Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Mensos Gus Ipul Sambut Positif Dukungan DPD RI untuk Sekolah Rakyat

Mensos Gus Ipul Sambut Positif Dukungan DPD RI untuk Sekolah Rakyat

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
  • visibility 199
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Msinews.com – Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyambut positif dukungan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI terhadap program prioritas nasional Sekolah Rakyat.

Gus Ipul juga mempersilakan kepada para anggota DPD RI untuk meninjau secara langsung Sekolah Rakyat dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan. “Kalau mau menengok ke sana, silahkan. Nanti akan kami dampingi,” ujarnya dalam audiensi dengan anggota DPD RI di Kantor Kementerian Sosial, Rabu (17/9/2025).

Hadir dalam audiensi anggota DPD RI Hilmy Muhammad, Alfiansyah Komeng, Bustami Zainudin, dan Dailami Firdaus.

Mengawali audiensi Gus Ipul memaparkan tentang program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yaitu Sekolah Rakyat dan Data Tunggal Sosial, Ekonomi Nasional (DTSEN). “Ada tiga mandat prioritas dari Presiden. Pertama, data tunggal. Kedua, sekolah rakyat. Ketiga, bansos tepat sasaran,” jelasnya.

Mandat prioritas pertama, yaitu Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya mengentaskan kemiskinan melalui jalur pendidikan. Anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem disekolahkan, orangtuanya diberdayakan, dan rumah yang tidak layak huni akan dibangun ulang.

Gus Ipul menambahkan, selain mendapatkan pemberdayaan, orangtua siswa Sekolah Rakyat juga akan mendapatkan bantuan sosial seperti program keluarga harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JKN), Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI), keanggotaan Koperasi Desa Merah Putih hingga program 3 juta rumah.

Di sela pemaparan, Gus Ipul juga mengajak para anggota DPR RI menyaksikan video profil siswa Sekolah Rakyat yang menunjukkan bagaimana kehidupan mereka berubah menjadi lebih baik semenjak masuk ke Sekolah Rakyat.

Bustami Zainudin, perwakilan DPD RI asal Lampung, memuji penjelasan Gus Ipul terkait bagaimana Sekolah Rakyat mampu menjadi alat untuk mengentaskan kemiskinan secara sistemik. “Dari sini benar-benar terlihat bahwa Sekolah Rakyat itu bersifat tuntas dan komprehensif,” katanya.

Mengenai hal tersebut, Gus Ipul menekankan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat tidak terlepas dari basis data yang terus-menerus diperbarui. “Yang penting itu dimulai dari data dulu, sekarang namanya DTSEN. Jadi data seluruh penduduk Indonesia baik individu maupun keluarga bisa kelihatan dengan jelas,” ucapnya.

Gus Ipul menjelaskan, berdasarkan DTSEN terungkap ada lebih dari 3 juta anak yang tidak bisa melanjutkan pendidikan, baik karena sudah putus sekolah, tidak bersekolah sama sekali, maupun terancam putus sekolah.

Lebih lanjut, Gus Ipul menerangkan Sekolah Rakyat menghadirkan fasilitas unggulan, termasuk talent DNA mapping agar para siswa saat belajar hingga setelah lulus bisa diarahkan sesuai potensi mereka. Komeng, anggota DPD RI asal Jawa Barat, bahkan diminta untuk mencoba langsung sistem talent mapping karya Ary Ginanjar tersebut guna menguji validitasnya. “Keren banget. Dari sistem ini, jadi kita bisa tahu apa bakat anak-anak itu dari pertama kali lihat. Oh, dia jadi teknisi, oh dia cocok di teknologi,” kata Komeng.

Menutup audiensi, para perwakilan DPD RI turut menunjukkan keinginan mendasar dari hati untuk mengunjungi langsung Sekolah Rakyat dan melihat lebih dekat pelaksanaan program prioritas ini.

“Sekolah Rakyat ini luar biasa, bahkan Presiden mengapresiasi Gus Ipul karena cepat kerjanya. Kami ingin berkunjung ke sana dan dilibatkan dalam fungsi pengawasan,” kata Dailami, perwakilan DPD RI asal Jakarta.*

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Timnas AMIN

    Timnas AMIN : Pertemuan Prabowo-Jokowi Hal Biasa Tak Perlu Negatif

    • calendar_month Sabtu, 6 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) memberikan tanggapan terkait pertemuan antara Calon Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden RI Joko Widodo pada Jumat (5/1). Kapten Timnas AMIN, Muhammad Syaugi Alaydrus, menyatakan pertemuan tersebut merupakan hal yang biasa antara pimpinan yang bertemu dengan bawahannya. baca juga : 125 Jenderal Dukung Anies-Muhaimin, […]

  • MK Sebut,Pasal Inkonstitusional Kembali Muncul di KUHP Baru

    MK Sebut,Pasal Inkonstitusional Kembali Muncul di KUHP Baru

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 297
    • 0Komentar

    MSINEWS.Com- Hakim Konstitusi MK, Saldi Isra mempertanyakan langkah pembentuk undang-undang yang dinilai kembali memasukkan norma yang pernah dinyatakan Pasalnya, Mahkamah Konstitusi [MK] RI menemukan adanya dugaan penghidupan kembali pasal yang sebelumnya telah dibatalkan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nomor 1 Tahun 2023. Hal tersebut muncul dalam sidang uji materi terhadap KUHP yang digelar pada […]

  • Mensos: Sekolah Rakyat Siap Dimulai 14 Juli, Fokus pada Talenta, Bebas Tes Akademik!

    Mensos: Sekolah Rakyat Siap Dimulai 14 Juli, Fokus pada Talenta, Bebas Tes Akademik!

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Program Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif mulia yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memuliakan keluarga kurang mampu dan miskin dipastikan akan dimulai pada 14 Juli 2025. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf yang dikenal Gus Ipul menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat ini akan berbeda dari sistem pendidikan konvensional dengan menghilangkan tes akademik dan fokus […]

  • KPK Terhalangi Polda Metro Jaya, Dugaan Kasus SYL

    KPK Terhalangi Polda Metro Jaya, Dugaan Kasus SYL

    • calendar_month Sabtu, 14 Okt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan terhalang terkait dugaan kasus pemerasan di Kementerian Pertanian (Kementan) oleh Polda Metro Jaya. KPK Terhalangi, diungkapkan waki ketua KPK Alexander Marwata, bahwa saat penyidikan, Polda Metro lantaran tidak memiliki prinsip kolektif kolegial. “Kami terhalang juga. Saya termasuk pimpinan lho. Artinya apa, itu penyidikan kan diarahkan juga […]

  • KPK Panggil Anggota Komisi V DPR RI, Kasus Suap Jalur Kereta Api ‘Ini Nama 10 Tersangkanya;

    KPK Panggil Anggota Komisi V DPR RI, Kasus Suap Jalur Kereta Api ‘Ini Nama 10 Tersangkanya;

    • calendar_month Kamis, 3 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Jakarta, InfomsiNews-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil anggota Komisi V DPR RI, Sudewo sebagai saksi dalam kasus dugaan suap di Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kasus tersebut yakni proyek pembangunan jalur kereta api di wilayah Sulawesi Selatan, Jawa bagian Tengah, Jawa bagian Barat, dan Jawa-Sumatera tahun anggaran 2018-2022. “Ada pemeriksaan saksi tindak pidana korupsi suap […]

  • Pemerintah Diminta Beri Pendampingan Maksimal ke Lima Pekerja Migran di Malaysia

    Pemerintah Diminta Beri Pendampingan Maksimal ke Lima Pekerja Migran di Malaysia

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 181
    • 0Komentar

      Jakarta,msinews.com – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono Suratto mendorong pemerintah Indonesia melalui KBRI Kuala Lumpur, Dirjen Perlindungan WNI Kemenlu dan Kementerian terkait lainnya dapat memberikan pendampingan maksimal kepada lima korban pekerja migran Indonesia (PMI). Hal tersebut lantaran terjadi kejadian penembakan oleh otoritas maritim Malaysia, Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) beberapa waktu […]

expand_less