Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Seminar Nasional: Herman Yoseph Fernandez Layak Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Seminar Nasional: Herman Yoseph Fernandez Layak Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Minggu, 15 Des 2024
  • visibility 252
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,msinews.com-Mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI (Purn.) Kiki Syahnakri mengatakan salah satu alasan mengapa Herman Yoseph Fernandez pantas diusung untuk mendapat gelar Pahlawan Nasional adalah kisah heroiknya dalam pertempuran di Desa Sidobunder, Kebumen, Jawa Tengah, atau yang dikenal dengan sebutan Palagan Sidobunder.

Jenderal Kiki mengatakan ini dalam seminar nasional bertema “Sosok dan Kepahlawanan Herman Yoseph Fernandez Pejuang Era Revolusi, Cahaya dari Timur Untuk Indonesia” yang berlangsung di Aula Soerjadi Gedung PPAD (Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat), Jl. Matraman Raya, Jakarta, Sabtu (14/12/2024).

Seminar tersebut diselenggarakan oleh Panitia Nasional Pengusul Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Herman Yoseph Fernandez yang diketuai oleh Grace Siahaan Njo.
Selain Kiki, narasumber yang tampil sebagai dalam seminar tersebut adalah Dr. Yoseph Yapi Taum dan sejarawan Prof. Asvi Warman Adam.

Seminar yang dimoderatori wartawati senior Hermien Y. Kleden, menghadirkan beberapa penanggap, di antaranya Dr. Inosentius Samsul, SH, M.Hum; Dr. Bondan Kanumoyoso, M.Hum; Brigjen TNI M. Syech Ismed, SE, M.Han; Laksma TNI Dr. Hariyo Poernomo SE, MM, M.Tr.Opsla, M.Han, Brigjen TNI (Purn.) Andreas R. Mere dan Sedangkan Mayjen TNI (Purn.) Herman Musakabe .

Dikatakan Kiki, sangat mungkin bahwa Palagan Sidobunder dan tewasnya Kapten Nex menjadi faktor penghambat gerak maju pasukan Belanda dari arah barat Yogyakarta. Jika tidak ada situasi itu, maka tentara Belanda mungkin saja akan dengan mudah menembus Yogyakarta dari arah barat.

“Inilah peran penting dari Palagan Sidobunder serta pengorbanan para pejuang, utamanya Tentara Pelajar yang salah satu pimpinannya adalah Yoseph Herman Fernandez, dalam rangka mempertahankan Ibu Kota Negara Yogyakarta yang juga berarti mempertahankan eksistensi dari Kemerdekaan Indonesia,” jelas Kiki.

Selain itu, lanjut Kiki, keterwakilan dalam segala aspek kehidupan berbangsa-bernegara adalah kata kunci dari upaya pemeliharaan/peningkatan “Persatuan Indonesia”, termasuk keterwakilan dalam hal pembelian gelar Pahlawan Nasional.

Ditambahkan Kiki, belum semua daerah di Indonesia memiliki Pahlawan Nasional yang mewakili daerahnya, termasuk Pahlawan Nasional yang mewakili masyarakat Flores, walaupun sebenarnya ada beberapa orang yang sangat memenuhi syarat, salah satu di antaranya adalah Yoseph Herman Fernandez.

Menurut sejarawan Prof. Asvi Warman Adam, kualitas yang harus dimiliki oleh seorang pahlawan adalah keberanian.
“Keberanian ada pada diri Herman Yoseph Fernandez,” kata Asvi.

Asvi tiga hal penting dalam pengusungan seseorang menjadi pahlawan nasional. Pertama, pemenuhan persyaratan umum dan khusus yang ditetapkan oleh pemerintah.

Kedua, situasi, misalnya menjelang pemilu/pilpres, atau peringatan sejarah, atau provinsi yang belum memiliki pahlawan nasional.

Ketiga, pendekatan terhadap pengambil keputusan, dalam hal ini pemerintah/presiden.

Mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI (Purn.) Kiki Syahnakri

Sementara itu, menurut Yapi Taum, de facto Herman Yoseph Fernandez adalah pahlawan nasional karena dimakamkan di TMP Kusumanegara, Yogyakarta di antara sejumlah sejumlah pahlawan nasional seperti Panglima Besar Jenderal Sudirman dan Jenderal Urip Soemohardjo.

Namun de jure, pemberian gelar pahlawan nasional kepada Herman Yoseph Fernandez sedang diupayakan, termasuk melalui penyelenggaraan seminar nasional ini.

Salah satu penanggap, Brigjen TNI (Purn.) Andreas Riwu Mere, menegaskan bahwa kehormatan tertinggi sebagai prajurit adalah ketika gugur di medan pertempuran.

“Herman Yoseph Fernandez sangat layak disebut pahlawan nasional karena dia rela mengorbankan nyawanya demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” tegas Andreas.

Profil Herman Yoseph Fernandez

Herman Yoseph Fernandez adalah seorang pejuang yang tidak hanya berjuang dalam pertempuran fisik, tetapi juga menunjukkan keteguhan moral dan spiritual yang luar biasa dalam perjuangannya mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Herman Yoseph Fernandez adalah putra keempat dari pasangan Marcus Suban Fernandez dan Fransisca Theresia Pransa Carvalho Kolin, lahir pada 3 Juni 1925 di Ende, Flores, NTT.

Di Kota Ende pula Herman Yoseph Fernandez pertama kali mengenal Bung Karno ketika menjadi pembuangan Belanda.

Bung Karno sendiri pernah mengunjungi Schakel School pada tahun 1936 saat Herman Fernandez dan Frans Seda duduk di kelas dua.

Di sekolah guru HIK van Lith, Muntilan, Herman Fernandez belajar bersama teman-teman dari berbagai etnis dan seangkatan dengan Yos Soedarso, pahlawan yang gugur di Laut Aru, dan Frans Seda yang kemudian menjadi tokoh nasional.

Setelah ikut berjuang bersama laskar muda dari kawasan Sunda Kecil, Herman Yoseph Fernandez terakhir bergabung dengan Persatuan Pelajar Indonesia Sulawesi (Perpis) dan terlibat dalam pertempuran hidup mati di Palagan Sidobunder, Kebumen, pada 2 September 1947.

Herman Fernandez akhirnya gugur sebagai Kusuma Bangsa dan dimakamkan di TMP Kusumanegara, Yogyakarta. Di TMP ini juga dimakamkan Jenderal Besar Sudirman, Letjen Urip Sumohardjo, dua Pahlawan Revolusi Brigjen TNI (Anumerta) Katamso Darmokusumo dan Kolonel (Anumerta) Sugiyono Mangunwiyoto, serta ratusan pejuang dan pahlawan bangsa lainnya.

Memenuhi kriteria

Berdasarkan seluruh kontribusi dan pengorbanan yang ia lakukan, Herman Yoseph Fernandez memenuhi kriteria untuk dianugerahi gelar Pahlawan Nasional sesuai dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2009 Pasal 25 dan 26, khususnya huruf (a) dan huruf (b). 17 Perjuangannya, yang tidak hanya terbatas pada medan perang tetapi juga pada pengorbanan moral dan spiritual, menjadikannya sosok yang layak dihargai sebagai pahlawan.

Pengakuan terhadap Herman Yoseph Fernandez sebagai Pahlawan Nasional juga mencerminkan keterwakilan seluruh wilayah Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan. Sebagai seorang pahlawan yang berasal dari Flores, pengakuan ini menjadi simbol penting bahwa kontribusi daerah-daerah di luar Jawa dalam perjuangan kemerdekaan sangat signifikan.

Dengan demikian, Herman Yoseph Fernandez tidak hanya menjadi pahlawan bagi masyarakat Flores atau Nusa Tenggara Timur, tetapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pemberian gelar ini tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga merupakan pengakuan moral dan sejarah yang pantas bagi pengorbanan dan kontribusinya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Herman Yoseph Fernandez, yang mewakili semangat nasionalisme Indonesia yang inklusif, sepatutnya diakui sebagai simbol kepahlawanan yang berasal dari berbagai penjuru negeri.

Pengakuan terhadapnya akan membawa kebanggaan bagi masyarakat Flores dan Nusa Tenggara Timur serta memberikan penghargaan terhadap setiap pejuang yang ikut berperan dalam kemerdekaan Indonesia. Mengingat hingga saat ini belum ada pahlawan nasional yang diakui secara resmi dari Flores, pemberian gelar ini akan memperkaya warisan sejarah perjuangan bangsa Indonesia. ***

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Catat, Ini 14 Poin RUU KUHP Yang Disahkan DPR RI Jadi  Undang-Undang

    Catat, Ini 14 Poin RUU KUHP Yang Disahkan DPR RI Jadi Undang-Undang

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 188
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM- Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR.RI) menggelar Rapat Paripurna DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RKUHAP) menjadi Undang-Undang pada Selasa (18/11/2025). Keputusan tersebut diambil dalam rapat paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPR Puan Maharani setelah mendengar laporan Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman. “Tibalah saatnya kami meminta persetujuan fraksi-fraksi terhadap RUU […]

  • Audiensi dengan FPT DIY, Riyanta : Harus Dilayani Sesuai Undang-Undang

    Audiensi dengan FPT DIY, Riyanta : Harus Dilayani Sesuai Undang-Undang

    • calendar_month Senin, 27 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Forum Peduli Tanah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan audiensei dengan Anggota Komisi II DPR RI di Gedung DPR RI,Senun (27/5/2024). Mereka diterima oleh Anggota Komisi II DPR RI Riyanta. Adapun pembahasan terkait status Hak Guna Bangunan (HGB) yang sudah bertahun-tahun tidak bisa diperpanjang. Dalam pertemuan ini, Riyanta berharap semua pihak terkait termasuk Kanwil BPN Yogyakarta dan […]

  • Terima Kasih Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Kebon Sirih 

    Terima Kasih Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Kebon Sirih 

    • calendar_month Senin, 15 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 353
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Dinas Bina Marga DKI Jakarta memperbaiki “beton tutupan saluran” yang jebol di sepanjang Jalan Jaksa, Kelurahan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (15/72024). Tampak 5 orang petugas Dinas Bina Marga DKI Jakarta sekitar pukul 11. 00 WIB memperbaiki tutupan parit sekitar Indomaret atau Memories Cafe. Para petugas yang mengenakan pakaian kuning muda itu sibuk membenahi kondisi […]

  • PPATK-Kemensos Temukan Ribuan Data Mulai dari Dokter hingga Pegawai BUMN Terima Bansos

    PPATK-Kemensos Temukan Ribuan Data Mulai dari Dokter hingga Pegawai BUMN Terima Bansos

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap data anomali penyaluran bantuan sosial (bansos) program Kementerian Sosial (Kemensos), berdasarkan analisis dari satu bank saja, pihaknya telah menemukan ribuan penerima manfaat bansos dengan status pekerjaan yang tak seharusnya menerima bantuan, mulai dari dokter hingga eksekutif. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala PPATK Ivan Yustiviandana […]

  • MPLS Sekolah Rakyat, Siswa Dikenalkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat 

    MPLS Sekolah Rakyat, Siswa Dikenalkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat 

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Sedikitnya 75 siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 6 Jakarta Timur memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin, 14 Juli 2025 hingga beberapa hari ke depan. Dalam proses pengenalan lingkungan ini, siswa dikenalkan pada Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. “Untuk proses MPLS kita rencana lima hari, nanti ada kegiatan pendidikan karakter, masa […]

  • Hotel di Bali Bangkrut dan Dilego, DPR Minta Pemerintah Tak Tutup Mata

    Hotel di Bali Bangkrut dan Dilego, DPR Minta Pemerintah Tak Tutup Mata

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 104
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM— Anggota Komisi VII DPR RI Eva Monalisa menilai fenomena sejumlah hotel di Bali yang mengalami kesulitan usaha hingga harus dilego tidak bisa dilihat hanya dari kondisi sektor perhotelan. Menurutnya, persoalan tersebut berkaitan dengan keseluruhan ekosistem pariwisata, mulai dari infrastruktur, transportasi hingga keberadaan UMKM. Eva mengatakan kondisi pariwisata di Bali tidak seragam. Ada kawasan yang […]

expand_less