Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Pengajaran Dharmakirti dari Sriwijaya kepada Dipamkara Shrijnana dari India

Pengajaran Dharmakirti dari Sriwijaya kepada Dipamkara Shrijnana dari India

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Jumat, 20 Sep 2024
  • visibility 235
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh Syamsul Noor

DI DALAM biografi Acharya (Guru Besar) Dipamkara Shrijnana (dikenal di Indonesia sebagai Pendeta Atisha) menuliskan pengalaman dia berkunjung ke Swarnadwipa (Sriwijaya) guna menimba ilmu kepada Acharya Dharmakirti pada 1013 Masehi.

Pada masa itu, Swarnadwipa adalah salah satu pusat pendidikan Buddhadharma terkemuka di dunia. Acharya Dharmakirti di Swarnadwipa dipandang sebagai cendekiawan terbesar pada masa itu.” (Alaka Chattopadhyaya (1999): Atisa and Tibet).

Pada 1012, Dipamkara Shrijnana bersama beberapa pedagang, berlayar menggunakan satu kapal besar (dari India) menuju Sriwijaya. Perjalanan melelahkan berlangsung berbulan-bulan. Selama perjalanan para penjelajah dilanda badai besar yang mengerikan.

“… Segera setelah menyeberangi lautan luas,” tulis Dipamkara, “Saya menuju Caitya (Stupa Keemasan; Golden Reliquary) Sukhagati dan bertemu dengan enam bhikshu meditator, murid dari Guru Swarnadwipa (Dharmakirti). Sebelah utara Caitya tersebut dikelilingi oleh hutan Swarnadwipa, di selatan (ditumbuhi) teratai-teratai indah, hutan bambu lebat di sebelah Barat, dan rawa-rawa di sebelah Timur.”

Dipamkara meneruskan, “Di sana kami tinggal bersama mereka selama 14 hari. Kemudian, para bhikshu mendatangi Guru Agung Swarnadwipa dan memohon. Lalu mereka pergi menemui beliau (Dharmakirti). Dari kejauhan kami melihat mereka berdiri dalam satu barisan menyambut kedatangan kami. Jarak antara satu sama lain tidak terlalu dekat tetapi tidak terlalu jauh. Mereka berjalan dalam barisan seperti pelangi warna-warni menuju tempat kediaman Guru Swarnadwipa. Kemudian para penghuni dan pengunjung bersama-sama menuju halaman biara tempat seorang bhikshu sepuh sedang mengajar sekelompok bhikshu. Saya bersujud di kaki beliau (Dharmakirti). Dengan demikian, beliau (guru Swarnadwipa) secara sempurna memberikan ajaran lima belas sesi Abhisamaya-alamkara kepadaku. Setelah itu, saya tinggal di Istana Payung Perak (palace of silver parasols) dan menggunakan waktu untuk belajar, kontemplasi, dan meditasi.” (Thupten Jinpa (2006): Mind Training – The Great Collection).

Tempat-tempat yang Dipamkara sebutkan dalam biografinya memiliki banyak sekali kecocokan dengan nama-nama kawasan di Komplek Percandian Muara Jambi.

Komunitas biara di lokasi candi terluas di Indonesia itu menjadi tempat ajaran-ajaran diberikan, yaitu di halaman terbuka (court yards) seperti juga sistem yang digunakan di India dan Tibet.

Acharya Dipamkara Shrijnana mengatakan bahwa dia tinggal di Istana Payung Perak (Palace of Silver Parasols). Sebutan nama ini sangat mungkin merupakan sebutan ketika itu untuk Bukit Perak (Bukit Sengalo) di Kawasan Percandian Muaro Jambi.

Asumsi ini tentu masih membutuhkan penelitian-penelitian lebih lanjut. Ajaran Acharya Dharmakirti yang sampai sekarang masih diajarkan, terutama di Tibet antara lain konsep kosmosentrisme Yamantaka Mandala dan ilmu transformasi pikiran yang disebut lojong.

Masyarakat Tibet menyebut orang Sriwijaya dengan sebutan Serlingpa. Mahaguru agama Budha dari Sriwijaya, yaitu Acharya Dharmakirti dan Acharya Dharmaraksita sampai saat ini sangat dihormati di Tibet. Ajaran mahaguru dari Sriwijaya itu sampai saat ini masih diterapkan oleh Dalai Lama.

Acharya Dipamkara Shrijnana tinggal di Suwarnadwipa sekitar 12 tahun untuk sepenuhnya menguasai ajaran-ajaran murni Buddhadharma. Beliau kembali ke India tahun 1025. Acharya Dipamkara Shrijnana berumur 44 tahun ketika kembali ke India.

Beliau tinggal di India sekitar 15 tahun, mengajarkan Dharma, dan memegang berbagai tanggung jawab yang sangat penting di beberapa biara di India sebelum ke Tibet.

Sekitar 15 tahun di India, beliau mendedikasikan diri demi penyebaran pengetahuan dan dharma di berbagai pusat pembelajaran seperti Vajrasana, Somapuri, Nalanda, Odantapuri, dan Vikramashila. Penyebarluasan dharma dan ajaran-ajaran dengan dimensi baru membuat beliau dianugerahi gelar “Dharmapala.”

Biara Vikramashila didirikan oleh Raja Dharmapala dari Dinasti Pala pada abad ke-8 Masehi. Sekitar 8.000 murid belajar di Vikramashila di bawah bimbingan para cendekiawan, yang dipimpin (sebagai Kepala Biara) oleh Acharya Dipamkara Shrijnana.

Para murid dari berbagai wilayah di India, Cina, Tibet, Ujjaini, Turkestan, dan Nepal datang untuk belajar di Vikramashila. Pada masa ini, Nalanda sedang mengalami kemunduran.

Ajaran-ajaran Mahayana dan Tantra yang berasal dari India kemudian tumbuh berkembang di Vikramashila dan menyebar ke berbagai wilayah di Asia.

*) Disarikan dari Arts of Asia, The Minneapolis Institute of Arts dan berbagai sumber lain. 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wagub Babel, Hellyana Mengamuk, Fungsi dan Perannya Dilemahkan Secara Sistematis

    Wagub Babel, Hellyana Mengamuk, Fungsi dan Perannya Dilemahkan Secara Sistematis

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Pangkalpinang,msinews.com–Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hellyana mengamuk. Pasalnya, baru hitungan bulan setelah dilantik sebagai Wakil Gubernur Babel berpasangan dengan Hidayat Arsani sebagai Gubernur periode 2025-2030, namun Hellyana mengaku fungsi dan perannya secara sistematis ‘‘dilemahkan”. Keduanya dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto didampingi Wapres Gibran Rakabuming Raka,di Istana Negara,Kamis (17/4/2025). “Terkait pelemahan sistematis terhadap fungsinya […]

  • Tiba di Gedung DPR RI, Jokowi Mengenakan Pakaian Adat Tanimbar-Maluku

    Tiba di Gedung DPR RI, Jokowi Mengenakan Pakaian Adat Tanimbar-Maluku

    • calendar_month Rabu, 16 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Jakarta,Infomsi.org-Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini ,Rabu (16/8/2023) menghadiri Sidang Tahunan MPR RI di Gedung Nusantara Kompleks DPR/MPR/DPD.RI pada pukul 08.35 WIB. Mengenakan busana Tanimbar,Maluku didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan disambut oleh Ketua MPR RI Bambang Soesatyo,Ketua DPD RI, AA. LaNyalla Matalitti dan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin langsung menuju Ruang VIP,Gedung Nusantara. […]

  • Hadiri Pembukaan Indo Defence 2024, Menko Polkam Dorong Penguatan Kerjasama Pertahanan

    Hadiri Pembukaan Indo Defence 2024, Menko Polkam Dorong Penguatan Kerjasama Pertahanan

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal Polisi (Purn.) Budi Gunawan menghadiri pembukaan Indo Defence 2024 Expo & Forum mendampingi Presiden RI. Menko menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai wadah strategis untuk memperkuat hubungan bilateral dan multilateral di sektor pertahanan. “Sesuai harapan Pak Presiden dan harapan kita semua, semoga acara Indo Defence 2024 ini […]

  • Fadli Zon : Net Zero Emission 2060 Butuh Kerja Sama Seluruh Pihak

    Fadli Zon : Net Zero Emission 2060 Butuh Kerja Sama Seluruh Pihak

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Anggota DPR RI Fadli Zon mendukung berbagai upaya dari seluruh pihak terkait kebijakan yang berhubungan dengan perubahan iklim (climate change), ekonomi sirkular, dan juga islamic blended financing. Menurutnya, hal itu dibutuhkan dalam rangka untuk mencapai tujuan dari komitmen untuk mencapai nol emisi di 2060 (2060 net zero emission). Hal tersebut disampaikan dalam acara Kaukus Ekonomi […]

  • Merespon Sidang Sengketa Pilpres 2024 di MK, Fahri Hamzah: Kliping Berita Bukan Alat Bukti

    Merespon Sidang Sengketa Pilpres 2024 di MK, Fahri Hamzah: Kliping Berita Bukan Alat Bukti

    • calendar_month Senin, 1 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Prabowo-Gibran Fahri Hamzah mengomentari sidang Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa pemilu presiden (Pilpres) 2024. Fahri Hamzah menilai bukti yang dibawa Pemohon, yakni Tim hukum pasangan calon (paslon) presiden dan wapres nomor urut 01 (Anies-Muhaimin) dan nomor urut 03 (Ganjar-Mahfud), hanya kliping koran dan berita. “Ada apa di MK? […]

  • IMI berikan uang pembinaan Rp 100 juta kepada pembalap Muda Aldi Satya Mahendra

    IMI berikan uang pembinaan Rp 100 juta kepada pembalap Muda Aldi Satya Mahendra

    • calendar_month Sabtu, 5 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Jakarta,Infomsi.org- Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) sekaligus Ketua MPR RI, Dr. Bambang Soesatyo,SE.MBA memberikan uang pembinaan Rp 100 juta kepada pembalap muda kebanggaan Indonesia, Aldi Satya Mahendra (17 tahun). Aldi berhasil menjadi Juara 1 dalam Kejuaraan Dunia World Supersport300 di Sirkuit Autodrom Most, Ceko (30/7/23). Sehingga lagu Indonesia Raya bisa dikumandangkan dan bendera Merah Putih […]

expand_less