Pasca Banjir, Senator Sumbar, Irman Gusman Gagas Solok Bangkit
- account_circle Media Sejahtera Indonesia
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 24
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SOLOK-Senator RI Irman Gusman mendorong Pemerintah Kabupaten Solok menyusun The New Master Plan sebagai rencana induk pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan mitigasi bencana, penguatan ekonomi daerah, dan pelestarian lingkungan.
Adapun, Gagasan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja reses ke Kabupaten Solok, Jumat (9/10/2026), untuk meninjau dampak banjir bandang 21 September lalu.
“Solok tidak sendiri. Solidaritas pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten merupakan kekuatan besar dalam mempercepat pemulihan,” kata Irman, Sabtu (10/10/2026).
Dijelaskan bahwa,bencana harus menjadi momentum evaluasi tata ruang, pengelolaan lingkungan, dan infrastruktur di kawasan rawan. Penanganan darurat tidak boleh berhenti pada pemulihan sesaat, melainkan dilanjutkan dengan perencanaan jangka panjang yang komprehensif, terukur, dan menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas.
Lanjutnya, Saat ini Pemkab Solok memperpanjang masa tanggap darurat hingga 12 Oktober 2026 untuk percepatan pembersihan material dan pengerahan alat berat. Sebanyak 19 rumah rusak berat akan direlokasi ke kawasan lebih aman, sementara Kementerian PU menunjuk BUMN Karya untuk membangun sabodam pengendali sedimen.
Sebagai Ketua Dewan Pembina MDMC Sumbar, Irman juga menekankan pentingnya mengarusutamakan manajemen risiko bencana dalam kebijakan pembangunan, termasuk mengkaji skema pembiayaan seperti asuransi kebencanaan.
Di sisi ekonomi, Ketua Dewan Pakar Ekonomi UMKM PP Muhammadiyah itu melihat potensi besar Kabupaten Solok yang 60 persen wilayahnya berupa hutan untuk mengembangkan perdagangan karbon sebagai sumber penerimaan baru daerah. Realisasinya, kata dia, membutuhkan kajian teknis, verifikasi potensi, kepastian regulasi, dan kemitraan strategis.
“Kelestarian hutan harus kita pandang sebagai aset strategis daerah. Melalui pengelolaan yang tepat, kita bisa menjaga lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru,” ujarnya,
Irman turut mendorong integrasi pertanian, pariwisata, dan perlindungan lingkungan, terutama di kawasan Alahan Panjang yang unggul dalam hortikultura dan wisata alam, dengan melibatkan akademisi serta menjajaki kerja sama internasional, termasuk dengan Korea Selatan, untuk penguatan tata ruang dan teknologi mitigasi.
Ketua Dewan Pengawas DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) itu menegaskan akan mengawal rehabilitasi dan rekonstruksi Solok melalui fungsi kelembagaan DPD RI dan koordinasi dengan pemerintah pusat.
“Yang kita inginkan bukan hanya Solok kembali pulih, tetapi bangkit menjadi daerah yang lebih tangguh, maju, dan berkelanjutan. Musibah ini harus menjadi titik balik untuk membangun masa depan yang lebih baik,” tutupnya. *
Tim Redaksi.
Penulis Media Sejahtera Indonesia
Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik



Saat ini belum ada komentar