Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » MSI NEWS » Prabowo Targetkan Ekonomi Tumbuh Capai 8%, Ini Kata Pengamat

Prabowo Targetkan Ekonomi Tumbuh Capai 8%, Ini Kata Pengamat

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Sabtu, 9 Mar 2024
  • visibility 122
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, msinews.com-Pengamat Ekonomi dari Universitas Atma Jaya Rosdiana Sijabat mendukung rencana calon presiden (capres) terpilih Prabowo Subianto yang menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 8 persen dalam waktu 4 hingga 5 tahun ke depan di masa pemerintahannya.

Menurutnya untuk mencapai target tersebut tidak mudah melihat tantangan domestik maupun luar negeri yang secara geopolitik internasional masih diliputi konflik dan peperangan.

Untuk itu, salah satu kunci mendongkrak pertumbuhan ekonomi kata Rosdiana adalah melalui investasi yang masuk ke dalam negeri dan terobosan-terobosan kebijakan di sektor ekonomi yang tepat.

“Kalau kita bicara pertumbuhan ekonomi ini sangat tinggi kaitannya dengan investasi, kalau misalkan situasi global masih seperti ini katakanlah 2 tahun ke depan angka pertumbuhan ekonomi mendapat tantangan tersendiri. Kecuali misalkan ada gerakan-gerakan yang cukup signifikan yang berhubungan dengan selain fondasi ekonomi makro, ada hal-hal lain cukup signifikan secara kebijakan di lakukan oleh presiden terpilih,” kata Rosdiana, Sabtu (9/3/32024).

Rosdiana menambahkan meski pertumbuhan ekonomi era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih berkutat di sekitar angka 5 persen, tetapi dengan pendekatan kebijakan ekonomi yang tepat pertumbuhan ekonomi 8 persen bisa saja terjadi.

“Perlu ada sesuatu yang menjadi faktor yang mentrigger atau menstimulus perekonomian kita itu bisa move on dari angka 5 persen,” katanya.

Rosdiana juga menanggapi terkait target rasio pajak sebesar 16 persen dari produk domestik bruto (PDB) hal itu perlu sentuhan dari menteri keuangan (Menkeu) yang lebih jago dari Menkeu Sri Mulyani di kabinet pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Dari nama-nama yang beredar ada sejumlah nama-nama yang digadang-gadang menjadi bendahara negara di antaranya yaitu Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama (Dirut) Bank Mandiri Darmawan Junaidi dan Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri.

“Jadi kalau misalkan Pak Prabowo katakanlah dalam 4 tahun ke depan ingin menaikkan sekitar menjadi 16 persen dari yang tahun 2023 itu kan 10,21 persen tahun 2022 itu 10,41 persen. Jadi kalau mau naik ke angka 16% tentu menurut saya tergantung profil dari menteri keuangan yang akan ditempatkan di sana, harus jauh lebih hebat dari pada Bu Sri Mulyani kalau tidak angka 16 persen itu belum tentu bisa direalisasikan dalam 4 tahun ke depan,”jelas Rosdiana Sijabat.

“Kita sudah melihat bagaimana kemampuan Ibu Sri Mulyani dalam hal mengendalikan kebijakan fiskal yang disiplin termasuk juga memperbaiki sektor perpajakan kita,” imbuhnya.

Lanjut Rosdiana mengatakan perlu ada reformasi perpajakan yang dapat mengerek rasio pajak lebih tinggi dari pada PDB saat ini.

“Nah kalau misalkan kita ingin menaikkan rasio pajak kita itu bisa mencapai 16 persen oleh Pak Prabowo terhadap PDB yaitu ini lagi-lagi tantangan kita bagaimana pemerintah kalau dalam 4 tahun pertama Pak Prabowo ini nanti bisa melakukan reformasi perpajakan, membuat sektor-sektor perekonomian kita itu meningkat. Perlahan tetapi ada target misalkan kenaikan kenaikan 2 persen setiap tahun dari sektor yang belum masuk kepada basis pajak menjadi masuk ke dalam basis pajak,” urainya.

Sedangkan terkait cita-cita kemandirian pangan yang dipaparkan Prabowo, kata Rosdiana perlu ada inovasi untuk meningkatkan produktivitas yang menyangkut komoditas pangan.

Narasi swasembada pangan harus dibarengi dengan produktivitas lahan pertanian melalui ekstensifikasi dan intensifikasi pertanian untuk menghadirkan kemandirian pangan.

“Swasembada pangan dapat melalui produktivitas lahan pertanian, baik melalui ekstensifikasi maupun intensifikasi juga perlu inovasi, harus ada regulasi yang terkait dan lain-lain yang membuat kita percaya bahwa di bawah kepemimpinan Prabowo mungkin kita akan memiliki kemandirian secara pangan,” tuntasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal target pertumbuhan ekonomi 8 persen itu optimis tergapai asalkan pemerintahan Prabowo – Gibran jika setelah nanti resmi dilantik dapat memberikan pendekatan ekonomi yang lebih efektif dalam periode kepemimpinannya.

“Buat saya target yang lebih tinggi itu bukan berarti tidak mungkin tercapai tetapi yang jelas untuk mencapai target yang lebih tinggi tidak bisa dengan cara-cara yang sudah-sudah. Nah jadi artinya kalau ingin mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen adalah tergantung pendekatannya jadi pendekatannya harus baru lebih efektif lebih manjur itu yang penting,” ucapnya.

Lebih lanjut kata Faisal meski target pertumbuhan ekonomi tinggi, pemerintah ke depan juga perlu memperhatikan target penurunan kemiskinan dengan cara-cara yang tidak biasa.

“Begitu juga untuk target kemiskinan pengentasan kemiskinan jadi dengan cara-cara yang terobosan dan pada saat yang bersamaan juga memang perlu ada pendekatan bertahap memang tidak bisa langsung naik dalam satu tahun atau dalam satu tahun ada prosesnya, jadi perlu ada pendekatan-pendekatan yang berbeda tetapi lebih efektif,” tutup Rosdiana Sijabat. ** dom.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wamendag: Silahkan Memasarkan Via Tik Tok, Diregulasi Agar Tidak Mematikan UMKM

    Wamendag: Silahkan Memasarkan Via Tik Tok, Diregulasi Agar Tidak Mematikan UMKM

    • calendar_month Senin, 2 Okt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 76
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM – Tren perdagangan digital di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup melesat. Laporan e-Conomy SEA 2022 memperkirakan nilai ekonomi digital Indonesia mencapai U$ 77 miliar pada 2022, meningkat 22% dibanding tahun sebelumnya. Dari total nilai itu, sektor e-commerce menjadi penyumbang terbesar mencapai U$ 59 miliar, diikuti transportasi/makanan online, media online dan perjalanan online. Namun pertumbuhan […]

  • Pemprov Sumsel Sambut Hari Pajak Nasional 2024 dengan Ragam Acara 

    Pemprov Sumsel Sambut Hari Pajak Nasional 2024 dengan Ragam Acara 

    • calendar_month Minggu, 14 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 65
    • 0Komentar

    ​Palembang,msinews.com– Menyambut Hari Pajak Nasional, 14 Juli 2024, Kanwil DJP Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan berbagai kegiatan yang juga melibatkan masyarakat. Adapun, salah satu kegiatan peringatan yang dicanangkan secara Nasional yaitu, Spectaxcular 2024 di Halaman Parkir Kanwil DJP Sumsel dan Kep.Bangka Belitung, Jl. Tasik, Kambang Iwak, Palembang, Minggu (14/7/2024). Serangkaian kegiatan meliputi penampilan […]

  • Tujuh Parlemen Negara Pasifik Siap Hadir dalam Pertemuan IPPP 2024

    Tujuh Parlemen Negara Pasifik Siap Hadir dalam Pertemuan IPPP 2024

    • calendar_month Jumat, 12 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Jakarta, msinews.com-Sebanyak 7 Parlemen Negara Pasifik dipastikan akan hadiri pertemuan Indonesia-Pacific Parliamentary Partnership (IPPP) ke-2 yang akan dihelat 24-26 Juli 2024 di Jakarta. Hal tersebut disamapikan oleh Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon. Adapun acara ini bertujuan untuk membangun konektivitas antara DPR RI dengan parlemen negara-negara pasifik dalam berbagai kerja sama. Penegasana […]

  • Rakor Inflasi Minggu IV Juli, Sekjen Kemendagri Minta Pemda dengan Inflasi Tinggi Segera Lakukan Pengendalian

    Rakor Inflasi Minggu IV Juli, Sekjen Kemendagri Minta Pemda dengan Inflasi Tinggi Segera Lakukan Pengendalian

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir mengingatkan pemerintah daerah (Pemda) yang mencatat tingkat inflasi tinggi agar segera mengambil langkah nyata untuk menekan laju inflasi, terutama bagi daerah yang realisasi inflasinya melebihi rata-rata nasional sebesar 1,87 persen secara year-on-year (YoY) pada Juni 2025. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Rapat Pengendalian Inflasi yang […]

  • BEM Trisakti Hadapi Intimidasi Menjelang Deklarasi ‘Maklumat Lawan Tirani’

    BEM Trisakti Hadapi Intimidasi Menjelang Deklarasi ‘Maklumat Lawan Tirani’

    • calendar_month Sabtu, 10 Feb 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trisakti mengungkapkan bahwa mereka mengalami intimidasi sebelum pembacaan ‘Maklumat Trisakti Lawan Tirani’ di Tugu Reformasi pada 12 Mei mendatang. Presiden Mahasiswa Trisakti, Vladima Insan Mardika, mengatakan pihaknya telah menghadapi tekanan yang signifikan menjelang acara tersebut. Baca juga : Mahfud MD Yakin Hasil Survei Elektabilitas Pilpres 2024 Meleset […]

  • PKB Dukung Presiden Prabowo Pecat Pejabat yang Buat Regulasi Rumit

    PKB Dukung Presiden Prabowo Pecat Pejabat yang Buat Regulasi Rumit

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKB Indrajaya mendukung sikap Presiden Prabowo Subianto yang dengan tegas akan memecat pejabat yang membuat regulasi rumit, sehingga menyulitkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan publik. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat pembukaan pameran hasil kerja sama Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM dengan Indonesian Petroleum Association (IPA) di […]

expand_less