Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » 149 Keluarga di Noemuke NTT Kini Nikmati Listrik PLN 24 Jam

149 Keluarga di Noemuke NTT Kini Nikmati Listrik PLN 24 Jam

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
  • visibility 240
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIMOR TENGAH SELATAN-Setelah bertahun-tahun lamanya, malam di Dusun Noemuke, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur selalu datang bersama kegelapan.

Saat matahari terbenam di balik perbukitan, aktivitas warga perlahan berhenti. Anak-anak menuntaskan pekerjaan sekolah dengan penerangan seadanya dari lampu pelita, sementara sebagian warga memilih beristirahat lebih awal karena terbatasnya cahaya.

Sejak Mei 2026, melalui Program Listrik Desa (Lisdes), sebanyak 149 kepala keluarga di Dusun Noemuke mulai menikmati listrik PLN selama 24 jam penuh. Program lisdes menjadi wujud nyata hadirnya negara yang membawa harapan baru bagi daerah yang sekian lama terjebak dalam kegelapan. Cahaya yang sebelumnya hanya menjadi harapan, kini hadir di setiap rumah, membuka peluang baru bagi masyarakat untuk belajar, bekerja, mengembangkan usaha, dan beraktivitas dengan lebih nyaman.

Mama Maria, seorang ibu rumah tangga di Noemuke, masih mengingat bagaimana setiap malam dirinya harus menyiapkan lampu pelita berbahan bakar minyak tanah agar anak-anaknya bisa belajar.

“Kalau dulu malam langsung gelap, anak-anak cepat tidur. Sekarang lampunya terang, mereka bisa duduk belajar lebih lama di meja. PR sekolah jadi selesai, mata juga tidak perih kena asap lagi. Kami sekeluarga senang sekali,” tuturnya.

Bagi Mama Maria, listrik bukan hanya soal lampu yang menyala. Kehadirannya memberi kesempatan lebih besar bagi anak-anak untuk belajar dengan nyaman dan mengejar cita-cita mereka.

Harapan yang sama juga tumbuh di sektor ekonomi masyarakat. Yohanes, pemilik warung kelontong kecil di dusun tersebut, mulai melihat peluang usaha yang sebelumnya sulit diwujudkan.

“Dulu jualan terbatas, barang cepat basi karena tidak ada pendingin. Sekarang ada listrik, saya mau coba beli kulkas kecil. Jadi bisa jual es batu sama minuman dingin untuk warga di dusun. Harapannya ada tambahan penghasilan,” ujarnya.

Bagi warga seperti Yohanes, listrik membuka kemungkinan baru untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga tanpa harus meninggalkan kampung halaman.

Bupati Timor Tengah Selatan, Eduard Markus Lioe, menyampaikan apresiasi atas beroperasinya jaringan listrik di Noemuke.

“Kami memahami setiap wilayah di Timor Tengah Selatan memiliki tantangan geografis yang berbeda. Pembangunan listrik dilakukan bertahap sesuai kemampuan teknis dan alokasi anggaran. Kami berharap listrik di Noemuke ini bisa membantu anak-anak belajar lebih baik dan warga mulai mengembangkan usaha kecil di rumah,” ujarnya.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa setiap rumah yang berhasil dialiri listrik di pelosok negeri memiliki cerita dan harapan yang berbeda. Karena itu, upaya Pemerintah bersama PLN untuk menghadirkan listrik hingga ke wilayah terpencil tidak semata membangun jaringan listrik, tetapi juga membuka akses masyarakat terhadap peluang yang lebih luas.

Petugas PLN melakukan penyambungan kabel tegangan rendah ke salah satu rumah warga di Dusun Noemuke, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur

“Sebagai badan usaha milik negara yang diberi amanah menyediakan energi listrik, PLN berkomitmen untuk terus menghadirkan akses listrik hingga ke pelosok negeri. Hadirnya listrik menjadi fondasi untuk mempercepat pemerataan pembangunan, menggerakkan roda perekonomian, menciptakan lapangan kerja, serta membantu mengentaskan kemiskinan. Karena itu, PLN terus berkomitmen agar tidak ada lagi masyarakat yang hidup dalam kegelapan,” jelas Darmawan.

Bagi PLN, terang yang kini hadir di Noemuke merupakan hasil dari kolaborasi banyak pihak. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga warga setempat turut mengambil peran agar pembangunan infrastruktur kelistrikan dapat berjalan dengan baik.

Sementara itu General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, mengatakan bahwa upaya menghadirkan listrik ke desa-desa terpencil akan terus dilakukan sebagai bagian dari komitmen PLN mendukung pembangunan daerah.

Eko menambahkan, di balik lampu yang kini menyala di 149 rumah warga, tersimpan perjalanan panjang yang tidak selalu mudah. Kondisi geografis berbukit dan akses yang terbatas membuat pembangunan infrastruktur kelistrikan harus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lapangan. Untuk menghadirkan listrik ini, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 1,03 kilometer sirkuit (kms) Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 4,9 kms, serta gardu distribusi berkapasitas 50 kVA.

“Wilayah seperti Noemuke memerlukan kesiapan teknis dan waktu. Dengan infrastruktur yang sudah beroperasi, kami berharap listrik ini dapat dimanfaatkan warga untuk mendukung berbagai aktivitas produktif sehari-hari,” ujarnya.

Kini, ketika malam tiba di Noemuke, pemandangan yang terlihat tidak lagi sama seperti dulu. Dari sebuah dusun yang pernah akrab dengan gelap, Noemuke kini menatap masa depan dengan harapan yang lebih terang.

Sekilas Tentang PLN

PT PLN (Persero) adalah BUMN kelistrikan yang terus berkomitmen dan berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan.

PLN mengusung agenda Transformasi 2.0 dengan visi menjadi Top 500 Global Company dan menjadi pilihan nomor 1 bagi pelanggan untuk Solusi Energi melalui upaya pertumbuhan usaha, implementasi digitalisasi secara end to end, menjalankan transisi energi untuk mendukung tercapainya Net Zero Emissions (NZE), serta menghadirkan proses bisnis dengan SDM berkelas dunia.** Gregorius Adi Trianto,Executive Vice Presedent Comunication Korps & TJSL PLN.

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mendagri Pastikan, Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen Penting, Gratis

    Mendagri Pastikan, Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen Penting, Gratis

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 412
    • 0Komentar

    NAGEKEO,MSINEWS.COM- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian,telah menugaskan Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk turut membantu warga yang dokumen kependudukannya hilang atau rusak akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Adapu , langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penerbitan dokumen seperti KTP-el, akta kelahiran, serta Kartu Keluarga (KK). “Saya akan segera perintahkan […]

  • Siapakah Calon Kepala Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang Diajukan Prabowo? 

    Siapakah Calon Kepala Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang Diajukan Prabowo? 

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 404
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM-Pemerintah melalui surat presiden (surpres) mengusulkan Kepala Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ketua DPR RI Puan Maharani. menyebut sosok yang diajukan bernama M Sarjito. “Begitu juga terkait dengan OJK. OJK juga akan diproses sesuai mekanismenya di Komisi XI, kami sudah tugaskan. Namanya itu Pak M Sarjito. Beliau ( Pak […]

  • Gubernur Maluku Utara

    Gubernur Maluku Utara Diamankan KPK, Ini Harta Kekayaannya :

    • calendar_month Selasa, 19 Des 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba, menjadi sorotan publik setelah diamankan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di Maluku Utara dan Jakarta. Selain Abdul, 14 orang lainnya juga terjaring dalam OTT ini. Sebelumnya, Abdul Gani Kasuba telah melaporkan harta kekayaan miliknya pada 14 Mei 2023 untuk […]

  • Bencana Longsor di Indragiri 6 Bangunan Rumah Warga Roboh

    Bencana Longsor di Indragiri 6 Bangunan Rumah Warga Roboh

    • calendar_month Senin, 8 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Indragiri Hilir,msinews.com– Peristiwa tanah longsor di tepian Sungai Indragiri, Jalan Lintas Provinsi Parit 05 Kelurahan Tembilahan Barat, Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) merobohkan 6 bangunan. Enam bangunan tersebut milik Tarmizi (53) Danramil 12 Batang Tuaka, Manda (57) H. Aidit (55), Iwan (43), dan Siti Asmariani (43). Dikatakan Kapolres Inhil AKBP Budi Setiawan melalui […]

  • Semua Elemen Harus Lakukan Rekonsiliasi Pasca Putusan MK Terkait PHPU 2024

    Semua Elemen Harus Lakukan Rekonsiliasi Pasca Putusan MK Terkait PHPU 2024

    • calendar_month Rabu, 24 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 183
    • 0Komentar

    `Jakarta,msinews.com-Ketua MPR RI,Dr. Bambang Soesatyo,S.E.,S.H.,MBA mengajak semua elemen bangsa menghormati dan mematuhi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak seluruh gugatan pasangan Capres Nomor urut 01 Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar dan pasangan Capres Nomor Urut 03 Ganjar Pranowo – Mahfud MD terkait sengketa perselisihan hasil Pilpres 2024. Terlebih, putusan MK tersebut sudah bersifat final dan […]

  • Hindari Praktik Nominee atau Pinjam Nama,Harus Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

    Hindari Praktik Nominee atau Pinjam Nama,Harus Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

    • calendar_month Senin, 22 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Denpasar,msinews.com-Masyarakat Indonesia khususnya di Provinsi Bali dihimbau untuk menghindari pelanggaran hukum dari praktik nominee. Untuk diketahui, praktik nominee merupakan perjanjian pinjam-nama oleh Warga Negara Asing (WNA) kepada Warga Negara Indonesia (WNI) dalam membuat sebuah usaha. Praktik ini marak terjadi, khususnya di Provinsi Bali. Karena itu,Anggota Komisi II DPR RI Bagus Adhi Mahendra Putra secara tegas, […]

expand_less