norma Kesusilaan

    BP POM Rilis 4 Jenis Prodak Kosmetik Tidak Sesuai dengan Norma Kesusilaan

    • calendar_month Minggu, 16 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Badan Pengawas Obat dan Makanan (BP POM) dalam siaran pers Nomor : HM.01.1.2.03.24.22 Tanggal 11 Maret 2024 yang lalu,merilis sejumlah temuan tentang hasil pengawasan promosi produk kosmetik tidak sesuai dengan norma kesusilaan. Dalam kesempatan itu, disampaikan bahwa seiring dengan perkembangan teknologi digital, pola perdagangan konvensional semakin bergeser ke arah perdagangan online. Bahwasannya, kosmetik menjadi […]

  • BNPB-PBI Gelar Hari Relawan Internasional, Berikut Komitmennya:

    BNPB-PBI Gelar Hari Relawan Internasional, Berikut Komitmennya:

    • calendar_month Rabu, 20 Des 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Bogor, MSINews.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), melalui Direktorat Kesiapsiagaan, bersama Squad Penanggulangan Bencana Indonesia (PBI), menggelar Hari Relawan Internasional. Acara ini diadakan sebagai bentuk penghargaan kepada ribuan relawan dari berbagai organisasi yang bersatu untuk mengatasi tantangan penanggulangan bencana dan krisis kemanusiaan. BNPB terus berkomitmen untuk memperkuat kerjasama dengan para relawan guna meningkatkan kapasitas […]

  • 41 Perusahaan di Jawa Barat Nunggak BPJS, Kemnaker Minta Penjelasan

    41 Perusahaan di Jawa Barat Nunggak BPJS, Kemnaker Minta Penjelasan

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 6
    • 0Komentar

    msinews.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memanggil 41 perusahaan di Jawa Barat yang belum memenuhi kewajiban dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Pemanggilan ini merupakan tindak lanjut dari pemeriksaan terhadap 95 perusahaan pada Maret 2025. Dari hasil pengawasan, ditemukan sejumlah pelanggaran seperti tidak mendaftarkan pekerja, melaporkan upah lebih rendah dari yang sebenarnya, hingga menunggak iuran. Tim pengawas Kemnaker […]

  • Halomoan Tambunan: Saya Siap Jadi Penyambung Lidah Rakyat DKI Jakarta

    Halomoan Tambunan: Saya Siap Jadi Penyambung Lidah Rakyat DKI Jakarta

    • calendar_month Sabtu, 8 Apr 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Sebanyak 17 Bacaleg PSI Ikut Tahapan Seleksi Akhir JAKARTA – Seleksi bakal calon anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dapil I memasuki tahapan akhir, dan sebanyak 17 orang bacaleg PSI mengikuti tahapan tersebut yang berlangsung di Kantor PSI DKI Jakarta di wilayah Pasar baroe Jakarta Pusat hari ini, sabtu (8/04/2023). Adapun 17 […]

expand_less