Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Ungkap Penyebab Keracunan MBG, BGN Gandeng BIN dan Polri Hingga Pakar

Ungkap Penyebab Keracunan MBG, BGN Gandeng BIN dan Polri Hingga Pakar

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
  • visibility 223
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Msinews.com – Badan Gizi Nasional (BGN) membentuk dua tim investigasi untuk mengusut kasus keracunan yang terjadi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah BGN ini diambil guna memastikan keamanan pangan dan memulihkan kepercayaan publik terhadap program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan tim investigasi tersebut melibatkan unsur Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Badan Intelijen Negara (BIN), serta para pakar independen dari berbagai disiplin ilmu agar hasil penyelidikan lebih objektif dan komprehensif.

“Di tim investigasi ini kita bentuk dua. Dari dalam ada Deputi Tauwas, itu pemantauan dan pengawasan, nanti akan bekerja sama, di situ ada Kepolisian, BIN, Dinkes, BPOM, dan juga pemda setempat untuk mengadakan investigasi,” kata Nanik dalam keterangan tertulisnya, sebagimana dikutip Msinews.com dari laman Kemenpanrb, pada Sabtu (4/102025).

Menurut Nanik, pendekatan multidisiplin diperlukan untuk mengungkap seluruh faktor penyebab keracunan, tidak hanya yang berkaitan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang selama ini diduga menjadi pemicu utama.

Tim independen yang dibentuk BGN terdiri atas ahli kimia, farmasi, chef, dan pakar dari berbagai bidang keilmuan lainnya. Mereka ditugaskan menelusuri secara mendalam 70 kasus keracunan yang dilaporkan terjadi sepanjang Januari hingga September 2025 dan berdampak pada ribuan penerima MBG.

Berdasarkan data BGN, dari total 70 kasus tersebut terdapat 5.914 penerima MBG terdampak. Sebaran kasus mencakup wilayah I Sumatera dengan sembilan kasus (1.307 korban), wilayah II Pulau Jawa dengan 41 kasus (3.610 korban), serta wilayah III yang meliputi Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Bali, dan Nusa Tenggara dengan 20 kasus (997 korban).

Penyebab utama keracunan yang berhasil diidentifikasi mencakup kontaminasi bakteri seperti E. Coli (air, nasi, tahu, ayam), Staphylococcus Aureus (tempe, bakso), Salmonella (ayam, telur, sayur), Bacillus Cereus (mi), serta Coliform, PB, dan Klebsiella dari air terkontaminasi.

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fatma Saifullah Yusuf Hadiri Halal Bihalal Seruni dan Dekranas

    Fatma Saifullah Yusuf Hadiri Halal Bihalal Seruni dan Dekranas

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Jakarta – Penasihat I Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial (Kemensos), Fatma Saifullah Yusuf menghadiri Halal Bihalal Solidaritas Perempuan Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni) bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas). Hadir dalam acara tersebut istri Wakil Presiden, Selvi Gibran Rakabuming dan para istri Menteri. Hadir juga Ketua Harian Dekranas, Tri Tito Karnavian. Seiring himbauan untuk mengenakan […]

  • Respon Atas Konflik Agraria PIK 2 dan HGB di Laut

    Respon Atas Konflik Agraria PIK 2 dan HGB di Laut

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) merespon kasus HGB pembangunan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk atau biasa disingkat PIK 2, sebuah perusahaan properti yang berkantor pusat di Jakarta.Adapun, respon tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjend) Konsorsium Pembaruan Agraria, Dewi Kartika lewat siaran pers yang diterima awak media Selasa (21/1/2025). Terkait kasus munculnya HGB pembangunan PIK 2, […]

  • Komisi X DPR RI Dukung Penambahan Anggaran Kemenparekraf untuk Pagu Indikatif di 2025

    Komisi X DPR RI Dukung Penambahan Anggaran Kemenparekraf untuk Pagu Indikatif di 2025

    • calendar_month Jumat, 7 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com- Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, pihaknya akan melakukan pendalaman terhadap Rancangan Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA K/L) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025 terhadap Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Adapun, upaya ini dilakukan guna mempelajari sekaligus mengukur dampak yang akan terjadi dari turunnya anggaran Kemenperakraf tahun 2025. Dalam Rapat […]

  • Mendagri Tito Turun Langsung Pantau Penyaluran Beras SPHP di Provinsi Banten

    Mendagri Tito Turun Langsung Pantau Penyaluran Beras SPHP di Provinsi Banten

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Serang,msinews.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi dan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memantau langsung penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kota Serang, Banten, Rabu (20/8/2025). Adapun, pemantauan tersebut dilakukan di Pasar Induk Rau, salah satu minimarket, dan Kantor […]

  • Pembangunan Gedung Sekolah SMA Unggul Garuda Di Konawe Selatan Capai  87,58 Persen

    Pembangunan Gedung Sekolah SMA Unggul Garuda Di Konawe Selatan Capai  87,58 Persen

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 200
    • 0Komentar

    KONSEL,MSINEWS.COM-Pemerintah terus mendorong pemerataan akses dan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. Komitmen tersebut ditandai dengan hampir selesainya pembangunan SMA Unggul Garuda Baru di Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, yang dirancang sebagai sekolah unggulan berbasis sains, teknologi, dan inovasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, […]

  • Taktis Menghadapi Kekacauan Mekanisme Perdagangan Dunia

    Taktis Menghadapi Kekacauan Mekanisme Perdagangan Dunia

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Oleh : Dr. H. Bambang Soesatyo, S.E., S.H., M.B.A. DARI ketidakpastian dieskalasi menjadi ketidakteraturan. Seperti itulah wajah dunia hari-hari ini.  Indonesia, bersama semua negara, sedang dipaksa untuk realistis menghadapi kenyataan tidak menyenangkan, karena iklim dan mekanisme perdagangan dunia sedang didorong untuk bergerak dari keteraturan menuju kekacauan. Setelah 78 tahun iklim perdagangan global kondusif berkat kehendak […]

expand_less