Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Pengajaran Dharmakirti dari Sriwijaya kepada Dipamkara Shrijnana dari India

Pengajaran Dharmakirti dari Sriwijaya kepada Dipamkara Shrijnana dari India

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Jumat, 20 Sep 2024
  • visibility 195
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh Syamsul Noor

DI DALAM biografi Acharya (Guru Besar) Dipamkara Shrijnana (dikenal di Indonesia sebagai Pendeta Atisha) menuliskan pengalaman dia berkunjung ke Swarnadwipa (Sriwijaya) guna menimba ilmu kepada Acharya Dharmakirti pada 1013 Masehi.

Pada masa itu, Swarnadwipa adalah salah satu pusat pendidikan Buddhadharma terkemuka di dunia. Acharya Dharmakirti di Swarnadwipa dipandang sebagai cendekiawan terbesar pada masa itu.” (Alaka Chattopadhyaya (1999): Atisa and Tibet).

Pada 1012, Dipamkara Shrijnana bersama beberapa pedagang, berlayar menggunakan satu kapal besar (dari India) menuju Sriwijaya. Perjalanan melelahkan berlangsung berbulan-bulan. Selama perjalanan para penjelajah dilanda badai besar yang mengerikan.

“… Segera setelah menyeberangi lautan luas,” tulis Dipamkara, “Saya menuju Caitya (Stupa Keemasan; Golden Reliquary) Sukhagati dan bertemu dengan enam bhikshu meditator, murid dari Guru Swarnadwipa (Dharmakirti). Sebelah utara Caitya tersebut dikelilingi oleh hutan Swarnadwipa, di selatan (ditumbuhi) teratai-teratai indah, hutan bambu lebat di sebelah Barat, dan rawa-rawa di sebelah Timur.”

Dipamkara meneruskan, “Di sana kami tinggal bersama mereka selama 14 hari. Kemudian, para bhikshu mendatangi Guru Agung Swarnadwipa dan memohon. Lalu mereka pergi menemui beliau (Dharmakirti). Dari kejauhan kami melihat mereka berdiri dalam satu barisan menyambut kedatangan kami. Jarak antara satu sama lain tidak terlalu dekat tetapi tidak terlalu jauh. Mereka berjalan dalam barisan seperti pelangi warna-warni menuju tempat kediaman Guru Swarnadwipa. Kemudian para penghuni dan pengunjung bersama-sama menuju halaman biara tempat seorang bhikshu sepuh sedang mengajar sekelompok bhikshu. Saya bersujud di kaki beliau (Dharmakirti). Dengan demikian, beliau (guru Swarnadwipa) secara sempurna memberikan ajaran lima belas sesi Abhisamaya-alamkara kepadaku. Setelah itu, saya tinggal di Istana Payung Perak (palace of silver parasols) dan menggunakan waktu untuk belajar, kontemplasi, dan meditasi.” (Thupten Jinpa (2006): Mind Training – The Great Collection).

Tempat-tempat yang Dipamkara sebutkan dalam biografinya memiliki banyak sekali kecocokan dengan nama-nama kawasan di Komplek Percandian Muara Jambi.

Komunitas biara di lokasi candi terluas di Indonesia itu menjadi tempat ajaran-ajaran diberikan, yaitu di halaman terbuka (court yards) seperti juga sistem yang digunakan di India dan Tibet.

Acharya Dipamkara Shrijnana mengatakan bahwa dia tinggal di Istana Payung Perak (Palace of Silver Parasols). Sebutan nama ini sangat mungkin merupakan sebutan ketika itu untuk Bukit Perak (Bukit Sengalo) di Kawasan Percandian Muaro Jambi.

Asumsi ini tentu masih membutuhkan penelitian-penelitian lebih lanjut. Ajaran Acharya Dharmakirti yang sampai sekarang masih diajarkan, terutama di Tibet antara lain konsep kosmosentrisme Yamantaka Mandala dan ilmu transformasi pikiran yang disebut lojong.

Masyarakat Tibet menyebut orang Sriwijaya dengan sebutan Serlingpa. Mahaguru agama Budha dari Sriwijaya, yaitu Acharya Dharmakirti dan Acharya Dharmaraksita sampai saat ini sangat dihormati di Tibet. Ajaran mahaguru dari Sriwijaya itu sampai saat ini masih diterapkan oleh Dalai Lama.

Acharya Dipamkara Shrijnana tinggal di Suwarnadwipa sekitar 12 tahun untuk sepenuhnya menguasai ajaran-ajaran murni Buddhadharma. Beliau kembali ke India tahun 1025. Acharya Dipamkara Shrijnana berumur 44 tahun ketika kembali ke India.

Beliau tinggal di India sekitar 15 tahun, mengajarkan Dharma, dan memegang berbagai tanggung jawab yang sangat penting di beberapa biara di India sebelum ke Tibet.

Sekitar 15 tahun di India, beliau mendedikasikan diri demi penyebaran pengetahuan dan dharma di berbagai pusat pembelajaran seperti Vajrasana, Somapuri, Nalanda, Odantapuri, dan Vikramashila. Penyebarluasan dharma dan ajaran-ajaran dengan dimensi baru membuat beliau dianugerahi gelar “Dharmapala.”

Biara Vikramashila didirikan oleh Raja Dharmapala dari Dinasti Pala pada abad ke-8 Masehi. Sekitar 8.000 murid belajar di Vikramashila di bawah bimbingan para cendekiawan, yang dipimpin (sebagai Kepala Biara) oleh Acharya Dipamkara Shrijnana.

Para murid dari berbagai wilayah di India, Cina, Tibet, Ujjaini, Turkestan, dan Nepal datang untuk belajar di Vikramashila. Pada masa ini, Nalanda sedang mengalami kemunduran.

Ajaran-ajaran Mahayana dan Tantra yang berasal dari India kemudian tumbuh berkembang di Vikramashila dan menyebar ke berbagai wilayah di Asia.

*) Disarikan dari Arts of Asia, The Minneapolis Institute of Arts dan berbagai sumber lain. 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keterwakilan Perempuan di Parlemen Diperkuat Putusan MK,Ini Respon Kemen PPPA

    Keterwakilan Perempuan di Parlemen Diperkuat Putusan MK,Ini Respon Kemen PPPA

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 115
    • 0Komentar

    ”Putusan ini sebagai langkah maju bagi demokrasi Indonesia yang lebih inklusif dan berkeadilan gender.” MSINEWS.COM-Putusan MK, Kemen PPPA menjadi tonggak demokrasi yang berkeadilan bagi para perempuan. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menilai keputusan ini sebagai langkah maju bagi demokrasi Indonesia yang lebih inklusif dan berkeadilan gender. “Putusan ini merupakan tonggak penting bagi […]

  • Rapat dengan DPR RI, Mendagri: Realisasi Kemendagri dan BNPP Tahun 2024 di Atas Rerata Nasional

    Rapat dengan DPR RI, Mendagri: Realisasi Kemendagri dan BNPP Tahun 2024 di Atas Rerata Nasional

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menjelaskan bahwa realisasi anggaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) pada 2024 di atas rata-rata nasional. Hal itu ditegaskan Mendagri di hadapan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) di Ruang Rapat Komisi II, Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (3/2/2025). […]

  • Mensos  Saifullah Yusuf  Tinjau Calon Lokasi Sekolah Rakyat di Lampung

    Mensos  Saifullah Yusuf  Tinjau Calon Lokasi Sekolah Rakyat di Lampung

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Bandar Lampung,msinews.com — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meninjau calon lokasi Sekolah Rakyat di kompleks Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pemprov Lampung, Senin (12/5/2025). Didampingi Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela dan anggota Komisi VIII DPR RI dari Dapil II Lampung, Aprozi Alam, Gus Ipul mengecek satu per satu fasilitas yang akan digunakan […]

  • PBNU Tepis Cak Imin: Tidak Pernah ada Titipan Aspirasi Khusus ke PKB.

    PBNU Tepis Cak Imin: Tidak Pernah ada Titipan Aspirasi Khusus ke PKB.

    • calendar_month Minggu, 6 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Jakarta, Infomsi.News–Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Sulaeman Tanjung menegaskan PBNU tidak pernah memberikan mandat khusus kepada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang saat ini dinakhodai oleh Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Pernyataan itu merespons klaim Cak Imin sebelumnya yang mengatakan PKB merupakan bagian dari PBNU dan akan memakai organisasi tersebut sebagai daya tarik […]

  • Hadapi Persaingan Dagang, Komisi IV Minta KKP Dukung Pemberdayaan Nelayan Kecil

    Hadapi Persaingan Dagang, Komisi IV Minta KKP Dukung Pemberdayaan Nelayan Kecil

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 123
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM – Anggota Komisi IV Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Rina Sa’adah meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan perhatian lebih kepada pemberdayaan pembudidaya ikan skala Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta nelayan kecil di pesisir. Nelayan dan penambak dinilai mempunyai nilai tawar lemah dalam menghadapi persaingan pengusaha skala besar. “Mereka sangat membutuhkan dukungan untuk […]

  • Ratusan Aliansi Karyawan PRLI Geruduk MA, Minta Ketua MA Usut Mafia Sengketa Merek 

    Ratusan Aliansi Karyawan PRLI Geruduk MA, Minta Ketua MA Usut Mafia Sengketa Merek 

    • calendar_month Selasa, 23 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Jakarta, .SINews com – Ratusan masa yang tergabung dalam Aliansi Karyawan PT Polo Ralph Lauren Indonesia kembali melakukan aksi protes di depan Mahkamah Agung (MA). Tuntutan mereka tak lain adalah untuk meminta ketua MA mengusut dugaan keterlibatan mafia hukum dalam perkara sengketa merek PK Nomor 9. Kasus sengketa merek PK Nomor 9 telah menjadi sorotan […]

expand_less