Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Seminar Nasional: Herman Yoseph Fernandez Layak Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Seminar Nasional: Herman Yoseph Fernandez Layak Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Minggu, 15 Des 2024
  • visibility 170
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,msinews.com-Mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI (Purn.) Kiki Syahnakri mengatakan salah satu alasan mengapa Herman Yoseph Fernandez pantas diusung untuk mendapat gelar Pahlawan Nasional adalah kisah heroiknya dalam pertempuran di Desa Sidobunder, Kebumen, Jawa Tengah, atau yang dikenal dengan sebutan Palagan Sidobunder.

Jenderal Kiki mengatakan ini dalam seminar nasional bertema “Sosok dan Kepahlawanan Herman Yoseph Fernandez Pejuang Era Revolusi, Cahaya dari Timur Untuk Indonesia” yang berlangsung di Aula Soerjadi Gedung PPAD (Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat), Jl. Matraman Raya, Jakarta, Sabtu (14/12/2024).

Seminar tersebut diselenggarakan oleh Panitia Nasional Pengusul Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Herman Yoseph Fernandez yang diketuai oleh Grace Siahaan Njo.
Selain Kiki, narasumber yang tampil sebagai dalam seminar tersebut adalah Dr. Yoseph Yapi Taum dan sejarawan Prof. Asvi Warman Adam.

Seminar yang dimoderatori wartawati senior Hermien Y. Kleden, menghadirkan beberapa penanggap, di antaranya Dr. Inosentius Samsul, SH, M.Hum; Dr. Bondan Kanumoyoso, M.Hum; Brigjen TNI M. Syech Ismed, SE, M.Han; Laksma TNI Dr. Hariyo Poernomo SE, MM, M.Tr.Opsla, M.Han, Brigjen TNI (Purn.) Andreas R. Mere dan Sedangkan Mayjen TNI (Purn.) Herman Musakabe .

Dikatakan Kiki, sangat mungkin bahwa Palagan Sidobunder dan tewasnya Kapten Nex menjadi faktor penghambat gerak maju pasukan Belanda dari arah barat Yogyakarta. Jika tidak ada situasi itu, maka tentara Belanda mungkin saja akan dengan mudah menembus Yogyakarta dari arah barat.

“Inilah peran penting dari Palagan Sidobunder serta pengorbanan para pejuang, utamanya Tentara Pelajar yang salah satu pimpinannya adalah Yoseph Herman Fernandez, dalam rangka mempertahankan Ibu Kota Negara Yogyakarta yang juga berarti mempertahankan eksistensi dari Kemerdekaan Indonesia,” jelas Kiki.

Selain itu, lanjut Kiki, keterwakilan dalam segala aspek kehidupan berbangsa-bernegara adalah kata kunci dari upaya pemeliharaan/peningkatan “Persatuan Indonesia”, termasuk keterwakilan dalam hal pembelian gelar Pahlawan Nasional.

Ditambahkan Kiki, belum semua daerah di Indonesia memiliki Pahlawan Nasional yang mewakili daerahnya, termasuk Pahlawan Nasional yang mewakili masyarakat Flores, walaupun sebenarnya ada beberapa orang yang sangat memenuhi syarat, salah satu di antaranya adalah Yoseph Herman Fernandez.

Menurut sejarawan Prof. Asvi Warman Adam, kualitas yang harus dimiliki oleh seorang pahlawan adalah keberanian.
“Keberanian ada pada diri Herman Yoseph Fernandez,” kata Asvi.

Asvi tiga hal penting dalam pengusungan seseorang menjadi pahlawan nasional. Pertama, pemenuhan persyaratan umum dan khusus yang ditetapkan oleh pemerintah.

Kedua, situasi, misalnya menjelang pemilu/pilpres, atau peringatan sejarah, atau provinsi yang belum memiliki pahlawan nasional.

Ketiga, pendekatan terhadap pengambil keputusan, dalam hal ini pemerintah/presiden.

Mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI (Purn.) Kiki Syahnakri

Sementara itu, menurut Yapi Taum, de facto Herman Yoseph Fernandez adalah pahlawan nasional karena dimakamkan di TMP Kusumanegara, Yogyakarta di antara sejumlah sejumlah pahlawan nasional seperti Panglima Besar Jenderal Sudirman dan Jenderal Urip Soemohardjo.

Namun de jure, pemberian gelar pahlawan nasional kepada Herman Yoseph Fernandez sedang diupayakan, termasuk melalui penyelenggaraan seminar nasional ini.

Salah satu penanggap, Brigjen TNI (Purn.) Andreas Riwu Mere, menegaskan bahwa kehormatan tertinggi sebagai prajurit adalah ketika gugur di medan pertempuran.

“Herman Yoseph Fernandez sangat layak disebut pahlawan nasional karena dia rela mengorbankan nyawanya demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” tegas Andreas.

Profil Herman Yoseph Fernandez

Herman Yoseph Fernandez adalah seorang pejuang yang tidak hanya berjuang dalam pertempuran fisik, tetapi juga menunjukkan keteguhan moral dan spiritual yang luar biasa dalam perjuangannya mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Herman Yoseph Fernandez adalah putra keempat dari pasangan Marcus Suban Fernandez dan Fransisca Theresia Pransa Carvalho Kolin, lahir pada 3 Juni 1925 di Ende, Flores, NTT.

Di Kota Ende pula Herman Yoseph Fernandez pertama kali mengenal Bung Karno ketika menjadi pembuangan Belanda.

Bung Karno sendiri pernah mengunjungi Schakel School pada tahun 1936 saat Herman Fernandez dan Frans Seda duduk di kelas dua.

Di sekolah guru HIK van Lith, Muntilan, Herman Fernandez belajar bersama teman-teman dari berbagai etnis dan seangkatan dengan Yos Soedarso, pahlawan yang gugur di Laut Aru, dan Frans Seda yang kemudian menjadi tokoh nasional.

Setelah ikut berjuang bersama laskar muda dari kawasan Sunda Kecil, Herman Yoseph Fernandez terakhir bergabung dengan Persatuan Pelajar Indonesia Sulawesi (Perpis) dan terlibat dalam pertempuran hidup mati di Palagan Sidobunder, Kebumen, pada 2 September 1947.

Herman Fernandez akhirnya gugur sebagai Kusuma Bangsa dan dimakamkan di TMP Kusumanegara, Yogyakarta. Di TMP ini juga dimakamkan Jenderal Besar Sudirman, Letjen Urip Sumohardjo, dua Pahlawan Revolusi Brigjen TNI (Anumerta) Katamso Darmokusumo dan Kolonel (Anumerta) Sugiyono Mangunwiyoto, serta ratusan pejuang dan pahlawan bangsa lainnya.

Memenuhi kriteria

Berdasarkan seluruh kontribusi dan pengorbanan yang ia lakukan, Herman Yoseph Fernandez memenuhi kriteria untuk dianugerahi gelar Pahlawan Nasional sesuai dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2009 Pasal 25 dan 26, khususnya huruf (a) dan huruf (b). 17 Perjuangannya, yang tidak hanya terbatas pada medan perang tetapi juga pada pengorbanan moral dan spiritual, menjadikannya sosok yang layak dihargai sebagai pahlawan.

Pengakuan terhadap Herman Yoseph Fernandez sebagai Pahlawan Nasional juga mencerminkan keterwakilan seluruh wilayah Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan. Sebagai seorang pahlawan yang berasal dari Flores, pengakuan ini menjadi simbol penting bahwa kontribusi daerah-daerah di luar Jawa dalam perjuangan kemerdekaan sangat signifikan.

Dengan demikian, Herman Yoseph Fernandez tidak hanya menjadi pahlawan bagi masyarakat Flores atau Nusa Tenggara Timur, tetapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pemberian gelar ini tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga merupakan pengakuan moral dan sejarah yang pantas bagi pengorbanan dan kontribusinya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Herman Yoseph Fernandez, yang mewakili semangat nasionalisme Indonesia yang inklusif, sepatutnya diakui sebagai simbol kepahlawanan yang berasal dari berbagai penjuru negeri.

Pengakuan terhadapnya akan membawa kebanggaan bagi masyarakat Flores dan Nusa Tenggara Timur serta memberikan penghargaan terhadap setiap pejuang yang ikut berperan dalam kemerdekaan Indonesia. Mengingat hingga saat ini belum ada pahlawan nasional yang diakui secara resmi dari Flores, pemberian gelar ini akan memperkaya warisan sejarah perjuangan bangsa Indonesia. ***

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • APBN 2026 Dukung Pembangunan Nasional di Tengah Ketidakpastian Global

    APBN 2026 Dukung Pembangunan Nasional di Tengah Ketidakpastian Global

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, pemerintah Indonesia optimis menyusun arsitektur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 untuk mendukung agenda pembangunan nasional . Presiden RI Prabowo Subianto dalam Pidato Pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 dan Nota Keuangannya di Rapat Paripurna DPR pada Jumat (15/08) menyebut bahwa telah mengalokasikan sebesar […]

  • Presiden Hingga Para Menteri Kabinet Hadiri Shalat Ied di Masjid Istiqal Jakarta

    Presiden Hingga Para Menteri Kabinet Hadiri Shalat Ied di Masjid Istiqal Jakarta

    • calendar_month Rabu, 10 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Hari ini seluruh Umat Islam sedunia merayakan Iduf Fitri 1445 Hijriah. Di Jakarta khususnya di Masjid Agung Istiqal Jakarta Pusat Salat Ied berjalan khusus. Ribuan Jemaah sejak subuh telah mendatangi halaman Masjid Istiqal yang megah utuk menjalankan ibadah salat ied. Sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM) tampak hadir di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (10/4/2024). Mereka […]

  • Wamenko Polkam: Politik adalah Ibadah Pengabdian, Bukan Jalan Menuju Kekayaan

    Wamenko Polkam: Politik adalah Ibadah Pengabdian, Bukan Jalan Menuju Kekayaan

    • calendar_month 22 jam yang lalu
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 26
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM- Politik yang bermoral, berkeadilan, dan memberdayakan umat merupakan salah satu prasyarat untuk mewujudkan demokrasi yang substantif sekaligus mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam), Letjen TNI (Purn.) Lodewijk F. Paulus, saat menjadi narasumber pada Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII Tahun 2026 di […]

  • Tom Lembong Dapat Abolisi dari Presiden, Hasto Kristiyanto Bebas Melalui Amnesti

    Tom Lembong Dapat Abolisi dari Presiden, Hasto Kristiyanto Bebas Melalui Amnesti

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Presiden Prabowo Subianto secara resmi memberikan abolisi terhadap mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong terkait kasus izin impor gula. Selain itu, amnesti juga diberikan kepada Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto dan 1.115 terpidana lainnya, termasuk dalam kasus suap terhadap anggota KPU. Keputusan tersebut setelah Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia […]

  • Senator Sumut Dorong Penguatan Peran DPD dalam Demokrasi Indonesia

    Senator Sumut Dorong Penguatan Peran DPD dalam Demokrasi Indonesia

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 117
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM— Senator Sumatera Utara,Dedi Iskandar Batubara menilai, peran Dewan Perwakilan Daerah (DPD) signifikan dalam mempertegas sistem ketatanegaraan. Salah satunya dengan mengusulkan perubahan kelima Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, meski jalan politik tersebut dinilai masih cukup panjang dan terus diperjuangkan. Pernyataan disampaikan Anggota Badan Pengkajian MPR RI sekaligus Senator DPD RI, Dedi Iskandar Batubara, dalam diskusi bertajuk […]

  • Tempo Diminta Klarifikasi Soal Dugaan Suap Kuota Haji Kepada Anggota DPR

    Tempo Diminta Klarifikasi Soal Dugaan Suap Kuota Haji Kepada Anggota DPR

    • calendar_month Senin, 29 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melalui Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI memanggil redaksi Tempo terkait dugaan suap kuota haji kepada anggota dewan yang diberitakan majalah tersebut. Anggota MKD DPR RI Habiburokhman mengatakan pihaknya akan mengklarifikasi hasil laporan yang menyebut DPR telah menerima suap dalam pembagian kuota haji 2024. “Jika memang benar, siapa […]

expand_less