Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini dan Feature » Makanan Ready To Eat: Penyelamat di Saat Darurat, Penopang Kemanusiaan

Makanan Ready To Eat: Penyelamat di Saat Darurat, Penopang Kemanusiaan

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh ; Kang Eep,Indonesian Locavore Society

KETIKA bencana datang, tidak ada yang lebih berharga selain hal-hal paling dasar: keselamatan, air, dan makanan. Namun kita sering lupa satu kenyataan sederhana tapi menentukan: di hari-hari pertama setelah bencana, makanan yang dibutuhkan masyarakat bukan yang harus dimasak terlebih dahulu, tetapi yang bisa langsung dimakan.

Korban bencana sering berada di situasi tanpa listrik, tanpa kompor, tanpa alat masak, tanpa air panas, bahkan tanpa ruang aman untuk sekadar menyalakan api. Dapur umum pun tidak selalu bisa hadir di jam pertama atau hari pertama; akses terputus, relawan belum terkonsolidasi, dan logistik belum tersusun rapi. Pada titik inilah, makanan ready to eat (RTE) menjadi nyawa: buka, makan, bertahan.

Kita membutuhkan sumber makanan yang lengkap, protein, karbohidrat, sayuran, mineral, hingga makanan untuk anak dan lansia, yang aman, sehat, dan bisa langsung dikonsumsi. Dari protein seperti rendang, ayam suwir, ikan bumbu kuning, hingga karbohidrat seperti nasi putih RTE, nasi jagung, nasi singkong, atau ubi kukus siap santap. Bahkan sayur seperti sayur asem, lodeh, atau tumisan pun bisa diolah menjadi RTE yang awet tanpa pengawet berbahaya.

Inilah konsep pangan darurat modern: makanan lengkap, bernutrisi, dan siap santap — bukan sekadar makanan cepat, tetapi makanan yang menyelamatkan.

Bencana Mengajarkan Kita: Kita Perlu Cadangan Pangan yang Bisa Dimakan Seketika

Ketika gempa mengguncang, ketika banjir bandang memutus akses, ketika longsor menelan desa, masyarakat tidak bisa menunggu. Mereka butuh karbohidrat yang mengembalikan tenaga, protein yang menjaga daya tahan tubuh, sayuran yang menstabilkan nutrisi, dan makanan anak yang aman serta lembut.

Mie instan tidak cocok tanpa air panas. Beras tidak bisa dimakan tanpa dimasak. Sayuran tidak bisa dikonsumsi mentah. Bahkan makanan kaleng pun sering membutuhkan pemanasan untuk rasa optimal.

Tapi RTE menjembatani kebutuhan dasar itu: praktis → aman → tahan lama → langsung menguatkan.

Ini bukan sekadar inovasi, tetapi investasi kemanusiaan.

Namun Ada Syarat Penting: RTE Tidak Boleh Menjadi Makanan Berbahaya

Akan menjadi ironi jika makanan yang dikirim untuk menyelamatkan justru merusak kesehatan. Karena itu, produksi makanan RTE harus mengikuti prinsip yang jelas:

1. Tanpa pengawet kimia yang berbahaya
RTE modern tidak membutuhkan formalin, boraks, nitrit berlebih, atau bahan tambahan berbahaya lainnya. Teknologi sudah sangat maju.

2. Menggunakan teknologi pengolahan yang aman
Teknologi seperti:
retort (sterilisasi suhu tinggi)
autoclave makanan
pasteurisasi modern
bahkan HPP (high pressure processing)
mampu membuat makanan tahan 1–2 tahun tanpa pengawet, sambil mempertahankan:
nutrisi,
aroma,
tekstur,
dan keamanan pangan.

3. Menjaga nutrisi tetap utuh
Makanan darurat harus tetap:
tinggi protein,
tinggi serat,
rendah bahan kimia,
aman untuk anak dan orang tua,
dan layak menjadi konsumsi harian bila diperlukan.

4. Mengangkat potensi pangan lokal
Rendang RTE, pepes RTE, sayur asem RTE, nasi singkong RTE, ubi jalar RTE, semua ini bukan hanya logistik darurat, tapi juga bentuk kedaulatan pangan.

RTE Bukan Sekadar Makanan Praktis — Ini Tentang Kesiapsiagaan Nasional

Dengan perubahan iklim dan meningkatnya frekuensi bencana, Indonesia membutuhkan paradigma baru:

Setiap rumah perlu memiliki cadangan RTE.
Setiap pemerintah daerah perlu memiliki bank pangan RTE.
Setiap UMKM pangan bisa bergerak masuk ke industri RTE.

Produksi makanan RTE bukan hanya bisnis, tapi bagian dari strategi bangsa:
menjaga masyarakat ketika bencana datang,
memastikan nutrisi tetap terpenuhi,
dan mengurangi ketergantungan pada makanan impor atau industri besar.

RTE adalah bagian dari ketahanan pangan, kemanusiaan, dan martabat bangsa.

Dengan Makanan Siap Santap, Kita Menjaga Kehidupan

Makanan bukan sekadar energi. Ia adalah harapan, kekuatan, dan tanda bahwa manusia tidak dibiarkan sendirian dalam situasi paling rentan. Ketika kita menyiapkan RTE yang sehat, aman, dan berbasis pangan lokal, kita sedang mempersiapkan pelindung senyap bagi masyarakat.

Karena dalam momen-momen paling gelap, sering kali yang menyelamatkan bukan pidato panjang, bukan program besar, tetapi sekotak makanan yang bisa langsung dimakan.

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kabar Baik Pendaftaran Seleksi CASN 2023 Akan Dimulai 17 September 2023

    Kabar Baik Pendaftaran Seleksi CASN 2023 Akan Dimulai 17 September 2023

    • calendar_month Kamis, 24 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Jakarta, InfomsiNews–Plt. Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama (BHHK) BKN Nur Hasan menyampaikan bahwa jadwal pengumuman dan pendaftaran seleksi tersebut berlaku untuk seleksi CPNS dan PPPK tahun 2023. Nur Mengatakan ditetapkan Panselnas berdasarkan surat Menteri PANRB Nomor: B/1871/M.SM.01.00/2023 tanggal 21 Agustus 2023 perihal Penyesuaian Jadwal Pelaksanaan Seleksi CASN Tahun 2023. Terkait informasi pelaksanaan seleksi […]

  • Pertama Di Indonesia: Sentul Menjadi Tuan Rumah “Interval Trail Challenge”

    Pertama Di Indonesia: Sentul Menjadi Tuan Rumah “Interval Trail Challenge”

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 13
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM-.Seiring meningkatnya popularitas olahraga lari trail di Indonesia dan semakin banyaknya lomba trail digelar di berbagai daerah, kawasan Sentul kini menjelma menjadi destinasi utama para pecinta trail running. “Dengan medan yang menantang sekaligus mudah diakses, Sentul menjadi lokasi favorit untuk berlatih bagi pelari yang tengah mempersiapkan diri menghadapi lomba-lomba besar,” ujar Founder Vertical Series Indonesia, […]

  • Jokowi Malam Apresiasi IKN, Sapa Pekerja dan Minta Do’a Restu

    Jokowi Malam Apresiasi IKN, Sapa Pekerja dan Minta Do’a Restu

    • calendar_month Sabtu, 23 Sep 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Jakarta – Presiden Jokowi menyampaikan terimakasihnya kepada seluruh masyarakat Indonesia yang sudah mendukung dan mendoakan kelancaran pembagunan IKN. Dikatakan Jokowi dalam membuka kegiatan malam Apresiasi Nusantara, upaya untuk memperkenalkan Ibu Kota Baru Indonesia.Ia juga mengumumkan progres capaian pembangunan kepada masyarakat Indonesia hinga ke warga terdekat. Jokowi menyampaikan terimakasihnya kepada seluruh pekerja, pelaksana proyek hingga masyarakat […]

  • Polda Metro Jaya Gelar Sertijab, Rotasi Jabatan, Berikut Namanya:

    Polda Metro Jaya Gelar Sertijab, Rotasi Jabatan, Berikut Namanya:

    • calendar_month Selasa, 16 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Polda Metro Jaya menggelar serah terima jabatan (sertijab) di Lapangan Presisi, mengikuti ketentuan dalam surat telegram (ST) bernomor: ST/2864/XII/KEP./2023 tertanggal 28 Desember 2023. Irjen Karyoto, memimpin langsung upacara sertijab. Dalam sertijab ini, para pejabat baru mengucapkan sumpah jabatan sebagai bentuk kesetiaan mereka kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila, dan UUD Tahun 1945. […]

  • Fenomena Gempa di Kalimantan: Ini Penjelasan dan Analisis Ahli

    Fenomena Gempa di Kalimantan: Ini Penjelasan dan Analisis Ahli

    • calendar_month Sabtu, 24 Feb 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Banjarmasin, MSINews.com – Pakar Bidang Ilmu Rekayasa Geologi dari Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Kalimantan Selatan, Adip Mustofa, mengungkapkan bahwa fenomena gempa di Pulau Kalimantan disebabkan oleh pergerakan patahan batuan bumi yang bergeser dari arah pasifik menuju ke pulau tersebut. Menurut Adip, pergerakan batuan tersebut telah terjadi sejak zaman batu ratusan juta tahun lalu, […]

  • Penipuan Sebagai Staf Ketua KPK, Berikut Tanggapan Ali Firli

    Penipuan Sebagai Staf Ketua KPK, Berikut Tanggapan Ali Firli

    • calendar_month Senin, 14 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Jakarta, InfomsiNews–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi salah satu kepala daerah di Lampung menjadi korban penipuan bermodus klaim staf Ketua KPK Firli Bahuri. Juru Bicara Penindakan dan Kelembagaan KPK Ali Fikri mengatakan, pihaknya mendapat informasi bahwa pelaku menghubungi kepala daerah dan meminta sumbangan atau bantuan kegiatan. “Salah satunya yang sudah terjadi di wilayah Lampung,” ujar Ali […]

expand_less