Polkam Sebut Modifikasi Cuaca Hujan Buatan yang Dilakukan BNPB Paling Efektif
- account_circle Media Sejahtera Indonesia
- calendar_month Senin, 10 Agt 2026
- visibility 43
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA,MSINEWS.COM- Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menegaskan Oerasi Modifikasi Cuaca hujan buatan yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Menjadi salah satu langkah sangat efektif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh daerah.
Penegasan tersebut disampaikan Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago usai rapat koordinasi bersama Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Kehutanan, BNPB, TNI, Polri dan BMKG di kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Senin 10 Agustus 2026
Djamari mengatakan bahwa BNPB melakukan operasi udara hujan buatan sebagai bentuk upaya penanganan karhutla.
“Melihat situasi seperti sekarang ini, upaya yang paling tepat dilakukan adalah operasi udaranya sangat efektif menurunkan hujan buatan yang dilakukan oleh BNPB itu yang paling efektif,”
Menurut Djamari, pelaksanaan modifikasi cuaca sangat bergantung pada keberadaan awan hujan. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor penting agar operasi dapat menghasilkan hujan di wilayah yang membutuhkan penanganan.
“Tetapi ada satu persyaratan yang harus kita hadapi, yaitu kita menemukan ada awan hujan, selama awan hujan itu tidak bisa kita temukan, tidak ada, kita tidak akan bisa membuat hujan,”
Karena itu, Djamari meminta seluruh pihak mewaspadai perubahan cuaca sekecil apa pun yang berpotensi memunculkan awan hujan. Pemantauan tersebut penting agar operasi modifikasi cuaca dapat segera dilakukan ketika kondisi atmosfer mendukung.
“Begitu, kita mewasdai perubahan cuaca sedikit apapun, yang kira-kira akan menunjukkan awan hujan, segera kita melakukan operasi untuk modifikasi cuaca, Itu yang sangat membantu, karena cukup air besar jatuh dari udara,”
Djamari juga menyebut kondisi cuaca pada pekan berjalan hingga 17 Agustus berpotensi memberikan peluang turunnya hujan selama beberapa hari. Ia berharap peluang tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu pengendalian karhutla.
“Tetapi, keadaan yang sekarang kita tidak hanya menumpas udara, menumpas hujan, kekuatan Walaupun, berdasarkan yang sekarang ini, pada minggu ini sampai tanggal dengan 17 Agustus, itu ada 3-4 hari kemungkinan hujan, Kalau itu ada, itu memang mungkina nugerah yang diberikan kepada kita, semoga itu akan keluar awan hujan”. **
Penulis Media Sejahtera Indonesia
Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik



Saat ini belum ada komentar